Catatan perjalanan G. Marapi (2891 m dpl)

Ini adalah pendakian gunung pertamaku. Seingatku, pendakian G. Merapi itu kulakukan pada tanggal 24 – 25 mei 2006. Beberapa hari setelah Ujian Akhir Nasional. O, ya. Pendakian itu hanya kulakukan berdua saja dengan temanku, Eduard GLP.

Minggu-minggu setelah UAN adalah minggu yang sangat membosankan. Penantian akan nasib dan keluh kesah tentang ke mana akan kuliah menghantui remaja tanggung kelas 3 SMA. Termasuk aku. Akhirnya, aku mengajak seorang sahabat, Eduard, untuk naik gunung bersama. Awalnya banyak yang mengatakan akan ikut naik gunung juga. Tapi ujung-ujungnya yang naik cuma kami berdua.

Sebagai informasi, bisa dibilang pendakian itu adalah pendakian paling nekat dalam hidupku. Pasalnya, perbekalan dan perlengkapan pendakian kali itu jauh dari standar. Tidak ada tenda. Yang ada hanya matras dan terpal. Kompor juga tidak ada – rusak sewaktu mengetes di basecamp. Lagipula, aku tidak minta izin kepada Ibuku untuk naik gunung.

Koto Baru

Koto Baru adalah basecamp pendakian gunung Marapi dan Singgalang. Terletak di jalan raya Padang – Bukittinggi dan ditandai dengan masjid besar berkulah yang bisa ditemukan di sebelah kiri jalan jika dari Padang. Di masjid kotobaru itu, para pendaki bisa mengisi veldples dan membeli perbekalan di pasar Kotobaru. Aku dan Eduard berangkat dari Padang ke Kotobaru dengan travel liar. Kami tiba di sana sekitar pukul 2 siang. Setelah packing ulang dan mengecek perlengkapan – kompor tua itu akhirnya rusak, kawan – kami mulai berjalan ke Tower, tempat mengurus perizinan pendakian.

Tower

Kotobaru ke Tower bisa dicapai dalam waktu sekitar 45 menit. Setelah menyebrang jalan, kita akan melewati halaman rumah penduduk dan kemudian melalui ladang kol. Kemudian kita akan menemukan jalan beraspal. Jika mengukuti jalan beraspal itu, kita akan sampai di Tower tempat mengurus perizinan pendakian. Di sini saja napasku sudah ngos-ngosan. Mungkin karena ini adalah pendakian pertamaku. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Pesanggrahan.

Pesanggrahan

Pesanggrahan adalah sebuah tempat datar yang biasa dijadikan tempat camping setiap akhir pekan. Tower – Pesanggrahan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam. Sebelum tiba di pesanggrahan, kita akan melewati aliran sungai dengan air yang sangat jernih. Di dekat aliran sungai itu kami berhenti untuk mengambil air, minum minuman suplemen (copyrighted, gak mungkin gw tulisin namanya) dingin dan shalat Ashar beralaskan matras.

Hutan Paku

Setelah pesanggrahan, medan semakin menanjak. Pendaki akan menyusuri jalan setapak berupa tangga yang terbentuk oleh akar-akar pohon. Hutan di Marapi masih rapat.

Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Belum lama kami berjalan, langsung turun hujan lebat. Akhirnya kami menemukan shelter berupa pohon tua yang bagian bawah pohonnya bisa dijadikan tempat berlindung. Begitu hujan reda – meskipun rutenya jadi becek – kami melanjutkan perjalanan.

Setelah berjalan sekitar 3 jam, pendaki akan sampai di hutan Paku (Pakis). Di sanan kita akan melewati terowongan alam yang terbentuk dari jalinan daun paku. Setelah Hutan Paku, pendaki akan tiba di batas vegetasi (pelawangan).

Cadas

Setelah pelawangan, kita akan sampai di Cadas. Daerah terjal berbatu tanpa pohon pelindung di sekitarnya. Di kanan – kiri kita akan melihat sungai aliran lava yang terbentuk akibat erupsi-erupsi sebelumnya. Pemandangan di Cadas sangat indah. Gunung Singgalang menjulang di Barat. Di belakangnya berdiri malu-malu gunung Tandikek. Di kaki gunung Singgalang sebelah utara, terlihat Ngarai Sianok yang indah. Dan jika memandang ke Barat Laut, akan terliahat gunung Talamau menjulang dengan puncak yang bentuknya seperti tandunk panjang sebelah. Sekitar 45 menit kemudian pendaki akan menjumpai Memoriam pendaki dari SMAKPA Padang yang hilang di Marapi.

Memoriam – Puncak Merpati

Triangulasi gunung Merapi (2891 mdpl) adalah puncak Merpati. Puncak Merpati dapat dicapai dalam waktu sekitar 10 menit dari Memoriam. Puncak Merpati adalah dataran sangat sempit yang sisi dalamnya adalah kawah dan sisi luarnya adalah jurang.

Estimasi waktu pendakian gunung Merapi adalah lebih kurang 6 jam.

Itulah pendakian gunungku yang pertama. Setelah itu, aku seperti kecanduan mendaki gunung.

Penyair Walt Whitman dalam syairnya yang berjudul Song of The Open Road menulis :

now I see the secret of the making

of the best person

it is to grow in the open air

and to eat and sleep with the earth

2 pemikiran pada “Catatan perjalanan G. Marapi (2891 m dpl)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s