Ini adalah sebuah kisah yang menakjubkan tentang seorang pemuda kulit hitam bernama Vivien Thomas. Dia berhenti dari pekerjaannya sebagai seorang tukang kayu dan kemudian bekerja sebagai pembersih laboratorium di sebuah rumah sakit.
Dokter Blalock, dokter periset di laboratorium itu, seringkali mendapati Vivien sedang membaca buku kedokteran di lab. Vivien memang berencana untuk masuk sekolah kedokteran dan penghasilan yang diperolehnya dari pekerjaan ini akan digunakan untuk membiayai sekolah dokternya. Blalock kemudian menguji Vivien dengan menyuruhnya mempraktekkan penggunaan alat-alat bedah. Tanpa diduga, tangan Vivien sungguh terampil. Dr. Blalock pun mempekerjakannya sebagai asisten.
Lalu Blalock pindah ke rumah sakit Johns Hopkins University. Bisa ditebak. Blalock memboyong Vivien bersamanya. Di rumah sakit itu mereka berdua berhasil menemukan metode dan melakukan bedah jantung pada manusia untuk pertama kalinya.
Periode awal di Johns Hopkins ini adalah periode yang sangat menyakitkan bagi Vivien. Akar permasalahannya, ya, karena pada waktu itu rasisme masih kental: hanya karena berkulit hitam, walaupun pekerjaannya adalah teknisi lab, dia diklasifikasikan sebagai pekerja kelas tiga. Hanya karena berkulit hitam dia awalnya bahkan tidak dimasukkan dalam “line up” operasi jantung pertama, walaupun akhirnya ikut. Padahal dia dan Blalocklah yang menemukan metodenya.
Setelah 40 tahun mengabdi, Vivien Thomas kemudian dianugerahi Doktor Honoris Cause oleh rumah sakit Johns Hopkins University. Two thumbs up! untuk film ini.





Resensi yang bagus.
huhu, bundo jadi kepengen nonton film ini
tapi agak susah nyari di Bukittinggi sini, Dead Poets Society juga ga dapet sampe sekarang.. shigee gimana siy cara bundo ngedapetin lagi film2 favorit yang sudah agak lama?
@newsoul: thanks
@nakjaDimande: film ini juga susah nyari di rental, bundo. di situs file sharing kyk Indowebster juga gak ada. film ini saya download pake bittorrent.
coba aja cari file torrentnya di internet. insya Allah ada.
bagus banget tuh ide ceritanya..
kita diajak untuk melihat seseorang bukan pada penampilan atau fisiknya saja… tetapi pada keahlian dan skill yang di miliki
wahh…sepertinya seru sekali neh
-salam- ^_^
blog ini isinya tentang review film?? atau gimana??
thanks udah maen ke blog gw. maen lagi juga boleehh
salam ganteng dari diazhandsome
@alfaroby: oh ya, saya lupa menuliskan kalo ini cerita nyata.
@hariez: ya gak gitu-gitu banget..
@diazhandsome: coba deh baca “about”..
hoo… gitu toh!! udah dibaca tadi… ngerti ngerti.
kirain film miyabi kekekekekekkkk
kok aku belum menangkap gambaran besar bagusnya film ini yah? dasar aku itu ga mudhengan sih!
2004 ini film tahun 2004?
review yang sederhana dari sebuah film drama. meskipun konfliknya tidak diceritakan detil tapi aku yakin banyak konflik batin yang tertampil di film ini.
salam
@diazhandsome: hehe..
saya lagi gak mood posting panjang-panjang. jadinya ya pendek aja.
@zulhaq: udah ada yang mereview belum ya? hmm..
@samsul arifin: mungkin sayanya yang masih payah dalam mereview.. haha..
@noe: bukan.. ini sekuel yang ke 2004.. haha.. iya, release 2004.