Muka Indonesia?

Hm.. Tadi malam gw blogwalking ke blognya Qzink sang pengagum Nietzche. Gw sempat nyampah di postingannya yang berjudul Benarkah Kita Orang Indonesia Asli?.Di sana ada sepotong kalimat yang menggelitik gw (geli, ah.) untuk menulis posting ini. Kalimat itu adalah,

lalu pertanyaannya kemudian, apakah kita yg di sini, di Indonesia ini, benar-benar asli Indonesia, atau jangan-jangan indo atau indisch juga?

Trus dengan lugunya, gw komen begini,

hmm… kita tau lah ya, yang namanya Indonesia ini sebenarnya terbentuk karena solidaritas bangsa2 yang senasib. senasib dijajah belanda 350 tahun. berarti, yang bisa disebut orang Indonesia asli itu adalah orang2 yang dari pertama kali indonesia diproklamirkan, sudah berada di Indonesia.

dan yang gw tau juga, suku2 bangsa di Indonesia ini berasal dari tempat yang berbeda-beda..
ras aslinya aja kan ada yang Mongoloid (bangsa2 bag barat indo) dan Austromelanesoid (bangsa2 bag timur indo)..
~~~~~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ternyata yang dimaksud Qzink bukan secara kebangsaan, tapi secara muka. Dia komen begini,

@morishige
kalau secara kebangsaan mungkin, iya..
Tapi, yg saya maksud di sini, siapa dan seperti apa sih prototipe wajah yg bisa di sebut asli Indonesia?
Sebenarnya ini pengalaman pribadi juga sih. Waktu kecil saya kerap di ledekin kawan2 dgn sebutan; cina loleng, manusia keturunan, berkebangsaan gak jelas dan sebagainya..
Dan sekarang, saya pengen aja, nanya ke mereka2 itu, “Heh, emang situ yakin kalo situ orang Indonesia asli? Buktinya apa?”

*masih kegelian*😀

Perlu gw katakan di sini, gw bukan seorang mahasiswa ilmu sosial dan ilmu politik. Gw cuma mahasiswa geofisika yang ganteng. Dan oleh karena itu, tulisan ini hanya merupakan pemikiran gw pribadi dan hampir tidak dihiasi oleh pengertian-pengertian profesor di bidang sospol.

Hm.. Indonesia, seperti yang kita ketahui, adalah sebuah negara yang memproklamirkan kemerdekaannya – setelah jepang menyerah kepada sekutu – pada tanggal 17 agustus 1945. Harap digaris bawahi, memproklamirkan kemerdekaannya.

Pada awalnya, sebelum merdeka, Indonesia ini bukanlah Indonesia. Tapi kumpulan dari suku bangsa yang senasib. Sama-sama dijajah Belanda. Mulai dari bangsa Aceh, Batak, Minangkabau, Jawa, Dayak, Bugis, Maluku, sampai ke Papua (Mohon maaf, karena keterbatasan spasi, saya ndak bisa menuliskan semua nama suku bangsa di Indonesia ini. Ndak ada maksud untuk mengucilkan atau membesarkan suku bangsa tertentu. Peace!!). Dan termasuk juga bangsa-bangsa pendatang dari negeri-negeri yang jauh (seperti Jazirah Arab, India dan China).

Jadi, sebelum Indonesia ini diproklamirkan, belum ada itu namanya Orang Indonesia. Yang ada baru orang Aceh, Minang, Jawa, Maluku, dan lain-lain.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Gw nggak akan membahas tentang fosil-fosil manusia purba yang masih jadi kontroversi itu. Gw cuma ingin mengemukakan pendapat gw bahwa : yang disebut orang Indonesia adalah orang-orang (dan keturunannya) yang dari pertama kali Indonesia diproklamirkan, sudah menetap di Indonesia. Dan gw sebenarnya gak setuju sama istilah Orang Indonesia Asli. Cukup Orang Indonesia saja.

Lalu muka/wajah/face Indonesia yang bagaimana? Ya, muka Indonesia itu beragam.😆

Itu menurut saya. Bagaimana menurut anda?

Mohon maaf jika banyak ada kekurangan. Sekian.

~Selamat Mengerjakan Soal dan Semoga Sukses~

:mrgreen:

Gambar diambil dari sini.

70 pemikiran pada “Muka Indonesia?

  1. Ya memang harusnya seperti itu..
    Sayangnya, yg terjadi di lapangan gak seperti itu.. Orang2 seperti kami gak pernah bisa benar-benar di terima sebagai warga Indonesia. Mesti di embel-embeli kata keturunan (WNI KETURUNAN).

  2. huhuhu. gw gak tau ah. tapi tetep aja kayaknya gw ngerasa beda sama muka yang bukan muka indonesia. serasa ngomong sama orang asing.. *ditimpukin karung beras sama indo indo*

    btw… mahasiswa geofisika ganteng??😆

  3. wadduh…gara-gara saya posting yang ndak-ndak sekarang pada posting nasionalisme semua…

    yang disebut orang Indonesia adalah orang-orang (dan keturunannya) yang dari pertama kali Indonesia diproklamirkan, sudah menetap di Indonesia

    disagree acho….

    konsep kebangsaan Indonesia sendiri sudah ada jauh sebelum kita memproklamirkan kemerdekaan…lalau bagaimana nasib orang-orang yang karena usahanya untuk memerdekakan Indonesia terpaksa harus dikebumikan atau bahkan diasingkan dari Indonesia…apakah mereka ndak layak disebut orang Indonesia…

  4. pernah saya berkata ke seorang sahabat.”saya nggk pernah peduli siapa dan seperti apa makhluk yang saya ajak bicara/ngobrol thus bersahabat, as long as saya nyambung sama dia, semuanya ok, bahkan ketika ternyata makhuk itu nggak berwujud.”
    Lha buktinya blog2 yang saya kunjungi ya itu2 aj, pdhl saya blm pernah ketemu empunya blog😀 dan mungki saya nggak akan pernah ketemu mereka secara langsung.

  5. soal indonesia asli…
    sama.. idem Qta ji…
    dt krg suka dgr-a…. semua kan sebangsa dan setanah air..
    gak usah diembel2i ‘asli’ or palsu..

    btw, dt jg krg suka dgr:

    Gw cuma mahasiswa geofisika yang ganteng.

    PDA ji…😆

  6. orang indonesia itu seharusnya:
    1. berpakaian indonesia..(susah sih sbenernya..)
    2. berbudaya indonesia..(ini juga membingungkan..)
    3. berbahasa indonesia..!! ini yg paling penting
    ga usah so’ jawa2an, sunda2an, apalagi barat2an, arab2pan (kecuali abu onta ama abu kuda..hehe)

  7. suka sedih kalo ada yang membeda2kan orang berdasarkan SARA… pokoke orang Indonesia titik
    jadi inget pas vi3 masih sd suka dikata-katain cina kulub ama anak2 sd laen.. sakid atiiiiiiiiiiii banget… gedean dikit didiskriminasikan ama oknum guru gara2 ke-cina-an vi3…
    ah.. kenapa ya orang selalu melihat perbedaan?

    btw.. thx ya dah mampir ke tempat vi3…

  8. @qzink
    puaskanlah hatimu dengan hetrik…
    dan nantikan pembalasanku😈

    Ya memang harusnya seperti itu..
    Sayangnya, yg terjadi di lapangan gak seperti itu.. Orang2 seperti kami gak pernah bisa benar-benar di terima sebagai warga Indonesia. Mesti di embel-embeli kata keturunan (WNI KETURUNAN).

    ah, jangan terlalu diambil pusing.. mereka hanya orang-orang gak jelas yang berpikiran picik, dan sangat tidak menghargai nilai2 perbedaan…😆

    @danalingga
    ayo, om…
    minta bikinin banner aja sama om Anto..😆

    @nisa

    huhuhu. gw gak tau ah. tapi tetep aja kayaknya gw ngerasa beda sama muka yang bukan muka indonesia. serasa ngomong sama orang asing.. *ditimpukin karung beras sama indo indo*

    ah, itu hanya perasaanmu saja..😆
    *ikutan nimpuk
    thx dah mampir..😀

    btw… mahasiswa geofisika ganteng??😆

    ya, begitulah.. *padahal udah susah2 nyoret
    *ditimpuk orang2

    @celo
    hmm.. gw tegaskan sekali lagi :

    Perlu gw katakan di sini, gw bukan seorang mahasiswa ilmu sosial dan ilmu politik. Gw cuma mahasiswa geofisika yang ganteng. Dan oleh karena itu, tulisan ini hanya merupakan pemikiran gw pribadi dan hampir tidak dihiasi oleh pengertian-pengertian profesor di bidang sospol.

    … jadi gw gak make konsep siapapun.. ok??😉

    lalau bagaimana nasib orang-orang yang karena usahanya untuk memerdekakan Indonesia terpaksa harus dikebumikan atau bahkan diasingkan dari Indonesia…apakah mereka ndak layak disebut orang Indonesia…

    maksud gw sih termasuk beliau2 itu.. cuma gw gak kepikiran bwat menambahkan detail seperti itu..
    *lo teliti juga, cel..
    yang dibahas di sini kan sebenarnya masalah ‘muka indonesia’.. 😀

    @regsa
    ayo2…
    jadi km mau ikut ak ke mana??
    *ditimpuk

    @junarto
    *jadi inget masa2 skul dulu😀

    @joyo
    *angguk2..😀

    @deet
    *melarikan diri

    @payjo
    wah, kurang tau saya, mas…
    tunggu pameran komputer berikutnya aja…😈

    gravatar saya ndak muncul….T_T

    cuciaaann deh, lo.. :mrgreen:
    *kabur

    @brainstorming
    yah, kalo yang kayak gitu gimana, ya… agak susah juga kalo gak bisa dibilang gak mungkin
    tapi intinya, sebagai orang indonesia kita harus merasa memiliki, menjaga, dan membangun negeri ini.. jangan cuma morotin aja..😆

    @qzink
    *ngakak bareng
    urun rembug??😆
    bertukar pikiran juga bagus, tuh..😆

    @mutia
    *muntah2
    peace!!!!:mrgreen:

    @linda
    sama-sama, lin..
    sering2 mampir, ya…😀

    @brainstorming
    *ngakak guling2..:mrgreen:

    @vi3
    jangan terlalu dimasukin ke hati, vit..

    ah.. kenapa ya orang selalu melihat perbedaan?

    hmm.. sepertinya emang sudah sifat manusia untuk saling mendekati jika memiliki persamaan. dan cenderung menjauh jika berbeda..
    tapi semuanya sih tergantung pribadi masing2. ada orang yang menghargai perbedaan. ada yang malah tidak menghargainya.. makanya jadi rasis gitu..
    udah, jangan terlalu dimasukin ke hati..:mrgreen:
    sama-sama.. sering2 mampir, ya..😆

    @rozenesia
    *bengong

    @vino
    masih2..😀

  9. Postingan ini pas banget kalo ditulis waktu tgl.28 Oktober kemaren. Pas memperingati Jong Celebes, Jong Java, Jong Ambon .. kemudian menjadi Indonesia.

    Emang bener. Sebelum peristiwa sumpah pemuda itu, ga ada namanya bangsa Indonesia. Wong sedang dijajah kok. Soal wajah?? hmm .. tergantung sih .. walau sudah tercampur dengan bangsa lain .. kalo masih ada turunan dari suku yang ada di Indonesia .. ya boleh lah dibilang tetap Indonesia.

  10. nanya dimana indonesia kayaknya menjadi akhir untuk berdebat kusir dah… sebab semua hanya terdiri dari kumpulan2 aja.. dari satu daerah menjadi negara, dari kecamatan menjadi daerah.. desa menjadi kecamatan dst….
    lha yang dimana??🙂

  11. Setuju bangsa Indonesia yaa beraneka macam. seperti juga bangsa Malay. SEbagaimana juga ACEH = Arab, China, Eropa dan Hnya apa yaa… jadi beragam lah.. gak usah menyesali jika wajahnya beda dengan saya.. heheh sebab saya lebih ganteng dari kuda kekkeke🙂

  12. Saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Gw nggak akan membahas tentang fosil-fosil manusia purba yang masih jadi kontroversi itu

    Apakah saya juga kontroversi, lihatlah avatar saya… lihat…
    *fyuhhh, ngos-ngosan*
    inih pada membicarakan saya bukan sih??:mrgreen:
    *kege-eran nya kambuh*

    ______________________________________________________________
    Muka Indonesia seperti apa??
    Soal yang susah dan susah sukses kayaknya😦
    tapi, benar apa yang paman qzink bilang barangkali
    pengkotak-kotakan itu harus ditiadakan
    *benar gini ga ya bilangnya??*
    meski batas itu ada, namun kenapa tidak indah seperti horizon ya??
    Mari kita lihat sama-sama:mrgreen:

  13. Muka Indonesia? susah untuk mendeskripsikannya dan men-generalkannya. Masing2 daerah dan suku punya faktor genetika sendiri2 untuk membentuk fisik wajah. Orang batak identik dgn rahang kotak, orang sunda cenderung putih dll. Orang pribumi juga kalo dari kecil sering dibawa maknya ngendon di belakang Gloria.. bisa jadi kalo gede dia mirip Jet Li.

    ‘Khas’-nya muka indonesia itu emang ada sie.. cuman kl untuk men-generalkan.. ya susah. Dan apa yg kita sebut ‘khas’ Indonesia itu bisa jd penilaian subjektif-relative.

    Buat gw Ria Irawan, Dian Sastro, Tyo Pakusodewo juga Ratna Gali adlh wajah2 khas Indonesia.. lebih Indonesia drpd Indah Kalalo, Chaterin WIlson, Marshanda dll. Namun begitu kita lihat muka-muka Indonesia yg lain – beda suku dan daerah.. maka penilaian itu akan sirna dgn natural.

  14. *ngaca*
    Mmmm… saya ga tahu wajah saya ini tipikal wajah orang Indonesia asli atau bukan?

    Tapi ada yang sangat jelas saya ketahui, yaitu bahwa wajah saya cukup ganteng dan mempesona:mrgreen:

  15. @cK

    Dan gw sebenarnya gak setuju sama istilah Orang Indonesia Asli. Cukup Orang Indonesia saja.

    😀

    @erander
    wehehe.. tergugah utk nulisnya baru sekarang sih, mas. itupun setelah baca tulisannya Qzink..

    @almascatie😀
    iya, negara ini kan sebenarnya kumpulan dari ‘kumpulan’ suku bangsa..
    jadi, seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, gak ada itu yang namanya indonesia asli. yang ada itu orang Indonesia.:mrgreen:

    @aprikot😀
    saya orang Indonesia.. yang terlahir di sumatra..😀

    @celo
    GANYANG CELO!!!!!!
    udah, kau pacaran saja sana sama Abu Onta…
    HAHAAHAHA..

    @caplang™
    belum ah.. pasti anda hanya bermimpi..
    he…

    @kurtubi
    hehehe..
    *mengangguk-angguk..
    *ngakak baca kelanjutan komennya

    @ordinary
    *mengeluarkan panci dan wajan
    *ditabok:mrgreen:

    @goop
    apakah itu suatu bentuk pengakuan, paman??
    *ngakak..
    ya, kira2 seperti itu, paman.

    meski batas itu ada, namun kenapa tidak indah seperti horizon ya??

    wah, saya suka kalimat ini… benar2..
    sesungguhnya perbedaan itulah yang membuat dunia ini menjadi ‘dunia’..

    @-tikabanget-

    Gw cuma mahasiswa geofisika yang ganteng.

    ini kenyataan..
    *ngakak

    dan sayah cuma mahasiswi 17 taun yang begitulah..

    masih perlu dipertanyakan..
    khukhukhu….
    pernyataan anda tidak meyakinkan.. 17 tahun udah mahasiswi??
    *ngakak guling2

    @gimbal
    setuju :mrgreen:

    @myresource😀😆

    @akbar kadabra
    *ngakak

    @blogkeimanan
    inget siapa, hayo??

    @abu kuda😈
    lo yang gw bakar!!!!
    HAHA

    @deKing
    [hoek]
    kenafa, oh, kenafa….
    fara blogger semakin narsis ajha…
    [/hoek]

    @brainstroming
    *menembak ‘URUN REMBUG’ dengan AK-47
    DORDORDOR!!

  16. begini saja… yang merasa dirinya tampan, cantik, ganteng, rupawan, manis, dan saudaranya itu adalah orang indonesia asli. Seperti saya contohnya,, *pede*

  17. saya ndak tau apa saya ini tipikal bermuka Indonesia apa enggak..
    tp satu yg jelas dan satu yg pasti…
    saya adalah orang dengan tipikal wajan tampan dan rupawan…
    hohohohohoho

  18. waah kayak gimana ya wajah orang Indonesia asli, ya kayak ginilah cuampur-cuampur. Yang pasti kalau udah tua sama-sama pada keriput lah. Wajah orang Sunda itu Indonesia banget enggak ya, hahaha.

  19. saya pernah baca di suatu bacaan yang memprotes kelakuan bangsa ini dengan mengatakan “mau ditaro dimana muka bangsa ini?”

    mungkin inilah penyebab kita sukar sekali menemukan wajah indonesia
    karna yang menyimpan wajah indonesia itu lupa dimana menyimpannya.

    *kabur ah…..

  20. *sok tau mode:on*

    Orang indonesia asli tuh klo dia tuh dilahirin ma bapak n ibu yang udah WNI
    Nah klo WNI keturunan tuh yang salah satu atau kedua orang tuanya ada yang bukan asli indonesia

    *OOT mode: on*

    EH, bener gk ya, tapi menurut pemahaman unda gitu deh, makanya sampe ada label-label WNI keturunan gitu. Kan bisa aja kayak unda, bapak jerman, ibu prancis, lahirnya di utan ada orang yang bapaknya atau ibunya orang luar negeri, yah namanya keturunan tuh. Tapi klo emg bapak atau ibunya udah WNI ya dia dah gk ada keturunan lagi dong, eh iya gk c?

    jadi bingung deh,

    halah tapi siapapun dia asal mau bikin bener ini negara unda c asik-asik aja.

    Eh, Pancasila masih nenteng Bhinneka Tunggal Ika gk c? apa dah diganti ya?🙄

  21. Hadapkan wajahmu kemana saja, maka selagi KTPnya warga Negara Indoensia yaa tetap Indonesia toh… soal warna kulit, warna baju, rambut, warna dasi ah itumah sama aja dengan pohon yang berwarna-warni… bukannya makin rame Indonesia?

  22. memang nasib bangsa yang hadir setelah kolonial itu begitu
    kita yang bentuk identitasnya, bukan menerima sesuatu yang given macam bentuk fisik…
    national identity is a social construction, dan kita harus kerja keras buat nation-building…dan itu belum selesai sampai saat ini
    kalo pikirannya masih yang fisik2 aja mah bisa frustasi kita…Papua, Maluku nggak mirip sama saya, tapi Malaysia kok mirip
    aaahh Malaysia, malesssss…mending gw rangkul sodara2 gw dari Timur itu…*hola my brother!!!

  23. kaya aku… aku… aku… *ngacung tinggi-tinggi* aku muke korea *haiyaah*, logat jawir, bahasa sok sunda pisan… jadinye… Indonesia banget kan…
    *emang komen gak jelas*

  24. oramg Indon asli yaitu homo wajakensis dan homo soloensis, ga bercanda betul lagi kawan, wajakensis dan soloensis itu homo sapien atau manusia modern awal, bahkan ada yg mengatakan tengkorak nenek moyang aborigin Australia itu sama dg tengkorak homo wajakensis , begitu juga dengan tengkorak nenek moyang orang Ainu Jepang mempunyai banyak sekali kesamaan dg homo wajakensis tentu juga dg org aborigin Australia.Soal pitechantropus erectus itu bukan manusia modern/homo sapien . Homo wajakensis diperkirakan adalah manusia modern pertama yg ada di Asia.

    Sedangkan nenek moyang orang melanesia adalah campuran homo wajakensis atau soloensis dg orang negrito atau suku bangsa negroid. Rupa wajakensis ini lebih mirip dg beberapa org aborigin yg disebut Muraiyan yg beranmbut panjang kulit tdk begitu gelap dan jugamirip orang Ainu wawal/jomon yg berperawakan spt orang aborigin Australia.

    jadi kesimpulannya ras mongoloid dan org nerito bukanlah penduduk awal nusantara .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s