Jika rasa malu anda sudah tidak tertahankan.. (sinetron menjawab)

Pesan moral;

“Don’t Try This

 

at Home”

Wah, judul apalagi, nih? (aneh-aneh saja judulmu, Bujang..!!). Apa yang harus anda lakukan jika rasa malu anda sudah tak tertahankan? Setelah aku observasi sedikit -dengan cara menjadi pengamat sinetron indonesia- akan diperoleh sebuah solusi bulat, non trivial. Solusi yang seringkali dikampanyekan di sinetron-sinetron.

Apakah itu? Ya, pemirsa. Bunuh Diri. (Menakutkan sekali bahasan kau, Bujang..!!)

Kita sudah sering melihat tontonan di TV yang menceritakan seorang tokohnya bunuh diri karena tidak sanggup lagi menahan rasa malu. Bermacam ragam penyebabnya. Mulai dari karena si tokoh diperkosa dan hamil, sampai kepada karena keadaan ekonomi yang mengenaskan. (itulah sinetron Indonesia).

Hmm… Para penjajah kita punya solusi cara bunuh diri yang baik versi mereka. Tak mau kalah, pribumi juga mempunyai beberapa cara bunuh diri yang orisinil. (postingan apa ini, Bujang..??)

  • Belanda : Sewaktu Belanda menjajah Indonesia dulu (selama 350 tahun), sering tokoh-tokoh kita -seperti Tuanku Imam Bonjol, Sutan Syahrir, Soekarno, dll- dibuang ke negeri antah berantah. Beberapa tokoh bahkan dibiarkan berada di tempat buangan itu sampai mencapai ajalnya. Nah, jika anda ingin bunuh diri seperti itu pada zaman modern sekarang, buatlah sesuatu yang menyebabkan anda dibuang pemerintah indonesia sampai ke ujung dunia. Mengingat hubungan diplomasi antar negara yang semakin membaik sekarang ini, ada kemungkinan anda dibuang ke Siberia. Di Siberia, anda cukup berjalan telanjang di malam hari. Dipastikan cuaca dingin plus serangan binatang buas membuat maut leluasa menjemput anda. Catatan : Melakukan KORUPSI tidak cukup membuat anda dibuang dan dikucilkan ke luar negeri.
  • Penjajah kita berikutnya yang menyediakan solusi bunuh diri adalah Jepang. Anda pasti tahu seppuku atau harakiri. Pada zaman dahulu, para samurai yang tidak sanggup lagi menahan rasa malu atau kalah perang, membunuh dirinya dengan cara menusuk perut sendiri. Kemudian kepalanya dipenggal oleh samurai lain. (serem..!!) Pada perang dunia II, para prajurit jepang bunuh diri dengan cara meledakkan diri dengan bom di lubang persembunyian. (cukup ekstrim memang..)
  • Pribumi : Kebanyakan orang di Indonesia bunuh diri dengan cara menggantung diri dengan tali nilon atau tali jemuran (talu kutang tidak meyebabkan efek yang diharapkan). Cara ini lebih populer di Indonesia berkemungkinan karena tali (apapun jenisnya) mudah didapat -mengingat watak bangsa kita yang ingin segalanya mudah. Menggantung diri dapat dilakukan di kusen pintu atau di pohon (pohon itu harus lebih tinggi dari anda sendiri). Bagaimana cara menggantung diri yang baik dapat dilihat di sinetron-sinetron Indonesia. Sebagian pelaku bunuh diri lainnya memilih menggunakan racun seperti obat nyamuk cair atau semprotan anti-serangga lainnya. Namun cara ini mengeluarkan labih banyak biaya daripada menggantung diri. Oh, ya. Ada satu cara lagi. Loncat dari jembatan atau gedung tinggi. Tapi biasanya cara ini dipakai oleh orang yang ingin mencari perhatian. (Parah kau, Bujang..!!)

Yah, cara Belanda membunuh orang dan Jepang bunuh diri bisa kita temukan di buku-buku sejarah -yang tidak dimanipulasi. Sedangkan cara bunuh diri a la pribumi itu banyak disajikan di sinetron-sinetron.

Jangan lupa pesan moral tadi>>

“Don’t Try This

 

at Home”

3 pemikiran pada “Jika rasa malu anda sudah tidak tertahankan.. (sinetron menjawab)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s