Arsip untuk ‘beach’ Kategori

Tak perlu ramai

Maret 30, 2013

Kenyataan bahwa pekarangan Goa Jomblang telah dikuasai perorangan membuat kami harus kemping agak jauh malam itu–di Pantai Wedi Ombo. Semua demi menemani Kukuh, teman kami yang selama sekitar setengah tahun ini bermukim dalam selimut halimun Dataran Tinggi Dieng, mengobati rasa rindunya terhadap tanah Gunung Kidul.

Ketika tiba, suara ombak bersahut-sahutan menyambut. Suara yang takkan pernah habis sampai nasib dunia tamat nanti, atau sampai saat Gunung Kidul kembali tertutup laut tenang sehingga garis pantai kembali bergeser. Kami memarkir motor di satu-satunya pondok penyedia jasa parkir di sana. Pondok itu hanya berpenerangan lampu teplok dan dijaga oleh seorang lelaki dan anjing kesepian bernama Temon. Wedi Ombo relatif lebih sepi dibandingkan pantai-pantai lain yang terletak lebih ke barat. Ditambah oleh belum masuknya sambungan listrik, malam hari di sana menjadi sunyi sebab satu-satunya keributan hanya berasal dari suara ombak. (lagi…)

Pasir yang hitam

Januari 21, 2013

Beberapa waktu yang lalu saya ke Pantai Sadranan bersama kawan-kawan. Sudah sore ketika saya menyentuh pasir lembut berwarna kremnya. Seperti biasa, saya langsung meletakkan ransel, membuka baju dan sandal, lalu menceburkan diri ke dalam ombak yang menggulung. Agak besar memang, musim sedang basah dan berangin kencang. Berbahaya kata orang. Tapi bukankah manusia diciptakan sebagai makhluk yang memiliki kontrol terhadap dirinya sendiri?

Saya biarkan air laut yang asin dan dingin meraba kulit, menyentuh tepian lubang pori-pori saya yang mengecil karena dinginnya temperatur. Terpikir, betapa air adalah petualang ulung. Wujudnya yang cair membuat partikel-partikelnya mampu menjelajah ke tempat-tempat yang tak masuk akal. Air yang menyentuh kulit saya ini mungkin pernah berada di kutub selatan, setelah mengalami kondensasi dan terangkat dari sesungai amazon yang lebar dan legendaris. (lagi…)

Kompas dan Kompresor

Desember 3, 2012

Mendung memayungi perahu kami ketika akan berangkat ke Gosong Cemara Kecil. Setelah kemarin berlatih watermanship dan melakukan latihan kemampuan dasar scuba diving di dermaga, hari ini kami akan mempraktekkannya di laut lepas. Jantung saya berdetak lumayan kencang sebab saya rasa laut lepas pasti sangat berbeda kondisinya dengan dermaga. Begitulah, mendapatkan sertifikat selam memang gampang-gampang susah.

Di dermaga tadi mesin perahu agak-agak susah dihidupkan. Syaiful, anak sang pemilik perahu, tampak kepayahan memutar tuas pemicu mesin. Gagal terus meskipun sudah beberapa kali dicoba. Melihat Syaiful yang kepayahan, sang ayah turun tangan. Baginya gampang saja, sekali coba Pak Mulyadi sudah bisa menghidupkan mesin perahu. (lagi…)

Di Jalan Daendels

Oktober 3, 2012

Keajegan itu melenakan. Tadi, selama beberapa saat saya harus berkonsentrasi berkendara di jalan bukit selepas Pantai Ayah. Sekarang kami berada di Jalan Daendels Selatan yang lurus bukan main. Membujur sekitar 150 kilometer dari Cilacap sampai Purworejo. Mata saya harus bekerja ekstra menahan kantuk yang sesekali datang menyerang. Terkadang motor yang kami tumpangi oleng kanan-kiri karena berpapasan dengan truk. Jalan militer yang dibangun pada dekade pertama abad ke-19 itu menyusur pesisir selatan Jawa, berjarak sekitar satu kilometer dari pantai. Jejeran pepohonan kelapa seolah secara sukarela memagari Jalan Dandels dari ganasnya Samudra Hindia. Saat itu pagi menjelang siang namun matahari sudah garang. Bahkan, sesekali saya dapat melihat fatamorgana di kejauhan; awalnya tampak seperti genangan air di tengah jalan, namun setelah didekati ia hilang. Lagu “This Time Tomorrow” gubahan The Kinks terngiang-ngiang dalam kepala saya. (lagi…)

Mpok Tunggal

Agustus 25, 2012

Orang yang pernah ke Sundak atau Siung pasti tidak akan susah menemukan pantai ini. Letaknya hanya beberapa kilometer ke timur dari pos retribusi Pantai Indrayanti. Di tepi jalan anda akan menemukan jalan masuk kecil dengan papan bertuliskan Pantai Mpok Tunggal. Jalannya belum diaspal, hanya diberi semen dua lajur yang hanya pas untuk satu mobil. Pastikan kendaraan yang anda bawa dalam keadaan fit sebab beberapa ruas bahkan belum disemen.

(lagi…)

Lamunan Gesing

Juni 5, 2012

Pesisir selatan Pulau Jawa dihiasi deretan pantai yang memanjang dari barat ke timur. Dari Gunung Kidul sampai ke ujung Jawa Timur. Tipikal pantai-pantai tersebut mirip; pantai pasir putih, dihiasi dengan karang dan perbukitan batugamping. Namun meskipun hampir serupa, masing-masing pantai memiliki keunikan tersendiri.

Sabtu lalu angin membawa Deli, Eka, dan saya ke Pantai Gesing yang terletak di Kecamatan Panggang, Gunung Kidul. Kami sebenarnya ingin mencari pantai tersembunyi bernama Wokudu, yang semalam ditemukan Deli ketika berselancar di internet. Pantai Wokudu yang masih jarang dijamah ini, menurut informasi, terletak sekitar satu kilometer dari Gesing. Entah ke barat, entah ke timur. Keterbatasan waktu menyebabkan pencarian kami hanya berakhir sampai Pantai Gesing. (lagi…)

Buang Jong

November 3, 2011

Luar biasa sekali pagi di Tanjung Kelayang hari itu. Matahari terbit dari balik deretan pohon kelapa, jauh di timur sana. Jingga, bulat sempurna, dan tampak tidak ragu-ragu menunaikan tugas wajibnya; menerangi kehidupan makhluk-makhluk Tuhan. Agak ke tengah laut, puluhan yacht peserta Sail Wakatobi-Belitong 2011 terparkir rapi, terpatri dengan mantap di sauhnya masing-masing. (lagi…)

Hari Terakhir di Belitung

Oktober 13, 2011

Hari terakhir di Belitung adalah yang paling menguras tenaga. Pagi-pagi sekali saya sudah  meluncur dari Tanjung Kelayang dengan Honda CS1. Motor “meleset” itu dari kemarinnya memang sudah berulah. Tidak bisa digeber ngebut. Digas sedikit saja langsung meraung-raung. Tidak mungkin motor itu kehausan, bensinnya terus saya isi penuh. Agak-agaknya koplingnya yang bermasalah. Motor itu berkopling tapi seperti tanpa kopling.

Jadi senin pagi itu, dengan motor yang meraung-raung, saya turun ke Tanjung Pandan. Beberapa belokan pertama kondisi motor masih dalam antisipasi saya; jalannya agak pelan tapi kalau dipaksa sedikit bisa laju. Saya masih bisa meliuk-liuk kanan kiri sesekali, walaupun memotong kendaraan lain agak susah. (lagi…)

Nembak Ikan di Karimunjawa

Oktober 11, 2011

Kalau orang Papua menyebutnya “molo”, orang karimun menyebutnya “nembak”, orang amerika menyebutnya “spearfishing.” Nembak adalah aktivitas mencari ikan dengan cara menembak menggunakan alat yang disebut speargun.

Ketika ke Karimunjawa bulan juli kemarin, saya berkesempatan untuk mencoba nembak. Ternyata nembak tidak segampang yang saya duga. (lagi…)

Teluk Karang Menjelang Petang

Januari 26, 2011

Geliat Teluk Karang baru terasa menjelang petang. Lazimnya daerah pesisir, di siang hari panasnya menyengat. Baru setelah matahari mulai condong ke barat dan membawa serta teriknya ke peraduan, saya dan kawan-kawan keluar pondokan dan berjalan ke arah pantai. (lagi…)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 65 pengikut lainnya.