Indonesia Masih Muda, Bung!

*entah kenapa tiba-tiba gw jadi berpikir begini.

Menurut anda kenapa Indonesia masih ‘seperti ini’? Mungkin ada yang bertanya, ‘seperti ini’ itu maksudnya apa? Gw persilakan pembaca menerjemahkan ‘seperti ini’ itu semaunya. Terserah mau menerjemahkan menjadi apa.

Nah, jadi kenapa dong Indonesia masih ‘seperti ini’?

Sesungguhnya jawabannya sederhana saja. Karena umur indonesia ini masih muda dan sejarahnya ,pastinya, juga masih pendek. Baru 62 tahun yang lalu memproklamirkan diri sebagai sebuah negara merdeka. Coba bandingkan dengan umur USA yang sudah mencapai lebih dari 200 tahun. Dan gw kira 62 tahun belum cukup untuk sampai pada sebuah stabilitas. *huff*

Iya, negeri kita ini memang masih muda. Kita harus akui itu. Bahkan para pelaku sejarah zaman perjuangan dulu masih ada yang hidup sampai sekarang. Jadi kita tidak perlu heran jika pemerintah kita seolah-olah masih melakukan ‘coba-coba’ di segala bidang. Coba ini di bidang itu. Coba itu di bidang ini. Coba-coba.

Jadi harap maklum, ya..😀

*Aneh, ini tiba-tiba saja terlintas di benak gw. Apakah ini pertanda bahwa cara berpikir gw sudah tidak linear lagi? Hehe..:mrgreen:

39 pemikiran pada “Indonesia Masih Muda, Bung!

  1. kalo umur sih relatif.. jangan kaget lho kalo beberapa tahun lagi vietnam bisa lebih unggul dari indon (hehe)
    semangat membangun bangsanya yg belom merata, itu masalah utama dinegara kita..

  2. tua itu pasti, dewasa itu pilihan
    ndak mesti nunggu umur tua supaya bisa jadi baik
    kita mulai aja dari diri masing-masing dari hal yg kecil
    ndak usah nunggu punya good governance
    keburu tenggelam…

  3. Malaysia dan Singapura – seingat abang – malah lebih muda lagi kemerdekaannya? tapi lebih “maju” dari pada Indonesia. Nah .. kalo itu gimana Mor??

    Mor lebih muda dari abang .. tapi lebih jago dari abang. Jadi ga mesti kan yang muda kalah dari yang tua hehehe😀

  4. Malaysia baru berumur 51 tahun tapi kondisi pendidikan, pembangunan dan ekonominya jauh diatas Indo… terlepas para pemimpinnya yg masih alergi dgn SISTEM demokarsi untuk running sebuah negara dan problem equal rights.

    Gw pikir parameternya bukan disitu.. ini terletak pada mental elite2 politik.. harta karun-sejarah-peninggalan paling jahat yg ditinggalkan oleh Menir Van de Bork, para tuan menir-yg takut sama si Pitung dan Pangeran Diponegoro itu adl feodalisme.. dilayani bukan melayani, menguasai bukan membangun.

    Alhasil demokrasi hanya menjadi surga legitimasi berbuat anarki, provokasi, money politics dan agitasi.. krn level pendidikan kita yg masih rendah dan income perkapita juga masih rendah.. kalo kata kang Sarmijo.. “aku gak perlu pemilu le.. aku gak butuh coblos2an.. aku mung butuh anak2ku biso sekolah.. ”
    dan di waktu yg sama para elite politik yg harusnya jadi teladan tentang transisi menuju Indonesia -yg kalo kata orang2 cerdas intelek-rebellion- adl DEMOKRASI, maka para elite politik dgn sembrono dan sak-penak-e udele dewe merubahnya menjadi DEMO_CRAZY, menutup mata terhadap esensi demokrasi dan menjadikannya alat untuk mendulang rupiah: baik untuk partai atu pribadi.

    So? I have no idea.. I got no resolution..
    Mungkin untuk saat ini kita belum butuh demokrasi as a system.. kekuasaan lahir dr ujung bedil man.. sejalan dgn kemakmuran dan kemajuan.. tak ada di dunia ini negara yg makmur dan maju berkat demokarsi.. mereka makmur dan maju dulu… mapan dulu.. baru ber-demokrasi. Lihatlah negara2 eropa, amerika… mereka melakukan kolonialisme, imperialisme, slavery..
    Satu2nya negara yg berjuang makmur melalui pintu demokrasi adl India dan tentunya Indonesia.. tapi India.. yg niatnya bisa dijadikan sebuah contoh cantik, greatest prototype.. ternyata tak lebih baik dr Indonesia… New Delhi tak lebihnya sebuah neraka.. menghirup udara disana sperti merokok 2 batang cigarette.. satu2nya yg patut dibanggakan hanyalah Bangalore, Silicon valley nya Asia.

    So? I’ve to get on my bed
    dan gw berharap… besok pagi gw bangun… Indonesia sudah berubah menjadi negara Tirani dgn pemimpin tunggal.

  5. setuju banget sama komentar caplang™

    btw, ada apa dengan cara berpikir yang tidak linear?
    Itu tandanya kreativitas😀
    satu langkah maju dari generasi penerus bangsa… *halah*

  6. Dan gw kira 62 tahun belum cukup untuk sampai pada sebuah stabilitas.

    Tapi… kenapa begitu banyak alasan demi stabilisasi nasional yang digunakan sebagai pembenaran untuk tindakan-tindakan pemerintah, bahkan dengan cara represif sekalipun?🙄

    62 tahun… dan kebanyakan tokoh-tokoh tua di negeri ini selalu merasa lebih tua dan lebih matang, terus lebih pantas buat selalu di depan, meski harus disangga tongkat atau kursi roda😆

  7. Indonesia memang bisa bertumbuh karena selalu minum susu sapi. Tapi pertumbuhannya itu digrogoti olehg panykit human pappiloma yang membuat banyak benjolan pada tubuhnya. Dan benjolan itu adalah penyakit turunan yaitu korupsi.Lalu bagaimana memberantasnya??

    Indonesia bisa maju asalahkan didukung oleh masyarakatnya dan juga aparatur pemerintahannya.

    that’s world have your say

  8. 62 mungkin masih muda,
    namun bukan tak bisa apa-apa…
    bila nahkoda salah, kapal, penumpang dan awaknya, juga ikut karam
    sungguh perlu kesediaan untuk mendengar, dan mengingatkan.
    demikian barangkali😀
    ________________________________
    ah ya, satu lagi :
    nahkoda tidak dipilih berdasarkan demokrasi,
    nah loe!!!

    ________________________________
    Hehe maaf OOT paman Mori

  9. @antobilang
    hmm… kekna amerika bahkan perlu lebih dari 62 tahun untuk menciptakan stabilitas di negerinya. sebenarnya ada beberapa kekacauan besar yang pernah terjadi di amerika, tapi menurut gw yang paling gawat itu,
    -pada 1861 – 1865, pernah terjadi perang saudara di amerika. lengkapnya bisa dibaca di halamannya om wiki
    perstiwa ini terjadi 85 tahun setelah amerika merdeka.

    dan lain-lain. di gugel banyak kok.😀

    Hanya bertanya lho…:D

    *ngakak😆

    @brainstorm
    hmm.. menurut gw penyebab bangsa ini masih begini2 aja banyak banget. kombo dari berbagai macam persoalan.
    nah, kombo itu bisa saja gabungan dari usia muda dan ‘kurang meratanya semangat untuk mmebangun bangsa’.. itu..
    dan kombo2 lainnya..🙂
    *mudah2an generasi kita bisa membuat negeri ini lebih maju..

    @Dee😀
    kekna iya. yang muda masih dipandang sebelah mata.😉

    @aprikot

    masih muda? pantes indonesia msih jatuh bangun, nunggu kondisi membaik apa hrus berusia 200 tahun?😀

    ya gak harus nunggu sampai segitu lama..
    perbandingan itu sy tuliskan cuma buat menunjukkan bahwa untuk membangun bangsa ini butuh proses. gak bisa instan. lama atau tidaknya tergantung SDMnya..😀

    #caplang™
    <blockquotetua itu pasti, dewasa itu pilihan
    ndak mesti nunggu umur tua supaya bisa jadi baik
    iya, dewasa itu pilihan. dan emang ‘ndak mesti’ umur tua supaya jadi lebih baik. tapi semakin tua kan semakin banyak pengalaman…😀

    kita mulai aja dari diri masing-masing dari hal yg kecil
    ndak usah nunggu punya good governance
    keburu tenggelam…

    wehehe.. mujur kalo masih nunggu sampai tenggelam. kalo nunggu sampai umat manusia kena seleksi alam, gimana coba?😀

    @erander
    *ah, abang bisa aja.😀 saya cuma masih berusaha menggali cara berpikir.
    mengutip komen dari brainstorm tadi,

    semangat membangun bangsanya yg belom merata, itu masalah utama dinegara kita..

    kalo saya lihat di media, sepertinya dua bangsa ini lebih punya semangat untuk membangun bangsa mereka. mereka mencari ilmu kemana-mana dan menerapkannya di negerinya. bisa dibilang kalo etos kerja mereka lebih tinggi dari kita, bang.. itu menurut saya.
    ah, ya tambahan. mereka dibackup inggris..:mrgreen:

    @gimbal
    komen lo lebih panjang dari posting gw, gim.. uedan…:mrgreen:

    Alhasil demokrasi hanya menjadi surga legitimasi berbuat anarki, provokasi, money politics dan agitasi.

    gw sependapat dengan lo, gim…
    dan kenapa itu terjadi? sebenarnya banyak orang yang masih gak paham sama yang namanya demokrasi. jadilah sekrang ini orang2 ‘hanya’ mengaitkan demokrasi dengan kebebasan dan banyaknya partai dalam pemilu. gw mendukung kebebasan, tapi juga harus ada kontrol mengenai kebebasan itu. ada hal-hal yang ‘patut’ diributkan, dan ada yang tidak. nah, kalo semua orang merasa bebas untuk melakukan-sesuatu, itu bukan bebas lagi. tapi kebablasan.

    Mungkin untuk saat ini kita belum butuh demokrasi as a system..

    kalo demokrasi yang kita pake kek gini, gw rasa juga belum pantas, gim..

    dan gw berharap… besok pagi gw bangun… Indonesia sudah berubah menjadi negara Tirani dgn pemimpin tunggal.

    kalo gw sih lebih milih pemimpin yang tau-harus-melakukan-apa daripada tirani. pengalaman dipimpin oleh pak harto sudah cukup bagi gw. kalo dipimpin tirani, bisa2 gw gak bisa lagi ngeblog..😀

    @pratanti

    btw, ada apa dengan cara berpikir yang tidak linear?
    Itu tandanya kreativitas😀
    satu langkah maju dari generasi penerus bangsa… *halah*

    wehehehe..

    @gimbal
    wehehe.. iye tuh. lebih panjang dari posting gw.😀

    @iman brotoseno

    bukannya semakin tua semakin tak berdaya, justru muda muda yang bergairah dan harus menunjukan bahwa ia BISA

    kalo dianalogikan sama manusia sih iya, om. tapi kalo kita melihat negera sebagai sesuatu yang berpotensi untuk ‘abadi’, semakin tua semakin baik. semakin banyak pengalaman. dan semakin banyak cara untuk menyelesaikan persoalah. bijaksana, lah..

    @alex

    Tapi… kenapa begitu banyak alasan demi stabilisasi nasional yang digunakan sebagai pembenaran untuk tindakan-tindakan pemerintah, bahkan dengan cara represif sekalipun?🙄

    ya karena ini, lex,

    Jadi kita tidak perlu heran jika pemerintah kita seolah-olah masih melakukan ‘coba-coba’ di segala bidang. Coba ini di bidang itu. Coba itu di bidang ini. Coba-coba.

    coba-coba..😦

    @ladokutu

    Indonesia bisa maju asalahkan didukung oleh masyarakatnya dan juga aparatur pemerintahannya.

    sepakat.

    @hanster
    yep. tapi kebanyakan orang menjadi dewasa setelah mereka tua.😀

    @goop
    tidak, sama sekali tidak OOT paman.
    masih berhub dengan tema kajian kali ini.
    wah, ternyata paman goop orang yang bijaksana, ya..😀

  10. Saya pun sering dihantui pertanyaan murung nyaris putus asa seperti ini, “Kapan Indonesia bisa benar-benar sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia?”
    dan beberapa waktu yg lalu saya temukan jawaban (meski bukan satu-satunya) yg menurut saya masuk akal, “Itu tergantung kita sendiri, generasi muda. Sebab segala perubahan besar dimana pun dan kapan pun, seumumnya dan seharusnya dirintis dan dilaksanakan oleh generasi muda, karena hanya yg mudalah yg memegang senjata cakra tak terkalahkan, yakni sang waktu.”
    *wekk.. Komeng gw kok kayak bapak-bapak di acara klompencapir TVRI yak?*

  11. welgedewelbeh
    Usia bangsa (bangsa lho ya …. bukan negara) kita itu dah ribuan tahun kata Anand Krishna (lihat bukunya dengan judul “Indonesia Jaya”. Sama seperti bangsa China Maupun India. ….. bangsa China saja baru menjadi republik moderen sejak tahun 1949, India tahun 1947 .. lebih muda dari kita. Tapi kedua negara itu saat ini mulai menggeliat menjadi raksasa baru yang ditakuti dunia barat. Makanya jangan suka merasa sebagai bangsa kecil.

    Sengaja mulut pake perbandingan dengan Cina dan India karena kedua bangsa itu mirip dengan bangsa kita, penduduknya besar (Cina nomor 1, India 2, kita nomor 4). Mulut nggak pingin narget mimpi yang terlalu kecil buat bangsa kita (cari perbandingan kok dengan Malaysia dan Singapore …. makanya kita cupet dan nggak berani mimpi besar).

    Kita ini bangsa besar …. anak muda Indonesia, belajarlah sejarah bangsamu … kau akan mengerti kalau kita ini bangsa besar. Segudang prestasi internasional bangsa ini telah diraih di masa lalu. (baca buku itu ya). Jangan pesimis …. pemuda adalah motornya. Melihat para blogger kita … mulut yakin kejayaan itu nggak akan lama lagi akan kita hirup. Kuncinya bersatu, bangga, dan tahu sejarah kebesaran bangsanya …. biar tidak berkonsep diri sebagai bangsa yang kecil, miskin dan terbelakang terus.

    Anak muda harus BERANI
    Berani bermimpi … berani mewujudkan mimpi

    Untuk gambaran singkat tentang buku tersebut lihat artikel ini :
    http://bukuygkubaca.blogspot.com/2006/01/indonesia-jaya.html
    http://jepits.wordpress.com/2007/11/09/indonesia-jaya/

  12. karena aparat pemerintah lebih memilih mensejahterakan keluarganya daripada rakyatnya.

    karena motto bangsa ini adalah, KEKELUARGAAN!!

  13. Kalau dibandingkan dengan negara2 lain, kayak Amrik, emang usia negeri kita masih terlalu muda. Tapi tidak lantas jadi alasan pembenar “halah sok tahu nih* untuk memaklumi semua bentuk kemunduran:mrgreen: Kita harus berani bilang bahwa kita sudah merdeka 62 tahun, hehehehe😀 jangan sampai kepancal sepur dengan negeri jiran. *Maaf kalau sok tahu lagi negh*

  14. Kalau dibilang orang-orangnya yang masih belum maju2..tidak juga..Orang-orang Indonesia itu pintar2,hal ini juga diakui dunia. Tapi sayangnya orang2 pintar itu Masih saja tamak untuk lebih meraup kekayaan sebanyak2nya.Jadi walau negeri kita sudah merdeka, tapi hakikatnya masih terjajah. Terjajah oleh ketamakan sendiri.

    sempat ada lelucon dulu, apa ini karena kita dijajah oleh belanda ya? yang taunya cuma menjajah tanpa melakukan perbaikan. Coba lihat tuh yang di jajah sama Inggris kyk singapur, malaysia, hongkong. negara mereka maju.heheh…
    whatever lha, mari kita mulai dari diri sendiri kita dulu🙂

  15. *liat komen Geddoe*

    wakakakakak…. gimana kalau bandinginnya dengan Malaysia aja, kan bedanya cuma 4 tahun ?😉

    62 tahun kalau umur orang itu sudah bau kuburan, tapi Indonesia 62 tahun malah masih bau popok:mrgreen:

  16. *sok ngerti fostingan*
    hmm..komeng-komeng yang bertebaran disini sefertina ndak ngerti bahuwa ini fostingan sebenerna satir..:mrgreen:
    *sok ngerti fostingan mode off*
    ah ya…
    emang endonesa masi muda, istilahna ya masi fuber
    tafi ko ya uda botak?
    jadi bisa dibilang endonesa ini tua sebelum waktunya, muda sebelum waktunya…
    atau malah lahir sebelum waktunya :mrgreen:?

  17. Mungkin harus dilihat juga, selama 62 tahun kita sebagai negara “ngapain” aja?

    1945-1950 Sibuk perang dengan Belanda
    1950-1959 Sibuk perang di dalam parlemen
    1959-1965 Sibuk diobok-obok perang dingin
    1965-1998 Sibuk “membangun”
    1998-2007 Sibuk dengan “mainan baru” bernama “kebebasan”

  18. jadi qta harus maklum ya klo segala sesuatu yang terjadi dimasa lalu, tentang segala korupsi, nepotisme, kolusi, penculikan, ilegal logging, those traficking, en segala macem isu sosial yang kadang bikin gw ga percaya ma instansi apapun dinegara ini dan bikin nasionalitas gw ilang tapi tetep ogah ngliat segala budaya qta dibajak negara lain itu adalah hasil coba2..huahuahua..negara qta emang hebat..heheh..

  19. kalo gw sih lebih milih pemimpin yang tau-harus-melakukan-apa daripada tirani. pengalaman dipimpin oleh pak harto sudah cukup bagi gw. kalo dipimpin tirani, bisa2 gw gak bisa lagi ngeblog..

    Sebenarnya korelasinya gak selalu begitu.. lurus-sebab-akibat, gw melihat peluangnya 50:50, artinya gini: Pemimpin Tirani tapi yg jujur, bermoral, punya dedikasi, visi dan misi yg bagus. Hasilnya lebih bagus ketimbang Pemimpin yg punya karakter sama tapi running sbeuah negara dgn sistem demokrasi. Ya memang gw sadar teori dan argumen gw sangat lemah, mengingat fakta sejarah berbicara: “Absolut power tends to corrupt and Good Guy is almost Bad Guy”.

    But we never know the secret of God until we face it. Jadi gak ada salahnya trial and error. Or at least demokarsi itu hanya sbg kamuflase saja seperti era Orde Lama.. it sounds good, isn’t it?

    @ Kang Kombor,

    Korea Selatan, Singapura, Inggris, Brunei Darussalam, mereka itu lebih muda dari Republik Indonesia. Kok mereka tidak seperti Republik Indonesia?

    Krn Indonesia membuka pintu demokrasi seluas-luasnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s