Kenapa Endonesa Gak Maju-maju?

[Disclaimer] Tulisan ini hanya fiktif belaka. Apabila terdapat kesamaan atau kemiripan nama, sifat, karakter, dan prilaku tokoh serta kajadian, hanyalah kebetulan belaka.

Endonesa, oh, Endonesa. Endonesa sebenarnya berpotensi untuk menjadi sebuah negara adidaya. Tapi karena beberapa sebab, potensi itu tidak tergerakkan.

Gw ingin mengulasnya meskipun bisa dikatakan sudah basi untuk mengkaji kenapa Endonesa gak maju-maju.

Langsung saja ke pokok permasalahan. “Menurut gw” inilah beberapa penyebabnya :

  1. Sebagian besar penduduk Endonesa itu plin-plan. Pendiriannya tak jelas. Suatu saat mereka berada di kanan, di waktu lain bisa jadi mereka ada di kiri. Ujung-ujungnya susah untuk menyimpulkan “maunya” mereka apa. Ah, tidak afdol jika tak ada contoh : Endonesa pernah diperintah oleh seorang pemimpin otoriter yang sewaktu masa pemerintahannya kebebasan dikekang. Pemimpin itu berkuasa selama 32 tahun di Endonesa. Akhirnya pada tahun 1998, pemimpin otoriter itu dilengserkan dari kursi kekuasaannya oleh mahasiswa. Setelah pemimpin itu lengser, dia diseret ke meja hijau untuk diadili, dengan berbagai tuduhan. Waktu itu, gw rasa patas untuk menggeneralisasikan, seluruh rakyat Endonesa menguhujatnya. Menghujat habis-habisan. Nah, tanggal 27 januari kemarin mantan pemimpin yang dulu dihujat itu meninggal. Apa yang terjadi? Sebagian besar Endonesian mengelu-elukannya seolah-olah di masa hidupnya beliau adalah pemimpin adil tanpa cacat yang dicintai rakyatnya. Bahkan ada yang menghembuskan usul agar beliau dianugerahi gelar pahlawan nasional. Cis! Plin-plan dan cenderung oportunis.
  2. Endonesa seolah-olah telah kehilangan jatidirinya. Sebagian rakyat Endonesa  yang muda-muda berbondong-bondong memuja setengah mati kultur dan gaya hidup ex penjajahnya – seolah mereka lupa bahwa nenek moyangnya pernah disiksa oleh bangsa itu (Endonesa, lho. Bukan Indonesia.. Ini fiktif, ok?) . Sebagian lagi berduyun-duyun bergaya kebarat-baratan. Mereka lebih bangga dengan budaya negeri lain daripada negerinya sendiri. Apa jadinya sebuah negara yang tidak jelas identitasnya?

Sebenarnya masih banyak lagi penyebabnya. Tak perlu diulas lagi, lah. Gw yakin pembaca semua sudah mengetahui.

Sebagai sesama penghuni Galaksi Bimasakti, kita – orang Indonesia – hanya bisa mendoakan agar Endonesa bisa jadi labih baik.

~sekian~

About these ads

24 Tanggapan to “Kenapa Endonesa Gak Maju-maju?”

  1. Goenawan Lee Says:

    CDaya bangga jadi makhluk Endonesahhh…. :mrgreen:

    Sekadar bangga cukup kah? :lol:

  2. cK Says:

    gimana mau maju? wong orang sini juga berlomba-lomba keluar negeri untuk meninggalkan negeri ini… :roll:

  3. adit-nya niez Says:

    Sebagian besar penduduk Endonesa itu plin-plan. Pendiriannya tak jelas. Suatu saat mereka berada di kanan, di waktu lain bisa jadi mereka ada di kiri.

    Itu sudah jadi trend di kalangan parpol… :mrgreen:

  4. mulut Says:

    @ cK
    welgedewelbeh
    Nggak semua yang keluar negeri meninggalkan negeri ini bisa bikin endonesia nggak maju. Malah kalau tambah banyak orang endonesia mau keluar negeri bakal lebih cepat maju negeri itu. Tapi bukan ke luar negeri yang malah menyedot harta negara lho ya …. tapi yang malah mengalirkan uang dari luar negeri ke negeri endonedia. Mulut sering iri melihat orang India dan China yang luar biasa membanjir di seluruh jagat bumi, jutaan dollar mereka sedot dan kirim buat memakmurkan saudaranya di tanah airnya masing-masing. Selain mengeruk harta, harus dikeruk juga tradisi yang baik, cara berpikir yang maju, kedisiplinan dan ilmu pengetahuannya.

    Salah satunya ayo deh belajar dari bangsa Jepang. Kalau mereka ada masalah, mereka itu terbiasa berkata dan bertanya “apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi hal ini?” bukan sering-sering bilang “kita ada masalah ini – kita ada masalah itu”. Siklusnya : Kita ada masalah – Apa masalahnya – apa solusinya ? …… sayangnya seringkali kita berhenti di tahap kedua. OK untuk kasus yang dilempar oleh sahabat morisighe ini ….. gimana kalau kalimat judul artikel ini yang nadanya negatif kalau bisa diganti dengan yang lebih optimistik …. kalau bisa ada solusinya malah ….

  5. maxbreaker Says:

    yah memang begitulah adanya negeri ini, tapi kita kan dah ditakdirkan Tuhan untuk lahir disini, jadi mau ndak mau ya harus terima…

  6. LiSan Skywalker Says:

    Kok cuman 2? Ulas lagi dunk ^o^

  7. Dimas Says:

    Indonesia… Semoga hal-hal buruknya sudah dibawa pergi sama mbah ituh…

  8. Cabe Rawit Says:

    Sama plin-plannya sewaktu endonesa dipimpin seorang otoriter yang juga kepengen jadi presiden seumur hidup, cuman karena ngerasa dia yang kebagian baca proklamasi. Kekuasaannya beliau yang tidak terbatas, runtuhnya Endonesa ke titik paling rendah, sampe pemandangan ngantri sembako ame minyak di mana-mana udah biasa, uang yang kagak ada harganya sama sekali. Sang presiden malah sibuk ngurus bini 4 orang- itu juga masih kepengen nambah-, ama ngumpetin dana revolusi… itu semua bikin rakyat dan aktivis turun ke jalan demo. Sang proklamator pun dicaci maki… setelah mati, baru dah dipuja-puja, diagung-agungkan sebagai pahlawan. Bangsa ini lupa bagemana komunis yang dibelain habis-habisan sama sang proklamator sudah bikin ribuan nyawa melayang. Bangsa ini emang pelupa dan plin-plan… Ane sepakat

  9. cK Says:

    hmm…kayaknya komen saya kurang lengkap sih. banyak orang berlomba-lomba untuk keluar negeri dan nggak balik. mereka memilih untuk menetap di luar negeri. teman saya yang kuliah di luar memutuskan tidak mau balik ke indonesia karena merasa di luar negeri mendapatkan yang lebih baik daripada di indonesia. :(

  10. cK Says:

    @ mulut
    justru yang keluar negeri itu adalah manusia-manusia berpotensi untuk membuat indonesia maju. IMO sih.. :roll:

    hhmm…sekarang semua balik ke diri masing-masing aja. apa yang telah kita berikan untuk membuat indonesia maju? saya sendiri belum ada sih.. :|

  11. erander Says:

    Ga maju2 .. mungkin kita memang benar2 tidak pernah melangkah. Melangkah adalah proses memindahkan kaki ke arah depan. Setelah itu dilanjutkan dengan kaki yang lain, begitu seterusnya sehingga kita bergerak maju. Masalahnya, apakah sudah kita melangkah??

  12. fujimori Says:

    @rozenesia :-)
    cukup2x..

    @cK
    sudah dijawab sama Pak Mulut.. :mrgreen:

    @aditnya-niez
    huhuhu… they are all sucks!!!

    @mulut

    Salah satunya ayo deh belajar dari bangsa Jepang. Kalau mereka ada masalah, mereka itu terbiasa berkata dan bertanya “apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi hal ini?” bukan sering-sering bilang “kita ada masalah ini – kita ada masalah itu”. Siklusnya : Kita ada masalah – Apa masalahnya – apa solusinya ? …… sayangnya seringkali kita berhenti di tahap kedua. OK untuk kasus yang dilempar oleh sahabat morisighe ini ….. gimana kalau kalimat judul artikel ini yang nadanya negatif kalau bisa diganti dengan yang lebih optimistik …. kalau bisa ada solusinya malah ….

    oh.. seperti yang sudah dijelaskan di disclaimer, ini hanya fiktif, paman… :-)
    dan kalo dilihat dari jenis paragrafnya, tulisan saya ini bisa dikatakan narasi-exposisi.. maaf karena memang untuk tulisan fiktif ini saya gak menyertakan solusi atas permasalahannya.. :-)
    tapi kalo seandainya lebih baik jika ada solusi, untuk kedepannya saya akan berusaha membuat tulisan yang lebih membangun dengan menuliskan solusinya, menurut pemikiran saya..
    tapi mudah2an dari diskusi di komentar2 yang datang, bisa ada solusinya..
    trims, mulut.. :mrgreen:

    @maxbreaker
    ya. kita udah ditakdirkan untuk lahir di sini.. tapi kita juga gak boleh duduk2 aja.. ikutlah membangun negeri ini.. sesuai dengan bidang ilmu dan kemampuan kita :-)

    @LiSan
    males.. :-)
    *kabur

    @Dimas
    semoga… :-)

    @cabe rawit
    gw juga pernah ngebayanin nih.. Bisa gak Indonesia jadi negeri penakluk seperti Inggris, Belanda, Prancis, dll? plin-plan gitu.. bisa-bisa setelah sampai di pesisir calon negeri jajahannya, jendral Indonesia memerintahkan untuk balik arah pulang kampung.. saking plin-plannya.. :-)

    @cK dan Mulut
    temen saya juga banyak yang kuliah di luar negeri.. mereka tertarik untuk kuliah disitu karena ada jaminan untuk bekerja dengan gaji memuaskan di sana. selain fasilitas lengkap yang tersedia di sana..
    nah, seandainya. seandainya pemerintah benar-benar menganggap pendidikan sebagai sebuah investasi untuk masa depan, seyogyanya mereka membuat sistem pendidikan yang benar-benar bermutu. kurikulumnya dibikin sebaik-baiknya, mutu sekolah dibikin sama di semua tempat (gak ada yang lebih baik karena semuanya sama-sama bermutu), dan lain2.. (pasti sudah ada seorang pemikir di dinas pendidikan yang mempunyai lebih banyak gagasan..) :-)

    @erander
    negara ini kan kumpulan dari orang-orang yang punya latar belakang dan visi misi sama ya, bang. seandainya saja semua orang di negeri ini berkomiten untuk maju dengan terlebih dahulu menggerakkan diri sendiri sesuai bidangnya, niscaya negara ini bakalan maju.. :-)

  13. Ade Says:

    ga maju karena males ikut rapat padahal dah di sms…lo kok curhat!

  14. Ina Says:

    Nga maju-maju krn Endonesa lagi ikut lomba jalan ditempat. *nga nyambung. :lol:

  15. caplang[dot]net Says:

    mungkin warganya keasyikan ngeblog :lol:

  16. Nazieb Says:

    Tulisan ini hanya fiktif belaka. Apabila terdapat kesamaan atau kemiripan nama, sifat, karakter, dan prilaku tokoh serta kajadian, hanyalah kebetulan belaka.

    hayyah, ini mah bukan kebetulan, tapi emang betulan :mrgreen:

  17. anakrimba Says:

    lagi kesambet nih tiba2 ngomongin negara? Wew, cukup telak tuh yang masalah muja2. Masalahnya sekarang kita tuh gk tau budaya yang “Endonesa” tuh yang bagaimana? Orang diajarin mulai kecil dah kayak gitu kok, jadi wajar dong, liat aja deh televisi yang jadi panutan generasi muda sekarang, hi hi hi

  18. Heinrich Harrer Says:

    @Ade
    hm..
    *kabur :mrgreen:

    @Ina
    *ngakak! :lol:

    @caplang
    *tambah ngakak! :lol:

    @nazieb
    heran. kok orang2 pada lucu semua ya, hari ini?? :mrgreen:

    @anakrimba
    *menangkap adanya sebuah retorika
    *modar
    *tak bangun2

  19. evelynpy Says:

    Lha kamu nulisnya Endonesa, ya bakalan nggak bisa maju.
    Kalau Indonesia mah sudah maju tapi maju selangkah mundurnya tiga langkah

  20. bina Says:

    kemaren saya juga ikut trenyuh loh,

    lawong mbahnya itu orangnya seperti mbah saya yang asli, jadi inget mbah asli saya yang sudah nggak ada lebih dulu

    tapi bukan kerana liat track recordnya yang ternyata seperti apa kata semuanya di sana-sini.

    makasih ya, mampir boleh kan!

  21. alfaroby Says:

    sebenarnya kekayaan alam dan kekayaan budaya Indonesia itu berlimpah ruah… akan tetapi Indonesia mengalamai kemiskinnan moral dan kemiskinan sumber daya manusia…
    bayangin aja… sangat banyak putra bangsa yang pintar pintar.. akan tetapi pemerintah tidak mengetahui seberapa pintarnya mereka… karena mereka lebih menghormati orang kaya daripada orang pintar…

  22. Nin Says:

    hehehe..
    you’re so frank…
    creative!

  23. mizi Says:

    indonesia boleh menjadikan malaysia sebagai role model dalam memajukan ekonomi negaranya..
    1.pelbagaikan sektor ekonomi.
    2.merapatkan jurang kemiskinan antara penduduk di bandar dan di luar bandar.
    rakyat indonesia perlu membuang tabiat yang suka berdemonstrasi kerna itu akan menjauhkan para pelabur asing..

  24. ewot Says:

    setubuh !

    secara endonesa itu adalah seboeah daripada woedjoed piktip, maka akoe malah soedah lama mengusulkan dalam ratjaoean blog q, oentoek diboebarken sahadja…

    Ja, boebarken sdja Endonesa !

    salam kenal doensanak !, pengrajin blog dari Padang juga ya !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 101 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: