Puisi Bulan Baru

Apa yang sedang kau lakukan di sana, Perempuan?Apakah kau memikirkan tentangku?

Ataukah memikirkan bagaimana merajut cerita tercecer selama kita tak bersua?

Pahit

Sungguh pahit menjalani kehidupan tanpa kau berada di jarak pandangku

Tanpa menyaksikan canda tawamu, lengking suaramu, dan indahnya tatapanmu

Sungguh pahit, Perempuanku

Biarlah angin yang meniupkan rinduku padamu

23 pemikiran pada “Puisi Bulan Baru

  1. Apa yang sedang kau lakukan di sana, Perempuan?

    menanti semua yang tlah usai untuk segera menghilang

    Apakah kau memikirkan tentangku?

    aku baru terpikir setelah kau menanyakan padaku

    Ataukah memikirkan bagaimana merajut cerita tercecer selama kita tak bersua?

    sayangnya, dirimu seolah tak ingin mengungkitnya

    Pahit

    Hmmm…

    Sungguh pahit menjalani kehidupan tanpa kau berada di jarak pandangku

    jangan membuatku merasakan hal yang sama

    Tanpa menyaksikan canda tawamu, lengking suaramu, dan indahnya tatapanmu

    sekali lagi, jangan kau ingatkan aku pada masa-masa itu

    Sungguh pahit, Perempuanku

    maafkan aku

    Biarlah angin yang meniupkan rinduku padamu

    dan biarlah waktu membimbingmu pada cinta yang baru

  2. masya Allah…
    si celot emang finter sangadh berbalas fuisi yah? juara lomba tingkat RT RW ya?
    uda gidu samfahna banyak sangadh lage…
    *bersihin fake vakum kliner*

  3. ini ttg si perempuan miskol itu yah??

    Trus kok pake angin?😀 kamu bikin puisinya sambil kentut yah?

    HAHAHAHA PEACE yah… ^^

    nice poem… hard story love, ugh?

    Sabar… akan datang waktunya untuk dirimu merasakan indahnya cinta… ^^

  4. @celotehsaya
    *mengambil lampu aladin
    “masuk kau ke sini…!!”
    *si celo masuk
    “aku lempar kau ke segitiga bermuda”
    Pluk.. (dilempar)
    *tersenyum puas😈

    @mbah Hoek
    tengku dah bantu bersih2..
    si celo topskor dah..😆

    @almascatie
    *tertawa penuh makna😆

    @affcell
    dam divakumkliner sama hoek..
    wehehe..

    @Ersis Warmansyah Abbas
    thx dah mampir, om..
    salam kenal..
    hehe..😀

    @mutia
    hehe..
    thx sudah membesarkan hatiku..
    huhu…

    @’K
    *memencet 911 di telpon

    @celotehsaya
    AARRRRGGGhhhhhhhhh!!!!
    *memencet tombol nuclear missile

  5. Ntah kenapa kita sehati kawal
    😦

    sudah 2 bulan tak bersua
    perih terasa di dada tiap mengingatnya

    hmmm
    tambah lagi dia juga akan pergi

    dan kami kembali tak akan bertemu lagi

    sepi,
    bahkan tak ada angin disini

    sekedar untuk menyampaikan rindu pada senyumnya

    (pedalaman hutan borneo, malam hari)

  6. @celotehsaya dan anakrimba
    kalo gitu puisinya AR (anak rimba, red) gw bales dah..

    Ntah kenapa kita sehati kawal
    maksudnya kawal=kawan?? okeh, i see😦

    sudah 2 bulan tak bersua
    perih terasa di dada tiap mengingatnya
    aku sudah satu setengah tahun tak bersua, kawan..
    coba engkau bayangkan betapa perihnya hatiku..

    hmmm
    tambah lagi dia juga akan pergi

    dan kami kembali tak akan bertemu lagi
    kalo jodoh juga gak akan kemana..
    yakinkan saja bahwa dialah jodohmu, kawan

    sepi,
    bahkan tak ada angin disini

    sekedar untuk menyampaikan rindu pada senyumnya
    boong, ah.. masak di pedalaman gak ada angin?
    gini2 gw juga hobi menikmati alam, lho..😆
    (pedalaman hutan borneo, malam hari)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s