Etika-etika di Gunung

lalala.gif

Semua pendaki gunung pasti sudah mengetahui kalimat-kalimat di atas.

Pada intinya, etika-etika tersebut adalah sebuah ajakan untuk turut serta menjaga dan melestarikan alam.

Take nothing but picture. Jagalah alam agar tetap asri dengan cara tidak memetik dan mengambil. Memetik edelweis untuk perempuan yang kita sayangi termasuk alasan yang tidak jelas (secara tidak langsung anda menunjukkan sikap apatis terhadap alam kepada pacar anda). Kita cukup berfoto-foto untuk mengabadikan momen.

Leave nothing but footprints. Menuliskan nama memakai piloks di puncak gunung adalah tindakan yang NORAK. Mau pamer? Hm… Jangan sekali-sekali anda meninggalkan api unggun dalam keadaan masih membara. Siram. Tanggal 17 Agustus 2007 lalu, gunung Slamet terbakar di sekitar ketinggian 2800 m. Itu akibat ulah pendaki yang lupa mematikan api unggunnya. Jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak.OK?

Kill nothing but time. Jangan sekali-sekali mencoba untuk membunuh harimau.. 🙂 Jangan sekali-sekali membunuh apapun yang ada di gunung. Sebenarnya itu juga berlaku di semua tempat di Bumi ini. Tidak hanya di gunung.

Aku bukannya sok tahu. Cuma mengingatkan.🙂

2 pemikiran pada “Etika-etika di Gunung

  1. Tentang kebakaran vegetasi, dulu saya pernah ke bukit penanggungan (malang). Ada pendaki yang bikin api unggun dan entah kenapa apinya membesar. Semalaman; kami ikut matikan itu api. Paginya baru keliatan kerusakannya. Parah, puncak bukit itu habis dimakan api…
    Jangkrik!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s