Kenapa Banyak Aliran Sesat?

orang lagi ngopi? entahlah, cuma ini yang ada

sumber gambar http://cagle.msnbc.com/news/blog/BLOGgifs/slane/

Di sebuah kedai di negeri Antah-berantah, sambil minum kopi dan melihat siaran berita di televisi, Badu dan Atai kembali terlibat dalam sebuah obrolan.

“Lihat tuh, Tai,” ujar Badu sambil menunjuk ke arah televisi. “Semakin banyak saja aliran sesat di negeri kita ini. Ada yang sholat pake bahasa Indonesia, ada yang mengatakan kalo Rasulullah bukanlah rasul terakhir, dan bahkan ada yang terkena waham kebesaran dengan menganggap dirinya malaikat.”

“Lalu apakah kau tahu kenapa semakin banyak aliran-aliran sesat yang bermunculan di negeri ini?” Tanya Badu menimpali sembari menyeruput kopi.

” … ”

Seperti yang sudah diduga Atai, Badu hanya menggeleng. Atai hanya bisa tersenyum. Setelah meminum seteguk kopi lagi, dia melanjutkan perkataanya.

“Mestinya setelah engkau menonton rentetan berita dalam negeri tadi, engkau bisa menyimpulkan penyebab banyaknya aliran sesat di negeri ini.”

” … ” Badu masih membisu.

“Itu karena pemimpin-pemimpin negeri Antah-berantah ini sudah sesat. Maka tak heran lagi aku jika rakyatnya juga sesat-sesat.”

Kemudian hanya suara pembawa acara di televisi yang terdengar.

Dua orang lagi pengikut Al-Qiyadah Al-Islamiyah kembali diamankan petugas. Mereka ditangkap di..

63 pemikiran pada “Kenapa Banyak Aliran Sesat?

  1. kalo menurud saia, kenafa banyak aliran sesad, karena aliran yang ndak sesad ajah menusa endonesa kek geto, makanya orang-orang gila semacam Lia Eden de el el fada niad mbikin aliran baru…
    liad ja deh, agama yang katanya terbaik, tafi malah dijelek-jelekin sama folisi-folisi agama semacam FPI dan kawand-kawand…
    ndak heran saia kalo aliran sesad tersebud banyak fengikud, maka dari itu, saia menganjurkan sangadh darifada kita nyesad-nyesadin aliran-aliran itu, lebih baek kita ngrombag femikiran ummad islam tentang islam itu sendiri…
    *muntah-muntah*
    siyal! saia faling ndak bisa komeng serius heh!!!

  2. kalo ada yang mau baca terjemahan al qur’an yang segede gambreng itu….

    sepertinya kata-kata yang menyatakan muhammad sebagai nabi terakhir juga agak ambigu lho…

    klimaXXX ahhhh…

    *dasar sesat*

  3. Mungkin semua perlu introspeksi, terutama pemuka agama, sudah sejauh mana mereka -tentu juga kita-, mampu mengayomi (apa ya istilah yang lebih tepat?) umatnya, jadi umat ga tersesat..

    Yah, moga aja kita ga termasuk yang sesat-sesat itu deh..

    salam🙂

  4. weks… karena ada yang danain ada yang sponsorin dan ada yang mbegoin he.. he.. he..

    coba tengok pada salah satu buku keluarqan alkiyadah, mereka menggunakan lambang seperti yang digunakan rekan – rekan blogers kita yang beraliran “faith freedom” coba deh tengok hi.. hi..

    (* kayaknya yang sponsorin sama dehhh *)

  5. what epah…
    emang pemimpin negara qta pada sesat…
    ada yang rapat sambil tidur…
    parahnya lagi ada yang rapat sambil N G U P I L,,,ekstrim kan…
    mendingan gw duooong siaran sambil kentut2 hehehehe….

  6. hmh.suka miris sendiri emang
    tapi kalo saya sendiri cari aman,yang wajib dikerjain.yang sunah suka-suka hehe,maksudnya kalo suka dikerjain hihi🙂

  7. Saya pikir itu merupakan kontribusi unsur politik juga , Indonesiakan mayoritas muslim dan salah satu jalan untuk menghancurkan ndonesia dengan memecah belah umat terbesar dulu. bgtu kira2 pandangan saya dari segi politik.
    seskian , selanjutnya Bpak presiden silahkan menjawab.

  8. @hoek

    kalo menurud saia, kenafa banyak aliran sesad, karena aliran yang ndak sesad ajah menusa endonesa kek geto, makanya orang-orang gila semacam Lia Eden de el el fada niad mbikin aliran baru…

    Hmm.. iya juga ya. Berarti emang mental kita itu yang sudah diobrak-abrik entah-siapa.

    liad ja deh, agama yang katanya terbaik, tafi malah dijelek-jelekin sama folisi-folisi agama semacam FPI dan kawand-kawand…

    Padahal banyak diantara mereka yang hanya ikut2an aksi FPI dkk itu. Walaupun sebenarnya mereka tidak terlalu memahami agama.

    ndak heran saia kalo aliran sesad tersebud banyak fengikud, maka dari itu, saia menganjurkan sangadh darifada kita nyesad-nyesadin aliran-aliran itu, lebih baek kita ngrombag femikiran ummad islam tentang islam itu sendiri…

    Yaps, caranya ya benerin lagi pondasi keimanan umat. Benerin lagi akidahnya. Kebanyakan dari kita kan ikut agama orang tua. Ide bagus tu, Hoek. Kita sesatin aja ajaran2 yang sesat itu. Kan jadi bener lagi tuh.😀

    @kangguru
    setubuh juga, kang..😀
    thx dah mampir..

    @Chiw
    bisa. bisa juga itu jadi salahsatu penyebabnya..
    salahsatu petunjuk yang menyesatkan itu datang dari televisi

    @celotehsaya
    *ambil stempel CAP HARROM.. nempelin ke jadat celo

    @regsa
    aliran sejuta umat itu..
    hehe..
    *nimpuk pake kain basah

    @EkoSuper
    hehe,,, bisa aja,,😀
    thx dah mampir..

    @fahmi
    Setuju. Bangsa ini perlu muhasabah massal malah. Gak cuma pemimpin atau pemuka agama aja, umat juga.
    Hmm.. Tunggu. Bukankah di mana2 sering diadakan muhasabah?
    yah, palingan masuk kanan keluar kiri

    @FerryZK
    thx infonya, bro..
    bener, baru tau gw…
    thx dah mampir, ya
    *gugling dulu

    @klikiri
    *nimpuk pake sandal jepit bau jamuran

    @owbertku😆
    thx dah mampir, bro..

    @caplang™
    *nguber caplang

    @talkwithme
    sama, gw juga. pokoknya jadikan aja alquran dan sunnah pedoman..
    tapi gw gak pake celana cangkring, lho..

    @jejakkakiku
    salam kenal juga jejakkakiku…
    thx dah mampir..
    keep in touch ya, bro..

  9. @Dwi Yanto
    bisa jadi. karena menghancurkan nusantara secara fisik dirasa sudah tidak mungkin lagi, yang dihancurkan persatuaanya dulu. barulah negeri ini direbut.
    Hehe..
    kayak dialog di republik BBM aja..😆
    thx dah mampir, bro…
    *ngakak

  10. Hmm .. banyaknya aliran sesat mungkin karena aliran itu malu bertanya .. makanya jadi tersesat. Mana ga bawa peta lagi. Walaupun sudah pernah dikunjungi kalo kondisi sekarang sudah jauh berubah .. ya tetap aja bisa tersesat.

  11. Kalo bagi aku ya, faktor banyaknya aliran sesat itu beberapa diantaranya:
    1. Kemiskinan
    2. Tahyulis-me yang dikembangkan – sadar atau pun tidak – oleh tokoh-tokoh agama sendiri. Liat saja pembiaran sinema ala klenik itu.
    3. Dilarangnya menggunakan akal lebih cerdas, jadi umat akhirnya terseret untuk akal-akalan…

    Ya gitu deh…

    *nyamar jadi analis*:mrgreen:

  12. @erander

    Hmm .. banyaknya aliran sesat mungkin karena aliran itu malu bertanya .. makanya jadi tersesat.

    bener tu, mas.. malu bertanya sesat di jalan. malu bertanya pada yang lebih alim, akhirnya bikin aliran..

    @takochan
    lho, emang kenapa? gak boleh? emangnya sekarang masih orde baru?😆

    @alex

    Kalo bagi aku ya, faktor banyaknya aliran sesat itu beberapa diantaranya:
    1. Kemiskinan
    2. Tahyulis-me yang dikembangkan – sadar atau pun tidak – oleh tokoh-tokoh agama sendiri. Liat saja pembiaran sinema ala klenik itu.
    3. Dilarangnya menggunakan akal lebih cerdas, jadi umat akhirnya terseret untuk akal-akalan…

    Betul. Solusinya ya, cerdaskan bangsa. Kalo orang-orang sudah pada cerdas semua, gak akan ada lagi itu yang namanya kemiskinan dan kepercayaan terhadap tahayul.

    @gimbal
    anda berminat?
    hehehe…😀

  13. @ Ferry ZK

    coba tengok pada salah satu buku keluarqan alkiyadah, mereka menggunakan lambang seperti yang digunakan rekan – rekan blogers kita yang beraliran “faith freedom” coba deh tengok hi.. hi..

    He? Info menarik itu…😯
    Hohoho… ada ornop yang maen-maen di balik layar ya? Persis seperti sekolah-sekolah yang dibangun dengan funding dari negara donor yang malah cuma jadi ladang pembodohan itu ya?
    Jadi pengen tahu aliran dananya darimana saja itu aliran-aliran baru…

  14. Ya… itu tahlilan tagline memang udah lama jadi masalah… Makanya aku ndak pernah anggap serius tulisan di sana, selain sebagai asah logika saja. Yah, minimal buat wawasan. Bagaimana awak hendak menghargai pemikiran orang kalo niatnya saja udah ‘ada unsur sentimen’ begitu?

    Islam itu pertengahan, that’s where I prefer to stand now. Bukan kiri dan bukan kanan.

    Kalau kata H.G. Wells begini:

    “The Islamic teachings have left great traditions for equitable and gentle dealings and behavior, and inspire people with nobility and tolerance. These are human teachings of the highest order and at the same time practicable. These teachings brought into existence a society in which hard-heartedness and collective oppression and injustice were the least as compared with all other societies preceding it….Islam is replete with gentleness, courtesy, and fraternity.”

    Apologia?
    Hohoho… tiap religion memiliki apologianya masing-masing. Tapi sejarah bilang berabad-abad kejayaan Islam itu bukan mitos belaka.

    Sayang saja… Islam sekarang seperti mundur ke belakang, justru karena menjadi fanatis-dogmatik begitu😐

  15. Sebenarnya, biarpun nggak ikut aliran sesat mana pun, banyak dari kita yang sudah sesat. Yang membedakan dengan mereka (kelompok aliran yang disebut sesat), kita tidak membuat aliran dan tidak menggunakan label tertentu.

  16. Menurut gue kenape banyak aliran Sesat terutama di Indonesia ini:

    1. kebanyakan orang lebih mementingkan Ilmu dunia saja dengan mendahulukan gelar or tingkat sosial, tetapi Ilmu Agama itu sangat lemah (bodoh kali yech).

    2. Dalam mencari / menuntut ilmu agama tidak melihat sesuai or tidak dengan Al Qur’an & As-sunnah…okelah dia pake keduanye (Al Qur’an & As-sunnah)tapi dengan pemahaman SIAPA ? DENGAN PEMAHAMAN TUH..USTADZ or akal? nyang lebih parahnye lagi dilihat dari jumlah jama’ahnye nyang banyak gitu…padahal kebenaran bukan dilihat dari banyaknya jumlah Jama’ahnye.

    lalu gimane donk jalan keluarnya :

    Belajar & berdo’a semoga kita diberikan oleh Allah kemudahan dalam menerima kebeneran Agama Islam ini nyang sesuai dengan Al Qur’an & As-sunnah dengan pemahaman orang2x Sholeh terdahulu yaitu para Sahabat bukan dengan akal kite nyang lemah ini.

  17. Satu hal yg perlu dicermati..
    rasa-rasanya kita juga perlu meng-evaluasi metode dakwah para ulama..
    Ada yg salah? Gw juga gak tahu.. tapi banyaknya nabi2-wannabe.. ya kita bisa ambil kesimpulan singkat.

    berdiri ditengah-tengah itu emang susah.. ekstrem kiri – melotot, ekstrem kanan – menjilat. Mau progressive ntar dianggep sekuler, mau konservatif ntar dibilang kolot-kontekstual. Jadi??

    Mending kita dengarkan lagu Bob Marley saja…
    “….How long shall they kill our prophets,
    While we stand aside and look? Ooh!
    Some say it’s just a part of it:
    We’ve got to fulfil de book.
    ….”

  18. jawaban untuk pertanyaan tulisan ini sangatlah tidak begitu mudah dijawab. sangat banyak penyebab, mungkin saja mulai dari pemimpin sudah salah dalam penafsiran ajaran suatu agama sehingga sampai ke akar rumput pengikut merekapun menjadi melenceng jauh dari apa yang dimaksudkan. mungkin lagi sistem dalam memberikan ajaran agama tersebut, kenapa sampai sistem yang dibangun menjadi salah adalah menjadi masukan buat para pemimpin agama apapun agamanya.
    Kemudian kurangnya koordinasi atau pertemuan antar kelompok dari pengikut ajaran tersebut sehingga dalam menjalankan dakwah agama mereka tidak terkendali.
    ahhhh. sangatlah beratz bagiku untuk ikut memikirkan hal-hal yang menjadi gonjang-ganjing di dunia persilatan agama ini.
    Lamkenal bang morishige

  19. @alex

    Ya… itu tahlilan tagline memang udah lama jadi masalah… Makanya aku ndak pernah anggap serius tulisan di sana, selain sebagai asah logika saja. Yah, minimal buat wawasan. Bagaimana awak hendak menghargai pemikiran orang kalo niatnya saja udah ‘ada unsur sentimen’ begitu?

    aku setuju dan tersadar..😀
    kalo udah sentimen dulu, pendapat apapun yang orang lain kemukakan pada kita adalah salah..

    Apologia?
    Hohoho… tiap religion memiliki apologianya masing-masing. Tapi sejarah bilang berabad-abad kejayaan Islam itu bukan mitos belaka.

    hmm… itu benar. Dan semua agama pasti mempunyai alasan yang kuat untuk mempertahankan apologianya. Dan kejayaan islam itu memang terbukti dalam sejarah.
    tapi, lex, yang aku khawatir -bukannya su’udzon ni, ye- kajian tentang apologia agama ini dimanfaatkan oleh JIL untuk membalik2kan akidah umat. Ujung2nya mereka mempertanyakan lagi kebanaran agama mereka (islam, red).

    @marsitol

    Sebenarnya, biarpun nggak ikut aliran sesat mana pun, banyak dari kita yang sudah sesat. Yang membedakan dengan mereka (kelompok aliran yang disebut sesat), kita tidak membuat aliran dan tidak menggunakan label tertentu.

    tadi gw gugling dan nemu di milist tulisan tentang arti sesat dalam Al-Qur’an. Bisa dilihat [di sini]
    ini cuplikannya,

    Kata “Sesat” berakar kata dari kata “Dhalalah”. Di dalam Al-Qur’an
    kata Dhalalah dengan segala bentuk katanya disebutkan kurang-lebih
    193 kali. Sifat dan prilaku manusia yang disesatkan oleh Al-Qur’an
    banyak sekali, antara lain:
    1. Orang-orang kafir dalam segala bentuk dan tingkatannya.
    2. Orang-orang musyrik dalam segala tingkatannya
    3. Orang-orang munafik dalam segala bentuknya
    4. Orang-orang zalim dalam segala tingkatan dan bentuknya, terhadap
    orang lain atau dirinya sendiri.
    5. Orang-orang yang berbuat dosa dan maksiat, dalam segala
    tingkatannya.
    6. Orang-orang yang suka hidup mewah dan berlebih-lebihan
    7. Orang-orang yang tidak peduli terhadap kebenaran.

    cuma yang kita bahas di sini kan menjurus ke sesat secara akidah..
    pedoman di Islam itu kan Al-qur’an dan sunnah rasul .. Jadi, selama kita berpedoman kepada Al-Qur’an dan hadist, insya Allah kita gak akan tersesat..
    Nah, aliran sasat itu pedomannya ke apa?

    @qnewt
    wehehe… ngopi2 aja dulu di sini..😆

    @tikabanget™

    kenapa tho aliran dibilang sesat?

    sebenernya kalo dikaji banyak sebabnya. antara lain :
    1. Tidak berpedoman kepada Al-Qur’an dan hadist
    2. Kalaupun berpedoman kepada ↑ , mereka terlalu naif menafsirkan keduanya. Bahasa arab itu kan tidak gampang mempelajarinya. Banyak ungkapan, kiasan, atau perumpamaan dalam Al-Qur’an. Nah, kenapa mereka begitu naif menafsirkan Al-Qur’an? Itu karena mereka belum menguasai ILMUnya.
    kata einstein :
    “Science without religion is lame, religion without science is blind”
    … ^_^
    thx dah mampir..

    @klikiri
    *lempar pake ring basket*

    @rozenesia

    Rasanya ndak ada aliran yang murni ngaku sesat…😆
    Sesat kan stigma dari mayoritas.🙄

    ya mana ada yang secara gamblang mengaku sesat.:mrgreen:
    Masyarakat menyebut sebuah aliran sesat karena mereka tidak “berjalan di jalur yang sebenarnya.” Menyimpang dari pedoman lah, istilahnya. Stigma seperti itu kan tidak muncul tanpa alasan yang jelas…..:mrgreen:

    @fateh
    setuju banget gw, teh..
    salam kenal ya..

    @saya
    kita tunggu saja tanggal mainnya..:mrgreen:

    @gimbal
    setuju gw bal..
    nah, kalo menurut pengamatan gw nih ya, dakwah ulama sekarang itu cuma masuk kanan keluar kiri di telinga masyarakat..
    yang dibahas itu..itu aja…
    dan secara tidak langsung nih ya, sepertinya mereka sendiri yang memisahkan antara kehidupan duniawi dan akhirat..
    yang dibicarakan hanya dosa-pahal, surga-neraka.. orang2 sudah jengah dengan yang seperti itu..
    agama itu kan untuk dipakai dalam hidup sehari-hari.. bukan HANYA untuk akhirat..
    apa perlu revolusi?:mrgreen:
    wah, redemption song tuh??
    asikk..
    *siul2*

    @beratz
    bisa jadi penyebabnya itu.. masalah kompleks seperti ini tidak mungkin hanya ditimbulkan oleh sebuah sebab..:mrgreen:
    salam kenal (lagi?) om beratz..

  20. kenapa?
    karena manusia sudah semakin merasa dirinya pintar dan baik?
    tapi, sebetulnya, fenomena seperti itu ga aneh kok. soalnya dari jaman nabi dulu juga udah ada yang mengaku sebagai nabi.

    dan dalam al qur’an juga sudah jelas bahwa akan ada banyak orag -orang seperti itu di suatu masa. dan mungkin, sekranglah masa itu

  21. lagi ngetren kali?
    sebenrnya yg sesat kan cuman dikit…
    trus yg laen ngeliat dan mikir:
    “eh jadi sesat kayaknya asyik juga tuh!? bisa di-suting trus masuk tipi.. ntar kl ada apa2 kan pasti banyak LSM yg nge-belain..”

    itulah mengapa aliran sesat menjadi tren..
    suatu saat nanti padepokan aliran2 kayak gini bakal menjamur dan menggantikan outlet2 distro sebagai tempat gaul baru..

    halah..
    kayaknya malah saya yg kesambet ini!

  22. @Kombor
    wehehe.. (*dapet dukungan)😀
    thx dah mampir, kang..

    @affcell

    pusing aku mikirin org2 kaya gini..
    *cari obat*:mrgreen:

    obatnya baygon aja, cell..
    hihi..😆

    malu bertanya sesat dijalan, banyak bertanya sesak napas..

    itu ciri2 orang yang duduk di perwakilan tuh..😆

    @niez

    klo menurutku, karena kadang mereka terlalu mengandalkan logikanya dalam berTuhan. padahal Tuhan selalu punya rahasia.

    manusia memang tidak seharusnya terlalu mengandalkan logika dalam berTuhan. gw jamin orang2 begitu ujung2nya akan jadi gila.. hihi..:mrgreen:

    @qzink666

    Ah, mereka bukan sesat, mereka cuma keliru..
    *Gus Dur mode: ON*
    BTW, agama baru tercipta, mungkin karena mereka gak puas dengan agama mereka yg lama..

    maksud lo aliran dalam agama? beda banget lho sama agama. kalo agama itu datang dari Tuhan. sedangkan aliran memang manusia yang membuatnya. penyebabnya bisa jadi karena perbedaan pemahaman.

    @Resta

    parah…ngurus diri sendiri aja ga becus kok ngaku2 rasul…
    setan kok diikutin

    maklum aja, res. ini tuh tanda-tanda akhir zaman..

    @eMina

    kenapa?
    karena manusia sudah semakin merasa dirinya pintar dan baik?
    tapi, sebetulnya, fenomena seperti itu ga aneh kok. soalnya dari jaman nabi dulu juga udah ada yang mengaku sebagai nabi.
    dan dalam al qur’an juga sudah jelas bahwa akan ada banyak orag -orang seperti itu di suatu masa. dan mungkin, sekranglah masa itu

    menurut gw juga begitu..

    @goop

    Saya akan ikuti jejak badu saja yang membisu dan terdiam, ah terlalu rupik untuk otak kotor saya
    Maafkeun comment OOT ini sobat:mrgreen:

    :mrgreen:
    wehehehe…
    santailah, paman goop..

    @myresource

    tapi nggak ada bloger sesat…

    hmm.. ada gak ya??

    @kurtubi

    Banyak aliran sesat, tapi cuma sesaat…. nanti lahir lagi tumbuh lagi hilang lagi…🙂

    seperti judul postingannya si oom..
    sampai kapan kira-kira tu, om??

    @imil
    hihihi…
    bener juga ya. jadi terkenal kan susah.:mrgreen:

  23. eh, aliran sesat yg ngaku kalo ada Rasul baru stlh Muhammad SAW..
    pemimpin-a kan udah tobat tuh…
    yah, mdh2an aliran2 (yg kata-a sesat) yg laen segera menyusul…
    ^-^

    *berdoa dimulai…😀

  24. @deethalsya
    amin. mudah2an aliran sesat lain menyusul UNTUK BERTAUBAT….
    aminn…

    @gimbal
    hehe..
    iye, merbabu. gw naik lewat wekas. lewat jembatan setan. biasanya gw kan lewat selo tuh. treknya lebih ekstrim dari selo.
    merbabu masih seperti yang dulu. kokoh dan agak gersang..:mrgreen:
    untung waktu gw di atas gak ujan,,,

  25. Bagaimana kalo agama2 jadul yg ada sekarang yang konon diciptakan Tuhan itu ternyata hasil budaya manusia semata dan tak ada hubungannya sama sekali dengan Tuhan, dan ternyata agama baru yg sekarang banyak bermunculan (yg di anggap sesat itu) itulah yg benar2 dari Tuhan?

  26. kalau di-aku sih kesimpulan-nya, itu tanda-nya dunia ini mo kiamat. lha Deddy Mizwar aja tahu kok, sekarang itu gak ada lagi yang bisa dipegang sebagai pegangan, soal-nya pemimpin kepercayaan yang udah ada aja gak bisa bisa di-pegang ekor-nya. bukan begitu?

  27. Posting yang bagus sekali.

    Memang organisasi-organisasi muslim yang bringas didukung oleh oknum-oknum kepolisian & aparat keamanan pemerintah.

    Sudah sering terjadi pengerusakan rumah-rumah ibadah umat lain, sweeping, fatwa-fatwa dan kekerasan lainnya yang dilakukan oleh organisasi muslim terhadap umat agama lain. Sedangkan sebagian dari para preman ini adalah anggota polisi dan aparat keamanan lainnya yang berpakaian sipil. Pemerintah juga bersikap seolah-oleh memberi semangat kepada preman-preman ini sehingga mereka merasa berada di atas hukum apapun yang berlaku di negara Indonesia.

    Juga anggota polisi pada umumnya hanya menonton para preman yang melakukan pengerusakan & sweeping. Anggota polisi malah melindungi oknum-oknum yang berkelakuan bringas itu.

    Sedangkan polisi dan aparat keamanan pemerintah seharusnya melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan agama, kepercayaan, suku, dsb.

    Kita yakin bahwa ada umat muslim yang tidak mentolerir dan tidak setuju dengan kelakuan polisi dan aparat keamanan yang secara terang-terangan memihak kepada golongan mayoritas.

    Tetapi, pemerintah tidak menyadari bahwa walaupun polisi dan aparat keamanan mempunyai senjada api, tapi rakyat jelata (masyarakat muslim yang kurang simpati terhadap polisi) mumpunyai senjata yang jauh lebih ampuh dari pada senjadi api. Sejata yang ampuh ini adalah agama.

    Masyarakat muslim yang tidak simpati terhadap tindakan polisi yang memihak ini bisa mengeluarkan reaksi yaitu mereka bisa meninggalkan agama Islam. Mereka bisa mengalih ke agama lain. Kalau hal ini terjadi/sedang terjadi, maka senjata api polisi itu tidak ada artinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s