Catatan Si Mor!

Hari-hari ini gw agak jarang berinteraksi dengan manusia. Paling cuma waktu kuliah di kampus. Selebihnya gw lebih sering mengurung diri di kamar. Baca-baca buku.

Dan sekarang gw juga lagi malas-malasnya belajar mengenai bidang ilmu gw : geofisika. Lagi senang baca buku. Kemarin baru rampung Catatan Seorang Demonstran. Sosok Gie ternyata lebih menarik dari yang gw kira. TIdak sependiam seperti yang dikesankan di film. Sekarang lagi baca Menyusuri Lorong-lorong Dunia karangan Sigit Santoso. Sungguh beruntung Sigit, bisa kawin sama bule Swiss.

Lanjutkan membaca ‘Catatan Si Mor!’

Besok, 12 Mei 2008

Dengar-dengar besok mau ada demonstrasi mahasiswa besar-besaran, ya? Menurut desas-desus ratusan ribu mahasiswa akan berunjuk rasa di depan Istana Negara, atau di tempat lain. Aku tak tahu. Kan aku cuma dengar berita burung.

Demonstrasi untuk apa? Tujuannya apa? Merasakan kembali romantisme perjuangan pahlawan reformasi ‘98? Mengenang mereka sebagai orang-orang yang gugur demi mengeluarkan bangsa dari tirani yang mengungkung? Itukah?

Ataukah sekedar protes massal mengenai rencana kenaikan harga BBM? Sebenarnya memperjuangkan apa? Memperjuangkan siapa? Rakyat?

Tidakkah sebenarnya kau hanya memperjuangkan kepentingan diri sendiri? Agar motormu, setelah kenaikan harga BBM, tidak hanya akan berdiri timpang di tepi dinding garasi rumah kos?

“Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan.”

-Gie, Catatan Seorang Demonstran.

Tri-som

Jenis orang yang paling gw benci adalah orang sombong (Pricks). Dan ada tiga jenis orang sombong yang teramat sangat gw benci :

  1. Orang yang sok sibuk. Biasanya tipe sombong jenis ini selalu terlihat sibuk. Seperti orang yang dikejar deadline terus menerus. Setiap saat gelagatnya seperti harus mengerjakan inilah, itulah. Jika sikap ini terus menerus dipelihara, bisa bertransformasi menjadi “sok penting”.
  2. Orang yang sok pintar. Entah pintarnya asli atau karena terus menerus melototin buku di kamar kos, gw gak tau. Biasanya tipe orang jenis ini suka berkelompok dengan sesamanya. Mereka juga kerap tertawa dengan kesan “dunia sudah di tangan mereka”.
  3. Orang yang tidak menghargai lawan bicaranya. Sikap ini berkembang dari gejala “sok sibuk” dan “sok pintar” yang tidak diobati. Jika kita bertanya kepada mereka, biasanya mereka mengacuhkan kita dengan beralih kepada lawan bicara lain yang mereka anggap sepadan dengan mereka. Bahkan pertanyaan kita tidak mereka jawab.

Gak ada maksud apa-apa. Gw cuma mau mengingatkan : “don’t judge a book by the cover…” dan “roda itu berputar, kawan!”.

Aku dan Bukuku

Kemarin lusa (21/4) Hari Kartini. Oke! Semua orang tahu. Kemarin (22/4) Hari Bumi. Oke! Mungkin sebagian besar orang tahu. Sekarang (23/4) hari apa? Mungkin gak semua orang tahu. Hari ini adalah Hari Buku Sedunia (World Book Day).

Jujur nih ya. Gw sendiri baru tahu hari ini kalo hari ini hari buku sendunia. Itu juga karena gw blogwalking nyasar ke [blog ini]. Sebagai orang yang mengaku senang baca buku, gw malu sangat. Lebih lanjut tentang hari buku bisa juga anda baca [di sini].

Nah, di hari buku ini gw mengajak anda semua menengok kembali ke rak buku anda masing-masing. Coba perhatikan kembali rak buku anda. Buku apa saja yang ada di situ? Dan buku apa saja yang pernah anda miliki (untuk buku-buku yang dipinjem orang dan gak pernah dibalikin)?

Di rak buku gw sendiri sekarang ada buku-buku sebagai berikut :

Digital Fortress (Dan Brown)|The Godfather (Mario Puzo)|Anna Karenina (Leo Tolstoy)|Grass on The Wayside, The 210th Day (Soseki Natsume)|La Politica (Ariestoteles)|Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor (Andrea Hirata)|Timeline (Michael Crichton)|For One More Day (Mitch Albom)|Mountain of Adventure (Enid Blyton)|Kumpulan Kisah-kisah (Imam Al-Ghazali)|Presiden Kulit Hitam AS Pertama : Barrack Obama (Delokomotif)|Asal Usul dan Ideologi  Subkultur Punk (Dick H)|Jejak Sang Petualang (Christian Wijaya dan Harry Wijaya)|Mari Mendaki Gunung (Abdulkadir)|Seri Pendakian Gunung Indonesia (Harley Bayu Sastha)|Trainman 1 dan 2 (komik)|Deathnote 2 & 4 (komik).

Itu yang sekarang ada di rak buku gw. Sebenarnya masih banyak buku yang gw punya. Tapi bernasib naas. Ada yang dipinjem temen dan gak dibalikin, ada pula yang ketinggalan sewaktu liburan ke kota lain. Buku-buku itu antara lain :

Into The Wild, Into The Thin Air (Jon Krakauer)|Jomblo, Gege Mencari Cinta, Kejar Jakarta, Traveller’s Tale (Adhitya Mulya)|Dunia Mereka (Monty Tiwa)|Lupus banyak seri (Hilman)|Sphere (Michael Crichton)|Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Radikus Makankakus (Raditya D)|Slamdunk 1-31 (Takehiko Inoue)//sumpah ini gw sayang banget nih.. tapi udah pada ilang!|Gulliver’s Travel|dan ada lagi. tapi gw kelupaan. :mrgreen:

Itulah buku-buku yang ada di rak gw sekarang dan yang pernah gw punya. Entah kenapa, watak gw mungkin persis Chris McCandless, gw selalu menemukan kesenangan sewaktu baca buku, seolah tokoh-tokoh di buku itu jadi temen gw.

Bagaimana dengan anda? Apakah anda senang baca buku? Dan buku apa saja yang anda punya? Eniwei, selamat Hari Buku Sedunia.

:-)

:mrgreen:

Hari Bumi di Kampus UGM

Begitu melihat komen-komen di posting gw kemarin, gw langsung ngakak. Mbok Venus dan Tante Chika bilang kalo posting yang kemarin itu kecepetan, alias belum waktunya untuk diposting. Hari Bumi kan sekarang, tanggal 22 april, tapi gw posting tentang hari bumi kemarin (21/4). Harusnya kemarin itu gw posting soal Ibu Kartini. :mrgreen:

Tapi ya sudahlah. Yang di atas sebenernya gak perlu dibahas. Hari ini yang ingin gw posting adalah tentang suasana Hari Bumi di kampus UGM. Untuk mempermudah penulisan, gw persempit bahasannya jadi suasana Hari Bumi di kampus gw, MIPA UGM.

Dari kemarin Mapala Fakultas (PASAINS) sudah mulai membagikan stiker Hari Bumi secara gratis. Kalo gak salah tulisannya seperti ini : Earth day 22 April, and everyday… Gw dapet satu. FYI, udah gw tempel (gak penting). Dan hari ini jalanan di dalam kampus ditutup untuk kendaraan bermotor. Motor-motor kebanyakan diparkir di sebelah barat, Hutan Biologi. Akibatnya ketika kuliah Instrumentasi Geofisika di G1 tadi gw sempat dibikin hampir ngakak melihat ekspresi mengeluh bercampur kesel beberapa teman mahasiswa yang gak biasa jalan kaki, terpaksa berjalan kaki sedikit, berlalu lalang di jalan kampus.

Di kantin klaster sains, PASAINS juga mengadakan pemutaran film bertema lingkungan. Sekilas tadi gw lihat sedang diputar An Inconvenient Truthnya Al Gore. Ya, lumayan semarak lah. :mrgreen:

Berhubung handphone gw gak berkamera (Motorola C168 ) dan gw gak punya kamera foto, jadi gak ada skrinsyut. Jadi semua yang saya katakan ini harap dipercaya saja. :mrgreen:

Selamat Hari Bumi 22 April 2008

dan setiap hari…

Halaman Berikutnya »


manusia di balik layar




hanyalah seorang jejaka belasan tahun yang berusaha mengaktualisasikan dirinya dengan menulis tentang-apa-saja.. (muntah2..) ... (more about `si jejaka')



"... and to every action there always an equal and opposite or contrary, reaction ..."

isaac newton, 1643-1727


peekers

who's online

berhasil menyesatkan

  • 20,201 netters

komunitas

Indonesian

BlogFam Community