Enigma Sepakbola Indonesia

Tadi pagi gw terlibat sebuah percakapan dengan seorang kawan. Ada sebuah pertanyaan, yang menurunkan pertanyaan lainnya, yang belum terjawab pada percakapan tadi,

Kenapa persepakbolaan Indonesia tidak maju-maju? Orang Indonesia, mulai dari anak SD sampai pensiunan, begitu menggemari sepakbola. Dan kita semua tahu bahwa Indonesia memiliki penduduk lebih dari 200 juta. Apa dari 200 juta itu tidak ada 22 orang yang memiliki bakat istimewa dalam bermain bola?

Kenapa? Masih jadi misteri..

Dari satu juta ikan di laut, pasti ada beberapa ikan yang istimewa..

Oh ya, posting pendek ini gw tulis dalam rangka meyambut SEA GAMES 2008. Semoga olahraga Indonesia kembali jaya di Asia dan dunia. Amin. Eh, ada yang ketinggalan. Sampai saat ini Indonesia masih bertengger di peringkat delapan tujuh pada perolehan medali.

32 pemikiran pada “Enigma Sepakbola Indonesia

  1. huehuehuehuehue……..
    sebenarnya banyak pemain berkualitas dengan skill di atas rata2.
    sayang pembinaan masih sangat kurang.
    jadinya ya…………
    gitu deh……….

  2. Sukses untuk kontingen kita:mrgreen:

    Dari satu juta ikan di laut, pasti ada beberapa ikan yang istimewa..

    Pertanyaannya kemudian, bagaimana mencarinya yg istimewa itu sobat??🙄

  3. Apabila kita melihat dari sudut pandang permainan sepakbola itu, secara statistik pemain timnas Indonesia sendiri sudah memiliki skill yang dapat dihandalkan untuk berkiprah di level internasional (terlepas dari masalah fisik orang asia) justru di mental pemain sendiri yang tergolong lemah menurut saya. Banyak pemain sendiri yang tidak paham aturan permainan sepakbola versi FIFA, sehingga banyak protes ke wasit.

    Salam kenal juga.

  4. knpa sepakbola indonesia tidak maju2 yah karna memang main bola seperti itu, kadang maju kadang mundur, kalo maju2 terus siapa yang jaga di belakang? mosok kiper di tinggalin sendirian huhuhuhuhu

    yang penting semangatnya jangan sampe mundur,
    hayoooo Majulah Indonesiaku…..

  5. karena maen bola sepak belum memberi masa depan yang menjanjikan… Kalopun menjanjikan, butuh perjuangan berat. Orang Indonesia masak mau berjuang berat, apalagi harus kompak dalam satu tim…🙂

  6. @caplang™
    maaf, medalinya habis karena dibagikan ke kontingen thailand..
    katanya sih raja thailand membagi2kan medali emas untuk atlit thailand karena dia lagi ultah ke-80..
    *ngakak😆
    mudah2an indonesia gak malu2in di sea games..

    @fauza
    wehehehe..
    kalah samo caplang..:mrgreen:

    @thunderPeTeeR

    sebenarnya banyak pemain berkualitas dengan skill di atas rata2.
    sayang pembinaan masih sangat kurang.

    saya mengartikan ‘pemain’ itu dengan ‘pemain timnas’. bukannya skeptis, lho. waktu melawan timnas myanmar kemarin kekna gak ada yang punya bakat istimewa.. (andai saja boaz salossa masih di timnas..)😦
    padahal postur tubuh dan stamina kedua tim relatif sama. sama2 asia tenggara, sih..
    masa lawan 10 orang aja gak bisa mencetak gol..
    keknya ‘jaring’ yang ditebarkan PSSI untuk menangguk pemain timnas BERMASALAH, nih..

    @goop
    iya, ayo kita berdoa agar muka kontingen indonesia tetap pada tempatnya..:mrgreen:
    lalu bagaimana cara mencari yang istimewa?
    pake jaring yang bagus lah, paman..
    ini kok kesannya jaring yang digunakan itu bermasalah..😆

    @praditya
    hehe…
    kapan sepakbola indonesia pernah jaya?
    tahun 80an? 70an? apa 60an? atau zaman penjajahan dulu?
    menurut saya itu belum bisa dibilang sebuah kejayaan, kawan..
    ‘jaya’ itu sekurang2nya seperti jepang. jadi juara asia atau masuk final piala dunia..:mrgreen:

    @siapa indra
    bisa jadi.😀

    @DeKing
    iya, semoga sukses..

    @Bedh
    *ngakak!
    *gw hanya bisa ngakak..

    @alief
    *ngakak juga..😆

  7. Poatur tubuh saya kira ndak kalah jauh dengan tim samba, Brasil. Tetapi kenapa tim kita selalu keok dengan tim luar. Hehehehe? Jelas, karena rekrutmen pemainnya nggak pernah beres. Selalu saja ada unsur KKN. Pertanda situasi korup sudah mengakar. Kedua, mental pemain kita seperti obor blarak. Kalah sebelum bertanding ketika melawan tim yang dianggap lebih kuat. Meski begitu, aku cinta tim Indonesia. Selamat berlaga. OK, salam, Mas Moris.

  8. soalnya kata orang2 karakter manusia indonesia tuh orang susah diajak kerjasama, jadi untuk kerja tim ya kurang. masuk akal juga sih… soalnya temen2 gw *termasuk gw* juga kadang2 gitu…

  9. pokoknya kalau lihat pemain sepakbola main duh yang ada cuma was-was aja pasti KALAH. yach tapi walaubagaimanapun mereka tetap membawa nama Indonesia. Dan sebagai masyarakat Indonesia kita harus tetap mendukungnya. Ok

  10. Semangat dan dukungan aja ndak cukup selama yang maen ndak digaji tinggi…😥

    *entah*

    Dari satu juta ikan di laut, pasti ada beberapa ikan yang istimewa..

    Di laut Jawa ada berapa? Apa ikan dari Selat Makassar bisa migrasi ke Laut Jawa?

  11. yang salah PSSI-nya!!! Nggak becus ngatur kompetisi, mangkanya sepakbola kepuruk terus.Mending duit sepakbola dikasi ke badminton, atletik atau angkat besi yg udah kliatan prestasinya.

  12. Salah PSSI-nya!
    (pemain) timnas yg berkualitas dihasilkan dari kompetisi yg berkualitas jg. Liga kita format & jadwalnya aja berubah mulu. Blum lg masalah wasit, & gmn dg Nurdin Halid yg narapidana itu…?

    Back to topik dikit. IMO cari 22 bakat bola dari 220 juta orang tu gak sulit2 amat (asal serius). Tp mengembangkan ‘bakat’ itu jadi “skill” & mental juara tu yg gak mudah. Bakat doang gak cukup tuk berprestasi kan…?

    Turut berdukacita tuk kekalahan dari Thailand kemaren…

  13. Jawabannya ada pada lagu Bang Iwan Fals – “Mereka ada di Jalan”.
    Indonesia akan hebat main bola, sampai masuk di World Cup… jika orang2 di dunia udah pada bosen main bola… barulah Indonesia bisa unjuk gigi dlm prestasi bola.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s