Arsip untuk September, 2007

Dua tempat favorit..

Aduh, laper. Lama banget buka puasanya. Jadi inget lagu eyang Joan Baez, deh : donat-donat, donat, doo..naatt.

Lupakan eyang Joan dan donatnya. Ayo kita ke bahasan tak berguna yang sebenarnya. Dua tempat favorit gw untuk nongkrong adalah :

1. Pizza Hut

Kenapa?? Sebagian besar waitressnya cantik. (Itu tuh, yang rambutnya dipotong pendek tinggian sedikit dari bahu (rambutnya, bukan orangnya)).

2. Bandara Soekarno-Hatta

Kenapa?? Ceweknya juga cantik-cantik.

=====

Kenapa gw suka berada di tempat yang banyak ceweknya?

Karena gw tipe orang yang berani lihat tapi gak berani kenalan. Jadi gw hanya bisa menjadi PPI (Pengamat Perempuan Indonesia). *)hiks..

Bumi Itu Dinamis. Apa Buktinya?

Semua orang pasti tahu bahwa bumi ini dinamis terhadap benda lain di tata surya. Bumi bergerak berputar mengelilingi matahari. Dan bersama matahari mengelilingi galaksi Bimasakti (milky way). Ternyata bumi dan matahari bersama bintang-bintang dan planet lain di galaksi ini juga bergerak saling menjauh dengan galaksi lain (teori big bang).

Namun, ternyata bumi itu sendiri dinamis. Apakah buktinya bahwa bumi ini dinamis?
Lanjutkan membaca ‘Bumi Itu Dinamis. Apa Buktinya?’

celana ngatung : orang-orang mengira gw salafi, padahal….. SIC tutup..

Kemarin, setelah shalat jum’at gw tepar. Sampai jam 2.

Tanpa sikat rambut dan cuci muka, seperti orang yang ngebet pergi perang, gw menyongsong SIC. Ngenet gratis.

Tanpa gw sadari, penampilan gw hari itu agak kontradiktif satu sama lain. Dan di negeri yang mengutamakan image ini, penampilan adalah segala-galanya. Dari penampilan, publik katanya bisa menilai seseorang. Mungkin sikapnya, imannya, atau bahkan duitnya. Who knows?

Yep, celana gw ngatung. Pakai jaket Geofisika. Dan penampilan awut-awutan. Orang-orang dibuat bingung.

Kalo ada yang mengira gw salafi, mereka pasti mikir: Nih anak penampilannya awut-awutan banget, tp celana ngatung kayak gw. Alirannya apa ya??

Padahal itu celana bokap waktu masih muda.

Yah, bukannya su’udzon, tapi kira-kira begitulah penilaian orang. Dan ceritanya sekarang gw sudah sampai di depan SIC. Dengan antusiasme berlebihan gw membuka pintu. Untung gw gak teriak: Selamat siang, Dunia..!!!

Huff… Tiba-tiba langkah gw terhenti. Pintu masih seperempat terbuka. Kenapa? Karena pandangan gw beradu dengan secarik kertas yang tertempel di pintu SIC. Di kertas itu diberitahukan bahwa SIC hari ini tutup jam 3. Gw datang jam 2 lewat seperempat.

Untuk memastikannya, gw teruskan membuka pintu. Begitu pintu terbuka, mbak-mbak operator langsung melambai-lambai pantomim mengisyaratkan bahwa SIC mau tutup dan sudah tidak bisa lagi menghidupkan komputer baru.

Gubrak!! langsung deh seperti di film kartun. Tiba-tiba terjengkang. *)plis, deh..!!

Dan kesimpulan bahasan tidak jelas hari ini:

  1. Orang-orang mengira gw salafi, padahal celana ngatung itu celana bokap waktu masih muda.
  2. Gw capek-capek melangkah ke kampus mengira SIC buka sampai jam 5 sore, padahal sudah mau tutup jam 3.

-Makasih-

Musisi Itu Cinta Damai

Di blogosphere, sekarang ini banyak aku lihat tulisan tentang Kangen Band. Ada yang menyudutkan, ada yang membela. Ada yang mencaci, ada yang memuji.

Di tulisan si resta yang aku baca, si David Naif bahkan secara eksplisit mencaci maki kangen band :

“Saya senang banyak band-band baru bermunculan di dunia musik Indonesia, tapi please deh. Kangen Band? Tega banget… Jangan lagi deh ngeluarin band seperti itu… Ngerusak aja.“ ~ David Naif, dikutip Rolling Stones Indonesia.

Yah, sebuah pernyataan yang seharusnya tidak diumbar di depan publik. Pernyataan ini bisa memancing pertengkaran, permusuhan berkepanjangan, bahkan huru-hara. (ealah..!!) Aku juga bukan seorang penyuka jenis musik seperti kangen band (seperti yang juga dikatakan banyak blogger lain, termasuk resta.. he), tapi sangat tidak pantas seorang musisi mencaci karya musisi-musisi lain.

Kamu juga pasti masih ingat kehebohan yang diciptakan Edi rambut Brokoli sewaktu memakai kaos bertuliskan Fuck Sheila on Seven, kan? Apa mereka-mereka yang suka mencaci itu memang lebih baik daripada yang dicaci? Atau mungkin para musisi pencaci Indonesia ini memplagiat OASIS yang terkenal sebagai pencaci musisi dunia? who knows?

Well, musisi sekaliber OASIS, sih, pantas-pantas saja mencaci maki seperti itu. Mereka sudah membuktikan kepada DUNIA bahwa mereka musik mereka bagus. Sedangkan Naif? Pasar Asia saja belum terkuasai.

Nah, coba kita lihat pendapat musisi kelas dunia tentang perdamaian. Kamu pasti tahu lagu ini:

Do you ever ask yourself
Is there a heaven in the sky
Why cant we stop the fight

cause we all live under the same sun
We all walk under the same moon
Then why, why cant we live as one

Scorpions dalam lagunya, Under The Same Sun, menuyuruh kita untuk mengintrospeksi diri. Jika kita benar-benar percaya ada akhirat, kenapa kita tidak menghentikan segala petengkaran dan peperangan yang ada??

Kita hidup di bawah matahari yang sama. Di bawah bulan yang sama. Kenapa kita tidak bisa hidup damai dan bersatu?

Yang di atas itu kata Scorpions, lho. Mana lagu Naif tentang perdamaian? Musisi itu cinta damai.

Atau musisi indonesia tidak?

Lho, udah seminggu ini saya lihat kamu gak…

Hmm.. kemarin aku dapat masukan dari seorang sahabat yang sudah membaca postinganku. Dia bilang aku lebih cocok menulis memakai kata ganti orang “gw” dan “lo”. Lebih komunikatif katanya. kalau pakai aku, kamu, bla.. bla.. bla.. itu, katanya, aku sudah terkesan seperti om-om. hehe.. Nah, akan kucoba di postingan ini memakai “gw lo”.

Sahur tadi gw terbangun dari mimpi aneh. *)bukan, bukan mimpi basah. Ceritanya, gw lagi ada dalam situasi seperti di film The Day After Tommorow. Daerah tropis seperti Indonesia ini jadi bersalju.

Yang gw bingung, setting mimpinya dimana ya? Gw inget banget kalo di mimpi gw itu, gw berdiri bersama beberapa orang temen siapa-tau didepan dua buah gunung. *)dalam artian sebenarnya. Gunung Merbabu dan Singgalang kalau gak salah (lho?).

Manusia-manusia yang belajar geografi pasti tau kalo Merbabu itu ada di Jawa Tengah dan Singgalang itu ada di Sumatra Barat. *)Lo mimpi apa ngibul?? Dan gw masih inget bahwa di dalam mimpi itu gw terlibat semacam diskusi dengan temen-temen-siapa-tau tentang kenapa gunung Merbabu tiba-tiba ada di depan gunung Singgalang.

“Aneh. Kira-kira kenapa ya, Merbabu bisa ada di Depan singgalang?” Tanya siapa-tau memulai diskusi.

Trus seingat gw ada yang menjawab begini, “Tadi di liputan Al-jazeera ada saksi mata yang bilang dia memergoki Merbabu jalan ke arah Singgalang.”

Dan ada yang menyimpulkan. “Berarti mereka ganti pasangan. Merbabu ke Singgalang. Marapi ke Merapi.”

Mimpi memang aneh.

Langsung deh, GUBRAK!! Dan gw terbangun. Mimpi yang tak sempurna. Ada yang ngetok pintu.

Setelah sahur, gw shalat shubuh dan tidur lagi. Bangun-bangun udah jam 8. Mandi koboi sebentar, pakai baju, celana, sepatu, dan berangkatlah jejaka ini dengan langkah mantap. Ke kampus. Niat gw sih, sebelum geostat mau ngenet dulu.

Begitu membuka pintu SIC, si mbak operator tiba-tiba ada ketawa geli. Cekikikan. Hikikikiki…

Ada yang udah baca postingan gw yang judulnya Sebuah Pengakuan: Aku. Belum. Mandi?

Begitu gw menyodorkan KTM, si mbak berkata ke gw, “Lho, udah satu minggu ini saya lihat kamu gak sikat rambut.”

Gw cengengesan aja. Biarlah Allah yang membalasnya di akhirat kelak. *)hehehehehe..

Si mbak berkata kepada rekannya, “Ini, lho. Si mas ini udah seminggu aku lihat gak sikat rambut. Kamu ada sisir?? Brrr…!!”

Untung Dian Sastro gak denger. he..

Jika rasa malu anda sudah tidak tertahankan.. (sinetron menjawab)

Pesan moral;

“Don’t Try This

 

at Home”

Wah, judul apalagi, nih? (aneh-aneh saja judulmu, Bujang..!!). Apa yang harus anda lakukan jika rasa malu anda sudah tak tertahankan? Setelah aku observasi sedikit -dengan cara menjadi pengamat sinetron indonesia- akan diperoleh sebuah solusi bulat, non trivial. Solusi yang seringkali dikampanyekan di sinetron-sinetron.

Apakah itu? Ya, pemirsa. Bunuh Diri. (Menakutkan sekali bahasan kau, Bujang..!!)

Kita sudah sering melihat tontonan di TV yang menceritakan seorang tokohnya bunuh diri karena tidak sanggup lagi menahan rasa malu. Bermacam ragam penyebabnya. Mulai dari karena si tokoh diperkosa dan hamil, sampai kepada karena keadaan ekonomi yang mengenaskan. (itulah sinetron Indonesia).

Hmm… Para penjajah kita punya solusi cara bunuh diri yang baik versi mereka. Tak mau kalah, pribumi juga mempunyai beberapa cara bunuh diri yang orisinil. (postingan apa ini, Bujang..??)

  • Belanda : Sewaktu Belanda menjajah Indonesia dulu (selama 350 tahun), sering tokoh-tokoh kita -seperti Tuanku Imam Bonjol, Sutan Syahrir, Soekarno, dll- dibuang ke negeri antah berantah. Beberapa tokoh bahkan dibiarkan berada di tempat buangan itu sampai mencapai ajalnya. Nah, jika anda ingin bunuh diri seperti itu pada zaman modern sekarang, buatlah sesuatu yang menyebabkan anda dibuang pemerintah indonesia sampai ke ujung dunia. Mengingat hubungan diplomasi antar negara yang semakin membaik sekarang ini, ada kemungkinan anda dibuang ke Siberia. Di Siberia, anda cukup berjalan telanjang di malam hari. Dipastikan cuaca dingin plus serangan binatang buas membuat maut leluasa menjemput anda. Catatan : Melakukan KORUPSI tidak cukup membuat anda dibuang dan dikucilkan ke luar negeri.
  • Penjajah kita berikutnya yang menyediakan solusi bunuh diri adalah Jepang. Anda pasti tahu seppuku atau harakiri. Pada zaman dahulu, para samurai yang tidak sanggup lagi menahan rasa malu atau kalah perang, membunuh dirinya dengan cara menusuk perut sendiri. Kemudian kepalanya dipenggal oleh samurai lain. (serem..!!) Pada perang dunia II, para prajurit jepang bunuh diri dengan cara meledakkan diri dengan bom di lubang persembunyian. (cukup ekstrim memang..)
  • Pribumi : Kebanyakan orang di Indonesia bunuh diri dengan cara menggantung diri dengan tali nilon atau tali jemuran (talu kutang tidak meyebabkan efek yang diharapkan). Cara ini lebih populer di Indonesia berkemungkinan karena tali (apapun jenisnya) mudah didapat -mengingat watak bangsa kita yang ingin segalanya mudah. Menggantung diri dapat dilakukan di kusen pintu atau di pohon (pohon itu harus lebih tinggi dari anda sendiri). Bagaimana cara menggantung diri yang baik dapat dilihat di sinetron-sinetron Indonesia. Sebagian pelaku bunuh diri lainnya memilih menggunakan racun seperti obat nyamuk cair atau semprotan anti-serangga lainnya. Namun cara ini mengeluarkan labih banyak biaya daripada menggantung diri. Oh, ya. Ada satu cara lagi. Loncat dari jembatan atau gedung tinggi. Tapi biasanya cara ini dipakai oleh orang yang ingin mencari perhatian. (Parah kau, Bujang..!!)

Yah, cara Belanda membunuh orang dan Jepang bunuh diri bisa kita temukan di buku-buku sejarah -yang tidak dimanipulasi. Sedangkan cara bunuh diri a la pribumi itu banyak disajikan di sinetron-sinetron.

Jangan lupa pesan moral tadi>>

“Don’t Try This

 

at Home”

Halaman Berikutnya »


my twitter

  • Tomorrow will go to Palgading to prepare the geoelectric line. People said, there was a huge buddha temple (candi) stood right there. 1 week ago
  • Saya heran. Kok sepertinya mudah sekali suku-suku, organisasi-organisasi profesi, dan persatuan lain ngasi gelar kehormatan pada capres...?! 1 week ago
  • Surfing the net all night long. 1 week ago
  • @caplang jalan tol suramadu keknya boleh tuh bro. :lol: 2 weeks ago
  • I'm in chapter 11 right now. It soon will be finished. ;D 2 weeks ago
  • Wow wow... What's happening here? Every candidate starts to publish anothers' mistakes... 2 weeks ago

Indonesian

BlogFam Community

kategori

arsip

online guests

who's online

hits

  • 39,902 netters