Dear Mr. President by Tante Pink : Sebuah Dialog

Gw baru sadar waktu di Merak (mudik kemarin -red) kalo lagu Dear Mr. Presidentnya tante Pink ini dalem banget. Gw kira selama ini Pink cuma bisa nyanyiin lagu ajeb-ajeb sambil pake kutang gak jelas. Ternyata Pink boleh juga.

Lagunya unik karena liriknya seperti semacam surat untuk seorang Presiden. Si Pink ngajak presidennya untuk jjs bareng dia dan ngomong sama presidennya.

Hmm.. Jadi gw cuma mencoba-coba untuk mereka-reka seperti apa kira-kira dialog antara pink dan presiden jika mereka benar-benar ketemu. Tentu saja ini cuma fiktif dan karangan orang ganteng belaka. πŸ˜†

Dear Mr. President,
Come take a walk with me.
Let’s pretend we’re just two people and
You’re not better than me.
I’d like to ask you some questions if we can speak honestly.

Pink : Mr, Den. Anggap aja kita cuma dua orang biasa dan Bapak nggak lebih baik dari saya. Saya pengen nanya sesuatu, Mr. Tapi jawabnya yang jujur, ya?

Presiden : Monggo, Ms. Pink. Ra sah isin.

Lagu berlanjut…

What do you feel when you see all the homeless on the street?
Who do you pray for at night before you go to sleep?
What do you feel when you look in the mirror?
Are you proud?

Pink : (mencerca Presiden dengan combo tiga pertanyaan seperti di atas)

Presiden : (terdiam – by maliq and d’essential)

Pink : Kok diam, Mr? Ambeyen, ya?

Dan lagunya terus berjalan…

How do you sleep while the rest of us cry?
How do you dream when a mother has no chance to say goodbye?
How do you walk with your head held high?
Can you even look me in the eye
And tell me why?

Pink : (ngasih combo pertanyaan lagi)

Presiden : (masih speecheless)

Pink : Kami tu nggak butuh pemimipin yang cuma bisa nampang, Mr. Kami gak butuh pemimpin yang cuma bisa jadi simbol. Yang kami butuhkan adalah pemimpin yang seperti Mahmoud Ahmadinedjad. Tegas dan merakyat. Pemimpin yang rela sengsara demi kebahagiaan rakyatnya.

And the song goes on.. (kalo mau tau lanjutan lagunya, googling aja.. hehehe πŸ˜† )

Karena Mr. Presiden gak bisa berkata apa-apa, Pink kalap dan berkata :

Let me tell you ’bout hard work
Minimum wage with a baby on the way
Let me tell you ’bout hard work
Rebuilding your house after the bombs took them away
Let me tell you ’bout hard work
Building a bed out of a cardboard box
Let me tell you ’bout hard work
Hard work
Hard work
You don’t know nothing ’bout hard work
Hard work
Hard work
Oh

Pink : Apa Mr. kira Mr. sudah bekerja keras memperbaiki nasib bangsa ini? Belum, Mr. Belum. Sini saya kasih tau apa saja yang dibilang kerja keras : kerja dengan upah minimum untuk menghidupi anak yang masih bayi, membangun kembali rumah setelah hancur kena bom. Itu BARU namanya kerja keras!! Huh, anda tidak tau apa-apa mengenai kerja keras…

Mr. presiden pucat dan memanggil paspampres. Pink yang merasa nyawanya terancam langsung ngacir.

WEHEHEHEHE….πŸ˜€

Celoteh aneh dari orang yang juga aneh normal.

13 pemikiran pada “Dear Mr. President by Tante Pink : Sebuah Dialog

  1. @regsa
    setujuuuuuu………
    tapi ntar bener-bener kejadian dong si Pink dibuber2 paspampres…
    hehe…
    tapi kayaknya “mereka” yang di istana lebih senang Inul deh, daripada Pink..
    salam kenal juga, reg

    @Eucalyptus
    hmm.. Kalo menurut gw kalaupun ada yang berani palingan cuma Bang Iwan sama Slank aja…
    yang lainnya sibuk mengurus masalah percintaan..πŸ˜†

    @Rizma
    thx dah bkunjung mbak garfield…πŸ˜†
    hmm.. wehehehe…
    tp yang ini liriknya menohok bgt..πŸ˜†

  2. apo kooooooooooooooooo?
    indak ngarati den doh
    bantuak ang lai?
    gaya ang bapikia
    bantuak sia yo
    sia yo
    Lupo lo den
    oooooo iyo tau den
    paja yg anak smp7 tu haaaaaa
    si puji namo eeee kan?
    mirip bana mah
    anak sia lah e ko

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s