Buku adalah Gudang Ilmu : Dukung Bersihar Lubis

Buku adalah gudang ilmu. Kalimat itu sering kita lihat tertempel di dinding buluk sekolah kita dulu.

Buku adalah gudang ilmu. Gudang ilmu, lho. Terlepas dari ilmu yang diajarkannya itu benar atau salah. Benar atau salah, tetap saja itu ilmu.

Nah, kalau salah dibetulkan, dong. Jangan dibakar gitu aja. Buku kok dibakar. Asal tau aja, menulis itu susah, lho. Aseli susah. Menulis satu paragraf aja susahnya minta ampun. JANGAN BAKAR BUKU!

Buku adalah gudang ilmu. Demi memperjuangkan 20 kata itu, seorang kolumnis senior bernama Bersihar Lubis diadili karena menulis sesuatu yang dianggap merendahkan sekelompok orang yang memimpin depok. Menulis kata ‘Dungu’, sebuah kata yang oleh orang (jika ada) planet mars bisa saja terdeteksi sebagai sandi, mengantarkan Bang Lubis ke pengadilan.

Hm.. Itu artinya ORANG2 YANG MEMBAKAR BUKU itu tidak merasa ‘dungu’ dengan tindakannya membakar buku. Makanya dia menyeret Bang Lubis ke pengadilan. HEY! ANDA YAKIN?

Karena saya masih menghormati buku dan kebebasan, maka saya berani menempel banner ini,

Kalau sampai Bang Lubis ditahan, sama saja dengan menahan kebebasan menulis di negeri ini.

Tulisan terkait :

35 pemikiran pada “Buku adalah Gudang Ilmu : Dukung Bersihar Lubis

  1. stuju!
    menulis itu ga gampang, bayangin saja seandainya kata-kata itu bisa saling merangkai dengan sendirinya, seandainya tokoh-tokoh cerita bisa menulis sendiri pengalaman mereka, dan kita tinggal meng-edit saja… betapa mudahnya hidup ini😀
    tapi kan hidup tidak semudah itu, kita yang harus mengarang, kita yang harus merangkai kata-kata, kita juga yang harus mengatur jalannya tokoh dalam cerita kita… lalu kenapa harus kita juga yang dikekang kebebasannya?

  2. @pratanti
    ya. Menulis itu kan sebuah proses kreatif, yang menuntut seseorang untuk berpikir dan (terlepas dari benar atau salah. kalau salah kan bisa dibenerin baik2) menuliskan gagasan . dan diperlukan energi yang tidak sedikit untuk merangkai seuntai kata

    ..lalu kenapa harus kita juga yang dikekang kebebasannya?

    saya balikin sama pertanyaan lagi, mbak.. Kapan negeri ini akan maju jika kreatif aja nggak boleh?

    @qzink
    iya, barbar!! buku kok dibakar.. diekspos di media lagi..

    @caplang™
    saya juga.
    hmm… uang mereka kan berlebih, om.:mrgreen:

    @antobilang

    yang jelas gak sayang ama hutan…

    bisa jadi, sih. tapi ada kemungkinan lagi mereka memang gak tau kertas2 itu dibuat dari apa.. ijazah sma aja banyak yang dipalsuin.. hihihi
    *ngakak
    iya, daripada dibakar kek gitu mending dikasih ke orang yang lebih membutuhkan aja.

  3. Kurang sepakat juga dengan tindakan bakar-bakar buku itu

    Tapi unda sepakat kok klo buku yang salah itu tidak boleh masuk ke dalam sistem pendidikan (negeri) di Indonesia

    Yah, aneh aja klo misalnya di sekolah kita-kita diajarkan hal yang salah , iya gk?

    Okelah respon para petinggi itu berlebihan, tapi tetap aja niat mereka baik kok.

    Eh, tapi unda juga ngasih dukungan buat bang lubis, tidak sepantasnya dia yang berani berbicara malah diperlakukan seperti itu.

    Salam damai Indonesiaku

  4. emang bener sih, menulis merupakan HAM.
    kalo untuk konsumsi sendiri gpp kita nulis semaunya, tp kalo kita nulis tujuannya untuk buku pelajaran palagi buat anak sekolah ya mesti ati2. mslhnya yg baca calon penentu masa depan bangsa neh..
    Jadi ya tergantung isi buku itu sendiri. Kalo didalemnya ada tulisan presiden pertama RI adalah morishige.. Ya harus kita bakar bukunya..😀

  5. @anakrimba

    Tapi unda sepakat kok klo buku yang salah itu tidak boleh masuk ke dalam sistem pendidikan (negeri) di Indonesia

    kalo itu aku juga sepakat, unda..
    tapi kan pemerintah bisa menggunakan cara lain untuk menariknya dari peredaran. uang lama saja, kalau sudah keluar uang edisi baru, bisa ditukar ke bank. kok buku malah dibakar?? 😦
    lagian, buku2 yang salah itu kan juga bisa dipakai sebagai bahan perbandingan – mana yang benar, mana yang salah.
    iya, petinggi2 kita aja yang sepertinya agak berlebihan..
    ayo kita dukung bang Lubis.. kalau tidak jurnalis seperti beliau, siapa lagi yang akan mengkritisi petinggi2 negeri ini..

    @myresource
    bener tuh.. atau buat coret2an nyari jawaban matematika juga bisa, kan?

    @regsa
    SETUJU!!!

    @brainstorm

    pantes aja negara kita ga maju-maju ya.. lah wong buku aja dibakar..

    wehehe…
    berarti dengan kata lain, negeri kita gak maju2 karena ORANG2 yang punya gagasan untuk membakar2 buku, dong…
    haha..:mrgreen:

    @klikiri
    udah muncul lagi kau, ki..
    kemana aja??

    emang bener sih, menulis merupakan HAM.
    kalo untuk konsumsi sendiri gpp kita nulis semaunya, tp kalo kita nulis tujuannya untuk buku pelajaran palagi buat anak sekolah ya mesti ati2. mslhnya yg baca calon penentu masa depan bangsa neh..

    setuju. jadi solusinya bisa : tarik dulu dari peredaran → revisi → kembalikan ke publik..
    jangan main bakar aja…

    Jadi ya tergantung isi buku itu sendiri. Kalo didalemnya ada tulisan presiden pertama RI adalah morishige.. Ya harus kita bakar bukunya..😀

    *ngakak..
    tapi kalo di buku ditulisin : …bisa saja 10-15 tahun lagi Morishige jadi presiden… gpp kan? kan pake kata ‘bisa saja’..
    *kabur

    @macanang
    wehehe…
    atau buat alas laptop bisa juga.. (temenku ada yang kek gitu..):mrgreen:

    @hansteru
    penggemar Deddy Corbuzier rupanya..
    salam kenal, bro!!!
    rajin2 mampir, ya..

  6. Terbukti kan di dunia blog itu banyak yang mendukung kebebasan berbudaya. Mungkin dianggap karena buku dibakar itu karena dia tidak beda dengankayau bakar…🙂

    Buku boleh dibakar, tapi semangat tidak kan?

  7. @kang tutur
    ayo, kang!!!
    *ayo apa, ya?😀

    @celo
    muncul lagi nih anak…
    kemane aje lu??

    @venus
    *mata berbinar2 bahagia karena dikomen mbok venus
    thx dah mampir..:mrgreen:
    serem? biasa aja kali, mbok.. 😀
    ya! ayo dukung Bersihar Lubis! demi kebebasan menulis..

    @deet:mrgreen:
    sayangnya, mereka sepertinya tidak terlalu menghargai buku..
    CEK GAJI HARROM TUH DIBAKAR!!
    *maaf sedikit emosi:mrgreen:

    @Sawali T
    Alhamdulillah, om. makin banyak..
    btw, udah ada belum blogger yang nulis tentang BCL di media cetak seperti koran??

    @kurtubi
    memang sih secara material Buku tidak jauh beda kandungannya sama Kayu.. (kertas kan dari selulosa)..
    tapi fungsinya kan berbeda..
    buku untuk dibaca, kayu -salah satunya- untuk dibakar..

    Buku boleh dibakar, tapi semangat tidak kan?

    kalimat yang bagus, om kurt..

    @owbeth
    masih SMA? anda yakin??
    hwekekekekek..

    @antobilang
    bener. dan alasan untuk ‘membebaskan’ juga semakin kuat..

    @celo
    titip gada satu ya..:mrgreen:

  8. Yang membakar buku bukan hanya orang dungu, tapi juga orang gak mikir. Apalagi buku-buku marxis atau komunis sekalipun.Saya sekolah dari TK sampai sekarang di S2 saja malah kadang susah mencari referensi buku-buku marxis tertentu tuk saya baca. Eh buku-buku yang sudah ada kok malah dibakar…. Gak sekolah kali ya orang yang mbakar itu….

  9. @dee
    benar… kata-kata yang bagus..

    @Adhi Darmawan
    membakar buku itu sama aja dengan menghilangkan jejak sejarah.. sejarah kalo bangsa ini pernah melakukan kesalahan dengan mengubah sejarah.. buku bidang ilmu saya juga susah dicari, paman (*geofisika).. berarti kita senasib..
    yang pasti mereka sekolah, tapi tidak cukup belajar..:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s