Kenapa Saya Menolak Kampanye Kondom?

Aneh. Di saat sedang gencar-gencarnya pemerintah kita ‘meluruskan’ aliran sesat, malah ada yang mengadakan kampanye kondom.

Tahukah anda bahwa mulai besok (1/12) akan diadakan National Condom Week 07 Indonesia (terjemahan bebas, Kampanye Bungkus Titit[1] Indonesia 2007). Rencananya kampanye ini akan dilangsungkan selama seminggu mulai dari tanggal 1 – 8 Desember 2007. Acara ini merupakan bagian dari peringatan hari AIDS sedunia, 1 Desember.

Apa saja kegiatannya, secara lengkap, bisa dilihat di official website pekan kondom itu. Yang jelas pada saat kampanye itu mereka akan membagikan kondom gratis, stiker, dan materi edukasi yang lain di tempat-tempat umum.

# Tujuannya sih baik. Tapi sekarang pertanyaannya : apakah segitu perlunya bangsa ini diberi kampanye kondom? Apakah pergaulan di negeri ini sudah ‘terlalu bebas’ sehingga orang-orangnya jika pergi kemana-mana ‘sebaiknya’ membawa kondom?

Sudah segitu parahkah negeri ini?

Pertanyaan itu gw kembalikan ke diri kita masing-masing.

Nah, kenapa gw gak setuju? Alasan-alasannya antara lain,

  • Lihat lagi #.
  • Nah, kalo mereka berpikir bisa mereduksi secara besar-besaran penyebaran virus HIV melalui kondom, gw justru pesimis. Kenapa? Satu hal yang udah gw tahu sebelumnya, ternyata diameter virus HIV itu jauh lebih kecil dari diameter pori-pori kondom. Artinya apa? Walaupun titit yang spermanya mengandung HIV itu dibungkus pake kondom, tetep aja virusnya lewat. Nah, itu fakta yang sejak lama sudah gw tau. Kalo mau tau lebih jauh, lihat saja di blog mbak Yuhana. Di sini diungkapkan secara lebih jelas bahwa kondom tidak 100% aman.
  • Mengampanyekan kondom berarti secara tidak langsung seperti mengatakan “Hei. Anda kalo berhubungan intim pake kondom, ya.. Jangan lupa!” kepada khalayak ramai. Artinya apa? Masalahnya seolah-olah jadi bertukar dari “kita gak boleh berhubungan intim sebelum menikah” kepada “kalo berhubungan intim *tanpa keterangan status* pake kondom, ya!“. Oke, banyak yang menyebutkan bahwa bangsa ini sudah cukup pintar untuk menerjemahkan maksud kampanye itu. Tapi kita juga tidak boleh mengenyampingkan kemungkinan bahwa banyak juga yang menerjemahkan arti kampanye ini secara tidak tepat. Alih-alih berkurang, penderita AIDS karena seks bebas bisa jadi bertambah.

Nah, apa yang sebaiknya dilakukan untuk mereduksi kasus AIDS di Indonesia? (ini menurut gw lho).

PERBAIKI MORAL BANGSA INI

Fakta-fakta yang ada di lapangan sudah cukup untuk menggeneralisasikan keadaan moral bangsa ini. Kerusuhan di mana-mana, Segala bentuk kejahatan dengan berjuta modus operandinya, mental pejabat yang korup, dan – tentu saja – sebagian pemuda bangsa ini yang terjerat lingkaran setan peredaran narkoba, sudah cukup untuk menyimpulkan bahwa negeri ini butuh suatu program perbaikan moral.

Niscaya program perbaikan moral ini akan lebih memberikan hasil yang optimal daripada sekedar kampanye kondom. Bukan hanya produsen kondom yang akan rugi sex bebas yang akan berkurang, junkies pun Insya Allah akan berkurang.

Lalu bagaimana pelaksanaan program perbaikan moral itu? Teknisnya kita serahkan kepada para pembuat keputusan. Rakyat cuma bisa menyampaikan gagasan. Toh mereka sudah digaji negara untuk itu.

Akhirul kalam, gw cuma mau bilang ke panitia acaranya bahwa gw gak bermaksud meremehkan atau memandang sebelah mata acara itu. Gw cuma ngungkapin gagasan gw. Dan kita tunggu saja hasilnya. 😀

[1]Istilah bungkus titit gw dapet dari blognya mas Tyo

Gambar gw ambil dari website kampanye itu.

[Updated]

kalo mau lihat kerangka acuan program pekan kondom, klik aja [di sini]

97 pemikiran pada “Kenapa Saya Menolak Kampanye Kondom?

  1. akh.. dilema ini sih ji’..??!
    soal kondom>> bkn solusi yg terbaik..
    i agree with u…😀

    soal pergaulan bebas itu>> whuuaa…
    emang itu yg harus diubah..👿
    just like u said>> perbaiki moral bangsa!!!
    mulailah dari diri sendiri dan lingkungan kita…
    last, semoga itu semua menular ke yg laen…
    jd-a moral bangsa ini baik semua deh..

    *met hari AIDS (besok) deh smua-a..:mrgreen:

  2. Aku juga menolak kampanye kondom, karena gak pernah pake😎 kalau itu untuk legalisasi free-sex.

    Tapi… memang seks bebas kan udah bisa dikatakan bebas di negeri ini, meski tertutup. Setidaknya yang bebas-bebasan ini ya jangan sampai nulari lah. Sedikit-banyak bisa jadi memiliki efek yang bagus.

  3. @takochan
    ya, cuma tetep aja gak wajar untuk diumbar2kan ke publik..
    dan salah2 pedang bermata dua itu balik memotong kita sendiri.. (ngos2an setelah nulis kalimat ini):mrgreen:

    @deet:mrgreen:
    hmm.. pokoknya aku gak setuju ada kampanye kondom..
    hihihi..
    *ngotot mode ON
    *kabur:mrgreen:

    @alex

    …kalau itu untuk legalisasi free-sex.

    meskipun tidak secara gamblang disebutkan demikian, tapi kesannya kok malah seperti membuat melakukan hub sex dalam status apapun boleh ASAL memakai kondom..
    aku nangkepnya kek gitu, lex
    iya, makanya.. agar yang udah bebas itu gak sampai nularin, makanya jangan mengampanyekan di tempat umum yang siapa-saja-ada..
    kalo mau kampanye tuh di klub2 atau lokasi prostitusi..😀

  4. Saya setuju dengan kampanyenya…
    tapi benar mungkin, kalo bukan di tempat umum
    dan kepada orang-orang atau tempat yang ada indikasi “gitu”
    btw, cara survey orangnya gimana ya?? hehe

    Untuk memperbaiki moral itu,
    bener juga, tapi apa ga kelamaan??
    bagaimana nanti bila proses perbaikan moral berjalan,
    free sex juga berjalan??
    sepertinya jadi bergandengan tangan gitu😀

    Hehe, dilematis sih ya:mrgreen:

  5. yang bikin orang berani melakukan hubungan sex di luar nikah bukan karena ada kondom kan ?

    Btw, tulisanmu menarik karena sudut pandangnya berbeda atau berlawanan dengan arus umum. salam kenal.

  6. Menurutku, kampanye penggunaan kondom itu memang perlu. Terutama bagi yang suka jajan dan selingkuh. Kebayang nggak sih, seorang istri yang baik, yang sehari-hari hanya mengurus rumah tangga, tiba-tiba kena penyakit kelamin. gara-garanya si suami tukang jajan atau punya selingkuhan dan tertular penyakit kelamin. itu pasti sakit kelamin yang luar biasa sakit karena ditambah sakit hati.
    tapi juga jangan lalu mengumbar kondom. itu juga bisa membuat orang, terutama anak muda, tertantang untuk menggunakannya.

  7. Daripada kampanye kondom lebih baik berkampanye melawan freesex-nya toh….
    Kalo kampanye kondom dilakukan di tempat2 umum brarti tinggal nunggu adzab aja negri ini…
    masak tsunami dan gempa ga cukup ngingetin to…apa perlu tanah air ini dihantam ASTEROID biar ANCOR sekalian…Kl gitu Qta tunggu lanjutan Tsunami dan gempa…
    Diperlukan orang2 spt Loe bro untuk proses “penyadaran” meski melalui media tulisan….SEMANGAT!!!!!!!!

  8. …sudah cukup untuk menyimpulkan bahwa negeri ini butuh suatu program perbaikan moral…

    Program perbaikan moral yang terpadu mas…:mrgreen: Jika cuma parsial, kagak mempan, dijamin…😉

  9. Saya di blognya mbak yuhana bukannya menolak kampanye tandingan. tapi mencoba bersikap realistis. Secara idealis, agama dan moralitas memang berada di garda terdepan dalam penanggulangan perilaku seksual yang beresiko AIDS. Tapi itu adalah garis besarnya dan lingkup yang sangat besar.

    Dalam aplikasi di lapangan, konsep ABC itu yang sangat berguna. Dan kondom, sudah terbukti memang menurunkan tingkat penularan penyakit seksual di beberapa lokalisasi pelacuran [yg pernah saya teliti].

    Saya cuma ingin meluruskan kesesatan berpikir (fallacy) yg ada di blog mbak Yuhana bahwa melegalkan AIDS berarti melegalkan free-sex. Itu konsep jaman Victoria, dan itu juga adalah fallacy. Kondom dan free-sex tidak berhubungan sama sekali.

    Tempatkan kondom pada tempat semestinya, sebagai alat kontrasepsi dan sebagai salah satu alternatif alat pencegahan penyakit menular termasuk AIDS, dengan segala kekurangannya. Itu yang tepat, dan bukan dengan serta merta menolak kondom (dan juga kampanye pemakaiannya) dengan alasan-alasan tidak masuk akal.

    Kalau kondom ditolak, sebaiknya konsep ABC yg digalakkan pemerintah (BKKBN) juga harus ditolak, minimal dirubah dengan menghilangkan kondom (C) dengan AGAMA. Tapi pemerintah tentunya berpikir lain, kondom adalah realitas yang harus diterima dan minimal digunakan untuk mengurangi prevalensi AIDS di negeri ini. Itu kenyataannya.

    Tempatkan juga agama sebagai benteng moralitas pada tempat semestinya. Jangan disejajarkan dengan kondom, karena relevansinya berbeda. Yang satu bermain di ranah ideal dan yang satu di ranah realitas.

  10. @hansteru
    kampanye paan?:mrgreen:

    @goop

    tapi benar mungkin, kalo bukan di tempat umum
    dan kepada orang-orang atau tempat yang ada indikasi “gitu”

    nah, kalo gitu gpp, paman..
    yang pasti, sebaiknya, jangan di depan publik..
    masa mau kampanye di bunderan HI?

    Untuk memperbaiki moral itu,
    bener juga, tapi apa ga kelamaan??

    nah, ini masalahnya, paman.
    bangsa ini selalu pengen sesuatu yang instan.
    perbaikan moral? maunya cepet2 berubah..
    mau memperbaiki mutu pendidikan, pengen cepet2 juga..
    lha mana bisa. semuanya butuh proses, tho?
    sabar. itu intinya. toh riwayat ‘negara’ ini baru 62 tahun.
    jika umur manusia di negeri ini rata2 63 tahun, satu generasi aja belum habis kalo gitu.😀

    @tobadreams

    yang bikin orang berani melakukan hubungan sex di luar nikah bukan karena ada kondom kan ?

    ya. tidak hanya karena ada kondom. banyak sebabnya. antara lain sikap permisif yang cenderung banyak dipakai orang saat ini. dia tau kalo di rumah sebelah ada orang lagi ‘gituan’. tapi tetep aja dibiarin. kaco!
    nah, berati kan emang butuh perbaikan moral, tuh..😀
    trims dah mampir..

    @almas
    *ngakak😆

    @payjo
    huhuhu..!!

    Kalo dikeluarin diluar gimana?😛

    gw gak tau, tuh..
    belum pernah, sih. dan yang pasti gw tau itu dosa..😀

    @marsitol

    tapi juga jangan lalu mengumbar kondom. itu juga bisa membuat orang, terutama anak muda, tertantang untuk menggunakannya.

    persis. itu gagasan yang sebenarnya aku sampaikan dari tulisan ini.😀

    @aljufri

    Daripada kampanye kondom lebih baik berkampanye melawan freesex-nya toh….
    Kalo kampanye kondom dilakukan di tempat2 umum brarti tinggal nunggu adzab aja negri ini…
    masak tsunami dan gempa ga cukup ngingetin to…apa perlu tanah air ini dihantam ASTEROID biar ANCOR sekalian…Kl gitu Qta tunggu lanjutan Tsunami dan gempa…
    Diperlukan orang2 spt Loe bro untuk proses “penyadaran” meski melalui media tulisan….SEMANGAT!!!!!!!!

    ayo kita sama-sama berjuang, bro!!

    @hyorinmaru

    Program perbaikan moral yang terpadu mas…:mrgreen: Jika cuma parsial, kagak mempan, dijamin…😉

    bener tuh. menyeluruh. 😉

  11. @Tukangkopi
    *joged2

    @pyrro
    yups, saya nangkep esensinya.

    Dalam aplikasi di lapangan, konsep ABC itu yang sangat berguna. Dan kondom, sudah terbukti memang menurunkan tingkat penularan penyakit seksual di beberapa lokalisasi pelacuran [yg pernah saya teliti].

    ah, ya ya.. berarti secara empiris terbukti bahwa penggunaan kondom berhasil menurunkan tingkat penularan PMS..
    nah, alasan saya untuk bikin postingan ini adalah karena timbul pertanyaan ini dibenak saya,

    # Tujuannya sih baik. Tapi sekarang pertanyaannya : apakah segitu perlunya bangsa ini diberi kampanye kondom? Apakah pergaulan di negeri ini sudah ‘terlalu bebas’ sehingga orang-orangnya jika pergi kemana-mana ’sebaiknya’ membawa kondom?


    klo tulisan saya ini gak menolak penggunaan kondom.😀 cuma mempertanyakan perlu atau tidak diadakan kampanye kondom di muka publik.
    menurut mas perlu gak, sih?

  12. Kondom sepertinya alternatif terakhir dari upaya yang dilakukan oleh masing-masing lembaga/departemen di Indonesia yang kurang bisa mencegah “arus bawah” mengalir secara deras ke segala arah. Jadi kondom hanya sebagai alat darurat saja. Sementara perbaikan secara simultan dan kontinue sebaiknya bukan dengan itu. Moralitas dan agamalah yang perlu dikedepankan. Tapi ya lagi-lagi tugas mengusung ini sekarang hanya diminati oleh yang bersemngat saja.

    Ada banyak generasi muda kita yang kurang semangat dalam masalah moralitas. Ada banyak “penyesatan” berseliweran bebas di hadapan kita. Sementara arus bawah berbanding lurus dengan “penyesatan” itu.

    Karenanya, menurut saya kondom itu alat darurat khusus bagi golongan yang tak kuat melawan “arus bawah” yang dahsyat derasnya….

    Sementara bagi pengusung moralitas kondom hanyalah alat kontrasepsi yang jitu untuk mengurangi kehamilan, bukan sekedar bungkus apa tuh?🙂

  13. @kurtubi
    iya, om. jadi kalo pengen menyelesaikan masalah itu, intinya bukan di kondomnya. tapi ke moralnya.

    Karenanya, menurut saya kondom itu alat darurat khusus bagi golongan yang tak kuat melawan “arus bawah” yang dahsyat derasnya….

    hehe.. bener tuh. buat gawat darurat malah.😀

    bukan sekedar bungkus apa tuh?

    titit, om..:mrgreen:

  14. Kalau menurut-ku sih sebenar-nya simpel saja. benar kalau emang sebenar-nya “moral” yang harus di-perbaiki terlebih dahulu dan ini juga adalah kebutuhan biologis normal manusia, tapi apakah “moral” kita bisa diperbaiki, itu kembali ke kita sendiri kan?😉

    Nah, karena “moral” sangat sulit di-perbaiki untuk saat ini, jadi mending di-fasilitasi dengan “helm” yang “mudah-mudah”an bisa me-minimalis-ir ke-celaka-an🙂

  15. alah, kampanye kondom tu kan permainan aja biar kondomnya laku,, secara gua pernah gituan, gak tau bedanya pake kondom ama yang enggak pake,, (pengen seh sebenere :p)

    no free sex
    no drugs
    no HIV AIDS

    tingkatkan moral bangsa, TV tuh isinya kekerasan mulu,,
    tindakan ini dirasa lebih efektif untuk mencegah penyebarab HIV

  16. FuFuFuFu….😀
    Saya setuju dengan postingan ini, saya sendiri juga bingung sebenernya dengan kampanye kondom ini…
    Mau meminimize HIV-AIDS apa melegalkan free sex..🙄

  17. wadooo byk juga yg udah komen.

    gw sie setuju gak setuju dengan pemakaian kondom utk mencegak HIV/AIDS, setelah tau fakta klo ternyata kondom gak membawa pengaruh.
    Tapi boleh donk berikhtiar, soalnya selama ini pengetahuan manusia utk mencegah virus ini cm pk kondom.
    Klo emang anak bangsa ini udah bs ngasih solusi selain pemakaian kondom, mbok yah di usulkan.

    but i don’t agree klo ternyata kondom sebagai tameng utk free-sex.

    Ji, makanya berguru ke mbah marijan, minta wejengan ato apa kek biar bisa punya cewek. hehehe canda Ji

  18. “Nah, apa yang sebaiknya dilakukan untuk mereduksi kasus AIDS di Indonesia? (ini menurut gw lho).

    PERBAIKI MORAL BANGSA INI”

    ——————————————-
    Solusi yang bagus tapi tidak aplikatif, paling tidak kalaupun ada pemerintah yang berhasil merumuskan teknis aplikasinya, programnya adalah jangka panjang sedangkan kondisi sudah mendesak adanya penanganan segera, selain program jangka menengah dan panjang.

    Realitanya: perempuan2 (dan janin) tak bersalah bisa tertular HIV juga dan pemakaian kondom bisa mereduksi potensi resiko ini (bukan mengeliminasi lho ya).

  19. ‘adat basandi syarak’
    dengan itu saja sudah cukup untuk menjalani hidup
    pertama, ada yang pergaulannya sudah bebas. tapi saya tau persis bahwa masih banyak remaja indonesi yg pergaulannya masih wajar. OK?!
    kedua, kalau ada yg tanya apa benar pergaulan kita sudah sangat bebas? pertanyaan itu kembali ke pribadi masing-masing.
    btw saya juga NGGAK SETUJJU sekali dg kampanye model gitu. dan kalo dibilang saya NGGAK SUKA kampanye semacam itu. titik.

  20. ngomong-ngmong, MUI belum terdengar suaranya tuh. lagi sibuk ngurus aliran sesat? DIKNAS juga adem-ayem. apa karena pelajar mau ujian?

  21. saya juga sebenernya ga respek sama kampanye kondom dalam usaha ‘mangamankan’ sex pra nikah – selain kata temen saya sendiri memang ga enak, serasa dilapisi😛

    untuk sex pra nikahnya sendiri, walopun saya nggak setuju, tapi toh kita semua dah sama2 gede. sama2 tau apa konsekuensi baik secara secara sosial atau juga agama kita masing2.

    tapi, kalo tetep pengen make kondom waktu ngesex pra nikah, ya saya ndak bisa jerit2 (sok) ngatur. that’s their life

  22. @niez😀
    wah, maksudnya apa tuh, niez?
    *kabur

    @Extremusmilitis

    tapi apakah “moral” kita bisa diperbaiki, itu kembali ke kita sendiri kan?😉

    nah, tadi malam gw terlibat sebuah obrolan dengan seorang teman. dia aktivis di kampus.
    kita sempat ngobrol soal bangsa ini [ceilah!!]..
    emang benar kata lo. kembali ke diri kita sendiri. kita mulai dari lingkungan sekitar. perbaiki dari hierarki paling bawah. coba dibayangkan kalo semua orang seperti itu… [membayangkan..]
    untuk itu pemerintah perlu menyusun program perbaikan moral bla, bla, bla itu.. sepetinya gak cuma AMDAL aja yang perlu. tapi juga AMDAS [analisis mengenai dampak sosial] he..

    Nah, karena “moral” sangat sulit di-perbaiki untuk saat ini, jadi mending di-fasilitasi dengan “helm” yang “mudah-mudah”an bisa me-minimalis-ir ke-celaka-an🙂

    mudah-mudahan aja..

    @devino

    tingkatkan moral bangsa, TV tuh isinya kekerasan mulu,,

    salah satu tindakannya bisa itu, vin..

    @reza

    sepertinya yg harus diperbaiki soal pengertian seks pra nikahnya dulu mungkin. baru selepas itu, kasih tau apa manfaat kondom.

    -salam kenal-

    sepakat. salam kenal juga..😀

    @grak😀
    tengkyu, bro..

    @mrsyusuf

    FuFuFuFu….😀
    Saya setuju dengan postingan ini, saya sendiri juga bingung sebenernya dengan kampanye kondom ini…

    saya juga begitu. bukannya gak sepakat sama pemakaian kondomnya. tapi lebih ke ‘kampanye’nya..

    Mau meminimize HIV-AIDS apa melegalkan free sex..🙄

    ya, aneh aja gitu. okelah kita anggap mereka gak bertujuan seperti itu.. tapi ya tetep aja kesannya ‘topik yang mereka angkat’ itu melampaui hal-hal yang harus diangkat terlebih dahulu..

    @mutia

    but i don’t agree klo ternyata kondom sebagai tameng utk free-sex.

    saya takutnya begitu, mbak…😀

    i, makanya berguru ke mbah marijan, minta wejengan ato apa kek biar bisa punya cewek. hehehe canda Ji

    wehehehe..
    *ngakak

    @antobilang:mrgreen:
    *ngakak😆

    @fau

    Solusi yang bagus tapi tidak aplikatif, paling tidak kalaupun ada pemerintah yang berhasil merumuskan teknis aplikasinya, programnya adalah jangka panjang sedangkan kondisi sudah mendesak adanya penanganan segera, selain program jangka menengah dan panjang.

    memang belum aplikatif. wong saya baru menyampaikan gagasannya.😀
    butuh penanganan segera?
    nah, ini nih saya yang kurang setuju. di satu sisi, dari dulu kita juga udah tau kalo bangsa ini selalu menanggulangi masalah secara represif. bukan preventif. di sisi lai kita juga tau kalo bangsa ini mau semuanya diselesaikan secara instan. weleh, weleh..
    sebenarnya kita ini mau apa??
    emang udah berapa orang sih yang terkontaminasi AIDS di indonesia sehingga bisa dianggap persoalan penanggualangan ini BEGITU mendesak?
    semua butuh proses..

    Realitanya: perempuan2 (dan janin) tak bersalah bisa tertular HIV juga dan pemakaian kondom bisa mereduksi potensi resiko ini (bukan mengeliminasi lho ya).

    para junkies yang terkontaminasi dikemanain? anda pasti sudah tau kalo bahkan anak SD ada yang udah pake narkotik..

    @aprikot
    perbedaan kan adalah anugrah, mbak..😀

    @caplang™

    ini buat yg suka jajan
    kalo ndak suka jajan ya ndak mesti repot sedia ‘helm’😆

    makanya kalo mau kampanye sebaiknya di tempat2 orang sering ‘jajan’..
    jangan di bunderan HI. bisa-bisa orang yang gak pernah jajan jadi pengen jajan gara-gara tau kondom bisa ‘mencegah’ penularan HIV..😀

    @lily
    yaps, perlu revivalisme falsafah adat itu, mbak..

    @erander
    persis, om..

    @kolomkanan
    atau bisa jadi mereka belum tau?

    @reefo
    setubuhju!!

    @Shelling Ford

    saya juga sebenernya ga respek sama kampanye kondom dalam usaha ‘mangamankan’ sex pra nikah – selain kata temen saya sendiri memang ga enak, serasa dilapisi😛

    sama, bro. saya juga beranggapn begitu.

    untuk sex pra nikahnya sendiri, walopun saya nggak setuju, tapi toh kita semua dah sama2 gede. sama2 tau apa konsekuensi baik secara secara sosial atau juga agama kita masing2.

    ya, normalnya orang yang udah gede bisa memikirkan segala konsekuensi dari apa-apa yang dilakukannya..

    tapi, kalo tetep pengen make kondom waktu ngesex pra nikah, ya saya ndak bisa jerit2 (sok) ngatur. that’s their life

    hhihi.. that’s their life. berarti emang bener kontrol sosial kita udah gak ‘erat’ lagi

  23. Iya, Kampanye yg menurut saya juga bukan menjadi solusi, melainkan terkesan mengarahkan banyak orang untuk melakukan kebebasan dalam hal berhubungan seks.

    Kenapa tidak dikampanyekan rasa takut akan Tuhan, kepastian datangnya hari akhir, dimana segala perbuatan kita yg tersembunyi sekalipun akan diperlihatkan.

    Dimana perhatian pemerintah, khususnya Departemen pendidikan, yang menyusun kurikulum pendidikan, yang antusias melebihkan jam pelajaran agama yang berisi tentang akhlak terhadap Allah serta sesama manusia.

    Dan dimana para orang tua dan guru yang sungguh2 peduli terhadap anak-anak dan siswa2 mereka, saat mereka butuh bimbingan, tempat curhat dan bertanya serta perhatian yang khusus dan mendalam, saat serangan modernisasi dan gaya hidup bebas semakin memborbardir diri mereka, baik di sekolah, maupun di lingkungan pergaulan…

  24. setuju banget! malah saya heran dengan pembagian kondom gratis. orang-orang yang tadinya nggak berniat berhubungan seks, ketika mendapatkan tu kondom gratis, jadi kepengen deh sekalian nyobain tu kondom. trus coba-coba dengan orang yang mereka kenal atau bahkan baru ketemu. who knows?

    kalo kampanye bagi-bagi coklat, saya sih dukung banget!:mrgreen:

  25. Ada orang yg memang mendapat godaan yg besar untuk terperosok kedalam free sex… misalkan jika orang tersebut memiliki libido yg besar (libido adalah genetis), apalagi ditunjang dengan kesempatan dan situasi yg sangat memungkinkan… maka bagi dia terperosok kedalam free sex adalah sesuatu yg alami dan manusiawi..

    jadi.. ada orang2 tertentu yg memang benar2 tidak bisa hanya diceramahi tentang moral untuk menghindari free sex.. orang2 seperti inilah yg memang perlu kondom.. *dan saya bersyukur.. saya bukan termasuk orang2 seperti ini*

    ternyata diameter virus HIV itu jauh lebih kecil dari diameter kondom.

    sebenarnya kondom ini mirip dengan masker penutup yg dipakai oleh dokter untuk mencegah masuknya virus flu (virus flu sangat jauh lebih kecil dari pori2 masker.. tetapi masker tersebut bisa mereduksi masuknya virus ke pemakai masker tersebut hingga 95%!! )

    @geddoe,

    Mangkanya jangan diceprot ke dalem… Bukkake, dong. Bukkake…

    anak kecil jangan ikut2an!! *tendang geddoe ke buku pelajaran kuliah yg nilainya lagi jeblok*😀

  26. semua kembali pribadi kita masing…
    tapi kayaknya indonesia belum pantes untuk hal-hal semacam ini..
    tukera link ya.. iben18.wordpress.com

  27. Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus, menolak cara-cara pelegalan seks bebas yang dibalut dengan kampanye anti AIDS. Sebab, secara sosial upaya kondomisasi itu akan menimbulkan praktek perzinahan dan prostitusi secara massif.

    Penolakan tegas itu didasari oleh alasan karena AIDS, adalah penyakit yang ditimbulkan oleh penyimpangan prilaku manusia. Pencegahannya adalah dengan merubah prilaku seksual ke arah yang benar, bukan dengan kondomisasi.

    Oleh karena itu, FSLDK saat ini secara konsisten mengadakan pemberantasan penyebaran AIDS dengan proses penyadaran moralitas di kalangan mahasiswa dan remaja, melalui program pembinaan akhlak berupa mentoring keIslaman di lebih dari 100 kampus di Indonesia.

    Selengkapnya di: http://www.eramusli m.com/berita/ nas/7b28111632. htm

  28. @ dkmfahutan :

    Penolakan tegas itu didasari oleh alasan karena AIDS, adalah penyakit yang ditimbulkan oleh penyimpangan prilaku manusia. Pencegahannya adalah dengan merubah prilaku seksual ke arah yang benar, bukan dengan kondomisasi.

    realistis… realistis….🙂

    apa HIV/AIDS ditularkan HANYA lewat perilaku syahwat manusia saja ? lalu bagaimana yg kena HIV/AIDS karena transfusi darah atau terpapar cairan tubuh penderita ADIS, atau karena alat-alat yang tidak steril ?

    apa saya harus berkotbah soal sesat pikir menghubungkan kondom dan seks bebas ?:mrgreen:

    *akhirnya saya ad-hominem*😉

  29. @ morishige :

    # Tujuannya sih baik. Tapi sekarang pertanyaannya : apakah segitu perlunya bangsa ini diberi kampanye kondom? Apakah pergaulan di negeri ini sudah ‘terlalu bebas’ sehingga orang-orangnya jika pergi kemana-mana ’sebaiknya’ membawa kondom?


    klo tulisan saya ini gak menolak penggunaan kondom.😀 cuma mempertanyakan perlu atau tidak diadakan kampanye kondom di muka publik.
    menurut mas perlu gak, sih?

    menurut saya PERLU.

    tapi dengan catatan. kondom tidak untuk dipamer-pamerkan dan dibagi-bagikan secara gratis dipinggir jalan pada setiap orang yang lewat. itu tidak efektif. cara itu hanya membuat stigma negatif thdp kondom makin besar.

    kampanye langsung pada mereka yg rentan terkena PMS itu yang sangat efektif.

    saya dulu juga waktu ngobrol ngalor-ngidul dgn para sopir truk sembako antar propinsi yg terbiasa ngeseks selama perjalanan, memberikan kondom buat mereka. sambil memberitahu bahaya seks beresiko. itu porsi kondom yg sebenarnya.

  30. sekali lagi : KONDOM itu alat kontrasepsi dan juga alat yang berfungsi mengurangi/meminimalisir kemungkinan terkena penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV/AIDS.

    kondom itu bukan alat yang melegalkan free sex. lagian kalau free sex lebih enak nggak pake kondom:mrgreen:

    *omg, negeriku ternyata masih berpikiran lain*
    *ini hetrik yang nggak OOT kan ?😉

  31. [tergesa-gesa mode karena kepepet ON]
    @pyrrho

    menurut saya PERLU.

    tapi dengan catatan. kondom tidak untuk dipamer-pamerkan dan dibagi-bagikan secara gratis dipinggir jalan pada setiap orang yang lewat. itu tidak efektif. cara itu hanya membuat stigma negatif thdp kondom makin besar.

    kampanye langsung pada mereka yg rentan terkena PMS itu yang sangat efektif.

    kalo seperti itu, saya sepakat..😉

    wehehe..
    hetrik tertidak OOT yang pernah saya terima..:mrgreen:

  32. 1. Kondom cukup efektif mencegah penyakit menular seksual termasuk HIV/AIDS. Ini sudah dibuktikan oleh berbagai penelitian dengan jumlah sample besar di dunia. Anda bisa ketik “condom HIV prevention” di highwire (sebuah search engine ilmiah yang populer) dan melihat berbagai study tentang efektifitas kondom.
    WHO, Central for Disease Control di Amerika, dan berbagai organisasi dunia masih meyakini tentang efektifitas kondom untuk pencegahan HIV. Bahasa ilmiah tidak boleh berkata berdasar asumsi. Ia harus berkata dengan fakta. Pernyataan seorang Presiden sekalipun bukanlah bukti ilmiah.

    2. Jika ada beberapa penelitian yang pro-kontra, maka lihatlah sample, metode penelitian, berbagai hal yang menunjukkan ‘kekuatan’ penelitian tersebut.
    Selanjutnya di http://dokterpenulis.wordpress.com

  33. ditolak ataupun tidak, tetap jalan terus kok…
    ada bukti ilmiah ataupun tidak, gak akan berpengaruh kok…
    ‘mereka’ malah seneng kalo ada pro-kontra dan ‘gesekan’ banyak orang. Alat promosi gratis🙂 (termasuk komentar ini juga…)

  34. daripada koar-koar ga boleh nge-seks dan tetap aja dilakukan, mungkin akhirnya pemerintah nyerah dan bagi2in kondom biar yang keras kepala tadi nggak nyebar-nyebar penyakit hehehe..😀
    bukan HIV saja yang mau dicegah agar jangan tertular, tetapi penyakit seksual lainnya supaya tidak menyebar ke mana-mana..
    ih, siapa sih yg mau penyakit?

  35. “Isi kepala tidak boleh selalu idealis tapi juga harus realistis.”

    Saya suka point yang ini!
    Banyak orang terlalu idealis, terlalu berpikir tinggi dan menganggap diri adalah orang cerdas.
    Tapi tidak mau melihat apa yang terjadi, tidak realistis..

    Hehehehe…
    Nice post about condom! Memang begitu yang seharusnya menjadi pikiran, bukan paranoid terhadap macam-macam😛

  36. kondom itu penting banget………….
    ……….tapi………….
    lebih penting hati kecil kita;p……
    ……….tapi…………..
    pakai kondom lha buat anda anda semua
    ……….sebab………………
    emosi mengalahkan logika……

  37. pemerintah kita ini memang kacau tidak pernah bisa mengeluarkan kebijakan yang masuk akal. pantesan saja moral pemuda bangsa makin kacau balau

  38. sssstttt…..klo saya sih mau nanya / minta pencerahan aja.

    Bener gak HIV /AIDS bisa menular lewat air liur???
    Klo bener, walaupun pake sarung, ya kemungkinan besar tetap bisa menular, secara mungkin orang yg melakukan sex hampir pasti juga ciuman

    JADILAH SAYA MENDUKUNG TULISAN SODARA MORISSUPERSAIYA…..YANG DIBUTUHKAN ADALAH PERBAIKAN MORAL BANGSA.

    NO SEX PRANIKAH

  39. kalo menurut aku sih… Memperbaiki moral bangasa itu memang tujuan yang paling besar yang harus kita lakukan bersama. Tapi menurut aku juga sih… bahwa pembagian kondom itu merupakan salah satu langkah antisipasi dalam jangka pendek terhadap penyebaran HIV/AIDS *meskipun mungkin tidak 100% bekerja*. Karena kalo hanya menunggu perbaikan moral bangsa *yang mungkin juga membutuhkan waktu yang puuuanjaang dan lamaaaa*, rasanya akan sangat terlambat bagi kita untuk bisa menghentikan penyebaran HIV/AIDS kelak.

  40. saya juga ngak setuju dengan bagi-bagi kondom masyarakat kita senang memahaminya separuh-separuh
    namun bukan cuma masalah moralitas bagi saya, tpi ini polemik budaya
    bila berbicara tentang bagi-bagi kondom maka kita akan terjebak pada sebuah produk kapitalisme saja, kta akan membuat kaya para penjual kondom
    yang perlu disentuh adalah nilai-nilai luhur budayanya bukan dibatasi pada produk saja, tapi mengapa dan kenapa kita mau saja luluh lantah oleh budaya di luar sana padahal bangsa kita punya budaya yang sangat luhur jadi solusinya perangi media yang merusak moral dan budaya kita, kondom kan cuma alat untuk menghindari penyakitnya tapi inti penyakit ada pada sisi moral dan budaya kita, jdi jangan di kampanyekan kondomnya dong

  41. @dokterpenulis
    saya gak menolak penggunaan kondomnya, bro.. tapi kampanye kondom yang dilangsungkan di depan publik..:mrgreen:

    @alief:mrgreen:

    @Dee
    begitu, ya?
    belum pernah nyoba, tuh..😆

    @rara

    daripada koar-koar ga boleh nge-seks dan tetap aja dilakukan, mungkin akhirnya pemerintah nyerah dan bagi2in kondom biar yang keras kepala tadi nggak nyebar-nyebar penyakit hehehe..😀

    wehehe.. pemerintah, oh, pemerintah..
    gak usah dihapus komeng itu,,
    biar gw koleksi..😀

    @iancayang
    itu curhat, ya?:mrgreen:

    @nurussadad

    padahal lebih penting kampanye cuman pada pasangan,
    kayaknya tu kampanye nyediain kondom buat seks bebas

    gw juga mikir begitu, bro..:mrgreen:

    @fikriana:mrgreen:
    ‘pernah’kok..

    @arsyame
    buka ini aja dan ini
    ..
    semoga bisa dapet pencerahan..
    hehe..

    @sibermedik
    iya, najis sex pranikah..
    urlnya mana ya?:mrgreen:

    @gimbal😆
    sempet terkungkung kebosanan selama beberapa hari, gim..
    tapi sekarang dah pulih lagi..
    beneran tuh?😯
    kek ahmad albar aja lo..

    @beritadalamkancoet
    yah, seperti yang udah gw bilang sebelumnya, gw bukan anti sama penggunaan kondomnya.
    tapi kampanye kondom di depan publiknya..:mrgreen:
    menurut gw itu justru bisa jadi katalisator penambah orang yang terinfeksi..

    @efendihariyadi
    setuju…!!!

  42. wah saya juga kebetulan tidak setuju pak dengan pembagian kondom gratis itu,,menurut saya justru melegalkan seks bebas, kek iklan na Fiesta: “Jangan lakukan hal ini bila tak mau menyesal atau.. pakelah kondom”. Lah khan sama aja dengan bilang kalo seks itu ga papa asal pake kondom. Yang terjadi kawula muda malah berasa bisa bebas mengumbar nafsu mereka. Mereka pikir dengan memakai kondom sudah aman. Aman dari mananya? yang ada malah jumlah penderita HIV/Aids makin meningkat. *sigh*😦

  43. @fanaticanz
    ah, tidak juga..:mrgreen:

    @ika
    dibilang melegalkan sih nggak juga. legal kan berarti ada dasar hukum yang membolehkannya..
    tapi kalo ‘seperti-membolehkan-orang2-bwt-berhub-sex-tanpa-status-asal- pake-kondom’ sih, iya..
    dan saya jelas tidak setuju kalo kondom di usung2 di tepi jalanan umum.

    @ordinary
    hmm… ini pura2 jadi OOT bwt nyindir ato gmn?:mrgreen:
    hehe..

  44. emang parah bangetttttttttttttttttttttttt

    menyelesaikan masalah dengan masalah,,,
    kita ini emang bangsa bermasalah……….

    -heyhey morris, ketangkap kamu!!!
    lama banget nyari kamu, akhirnya ketangkep juga
    hahahahah…

  45. emang udah sgitu parahnya bangsa kita ini ya??

    *ditimpukin*

    hmmm,, memang bner,, knapa yang kita kampanyekan bukannya “STOP FREE SEX” untuk mencegah lebih mewabahnya AIDS,, malah kampanye “AYO PAKE KONDOM” halah,,

    sungguh terlalu!!

  46. Well, menurut pandangan saya sih begini, dengan menggunakan kondom, kita memberikan waktu tambahan. Waktu tambahan apa? Waktu tambahan untuk merubah perilaku atau bertobat, atau kalo istilah saya “buying time”. Mengingat perubahan perilaku beresiko atau moral itu membutuhkan waktu yang cukup lama, kondom adalah salah satu alat, yang sudah terbukti secara ilmiah, efektif untuk mencegah penularan infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS.

    Kalau bicara soal dosa, siapa sih manusia yang tak berdosa? Ada yang suka bohong, korupsi, dan ada juga yang suka “jajan”. Dosa seksual saya rasa juga sudah ada hampir bersamaan sejak manusia diciptakan. Jadi untuk merubah dalam setahun-dua tahun, apalagi satu dekade juga susah. Selama menunggu perubahan moral yang memakan waktu cukup lama itu, sementara seks bebas terus berlanjut tanpa kondom, berapa banyak yang harus jadi korban dan terjangkit HIV/AIDS? Misalnya ODHA menikah, sudah terjangkit pun kalau berhubungan seksual juga tidak usah pakai kondom? Atau dia diingkari haknya untuk berhubungan seksual dengan pasangan sahnya karena HIV positif? Banyak sekali kegunaan kondom serta bukti ilmiah lain yang harus anda pertimbangkan, walaupun itu tidak sesuai dengan prinsip pribadi anda.

    Soal kampanye di umum, saya pikir kita tidak pernah tahu siapa saja yang suka “jajan”. Apakah anda tahu sekarang mulai banyak ibu rumah tangga serta anaknya yang terjangkit HIV? Mereka tidak tahu bahkan sampai suami mereka meninggal karena AIDS. Mereka ibu rumah tangga yang baik-baik, tidak selingkuh, tidak pernah “jajan”. Siapa yang sangka bapak-bapak yang alim pada pagi-siang hari, malamnya keluyuran cari “jajanan”? Mana mau para lelaki yang di lokalisasi untuk dikotbahi soal HIV/AIDS, wong mereka udah kebelet mau ngeseks dan secepat mungkin pergi dari tempat pelacuran biar gak ketahuan.
    Jadi, kalau kampanye di muka umum kan adalah suatu pemikiran yang logis untuk menjaring orang-orang yang berperilaku beresiko.

    Kalau saya, prinsip pribadi saya tidak mendukung seks bebas. Saya penganut abstinensia. Namun saya sadar tidak semua orang berprinsip seperti saya. Saya justru berharap abstinensia dan kampanye kondom bisa jalan bersama. Yang bisa abstinen, ya abstinen. Yang gak, ya pakailah kondom, sambil perbaikan moralnya. Selama manusia masih hidup, kesempatan bertobat kan masih ada. Kalau sudah kena HIV/AIDS, tidak sadar lalu mati, kesempatan bertobat ya hilang.
    Saya rasa ini bisa jadi pertimbangan.

  47. iperkirakan lebih dari 3 juta lelaki di Indonesia yang rajin membeli seks, dan separuh dari lelaki tersebut mempunyai pasangan tetap, atau isteri. Dapat diperkirakan penularan dapat terus berlanjut ke istri, walaupun para isteri tidak mempunyai perilaku seks dengan banyak pasangan. Fenomena tersebut mendorong terjadi epidemi HIV seperti sekarang dan semakin semakin nyata dibandingkan beberapa tahun yang lalu.

    Diperkirakan telah lebih dari 200.000 orang terinfeksi HIV di tahun ini dan diramalkan pada tahun 2020 akan meningkat mendekati angka 2 juta, bila upaya pencegahan tidak dilakukan untuk menekan penularan melalui seks berisiko.

    Dalam kondisi seperti ini harus diaktifkan lagi kampanye peningkatan penggunaan kondom sebagai alat kesehatan yang secara ilmiah telah terbukti dapat menangkal penularan infeksi menular seksual termasuk HIV. Tidak ada alat atau teknologi kesehatan yang mempunyai kemampuan pencegahan infeksi seperti kondom. Tidak juga teknologi vaksinasi untuk mencegah beberapa penyakit menular.

    Hendaknya upaya promosi kondom jangan diartikan sebagai anjuran untuk melakukan kegiatan seks berisiko. Siapapun yang masih melakukan kegiatan seks berisko dianjurkan sangat untuk menggunakan kondom agar dirinya terhindar dari penularan serta tidak menularkan kepada yang lain. Bila tidak mau menggunakan kondom, sebaiknya menghentikan perilaku seks berisiko.

    Lengkapnya lihat di http://idi.aids-ina.org

  48. ngasih komennya telat nih…
    tapi karena emang seru nih topiknya jadi pengen nimbrung.

    gw setuju banget ma lo!

    ohya, gw baca artikel lo… tadi gw sempet baca sejarah about kondom dulu.
    disitu disebutin bahawa kondom awalanya memang dibuat untuk mencegah penularan penyakit.
    tapi seiring perkembangan jaman, kondom itu berganti istilah jadi “alat pencegah kehamilan”!
    tau kan? dalam kondom tu kan ada cairan yg bisa membunuh sperma.
    nah kalo misalnya da kampanye kondom…
    ya jelas lah kampanye itu berarti melegalkan freesex.
    “gpp deh kamu melakukan sex diluar nikah, ato ganti2 pasanga… tapi inget ya?! kamu haru pake KONDOM!”
    oops!

  49. Kampanye anti AIDS banyak ragamnya sesuai dengan target kampanye…kalau targetnya adalah para kaum free sex maka kampamye kondom bisa diterima, tetapi kalau di pesantren ya gak bakalan masuk….

  50. jangan cuma ngomong doank doong…
    klo emng lo mampu, cba ubah moral bangsa ini…
    kita tu harus melihat kenyataan yang ada,.
    mereka udah ngelakuin sesuatu bentuk yng nyata dalam menangglangi aids..apa salahnya sih ngelakuin kebaikan untuk bangsa ini,,
    mmng benar klo secara tidak langsung kampanye kondom ini mengajak untuk melakukan hubungan sex secara bebas, tapi kan tujuannya bukan itu,,mana ada bangsa yang nyuruh masyarakatnya melakukan hubungn sex bebs..kita tu harus buka fikiran kita lebih luas lagi..jgn bodoh dong..
    emngnya klo kampanye kondom tidak dilakukan, sex bebas bisa berkurang ?? gak kan ..? malah kemungkin penyebaran aids semakin besar.. ada dan tidak adanya kondom, sex bebas tu akan tetap ada…kcuali rakyat indonesia ini udah memiliki moral yang bagus, mgkin bisa berkurang..
    yg penting kita tw, mereka tu cuma mw mikirin bangsa ini, masa kita ga mw di pikirn..
    satu hal lagi,,
    memakai kondom lebih aman dari pada tidak memkai kondom..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s