Pantaskah Meragukan Isra’ Mi’raj?

Gambar diambil dari sini

Sudahkah anda membaca tulisan Hana yang mempertanyakan Isra’ Mi’raj? Judulnya Meragukan Isra’ Mi’raj. Intinya – melalui tulisan itu – calonorangtenarsedunia “… ingin sekali memahami dan menerima Isra’ Mi’raj secara sadar dan bukan doktrin guru serta ulama.

Tanpa bermaksud sok tau menggurui, gw akan menuliskan gagasan gw mengenai permasalahan di atas.

Anyway, ada banyak sekali sesuatu di dunia ini yang masih jadi misteri, masih kabur, dan masih jadi hipotesis karena belum bisa dibuktikan. Contohnya?

Lapisan-lapisan penyusun bumi ini ternyata masih hipotesis. Yang kita ketahui baru dugaan (perkiraan) dari sifat fisisnya. Jadi, sebenarnya bumi tempat kita berpijak ini masih misteri. Nah, jika bumi saja masih jadi misteri, kenapa kita harus meragukan kekuasaan Allah dengan meragukan Isra’ Mi’raj Rasulullah?

Hmm.. Saya yakin kebanyakan dari anda jauh lebih mengerti vektor dari saya. Dan anda pasti tahu jika ada sebuah teori mengenai analisis aljabar vektor di ruang berdimensi n-euclidean. Dalam teori itu disebutkan sifat-sifat aljabar vektor di ruang dengan n lebih dari tiga,. Artinya ruangan yang berdimensi lebih dari tiga. Coba anda bayangkan bagaimana geometri ruang berdimensi empat… Pusing? Pasti akan jauh lebih pusing lagi jika kita bertanya-tanya tentang Isra’ Mi’raj.:mrgreen:

Hm.. Pernahkan anda memikirkan di mana batas alam semesta ini? Atau bagaimana sesungguhnya bentuknya?

Dan masih banyak misteri yang belum terpecahkan oleh mankind.

Nah, intinya gw ingin mengemukakan gagasan bahwa di dunia ini ada hal-hal yang bisa dipertanyakan dan ada hal-hal yang tidak bisa dipertanyakan. Hal-hal yang tidak bisa dipertanyakan ini merupakan kekuasaan absolut Sang Maha Besar. Jadi, pantaskah meragukan Isra’ Mi’raj?

:mrgreen:

98 pemikiran pada “Pantaskah Meragukan Isra’ Mi’raj?

  1. berpikirlah tentang makhluk dan jangan berpikir tentang khalik, bukan begitu?
    jangankan bumi, tubuh dan otak kita kita aja masih menyimpan banyak misteri

  2. Sebenarnya (menurut saya) yang lebih bagus bukan meragukan, melainkan mencoba mengkaji peristiwa tsb baik memakai dalil aqli maupun dalil naqli.
    Tidak ada salahnya kita menggunakan akal kan? Apalagi sangat mungkin penjelasan ilmiah justru semakin memperkuat keyakinan kita

  3. Saya pernah komen di salah satu blog kawan bahwa dalam keraguan ada sebentuk pencarian..
    Jadi selama keraguan itu tidak terlalu berpengaruh terhadap keimanan ya kenapa gak..
    Siapa tahu dalam pencarian itu suatu saat akan menemukan jawaban yg lebih pasti..
    Selamat mencari semoga cepet ketemu..😀

  4. Yess, dalam sebuah pertanyaan ada kebenaran…
    meski mungkin malah muncul pertanyaan baru…
    Thesis bertemu thesis menjadi sintesis, namun sintesis ini juga thesis baru, yang mungkin akan bertemu dengan anti thesis
    wuah maaf sobat, malah OOT:mrgreen:

  5. *kesummon*

    Meragukan itu kan judul saja, Morce sayaaaannngg…

    Lebih tepatnya itu gw sedang mencoba meyakini secara sadar, bukan sekadar percaya. That’s why gw bertanya, adakah yg bisa menjawab. Karena selama ini pun yg gw percayai adalah ada hal2 yg tidak bs dijangkau nalar. Namun kalo ada kawan2 yg bs meyakini dengan nalar, ya tolong dibagi. sekalian membuktikan bahwa al-quran selalu bs dilogikakan.

    ngoceh apa ini gw??

  6. @qzink
    Ohohohohhoo….
    *DOR!
    *qzink tewas:mrgreen:

    @praditya
    wehehehe.. gpp..
    kita sepaham kalo gitu..:mrgreen:

    @alex😆
    *yang lagi mikirin tiga buah laporan

    @bedh
    anda pusing? minum kombantrin..:mrgreen:

    @reeyo

    berpikirlah tentang makhluk dan jangan berpikir tentang khalik, bukan begitu?
    jangankan bumi, tubuh dan otak kita kita aja masih menyimpan banyak misteri

    betul..🙂

    @deKing

    Sebenarnya (menurut saya) yang lebih bagus bukan meragukan, melainkan mencoba mengkaji peristiwa tsb baik memakai dalil aqli maupun dalil naqli.
    Tidak ada salahnya kita menggunakan akal kan? Apalagi sangat mungkin penjelasan ilmiah justru semakin memperkuat keyakinan kita

    hm.. kalo soal mengkajinya lewat dalil2 dan penjelasan ilmiah, saya setuju om..🙂
    dulu saya pernah baca buku tentang isra’ mi’raj karangan agus mustofa kalo gak salah. alumnus nuklir UGM. di sana dijelaskan fenomena tujuh langit yang ditempuh nabi waktu isra’ mi’raj. Ketujuh langit itu beda dimensi. penjelasannya masuk akal… saya rekomendasikan buku itu..🙂

    @qzink
    ehehehe…😆

    @goop
    wehehehe.. PRnya dulu dikerjain, paman..:mrgreen:

    @Hana
    *muka merona karena dipanggil sayang*
    YAY!!
    tau. itu cuma judul.. hehehe…
    hm.. ada buku bagus. judulnya gw lupa. pengarangnya agus mutofa. tentang isra’ mi’raj gitu, deh..
    beliau mengkaji isra’ mi’raj pake sains..

    @nurussadad

    kan ada hal2 yang memang logika manusia tidak bisa menjangkaunya, tapi ini bukan alasan berkelit pada sesuatu.

    tentu.

    @lei
    itu emang udah sifat manusia kali, mbak. selalu ingin tau dan bertanya tantang apa-pun.. tapi kalo terlalu maksa, ya bisa gila..:mrgreen:

    @aji putra
    cuma ocehan kok, om..
    Ilmu Alloh luas banget… gak ada yang bisa menandinginya…
    *apalagi kita manusia banyak dosa…*
    setuju.. juga setuju kalo saya masih banyak dosanya

    @iNyoNk
    hmm.. agak beda, sih.. kalo isra’ mi’raj itu kan perjalanan. bagaimana perjalanannya itulah yang susah untuk dikaji.
    kalo pertanyaan tentang adanya Tuhan menurut gw bisa langsung dijawab dengan membalikkan ke pertanyaan lagi : “bisakah microsoft ada tanpa Bill Gates?”:mrgreen:

  7. kalo isra’ mi’raj itu kan perjalanan. bagaimana perjalanannya itulah yang susah untuk dikaji.

    lalu meurut anda apakah tuhan gampang dikaji?

    kalo pertanyaan tentang adanya Tuhan menurut gw bisa langsung dijawab dengan membalikkan ke pertanyaan lagi :bisakah microsoft ada tanpa Bill Gates?

    ah, sesederhana ituh kah?

    *maaf,bro, nggak usyah dijawab*

  8. *meskipun dibilang gak usah dijawab, tetep saya jawab*🙂:mrgreen:
    saya gak bilang tuhan itu gampang untuk dikaji. 🙂 masalah keberadaan tuhan itu adalah masalah eksistensi. tuhan itu ada atau tidak, bisa kita pahami dari mengkaji alam ini..
    hmm.. maaf saya ngasih contoh agak aneh. anda pasti tau blackhole. nah, keberadaan blackhole itu sendiri tidak bisa dilihat, namun bisa diketahui dari interaksinya dengan benda lain di angkasa..

    ohoho… gw cuma memproyeksikan masalah itu ke masalah yang lebih sederhana agar bisa lebih mudah untuk dikaji.. bukan bikin esensi masalahnya jadi lebih sederhana.🙂

  9. Agama memang boleh jadi masuk pada dua sisi: sisi ubudiah yang tinggal telan saja dan sisi filosofi.. nah mungkin sang calon tenar ini ingin semuanya difilosofikan semuanya…

    Karena islam sepertinya sangat membuka peluang untuk dicarijawab dan dicaritanya terus menerus… semakin ditanya justru semakin menantang… lagi2 itu hanyabagi para pemikir… tapi meragukan Isra Mi’raj untuk zaman sekarang kayanya keliatan (maaf) kurang informasi kali.

    alih2 hanya ingin memprovokasi?

  10. Isra’ Mi’raj! Agaknya perjalanan suci yang sudah tercatat dalam sejarah dan kitab suci masih perlu juga dikritisi yak Mas Moris. Ada baiknya juga sih untuk kepentingan perkembangan dunia ilmu pengetahuan. Tapi agaknya untuk merasionalisasi perjalanan “gaib” itu kira2 logika kita yang terbatas ini bisa menjangkaunya nggak, yak?

  11. Setuju….:-)
    Tak pantas meragukan isra mi’raj sebagai seorang muslim.
    Maka layak Abu Bakar Asshidiq dijuluki sebagai orang yang keimanannya sangat tinggi. Karena di saat orang lain tidak percaya dia langsung percaya walaupun mendegar kabar rasulullah Isra’ Mi’raj dari temannya. Bukan dari rasulullah langsung. Dia mengatakan kurang lebihnya demikian:
    “Jikalau Muhammad yang berbiacara, saya percaya itu.”
    Allohua’lam bishshowab.

  12. Saya juga pernah mempertanyakan kenapa saya mesti shalat. Tapi at the end, saya mentok dan memang banyak hal yang manusia ga akan tau jawabnya melainkan hanya Sang Penciptalah yang tau. Memangnya siapa kita, harus tahu alasan dibalik semua yang Allah SWT kehendaki? Jadi sekarang saya berprinsip sama kaya paragraf terakhir mori. Hehehe…

  13. @kurtubi

    Agama memang boleh jadi masuk pada dua sisi: sisi ubudiah yang tinggal telan saja dan sisi filosofi.. nah mungkin sang calon tenar ini ingin semuanya difilosofikan semuanya…

    saya setuju, paman Kurt. tapi paman, kalo menurut saya, berfilosofi itu, apalagi tentang agama, susahnya minta ampun. membutuhkan suatu kebijaksanaan tingkat tinggi.

    Karena islam sepertinya sangat membuka peluang untuk dicarijawab dan dicaritanya terus menerus…

    iya, paman. dan kita sebagai manusia juga harus bisa menentukan batas kajian. kalau terlalu memikirkan hal-hal yang diluar nalar, salah-salah seseorang bisa berakhir di RSJ.🙂

    @ojat
    sepakat.🙂

    @rozenesia
    itu kan udah komen..🙂

    @sawali tuhusetya

    Isra’ Mi’raj! Agaknya perjalanan suci yang sudah tercatat dalam sejarah dan kitab suci masih perlu juga dikritisi yak Mas Moris. Ada baiknya juga sih untuk kepentingan perkembangan dunia ilmu pengetahuan. Tapi agaknya untuk merasionalisasi perjalanan “gaib” itu kira2 logika kita yang terbatas ini bisa menjangkaunya nggak, yak?

    benar, paman. tapi menurut saya ilmu manusia tidak akan sampai ke sana paman. sangat sulit untuk memodelkan perjalanan itu.🙂
    apalagi merasionalkannya dengan logika manusia ini..🙂
    kuasa Illahi memang luar biasa..:mrgreen:

    @anang:mrgreen:

    @dirantingcemara😆

    @celo
    ohoho..
    gw gak sepakat.

    Tuhan akan mati saat ilmu pengetahuan mengungkap 100 % rahasia hidup… itu yang saya yakini…

    kalau rahasia hidup yang lo maksudkan adalah rahasia segala sesuatu di alam semesta, itu berarti baru rahasia ciptaanNya. belum rahasiaNya.
    tau stephen hawking, kan? dia juga berpikiran seperti itu. dia mencoba membuat teori-tentang-segala-sesuatu. tapi ya… belum berhasil..

    @sayapKU
    sepakat.🙂

    @sayapKU
    di jogja, mbak.. lagi menuntut ilmu..
    doakan saja cepat lulus..🙂

    @tukangkopi
    saya juga, kok..🙂

    @ratie
    ohoho.. nah, kan??:mrgreen:

    @prasso
    Geofisika, paman.. paman Geologi?
    ya, ujung2nya sama juga..:mrgreen:
    sama2 meneliti batuan dan geometrinya..🙂

  14. saya sih nggak meragukannya. bukannya nerima mentah-mentah sih, tapi saya sudah banyak mengecap keanehan di dunia ini. sedangkan soal agama, saya nggak ragu sedikitpun. saya sudah memilih agama saya, begitupun dengan Tuhan dan pengikut-pengikutnya. itu aja..😀

  15. Yang jelas, meagukan kitab yang kita berada dan berpijak dalam agama yang berdasarkan padanya adalah sebuah kesalahan paling besar. Karena dari sana kita bisa saja berkata bahwa agama kita ternyata keliru. Padahal pola berpikir yang seperti ini sangat mungkin berasal dari umat lain khan. Waspada saja deh.

  16. ….ada sebuah teori mengenai analisis aljabar vektor di ruang berdimensi n-euclidean. Dalam teori itu disebutkan sifat-sifat aljabar vektor di ruang dengan n lebih dari tiga,. Artinya ruangan yang berdimensi lebih dari tiga….

    *pingsan dgn mulut berbusa*

  17. mori .. ^^

    di dunia ini memang ada hal-hal yang sulit untuk dijelaskan .. saya mempercayai dunia ini secara logis .. segala sesuatu yang terlihat dan tidak terlihat adalah logis ..
    Tuhan adalah logika tingkat tinggi yang tidak dapat kita capai karena keterbatasan yang kita miliki … layaknya anak kecil dan orang dewasa .. kita bagaikan anak kecil yang tidak mampu menggapai pemikiran orang2 yang lebih dewasa … kurang lebih seperti itu … ^^

    dunia ini tersusun atas ruang dan waktu .. dimana ada dunia lain yang sama-sama berjalan dalam ruang dan waktu yang berbeda .. ^^

    nice post .. ^^

  18. Ada kalangan yang memang mengambil jarak dengan agama dan mengalisisnya dari luar.. tapi ada kalangan yang memang mengkaji agama bagian dalamnya.
    Nah bagian dalam saja dari sebuah agama banyak yang belum dicerna, dan bila dicerna sangat memberikan kenikmatan rohani…

  19. Setahu saya bu hana nggak meragukan isra miraj nya, tapi meragukan apakah isra miraj itu menyertakan fisik atau roh nya aja.:mrgreen:

    Btw, apapun doktrin agama tetap sah sah aja di ragukan. Seperti misalnya peristiwa isra miraj, jika kita belum mengalaminya sendiri maka tentu diri tidak bisa seyakin-yakinnya yakin. Selalu ada celah untuk meragukannya. Entah kalo meragukan itu sudah dianggap dosa, maka bisa jadi bakal takut mengakui atau menyadari keraguan itu.

  20. @anas
    bisa jadi, ya??
    bener, mending kita waspada aja..🙂:mrgreen:

    @imil
    *membiarkan saudara imil tergeletak begitu saja*:mrgreen:

    @Hanster
    duh, kekna banyak yang lagi pusing sekarang..:mrgreen:

    @morishige
    sepakat.. bagaimanapun, ilmu pengetahuan manusia ini baru sebatas ilmu tentang ‘dunia manusia’…:mrgreen:

    @kurt
    dan menurut saya, mengkaji agama itu harus dengan manggabungkan perasaan dan akal pikiran.. kalau hanya salahsatu yang dipakai, bisa menyebabkan sakit yang berlanjut hubungi dokter:mrgreen:
    *maaf rada OOT, paman.. efek dari kombo 3 laporan*

    @danalingga
    ehehehe…
    hak setiap orang untuk meragukaan ‘sesuatu’ tentang agamanya..
    terserah dia mau mengkaji sejauh mana dan sedalam apa..:mrgreen:
    tapi FYI berfilosofi tentang agama sama sulitnya dengan membuat theory of everything, lho..:mrgreen:

    @bayu
    sepakatt..!!

  21. Kita ini hidup di dua alam: “fantasi/dongeng” dan “kenyataan”.
    Fantasi itu segala sesuatu yg kita impikan, termasuk yg tengah kita upayakan/ikhtiarkan, yg memungkinkan kita tuk masuk ke alam “kenyataan”.
    Namun, sesungguhnya, dua hal itu jauh berbeda, mengingat sebagian dari kenyataan begitu/terlalu keras & kejam.
    Nah, kalo untuk urusan agama, kita tak bisa tawar-tawar.
    Saya juga mo tanya. Apa bedanya sih anatara “agama” & “dogma”?
    salam.

  22. kalau ada yang meragukannya, dipastikan dia juga ragu pada al-qur’an kalau meragukan al-qur’an maka pantas disebut “*****” ( takut salah tafsir nanti jadi rame lagi ).
    Salam kenal Blognya saya link yaaa….. Boleh kan?!

  23. @almas
    *melempar almas pake wajan
    Pletak!!

    @joyo:mrgreen:

    @iwansulistyo
    sepakat sama gagasan anda.. :mrgreen:

    Saya juga mo tanya. Apa bedanya sih anatara “agama” & “dogma”?

    ohoho… ini pasti mau nguji saya, ya??:mrgreen: pastinya anda jauh lebih tau dari saya mengenai terminologi keduanya.. saya cuma mahasiswa geofisika.. dan saya rasa itu sama saja kasusnya dengan saya yang menanyakan apa bedanya “metode seismik refleksi dengan seismik refraksi” kepada anda..:mrgreen:
    -no offense, bro-

    @iman brotoseno
    setuju

    @hadi arr
    ohoho.
    silaken.. saya link balik ya??

    @Moerz
    *ngasih tendangan maut ke Moerz:mrgreen:

  24. updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet updet 👿

  25. ::untung ya.. Muhammad SAW dulu engga percaya kalau latta uzza itu tuhan, coba kalau Beliau percaya…, yang merasa udah percaya banget sekarang ini, entah percaya dengan apa kali ya…😆

    Mengapa Abu Bakar Siddiq RA, langsung bisa percaya, saya yakin ada pengalaman yang sama yang pernah dialami Beliau, sebelum cerita itu… makanya Abu Bakar dalam Pandangan Rasulullah SAW memiliki posisi lebih, dibanding yang lain dengan pernyataannya Insya Allah seperti ini “Jika ada yang Allah bolehkan aku mengambil sahabat, maka akan kupilih Abu Bakar, bukan lantaran banyak shalatnya, bukan lantaran banyak puasanya, namun sesuatu yang dibalik dadanya”

    makanya kalau Joyo mengatakan, moksa..moksa…, maka danalingga mengatakan saya setuju moksa… mengapa demikian…??? apa saking percayanya dana kepada joyo…😆

  26. Kasihan sekali apabila ada yang ingin mencari pembenaran selalu dengan kaidah ilmiah. Tapi itulah bukti majunya sebuah peradaban. Saya juga pernah mengalami hal yang sama, bertanya dan bertanya tentang ajaran agama. Tapi herannya, setelah saya tahu, entah kenapa, yang terpuaskan hanyalah akal saya saja. Tapi tidak kepada hati dan keyakinan yang saya miliki. Padahal awalnya, saya berharap jika bisa dijelaskan secara ilmiah, maka keyakinan saya akan bertambah mantap. Tapi ternyata tidak. Hayo…benar tidak?

  27. Wah wah asyik temanya … Agus Mustapa lewat Terpesona di Sidratul Muntaha telah ‘memberi jalan’ memahaminya. Kita berusaha memahami kalimah Allah SWT, bukna meragukan. Tapi, … jangan paksa orang yang berkeyakinan lain hingga tidak muncl masalah.

    Isra’ Mi’raj … adalah peristiwa besar sebagai pemantik bagi manusia (Muslim) untuk memahami eksistensi Sang Maha Kuasa. Selamat Idul Adha.

  28. seorang wanitah aja punya tagline begini:
    A secret makes a woman WOMAN…

    masa Beliau ga punya rahasia ?? ya terserah Beliau mau dirahasiakan ato ga. Klo Belau menganggap kita mampu buat menerima semua dengan akal ya pasti Beliau kasi tau kok. ehehehhee… kita ini cuma manusia.

  29. Te-O-Pe …

    jang ragu2 ah🙂

    “Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir), maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.” (AN NISAA’ ayat 143)

  30. maap mas, mau ngomentarin nyang ntu [Mbelgedez mode ON]😉

    Nah, intinya gw ingin mengemukakan gagasan bahwa di dunia ini ada hal-hal yang bisa dipertanyakan dan ada hal-hal yang tidak bisa dipertanyakan. Hal-hal yang tidak bisa dipertanyakan ini merupakan kekuasaan absolut Sang Maha Besar. Jadi, pantaskah meragukan Isra’ Mi’raj?

    Mungkin kurang tepat, menurut saya. Apapun di dunia ini bisa dipertanyakan. Bahkan ilmu pengetahuan dimulai dari pertanyaan [mengapa begini, mengapa begitu]😉 Pelajaran tentang agama juga dimulai dari pertanyaan tentang Tuhan, apa hakikatNya, apa sifatNya, dan lain-lain.

    Jadi bertanya adalah hal yang manusiawi dan wajar.

    Tapi tidak semua pertanyaan itu bisa memperoleh jawaban. Karena ada batas-batas kemampuan manusia dalam menjelaskan segala sesuatu. Fenomena supranatural/paranormal, misalnya, adalah wujud pertanyaan yang sampai sekarang belum menemukan jawaban yang memuaskan. Dan ini menurut saya yang menjadi hakikat dari peristiwa Isra’ Mi’raj itu.

    Agama memang “sedikit identik” dengan fenomena supranatural/paranormal. Banyak Nabi-nabi terdahulu yang bisa melakukan hal itu.

    *makanya banyak sinetron yang kebablasan dlm menceritakan fenmena itu*:mrgreen:

    Bertanya dan Ragu itu 2 sisi yang berbeda.🙂

    Dan ada juga yang tak kalah penting. Tuhan tidak hanya dipahami kekuasaanNya hanya lewat fenomena-fenomena yang tak terjelaskan oleh manusia. Tuhan juga dipahami lewat penjelasan-penjelasan manusia atas alam semesta ini dalam batas-batas kemampuannya. Tuhan ada dalam ketidakmampuan manusia dan juga kemampuan manusia dalam menjelaskan fenomena alam yang jadi ciptaanNya.

    Mengenai fenomena supranatural/paranormal, saya udah jelaskan di blognya Mbak Hana.

    *eh, kok jadi ngeblog ?*
    *nyeruput kopi*😉

  31. @pyrrho

    Mungkin kurang tepat, menurut saya. Apapun di dunia ini bisa dipertanyakan. Bahkan ilmu pengetahuan dimulai dari pertanyaan [mengapa begini, mengapa begitu]😉 Pelajaran tentang agama juga dimulai dari pertanyaan tentang Tuhan, apa hakikatNya, apa sifatNya, dan lain-lain.

    maksudnya begidu, mas.. redaksi saya aja yang kurang tepat..
    *berkilah

    Bertanya dan Ragu itu 2 sisi yang berbeda.🙂

    hm.. bener juga, ya..
    mungkin karena masih belum matang dalam berpikir serta masih muda bin imut, sy menganggap keraguan itu identik dengan mempertanyakan..🙂

    Tuhan juga dipahami lewat penjelasan-penjelasan manusia atas alam semesta ini dalam batas-batas kemampuannya.

    saya juga berpikir begitu, mas. secara tidak langsung pengakuan manusia atas keterbatasannya menunjukkan bahwa manusia mengakui eksistensi Tuhan..🙂

    trims atas petunjuknya, paman..:mrgreen:

  32. klo sang Khaliq udah nentuin sesuatu dan udah ada penjelasannya di Al-qur’an ut apa diragukan lagi
    soalnya ada batasan manusia untuk memahami “kekuasaan dan kehendak” sang pencipta

  33. Muslim benar-benar percaya bahwa Alloh memberikan Quran secara langsung kepada Muhammad melalui Gabriel, dan tidak ada satupun yang diubah.

    OK, mari kita uji pernyataan di atas. Ada Hadith yang menceritakan Muhammad pada suatu malam, menaiki seekor kuda bersayap yang membawa dia ke Masjidil Haram kemudian ke Masjidil Aqsa (di Yerusalem) dan kemudian ke langit tingkat 7, dimana kepadanya diperlihatkan surga dan neraka, dan kemudian dibawa kehadapan Alloh. Cerita ini diterima oleh semua Muslim dan disebut dengan Mi’raj, yang juga tercatat dalam Quran.

    (Surat 17 Al Isra :1) Maha Suci Alloh, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

    Ok-lah, mari kita berbaik hati dengan menganggap kalau kuda-poni bersayap milik Muhammad bisa terbang dengan kecepatan cahaya (kecepatan yang tercepat di jagad raya ini). Maka menurut perhitungan ilmuwan dibutuhkan waktu 8 tahun untuk mencapai tata surya terdekat dan 30 juta tahun untuk mencapai batas alam semesta yang dikenal manusia saat ini. Padahal Muhammad hanya punya 1 malam, jadi menurut Quran,surga jaraknya tidak akan lebih dari 0.03% dari tata surya terdekat. Jadi lumayan dekat-kan jarak surga-bumi. Apalagi kalau kita tinjau lebih jauh, bahwa tidak mungkin kuda poni bisa terbang di luar atmosphere bumi, tentu jarak surga sebenarnya menurut Quran adalah lebih dekat lagi. Saya sangat heran, mengapa dengan teknologi yang sekarang kita punya tidak seorangpun yang menemukan dimana surga itu, walaupun jaraknya sangat dekat? Hal yang lain yang janggal adalah, mengapa Muhammad harus pergi dulu ke Yerusalem (Masijidil Aqsa) sebelum pergi ke surga, apakah pintu gerbang surga ada di Yerusalem?

    Hal yang paling aneh dari cerita ini adalah, Masjidil Aqsa yang menjadi spot penting di cerita ini, sebenarnya dibangun sesudah Muhammad wafat.

    Ketika Omar menaklukan Yerusalem, maka kemudian ia sholat di suatu tempat yang dulunya adalah Bait Sulaiman. Bangsa Roma menghancurkan kuil ini pada 70 Masehi. Sejak saat itu, tidak ada kuil, gereja, atau masjid di tempat itu. Tapi kemudian Calif Abd-Malik ibn Marwan yang akhirnya membangun Dome of the Rock pada tahun 691 masehi, atau 72 tahun sesudah hijrah. Dan Masjidil Aqsa dibangun di atas reruntuhan Temple Mount pada akhir abad 7. Hal ini dilaporkan oleh “The Concise Encyclopedia od Islam” karangan Harper & Row, 1989, halaman 46-102.

    Muhammad menyatakan bahwa Mi’raj terjadi pada tahun 622 masehi. Padahal pada saat itu Yerusalem ada di tangan orang Kristen. Tidak ada Muslim yang tinggal di sana, dan jelas tidak ada masjid di Yerusalem. 53 tahun setelah Muhammad wafat, Muslim membangun “Dome of the Rock” dan “Al Aqsa” di tempat yang dulunya Salomo membangun bait bagi Tuhan-nya..

    Tentunya ini cukup mengherankan, Quran juga telah dimanipulasi dan diubah setelah beberapa tahun pengarang aslinya meninggal dunia, dengan demikian ada beberapa kisah yang tidak original yang dimasukkan. Jadi siapapun yang menjadi pengarang ayat Surat 17:1 ini, tidak tahu bahwa Masjidil Aqsa tidak ada pada jaman-nya Muhammad, dan tidak mungkin Muhammad mengadakan perjalanan ke tempat yang tidak ada.

    Tentunya ini adalah kesalahan besar dari oknum yang menciptakan Quran, sedemikian sehingga kaum terpelajar Islam seperti Yusuf Ali terpaksa akhirnya mengatakan bahwa masjidil Aqsa yang dimaksudkan di Quran adalah hanyalah TEMPAT yang nantinya akan dibangun masjidil Aqsa, bukan masjid yang sesungguhnya.
    Tentunya pengumpamaan yang dibuat Yusuf Ali itu bisa saja benar, jika hadith yang berikut tidak ada. Karena pada hadith yang akan diberikan di bawah ini, JELAS-JELAS DITULIS bahwa Masjidil Aqsa yang dikunjungi Muhammad pada saat Mi’raj adalah bangunan yang sesungguhnya, bukan hanya tempatnya saja.

    Sahih Bukhari, Jilid : 4, buku : 55, Nomor 636:
    Dinarasikan oleh Abu Dhaar:
    Aku berkata,”Ya Nabi Alloh! Masjid manakah yang pertama kali dibangun?”. Jawabnya,”Al-Masjid-ul-Haram.”
    Lalu tanyaku lagi,”Masjid manakah yang dibangun sesudahnya ?”Jawabnya,”Al-Masjid-Aqsa (yang dimaksud tentunya yang ada di Yerusalem).”
    Lanjutku,”Berapa tahun jarak pembangunan masjid-masjid itu ?”, Jawabnya,”40 tahun.” Lalu tambahnya,”Kalau waktu sembahyang bagimu sudah tiba, maka sembahyanglah, seluruh tempat di dunia ini bisa menjadi tempat sembahyang kamu.”

    Ok-lah Muslim bisa saja mengemukakan alasan lebih lanjut bahwa Masjid adalah tempat apa saja yang digunakan untuk sembahnya (sujud), tidak selalu harus mengacu pada bangunan. Jadi bait Salomo (yang kemudian diklaim Muslim sebagai Masjidil Aqsa) juga bisa dikatakan sebagai Masjid, karena Muhammad menggunakan tempat itu untuk sembahyang. Jadi bila hal itu benar demikian. Maka dengan alasan ini, sama saja mengatakan bahwa semua gereja, sinagog, dan kuil Zoroastrian juga adalah Masjid .
    Disinilah ada kesalahan lagi. Karena pada jamannya Muhammad ada banyak sekali “Masjid” (yang hanya berati tempat sembahyang bukan hanya untuk kaum Muslim) yang dibangun lebih jauh dari Yerusalem (bahkan lebih jauh dari Mekah atau Medinah) dengan demikian Masjidil Aqsa bukanlah masjid yang terjauh.

    Masalah akibat adanya Hadith ini adalah: Masjidil Haram (Kabah) terbukti dibangun oleh Abraham. Abraham hidup sekitar tahun 2000 sebelum masehi. Dan Bait Salomo (tempat yang sekarang ditempati Masjidil Aqsa) dibangun pada tahun 958-951 sebelum masehi. Dengan demikian kira-kira ada selisih waktu sekitar 1040 tahun antara pembangunan 2 bangunan ini. Jadi yang mulia Muhammad telah membuat kesalahan, karena perhitungannya meleset sekitar 1000 tahun.

  34. Ilmu yang sekarang kita pelajari di dunia ini hanyalah sedikit sekali…bahkan di Al-Quran disebutkan…”Jika semua pohon di bumi ini dijadikan pena dan seluruh samudra menjadi tintanya..lalu tinta ini (samudra yang ada dibumi ) ditambahkan tujuh kali lagi..tidak akan pernah cukup menuliskan ilmu yang Allah SWT miliki…”

    Yuk, kita kaji kembali al-Qur’an dan kembali menundukkan hati-hati kita…

    Wallahualam …

  35. KEMATIAN MUHAMMAD

    Muhammad mati di tahun 632 M. Dia mati karena diracun setelah dia menyerang dan menaklukkan tempat kediaman bangsa Yahudi di Khaybar. Dua bulan sebelum penyerangannya di Khaybar, Muhammad gagal masuk ke Mekah. Kegagalan ini terjadi karena Perjanjian Hudaybiyya antara dirinya dan pihak masyarakat Mekah. Dia harus balik kembali ke Medina dengan pandangan penuh hina masyarakat Mekah dan kekecewaan besar diantara para pengikutnya. Untuk mendongkrak semangat pengikutnya, Muhammad memberitahu mereka bahwa Perjanjian Hudaybiyya sebenarnya adalah suatu kemenangan. Bahkan Surat 48:1 “diwahyukan” pada Muhammad sebagai bukti kejadian itu adalah suatu kemenangan. Meskipun begitu, Alloh tidak menyerahkan harta benda masyarakat Mekah sebagai barang jarahan bagi kaum Muslim pengikut Muhammad, sehingga Muhammad mengatakan pada para pengikutnya bahwa mereka akan menyerang dan merampoki tempat tinggal bangsa Yahudi di Khaybar yang lebih mudah dikalahkan daripada Mekah.

    Sekitar 6 minggu kemudian Muhammad memimpin tentaranya dan menyerang bangsa Yahudi Khaybar ketika mereka sedang siap-siap pergi bekerja di ladang palemnya. Khaybar merupakan tempat tinggal yang dipertahankan oleh beberapa benteng yang tersebar satu sama lain. Tentara Muhammad mengalahkan benteng-benteng itu satu per satu. Akhirnya, benteng terakhir menyerah padanya. Muhammad memancung beberapa pemimpin Yahudi. Seorang pemimpin Yahudi (Kinanah) disiksa dengan cara dibakar dadanya agar mengaku di mana dia menyembunyikan hartanya. Ketika Kinanah hampir mati, Muhammad memerintahkan agar Kinanah dipancung. Banyak kaum wanita dan anak-anak yang diperbudak. Muhammad bahkan mengambil tahanan wanita Yahudi tercantik yang bernama Safiyah (yang adalah istri baru Kinanah) dan lalu menikahinya pula.
    Beberapa anggota masyarakat Khaybar membuat perjanjian dengan Muhammad. Mereka meminta agar tidak diperbudak karena ini akan membuat ladang-ladang pertanian subur mereka di Khaybar terlantar dan tidak menghasilkan apa-apa, dan mereka menawarkan Muhammad untuk memberi ½ dari hasil pertanian mereka kepada pihaknya. Muhammad setuju akan perjanjian ini dengan syarat bahwa mereka dapat diusir kapanpun juga atas alasan apapun. Beberapa tahun kemudian, Umar memang akhirnya mengusir sisa-sisa masyarakat Yahudi dari Khaybar.

    Segera setelah Khaybar ditaklukkan, seorang wanita Yahudi mempersiapkan makan malam untuk Muhammad dan orang-orangnya. Tanpa diketahui para Muslim, wanita ini telah menaburi racun di daging domba (sumber lain mengatakan kambing) yang disajikan untuk makan malam. Muhammad memakan sebagian daging itu dan mati karenanya tiga tahun kemudian.

    LAPORAN DARI SUMBER-SUMBER ISLAM

    BAGIAN A

    PERISTIWA PERACUNAN MUHAMMAD
    BAGIAN B

    KEADAAN MENJELANG KEMATIANNYA
    BAGIAN C

    MUHAMMAD DAN JIBRIL BERDOA BAGI
    KESEMBUHANNYA
    BAGIAN D

    PERISTIWA KEMATIAN MUHAMMAD

    Juga dikutip 4 tulisan-tulisan Islam yang paling diakui:

    1.”Sahih Bukhari”. Koleksi Hadis ini dianggap sebagai buku Islam kedua terpenting setelah Qur’an.
    2.Biografi Muhammad karangan Ibn Ishaq “Sirat Rasul Allah”, (THE LIFE OF THE PROPHET), diterjemahkan oleh A. Guillaume dan diberi judul “The Life of Muhammad”, dan merupakan Sirat (biographical) yang paling diakui di dunia Islam.
    3.Biografi Muhammad karangan Ibn Sa’d, the “Kitab al-Tabaqat al-Kabir” (buku : of the Major Classes), Jilid : 2. Di sini dimuat informasi terbanyak tentang kematian Muhammad.
    4.Tulisan “History” karangan Tabari. Tabari adalah salah satu penulis Islam yang paling dihormati di dunia Islam. Buku “The History of the Prophets and Kings” terdiri dari 39 volume.
    5.“Sahih Muslim”. Koleksi Hadis ini dianggap setaraf atau sedikit di bawah Sahih Bukhari. .

    Perhatian: Telah kukutip banyak bahan. Sebagian dari bahan-bahan itu menyatakan hal yang sama, tapi setiap kutipa menyatakan detail penting tentang proses keracunan dan kematian Muhammad. Harap dimengerti banyaknya kutipan yang dicantumkan, tapi ini sangat penting untuk menyatakan sumber bahan setepat mungkin.

    Perhatian: Kalimat yang terdapat dalam tanda [] adalah komentar saya.
    Seringkali penulis asli sendiri juga mencantumkan komentar mereka dalam tanda kurung seperti ini ( ). Aku akan cantumkan semua komentar mereka sebagaimana yang tertera di teks asli di buku mereka.

    Perhatian: Dalam beberapa kasus aku tidak mengikutkan rantai pencerita karena rantainya sangat panjang dan tidak esensial bagi isi pokok bahasan.

    Kutipan-kutipan ditulis di sini berdasarkan kronologi (urutan peristiwa) kejadian.
    BAGIAN A – PERISTIWA PERACUNAN MUHAMMAD

    A1
    Hadis Sahih Bukhari 3.786:
    Dikisahkan oleh Anas bin Malik:
    Seorang wanita Yahudi membawa daging domba (masak) beracun untuk sang Nabi yang lalu memakannya. Wanita itu lalu dihadapkan kepada Muhammad dan Muhammad ditanyai pengikutnya, “Haruskah kita bunuh dia?” Dia berkata,”Tidak” Aku terus mengamati akibat racun itu di mulut Rasul Alloh.

    A2
    Hadis Sahih Bukhari 4, Buku 53, Nomer 394:
    Dikisahkan oleh Abu Huraira:
    Ketika Khaibar dikalahkan, sup domba beracun disuguhkan pada sang Nabi (SAW) sebagai hadiah (dari orang-orang Yahudi). Sang Nabi memerintah,”Kumpulkan semua orang Yahudi yang ada di sini, berdiri di hadapanku.” Orang-orang Yahudi dikumpulkan dan sang Nabi berkata (pada mereka),”Aku akan bertanya pada kalian. Maukah kalian menjawab dengan jujur?” Mereka berkata,”Ya.” Sang Nabi bertanya,”Siapakah ayah kalian?” Mereka menjawab,”Ini dan itu” Dia berkata,”Kalian bohong, ayah kalian bukan ini dan itu.” Mereka berkata,”Kau benar.” Dia berkata,”Maukah kalian menjawab jujur jika aku tanya sesuatu?” Mereka menjawab,”Ya, wahai Abu Al-Qasim, dan jika kami harus berbohong, kau dapat menyadari kebohongan kami seperti tadi kau telah ketahui tentang ayah kami.” Lalu dia bertanya,”Siapakah yang akan masuk neraka?” Mereka berkata,”Kami akan berada di neraka untuk jangka waktu sebentar, dan setelah itu kau akan mengganti posisi kami.” Sang Nabi berkata,”Kalian dikutuk dan dihina di neraka! Demi Alloh, kami tidak akan pernah mengganti posisi kalian di neraka.” Lalu dia bertanya,” Maukah kalian menjawab jujur jika aku tanya sesuatu?” Mereka menjawab, “Ya, wahai Abu Al-Qasim.” Dia bertanya,”Apakah kau telah meracuni sup domba ini?” Mereka menjawab,”Ya.” Dia bertanya,”Mengapa kau lakukan itu?” Mereka menjawab, “Kami ingin tahu jika kau ini pembohong dan kalau kau memang pembohong, kami akan menyingkirkanmu, dan jika kau memang adalah seorang nabi, maka racun itu tidak akan mempan pada dirimu.”

    A3
    Daru Ibn Sa’d halaman 249:
    Sebenarnya seorang wanita Yahudi menyajikan (daging) kambing beracun kepada Rasul Alloh. Dia mengambil sedikit daging, memasukannya ke dalam mulutnya, mengunyahnya dan lalu memuntahkannya. Lalu dia berkata kepada para pengikutnya: “Berhenti! Sungguh, kaki domba ini berkata padaku bahwa dia telah diracuni.” Lalu dia meminta wanita Yahudi itu dipanggil dan dia bertanya padanya, “Apa yang menyebabkanmu melakukan hal itu?” Dia menjawab,”Aku ingin tahu apakah kau ini benar-benar nabi; jika memang benar maka Alloh tentunya akan memberitahu dirimu, dan jika kau ternyata berbohong maka aku akan dapat membebaskan masyarakat dari dirimu.”

    A4
    Dari Ibn Sa’d halaman 249: [dari penyampai kisah yang berbeda]
    Rasul Alloh dan sahabat-sahabatnya makan daging itu. Daging (kambing) itu berkata: “Aku diracuni.” Dia [Muhammad] berkata kepada para sahabatnya, “Tahan tanganmu! Karena daging ini telah mengatakan padaku bahwa dirinya diracuni!” Mereka lalu membuang daging-daging itu dari tangannya, tapi Bishr Ibn al-Bara mati. Rasul Alloh meminta dia (wanita Yahudi) dihadapkan kepadanya dan dia bertanya padanya,”Apa yang membuatmu melakukan hal itu?” Dia menjawab, “Aku ingin tahu apakah kau benar-benar seorang nabi, yang jika memang benar maka racun ini tidak akan mengganggumu, dan jika kau ternyata seorang nabi, maka aku akan dapat membebaskan masyarakat dari dirimu. Muhammad mengeluarkan peritah dan dia pun dihukum mati [Lihat Catatan 1]

    A5
    Dari Ibn Sa’d halaman 250: [dari penyampai kisah yang berbeda]
    Sesungguhnya seorang wanita Yahudi Khaybar menghidangkan (daging) kambing beracun kepada Rasul Alloh. Lalu dia menyadari bahwa dagingnya diracuni, sehingga dia meminta agar wanita itu dipanggil dan menanyainya, “Apa yang membuatmu melakukan hal itu?” Dia menjawab, “Kupikir jika kau benar-benar seorang nabi, Alloh akan memberitahumu, dan jika kau pembohong, maka aku akan dapat membebaskan masyarakat dari dirimu.” Ketika Rasul Alloh merasa sakit, dia mengeluarkan darah dari tubuhnya. [Lihat Catatan 2]
    A6
    Dari Ibn Sa’d halaman 251, 252: [dari penyampai kisah yang berbeda]
    …. Ketika Rasul Alloh mengalahkan Khaibar dan dia merasa lapar, Zaynab Bint al-Harith (Bint al-Harith adalah saudara laki Marhab), yang merupakan istri dari Sallam Ibn Mishkam bertanya, “Bagian kambing manakah yang disukai Muhammad?” Mereka berkata,”Kaki depan.” Maka dia pun memotong satu dari kambing-kambingnya dan memasak (dagingnya). Lalu dia membubuhi racun yang sangat kuat … Rasul Alloh mengambil kaki depan kambing, dia memasukkan sepotong daging ke dalam mulutnya. Bishr mengambil sepotong tulang dan memasukannya ke dalam mulutnya. Ketika Rasul Alloh memakan sepotong daging, Bishr memakan daging kambingnya dan orang-orang lain pun makan daging kambing itu. Lalu Rasul Alloh berkata,”Tahan tangan-tangan kalian! Karena kaki depan kambing ini … memberitahuku bahwa ia diracuni. Mendengar itu Bishr berkata,”Demi Dia yang membuatmu besar! Aku ketahui akan hal itu dari daging yang kumakan. Tiada yang mencegahku untuk memuntahkannya, karena aku tidak mau membuat makananmu tampak tidak enak. Ketika kau memakan daging yang tadi ada di mulutmu, aku tidak mau hidup jika kau tidak selamat, dan kukira kau tidak akan memakannya jika memang ada sesuatu yang salah.”
    Bishr tidak beranjak dari tempat duduknya tapi warna kulitnya berubah jadi “taylsan” (warna kain hijau) … Rasul Alloh menyuruh memanggil Zaynab dan berkata padanya, “Apa yang membuatmu melakukan apa yang kau telah lakukan?” Dia menjawab, “Kau telah lakukan pada masyarakatku apa yang telah kau lakukan. Kau telah membunuh ayahku, pamanku, suamiku, aku berkata pada diriku sendiri, ‘Jika kau adalah seorang nabi, kaki depan itu akan memberitahumu, dan yang telah berkata, ‘Jika kau seorang raja, kami akan mengenyahkanmu.’”
    Rasul Alloh hidup sampai tiga tahu setelah itu sampai racun itu menyebabkan rasa sakit sehingga ia wafat. Selama sakitnya dia biasa berkata, “Aku tidak pernah berhenti mengamati akibat dari daging (beracun) yang kumakan di Khaibar dan aku menderita beberapa kali (dari akibat racun itu) tapi sekarang kurasa tiba saatnya batang nadiku terputus.”

    A7
    Dari Tabari Jilid : 8, halaman 123, 124:
    Ketika Rasul Alloh beristirahat dari pekerjaannya, Zaynab bt. al-Harith, istri dari Sallam b. Mishkam, menyajikan baginya sebuah daging domba bakar. Dia telah bertanya sebelumnya bagian domba manakah yang paling disukai Rasul Alloh dan diberitahu bagian kaki depannya. Lalu dia membubuhi bagian itu dengan racun, dan dia juga meracuni bagian lainnya. Setelah itu dia menghidangkan daging itu. Ketika daging itu disajikan di hadapan Rasul Alloh, dia mengambil bagian kaki depannya dan mengunyah sebagian kecil, tapi tidak ditelannya. Di sebelah dia terdapat Bishr b. al-Bara b. Marur yang seperti Rasul Alloh juga mengambil bagian daging itu. Akan tetapi Bishr menelan daging itu ketika sang Rasul Alloh memuntahkan daging dan berkata, “Tulang ini memberitahu diriku bahwa ia diracuni.” Dia bertanya, “Apa yang membuatmu melakukan ini?” Wanita itu menjawab, “Bagaimana kau telah memperlakukan masyarakatku sudah nyata di hadapanmu. Jadi aku berkata, “Jika dia memang benar-benar nabi, maka dia akan diberitahu; tapi jika dia seorang raja, maka aku akan dapat menyingkirkannya.””. Sang Nabi mengampuninya. Bishr mati karena daging yang dimakannya.

    A8
    Dari Tabari Jilid : 8, halaman 124: [dari penyampai kisah yang berbeda]
    Rasul Alloh berkata selama sakitnya yang mengakitkan kematiannya – ibu Bishr datang menjenguknya – “Umm Bishr, pada saat ini aku merasa aorta (urat nadi) ku dirobek akibat makanan yang kumakan bersama putramu di Khaybar. [Lihat Catatan 3]

    Catatan 1: Terjadi ketidaksetujuan apakah Muhammad memerintahkan wanita yang meracuninya untuk dibunuh. Singkatnya, Muhammad memerintahkan wanita itu dibunuh atas kematian Muslim lainnya, yakni Bishr, yang tewas seketika akibat racun. Lihat tulisan Ibn Sa’d, halaman 250.

    Catatan 2:
    Muhammad menganggap mengeluarkan sejumlah kecil darah dari tubuh merupakan “cara pengobatan terbaik”.
    Catatan 3: Kutipan pernyataan di bagian A8 yang berbunyi “urat nadi robek” tidak berarti harafiah, tapi istilah untuk menggambarkan rasa sakit yang hebat.

    BAGIAN B – KEADAAN MENJELANG KEMATIANNYA

    B1
    Hadis Sahih Bukhari 5.713:
    Dikisahkan Ibn Abbas:
    ‘Umar bin Al-Khattab biasa mempersilakan Ibn Abbas untuk duduk si sebelahnya lalu ‘AbdurRahman bin ‘Auf berkata kepada ‘Umar, “Kami punya putra-putra yang mirip dengannya.” ‘Umar lalu bertanya bertanya pada Ibn ‘Abbas arti ayat suci ini: “Ketika pertolongan Alloh tiba dan penaklukkan Mekah …. “ (110:1)
    Ibn ‘Abbas menjawab, “Hal ini menyatakan kematian Rasul Alloh yang diberitahukan Alloh kepadanya.” ‘Umar berkata, “Aku hanya mengerti yang kau mengerti.”
    Dikisahkan oleh Aisha: Sang Nabi dalam penderitaan sakitnya yang mengakibatkannya mati, biasa berkata, “Wahai ‘Aisha! Aku merasa sakit karena daging yang kumakan di Khaybar, dan saat ini, aku merasakan urat nadiku bagaikan dipotong oleh racun itu.”

    B2
    Dari Ibn Sa’d halaman 244:
    …. dan tiada seorang nabi pun kecuali Muhammad yang hidup separuh waktu kehidupan nabi sebelumnya. Yesus anak Mary hidup selama 120 tahun, dan usiaku saat ini adalah 62 tahun. Dia (sang Nabi) mati setengah tahun kemudian.

    B3
    Dari Ibn Sa’d halaman 239:
    Jam (kematian) yang ditentukan bagi Rasul Alloh semakin mendekat dan dia dianjurkan melafalkan “tasbih” berulang kali dan meminta pengampunanNya.

    B4
    Dari Ibn Sa’d halaman 240:
    Ketika (Sura) pertolongan dan kemenangan Alloh tiba, sang Nabi berkata: (Ini menandakan) panggilan dari Alloh dan saat meninggalkan dunia.

    B5
    Tabari Jilid : 9 page 108:
    Ketika sang Nabi kembali dari Medina setelah melakukan ibadah haji, dia mulai mengeluh kesakitan. Berita sakitnya nabi mulai menyebar … Di bulan Muhammarm sang Nabi mengeluh kesakitan sampai akhirnya mati.

    BAGIAN C – MUHAMMAD DAN JIBRIL BERDOA BAGI KESEMBUHANNYA

    Catatan: Telah dikutip sebelumnya dari Ibn Sa’d (hal. 250) bahwa Muhammad mencoba sembuh dari keracunan.

    C1
    Dari Ibn Sa’d halaman 263
    Sesungguhnya selama dia sakit, sang Nabi melafalkan “al-Mu’awwadhatayn” [Sura 113, dan 114], dan meniupkan udara ke atas tubuhnya sambil menggosok-gosok wajahnya. [Ini adalah usaha untuk sembuh].

    C2
    Dari Ibn Sa’d halaman 265
    Rasul Alloh jatuh sakit dan dia yakni Jibril, berdoa baginya sambil berkata, “Dalam nama Alloh aku berdoa untuk mengusir semua yang melukaimu dan menangkal semua yang dengki padamu dan dari semua mata yang jahat dan Alloh akan menyembuhkanmu.”

    C3
    Dari Ibn Sa’d page 265 [dari penyampai kisah yang berbeda]
    Rasul Alloh merasa sakit dan dia (Jibril) berkata padanya, “Dalam nama Alloh aku usir semua yang melukaimu dan menangkal semua yang dengki padamu dan dari semua mata yang jahat dan Alloh akan menyembuhkanmu.

    C4
    Dari Ibn Sa’d halaman 322
    Sesungguhnya, ketika Rasul Alloh merasa sakit, dia meminta kesembuhan dari Alloh. Tapi atas sakitnya yang menyebabkan dirinya mati, dia tidak berdoa untuk minta kesembuhan; dia biasa berkata, “Wahai jiwa! Apa yang terjadi atas dirimu sehingga kau mencari berlindung di setiap tempat perlindungan?”

    BAGIAN D – PERISTIWA KEMATIAN MUHAMMAD

    D1 [sekali lagi mengutip dari Hadis Sahih Bukhari 5.713:]
    Hadis Sahih Bukhari 5.713:
    Dikisahkan oleh Aisha:
    Pada waktu sakitnya sebelum dia mati, sang Nabi sering mengatakan, “Wahai Aisha! Aku masih merasa kesakitan karena daging yang kumakan di Khaybar, dan sekarang aku merasa urat nadiku dipotong oleh racun itu.”

    D2
    Dari Ibn Hisham halaman 678:
    Ketika sang Rasul mulai menderita sakit yang membuat Alloh mengambil dirinya untuk memberikannya kehormatan dan kasih sayang yang telah Dia rencanakan baginya tak lama sebelum akhir Safar atau awal Rabi’ul-awwal. Aku diberitahu bahwa peristiwa ini dimulai ketika dia pergi ke Baqi’u’l-Gharqad di tengah malam dan berdoa bagi yang mati. Lalu dia kembali kepada keluarganya dan di pagi hari penderitaannya dimulai.

    D3
    Dari Ibn Hisham halaman 679:
    Lalu penyakit sang Nabi bertambah buruk dan dia menderita sakit hebat. Dia berkata, “Siramkan air tujuh kantung kulit dari sumur-sumur yang berbeda ke atas tubuhku sehingga aku bisa ke luar bertemu orang-orangku dan memerintahkan mereka.” Kami membantunya duduk di sebuah baskom tempat mandi milik Hafsa d. Umar dan kami menyiramkan air ke atasnya sampai dia menjerit,”Cukup, cukup!”

    … lalu di [Muhammad] berkata, “Alloh telah memberikan seorang dari hamba-hambanya pilihan antara dunia dan apa yang ada bersama Alloh dan dia memilih yang terakhir.”

    D4
    Dari Ibn Hisham halaman 680:
    Lalu beberapa istrinya mengelilinginya … ketika pamannya Abbas ada bersamanya, dan mereka setuju untuk memaksanya minum obat. Abbas berkata, “Biar kupaksa dia,” tapi merekalah yang kemudian melakukannya. Ketika dia sembuh dia bertanya siapa yang memperlakukan dirinya seperti itu. Ketika para istrinya berkata padanya itu adalah perbuatan pamannya, dia berkata, “Ini adalah obat-obatan yang dibeli para wanita dari negara sana,” dan dia menunjuk arah Abyssinia [Ethiopia]. Ketika dia bertanya pada para istrinya mengapa mereka melakukan hal itu, pamannya menjawab, “Kami khawatir kau akan menderita pleurisy,” Muhammad menjawab, “Itu adalah penyakit yang tidak akan diberikan Alloh padaku. Tidak ada seorang pun yang berkunjung ke rumah ini sampai mereka dipaksa makan obat ini, kecuali pamanku.” Maymuna [salah seorang istri Muhammad] dipaksa untuk makan obat itu meskipun dia sedang puasa karena sumpah sang Rasul sebagai hukuman atas apa yang mereka perbuat padanya.

    D5
    Umm Bishr [ibu orang Muslim yang juga mati setelah makan racun], datang kepada sang Nabi waktu Nabi sedang menderita sakit dan berkata, “O Rasul Alloh! Aku tidak pernah melihat demam seperti ini.” Sang Nabi berkata padanya,”Jika cobaan kita dua kali lipat beratnya, maka anugrah kita di surga pun jadi dua kali lipat pula. Apa yang orang-orang katakan tentang penyakitku?” Dia (Umm Bishr) berkata,”Mereka bilang itu pleurisy.” Karena itu sang Rasul berkata, “Alloh tidak akan membuat RasulNya menderita seperti itu (pleurisy) karena itu tanda kemasukan Setan, tapi (rasa sakitku adalah akibat) daging yang kumakan bersama-sama dengan anak lakimu. Racun itu telah memotong urat merihku.”
    Referensi: Ibn Sa’d biography, the “Kitab al-Tabaqat al-Kabir” (buku : of the Major Classes), Jilid : 2.
    Pleurisy = infeksi selaput paru-paru

    Dari ketiga biografi Muhammad, Sirat tulisan Ibn Sa’d-lah yang paling banyak memuat informasi tentang kematian Muhammad. Aku tidak mencoba membahas pandangan Ibn Sa’d mengenai hal ini, tapi aku membahas dan mengungkapkan bahan tulisan yang relevan.

    D6
    Dari Ibn Hisham halaman 682:
    …. bahwa dia mendengar Aisha [salah satu dari istri-istri Muhammad] berkata: “Sang Rasul mati di pelukanku saat giliranku [malam gilirannya dikunjungi Muhammad]. Aku tidak berbuat kesalahan apapun terhadap orang lain. Adalah karena ketidaktahuanku dan usia mudaku sehingga Rasul Alloh mati di pelukanku.

    D7
    Dari Ibn Sa’d halaman 322:
    Ketika saat terakhir sang Nabi semakin menderita, dia biasa menarik selimut menutupi mukanya; tapi ketika dia merasa tak nyaman, dia menyingkirkannya dari wajahnya dan berkata, “Kutukan Alloh bagi orang-orang Yahudi dan Kristen yang membuat kuburan-kuburan para nabi mereka sebagai tempat keramat.”

    Catatan 3: Pleurisy adalah infeksi paru-paru. Terasa sangat sakit. Aku tidak tahu bagaimana Muhammad bisa menganggap infeksi seperti ini datang dari Setan, tapi tidak menganggap racun di tubuhnya dari Setan.

    KESIMPULAN 1

    Muhammad menyerang Khaybar. Dia menghancurkan, menyiksa, membunuhi, merampoki dan memperbudak banyak masyarakat Khaybar (ref Kitab al-Tabaqat al-Kabir, Jilid : 2, halaman 134, 136, 137). Masyarakat Yahudi Khaybar tidak bersiap untuk menyerang dia. Seorang wanita Yahudi yang keluarganya dihabisi oleh Muhammad, menaruh racun ke dalam daging domba dan menghidangkannya bagi Muhammad dan Muslim lainnya. Muhammad menelan sebagian dari daging domba beracun itu dan mulai merasakan akibatnya. Dia mati tiga tahun kemudian sebagai akibat racun ini.

    Apa yang perlu ditelaah adalah keadaan sekitar kematian Muhammad. Kaum Yahudi berencana untuk membunuhnya. Kaum Yahudi percaya bahwa nabi sejati akan tahu terlebih dahulu tentang perbuatan mereka tapi nabi palsu tidak akan diperingatkan oleh Tuhan. Pihak Muslim pun percaya akan hal ini dan ini tampak saat seorang Muslim yang kemudian mati (Bish) berkata bahwa dia tidak mengira Muhammad akan memakan sesuatu yang diracuni (lihat kutipan A6).

    Dugaan kaum Yahudi benar. Muhammad makan racun itu dan mati karenanya. Mereka membuktikan, berdasarkan ujian mereka, bahwa Muhammad bukanlah seorang nabi. Seperti yang mereka sendiri katakan (dari kutipan A2):
    “Kami ingin tahu jika kau ini pembohong dan kalau kau memang pembohong, kami akan menyingkirkanmu, dan jika kau memang adalah seorang nabi, maka racun itu tidak akan mempan pada dirimu.”

    Kaum Yahudi yakin bahwa nabi sejati tahu apa yang sedang terjadi. Dalam kasus ini, Muhammad tidak tahu. Hanya setelah Muhammad makan daging domba itulah domba itu “bicara padanya” …. Aku tidak menganggap hal ini sebagai suatu keajaiban karena Muslim yang lain pun tahu bahwa daging itu “tidak beres” sebelum Muhammad memakannya. Kebanyakan orang dewasa ketika makan akan bisa merasakan jika ada yang tidak beres dalam makanan itu. Bahkan anak kecilpun memuntahkan kembali makanan yang rasanya tidak enak.

    Sudah banyak kali sebelumnya Muhammad mengaku dapat “wahyu” yang memperingatkannya akan bahaya. Dia bahkan menggunakan “wahyu” ini sebagai dasar alasan untuk menyerang tempat tinggal kaum Yahudi Banu An-Nadhir. Tapi wahyu di Khaybar terlambat datang: terlambat untuk menyelamatkan nyawanya, terlambat untuk menyelamatkan nyawa Bishr.

    Sewaktu sakitnya menjadi, Muhammad mulai berdoa untuk sembuh – dia bahkan menggosokkan tangannya “yang sanggup menyembuhkan” ke atas dirinya sendiri. Jibril juga ikut-ikutan berdoa untuk kesembuhannya (lihat C2 dan C3). Muhammad bahkan mengeluarkan sejumlah darahnya sendiri (sebagai obat penyembuhan yang paling mujarab) (Lihat A5). Sudah jelas bahwa pada saat itu Muhammad benar-benar ingin sembuh.

    Tapi usahanya sia-sia belaka. Sewakut sakitnya semakin memburuk, Muhammad menyadari bahwa dia sekarat, lalu dia berhenti berdoa untuk sembuh (lihat C4), dan mengaku bahwa Alloh memberinya pilihan untuk masuk ke Surga atau diam hidup di bumi. Muhammad berkata bahwa dia ingin pergi ke Surga. Dia sadar bahwa permainannya sudah berakhir sehingga dia menggunakan kesempatan terakhir dari situasi buruk ini sebaik-baiknya.
    Perasaan awal Muhammad tentang kematiannya terasa bagaikan ramalan ahli nujum. Tiada yang pasti dikatakannya sampai saat dia benar-benar akan mati. Mungkin dia pernah melihat proses kematian serupa dan tahu hasil akhirnya. Tidak usah jadi nabi atau terima “wahyu” segala untuk mengetahui kematian sudah di ambang pintu.

    Kesimpulanku adalah: kaum Yahudi membuktikan bahwa Muhammad bukanlah seorang nabi. Dia menelan racun, dan begitu pula para pengikutnya. Dia mencoba untuk sembuh, dia mencoba menerapkan teknik pengobatannya, dan dia melakukan “pengusapan tangan”, dia berdoa, Aisha beroda, dan bahkan Jibril pun berdoa, tapi hasil akhirnya menunjukkan dia tetap sajat mati keracunan.

    PERTANYAAN-PERTANYAAN :

    1.Jika Muhamad memang benar-benar nabi Tuhan, mengapa dia tidak tahu akan racun itu sebelum menelannya ?
    2.Jika engkau percaya bahwa memang kehendak Alloh agar Muhammad makan racun itu, juga bersama dengan Bishr, mengapa dong Muhammad bersusah payah untuk sembuh? Bahkan Jibril pun sembahyang untuk Muhammad supaya sembuh, tapi Alloh tidak mengabulkan doa-doa mereka.
    3.Mengapa Jibril tidak tahu akan kehendak Tuhan? Mengapa Jibril berdoa jika Tuhan memang sudah menentukan kematian Muhammad ?
    4.Mengapa Muhammad memaksa para Muslim lain untuk meminum obat yang diberikan kepadanya? Salah seorang dari mereka yang dipaksa adalah istrinya yang sedang puasa. Dia memaksa istrinya untuk batal puasa dan minum obat ini pula. Tidakkah ini tampak jahat dan ngawur?
    5.Mengapa pula pada saat hampir ajalnya, Muhammad mengeluarkan kutukan terhadap orang-orang Kristen dan Yahudi? Tidakkah lebih baik jika Muhammad berdoa untuk jadi panduan bagi mereka? Kutukan itu kedengarannya bagaikan doa penuh rasa iri dan pahit kepada Alloh. Muhammad mendoakan kutuk bagi orang lain dan bukannya meminta Alloh untuk membimbing orang lain.
    6.Mengapa pleurisy yang sebenarnya merupakan infeksi paru-paru normal disebut sebagai penyakit dari Setan, tapi racun di badannya bukan dari Setan ?

    KESIMPULAN 2

    Muhammad bukanlah nabi sejati, dia adalah nabi palsu. Dia mati karena makan daging beracun yang tidak diketahuinya. Daging terlambat “bicara” padanya. Hanya ketika sudah menyadari bahwa akan mati saja, barulah Muhammad mulai berusaha memperlihatkan sisi spiritual penderitaan dan kematiannya yang semakin dekat. Sebelumnya dia sibuk mencoba sembuh.

    Musa tahu saat kematiannya yang semakin dekat (Deut 34:1-5). Yesus pun tahu akan kematianNya di masa depan (Markus 8:32, 32). Tapi Muhammad sama sekali tidak tahu sampai akhirnya dia menyadari dia tidak akan sembuh dan akan mati.
    Rasul Paulus digigit ular berbisa (Kisah Para Rasul 28:1-6), tapi dia tidak menderita apa-apa akibat gigitan ini. Tuhan melindungi Rasul Paulus untuk menyelesaikan pekerjaan yang diserahkan kepadanya. Muhammad tiba-tiba saja mati sehingga para pengikutnya kebingungan siapa yang harus menjadi pemimpin berikutnya. Dunia Islam terpecah-belah karena masalah ini (Shia vs. Sunni). Mengapa Alloh yang benci perpecahan diantara Ummah tidak melindungi Muhammad sampai cukup waktu untuk menjaga persatuan Ummah dan menetapkan dengan jelas siapa pengganti dirinya?

    Yesus meramalkan tentang nabi-nabi palsu yang akan datang ke bumi dan membuat orang banyak tersesat (Matius 24:24). Muhammad adalah salah satu dari nabi-nabi palsu itu. Baik Yesus maupun Musa mengenal Tuhan muka dengan muka, tapi Muhammad hanya kenal malaikat yang dia panggil sebagai “Jibril” yang bicara padanya. Pada akhirnya pun doa malaikat ini tidak didengar oleh Alloh. Mungkinkah hal itu karena “Jibril” yang ini menyampaikan agama sesat (Galatia 1:8 ) kepada Muhammad? Mungkinkah Jibril ini sebenarnya Setan itu sendiri yang menyamar?

  36. KISAH SHAFIYAH YANG MEMILUKAN

    Di kisah lain, kita baca bahwa “Setelah Muhammad menyerbu benteng-benteng pertahanan kota Kheibar dan masyarakat tak bersenjata disergap, prajurit-prajurit Muslim membunuh banyak orang sampai mereka menyerah. Muhammad mengijinkan mereka meninggalkan tempat tinggalnya, tapi mereka harus menyerahkan harta benda mereka kepada penakluk. Dengan beberapa orang, datanglah ke muka Kinana, ketua kaum Yahudi di Kheibar dan keponakannya.

    Muhammad menuduh mereka berdua melanggar persetujuan, dengan menyembunyikan harta, terutama kekayaan Bani Nadhir, yang dimiliki Kinana sebagai bagian perkawinan dengan istrinya, Safiyah yang adalah anak ketua suku Nadhir. “Di mana bejana-bejana emas,” tanya Nabi, “yang kau gunakan untuk dipinjamkan pada orang-orang Mekah?” Mereka protes dan berkata mereka tidak punya itu lagi. “jika kau menyembunyikan apapun dariku, “ lanjut Muhammad, “dan aku mengetahui akan itu, maka nyawamu dan nyawa keluargamu akan kucabut.” Mereka berkata biarlah begitu. Seorang pengkhianat Yahudi membocorkan rahasia pada Muhammad tentang tempat di mana sebagian harta mereka disimpan. Dia pergi dan mendapatkannya. Setelah usaha penyembunyian harta ini diketahui, Kinana disiksa secara kejam, — “api diletakkan di atas dadanya sampai dia hampir putus nafas, “ – dengan harapan dia mengatakan di mana sisa hartanya disembunyikan. Muhammad lalu memberi perintah, dan kepala dua kepala suku Yahudi dipancung.” [Tabari]

    Dikisahkan oleh ‘Abdul ‘Aziz:
    Anas berkata, ‘Ketika Rasul Alloh menyerang Khaibar, kami melakukan sembahyang subuh ketika hari masih gelap. Sang Nabi berjalan menunggang kuda dan Abu Talha berjalan menunggang kuda pula dan aku menunggang kuda di belakang Abu Talha. Sang Nabi melewati jalan ke Khaibar dengan cepat dan lututku menyentuh paha sang Nabi. Dia lalu menyingkapkan pahanya dan kulihat warna putih di pahanya. Ketika dia memasuki kota, dia berkata, ‘Allohu Akbar! Khaibar telah hancur. Ketika kita mendekati suatu negara maka kemalangan menjadi pagi hari bagi mereka yang telah diperingatkan.’ Dia mengulangi kalimat ini tiga kali. Orang-orang ke luar untuk bekerja dan beberapa berkata, ‘Muhammad (telah datang)’ (Beberapa kawan kami berkata, “Dengan tentaranya.”) Kami menaklukkan Khaibar, menangkap para tawanan, dan hartabenda rampasan dikumpulkan. Dihya datang dan berkata, ‘O Nabi Alloh! Berikan aku seorang budak wanita dari para tawanan.’ Sang Nabi berkata, ‘Pergilah dan ambil budak mana saja.’ Dia mengambil Safiya bint Huyai. Seorang datang pada sang Nabi dan berkata, ‘O Rasul Alloh! Kauberikan Safiya bint Huyai pada Dihya dan dia adalah yang tercantik dari suku-suku Quraiza dan An-Nadir dan dia layak bagimu seorang.’ Maka sang Nabi berkata,’Bawa dia (Dihya) beserta Safiya.’ Lalu Dihya datang bersama Safiya dan ketika sang Nabi melihatnya (Safiya), dia berkata pada Dihya,’Ambil budak wanita mana saja lainnya dari para tawanan.’ Anas menambahkan: sang Nabi lalu membebaskannya dan mengawininya.”

    Thabit bertanya pada Anas,”O Abu Hamza! Apa yang dibayar sang Nabi sebagai maharnya?” Dia menjawab, “Dirinya sendiri adalah maharnya karena dia telah membebaskannya (dari status budak) dan lalu mengawininya.” Anas menambahkan, “Di perjalanan, Um Sulaim mendandaninya untuk (upacara) pernikahan dan malam ini Um Sulaim mengantar Safiya sebagai pengantin sang Nabi. (Sahih Bukhari 1. no.367)

    Dari Hadis di atas kita mengetahui bahwa penyerangan terhadap Khaibar merupakan serangan mendadak. Orang-orang kota tidak diperingatkan lebih dahulu dan mereka tidak siap menghadapi serangan ini. Ini memang kebiasaan sang Nabi untuk tidak membiarkan korbannya membela diri. Dia akan menyerang mereka tidak dengan cara ksatria dan tanpa peringatan. Pada kenyataannya nama Quzvah berarti “serangan mendadak”. Khaibar tidak melanggar perjanjian apapun dengan Nabi, dan tidak ada tanda-tanda apapun bahwa mereka membahayakan kedudukan orang2 Muslim. Satu2nya alasan sang Nabi menyerang kota ini, membunuh siapa saja yang berdiri di jalannya dan merampas wanita yang tercantik sebagai budak pemuas seks-nya adalah karena dia menginginkan kekayaan masyarakat kota ini.
    Sang Nabi menyerang Kheibar, memperbudak Safiyah dan memperkosanya di hari yang sama dia membunuh suami, ayah, dan saudara-saudara Safiyah. Beginikah seharusnya tingkah laku seorang utusan Tuhan?
    Safiyah adalah anak kepala suku orang Yahudi yang dikenal sebagai Bani Nadir. Nama ayahnya adalah Huyah ibn Akhtab. Bani Nadir diusir paksa oleh sang Nabi untuk meninggalkan tanah Arab. Sisa Bani Nadir dan keluarga Huyah ibn Akhtab melarikan diri ke tempat Bani Qurayza. Tapi Muhammad bersama tentaranya datang pula ke sana dan menyerang mereka semua.

    Ayah Safiyah, Huyah ibn Akhtab, dipancung kepalanya karena menolak masuk Islam. Suami Safiyah pun dipancung. Pada hari itu sekitar 600-900 orang Yahudi dipancung kepalanya oleh Muhammad dan pengikutnya.

    Sewaktu Muhammad melihat Safiyah yang cantik luar biasa, dia pun mengambilnya untuk melayani nafsu berahinya malam itu juga.
    Dinarasikan oleh ‘Abdul ‘Aziz:
    “Kata Anas, ketika nabi menyerbu Khaibar orang-orang di kota berseru “Muhamad dan pasukannya datang”. Kami mengalahkan mereka semua, menjadikan mereka tawanan dan harta rampokan dikumpulkan. Nabi membunuh para pria yang melawan, membantai anak-anak keturunan merekan dan mengumpulkan para wanita menjadi tawanan (Sahih Bukhari Jilid : .5 Buku.59 Nomer : 512).

    “budak” tawanan wanita dibagi-bagi kepada masing-masing anggota geng muhammad, namun karena Safiyah yang tercantik dan seorang anak kepala suku, maka ia dibawa kehadapan Muhammad sebagai kepala geng. Ketua Geng yang kemudian birahi melihat kecantikan Safiyah, kemudian memutuskan untuk menambah koleksi “petutup sarung”-nya, dinikahi tanpa mahar, dan Safiyah digauli malam itu juga. Malam dimana anggota sukunya, keluarga, dan suaminya baru saja terbunuh oleh pasukan muslim Muhammad.

    Thabit lalu bertanya pada Anas, “apa mahar yang diberikan sebagai mas kawinnya?” Ia berkata” dirinya sendiri merupakan mahar yang harus dibayar” ketika nabi menikahinya. Di perjalanan Um Sulaim mendandaninya untuk upacara pernikahan, dan malamnya ia langsung diantar sebagai pengantin untuk nabi.” (Sahih Bukhari 1 No.367)

    Kisah yang membuat kita miris mendengarnya pada jaman sekarang, namun lagi-lagi Muhammad mengejutkan kita dengan ajarannya bahwa dengan menikahi Safiyah dia akan menerima 2 imbalan. Pertama, dengan menghindari mahar karena menikahi gadis budak yang diperbudaknya sendiri dengan sengaja, kedua ia dapat menikahi gadis tercantik yang 40 tahun lebih muda darinya.

    Tambahan dari netter di http://www.indonesia.faithfreedom.org
    Dalam salah satu topik tanya jawab :
    2 orang netter muslim BAHU MEMBAHU untuk MEMBENARKAN pernikahan Nabi dan Safiyah, padahal SUAMI safiyah baru saja DIBUNUH di KAMPUNGNYA atas perintah NABI (Ingat bukan mati dalam PERTEMPURAN!!. tapi PENYERANGAN mendadak ke KAMPUNG tersebut)

    ke dua muslim tersebut BERSIKUKUH untuk mengatakan bahwa safiyah itu memang akan DINIKAHIN rasul.berdasarkan bukti berikut
    netter muslim ke-1 menulis:
    Kamu tahu setelah pernikahan Beliau dengan Syafiah, beliau melihat tanda bekas Tamparan di pipi Syafiah dan beliau bertanya :”Apa ini”..?
    Syafiah menceritakan bahwa dia bermimpi bahwa rembulan telah jatuh di kamarnya, dan kemudian Suaminya menampar pipinya… (mengisyaratkan mimpi bahwa ia akan menikah dengan beliau)
    Netter muslim ke-2 menulis :
    Mengenai perkawinan Nabi saw dengan Syafiah; hukum yang berlaku pada masa perang adalah siapa yang kalah dalam berperang maka perempuan dan lelaki menjadi tawanan pihak yang menang, sehingga boleh jadi wanita Syafiah ingin dinikahkan oleh orang-orang muslim secara baik-baik, namun waktu itu para sahabat tidak berani dan merasa tidak pantas untuk menikahkan wanita yang berparas sangat cantiq jelita itu, dan memang sudah menjadi takdir, bahwa sebelum terjadi perang dengan kaum Muslimin, Syafiah bermimpi ‘tertimpa bulan’, setelah diceritakan pada suaminya mimpi itu, ia langsung mendapat tamparan, karena ta’wil yang dipercaya oleh suaminya sendiri “kalau begitu engkau akan menikah dengan Muhammad itu”. Pernikahan Nabi saw dan Syafiah sudah mengikuti rukun-rukun dan syarat-syarat dari undang-undang yang berlaku pada waktu itu.

    Sepintas mungkin ke 2 Alasan-alasan itu kayaknya masuk akal, tetapi mari kita baca dulu bagaimana MUHAMMAD menyuruh untuk MENYIKSA dan MEMENGGAL kepala dari suami SAIFYAH ini.

    Dari SIRAH NABAWIYAH ibnu HISYAM
    SIRAH TERTUA islam,yaitu SIRAH NABAWIYAH IBNU HISYAM/IBNU ISHAQ,

    Inilah kisah tentang PEMBANTAIAN suami SAFIYAH tersebut.
    PENYIKSAAN DAN PEMBUNUHAN KINANAH BIN AR_RABIAH

    Perihal Kinanah bin Ar-Rabi’ah dan Kematiannya

    Ibnu Ishaq berkata, “Kinanah bin Ar-Rabi’ didatangkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, karena kekayaan Bani An-Nadhir ada padanya. Beliau menanyakan kekayaan tersebut kepada Kinanah bin Ar-Rabi’, namun ia mengaku tidak mengetahui tempatnya. Setelah itu, salah seorang Yahudi didatangkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Orang Yahudi tersebut berkata, ‘Aku pernah melihat Kinanah mengelilingi reruntuhan benteng ini setiap pagi.’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada Kinanah bin Ar-Rabi’, ‘Bagaimana pendapatmu, kalau kami menemukan kekayaan tersebut kemudian kami membunuhmu?’ Kinanah bin Ar-Rabi’ menjawab, ‘Ya.’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan penggalian re-runtuhan benteng tersebut hingga akhimya sebagian kekayaan orang-orang Khaibar dapat dikeluarkan daripadanya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya kepada Kinanah bin Ar-Rabi’ tentang kekayaan lainnya, namun ia bungkam. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada Az-Zubair bin Al-Awwam, ‘Siksa dia hingga engkau bisa mendapatkan apa yang ada padanya.’ Az-Zubair bin Al-Awwam menyalakan api dengan batang kayu di dada Kinanah bin Ar-Rabi’ hingga ia melihatnya, kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendorong Kinanah bin Ar-Rabi’ kepada Muhammad bin Maslamah yang kemudian memenggal kepalanya sebagai pembalasan atas kematian saudaranya yaitu Mahmud bin Maslamah.”

    SAFIYAH

    Safiyah Bint Huyeiy Ibn Akhtab adalah wanita Yahudi berumur 17 tahun ketika pasukan Muslim menyerang Khaibar dan membawanya pada nabi sebagai bagiannya dalam harta rampasan. Kisah ini termuat dalam buku TABAQAT dan terdapat juga dalam situs Islam yang terpercaya. http://www.prophetmuhammed.org/
    (ketika penulisan ini dibuat banyak situs Islam memuat kisah ini, namun sekarang sudah tidak lagi, walaupun demikian kisah ini cukup mudah dicari dalam hadis).
    “Safiyah lahir di Medinah, dibesarkan oleh suku Yahudi Banu ‘I-Nadir. Ketika sukunya terusir dari Medinah, A.H. Huyaiy adalah salah seorang yang tinggal bersama-sama di Khaibar dengan Kinana ibn al-Rabi’, pria yang menikahi Safiyah tak lama sebelum Muslim menyerang perkampungan baru tersebut. Ia berumur 17 tahun. Ia sebelumnya adalah istri dari Sallam ibn Mishkam, yang menceraikannya (???). Satu mil jauhnya dari Khaibar, sang nabi menikahi Safiyah. Ia dipersiapkan dan didandani oleh Umm Sulaim, ibu dari Anas ibn Malik. Disana mereka berdua bermalam.
    Abu Ayyub al-Ansari menjaga tenda sang nabi semalaman dan ketika fajar, nabi melihatnya terus berjaga-jaga. Nabi bertanya alasanya dan ia menjawab, ”Saya khawatir tentang wanita ini denganmu. Anda telah membunuh suami, ayah dan banyak kerabatnya dan sampai saat ini ia masih kafir. Saya sangat menghawatirkan pembalasan darinya.”

    Safiyah dikatakan meminta agar nabi menunggu untuk menikahinya di lokasi yang lebih jauh dari Khaibar dengan alasan masih banyak Yahudi yang berkeliaran di sekitarnya. Alasan sebenarnya Safiyah menolak sangat jelas. Ia memilih untuk berduka daripada harus naik ranjang pada hari yang sama suami, ayah, dan keluarganya terbunuh oleh orang yang ingin menyetubuhinya. Sikap nabi Alloh, yang berumur 57 tahun ini, yang tak dapat menahan birahi untuk satu hari saja dan mengijinkan gadis muda ini berkabung, menunjukkan cara berpikir dan derajad moralnya.

    Sejarawan muslim pun mencatat bahwa perkawinan terjadi satu hari setelah Muhamad menyetubuhinya. Ini bukanlah masalah untuk nabi karena Alloh telah mengeluarkan ayat yang memperbolehkan hubungan seksual dengan para budak tanpa perkawinan, meskipun mereka telah menikah. “dan semua wanita yang telah menikah (terlarang untukmu) kecuali (hamba sahaya/babu/budak) yang kamu miliki…(An Nisa : 24)
    Ayat diatas menunjukkan bahwa nabi tidak mengganggap bahwa budak mempunyai hak apapun. Anda bisa saja wanita yang telah menikah dan berbahagia, namun jika Muhamad dan para pengikutnya menyerang kotamu, kamu akan kehilangan semua hak yang kamu punya dan sementara suamimu dibunuh atau diperbudak, Anda dapat diberikan pada seorang Mujahidin Muslim yang memperkosamu dengan bebas dengan ridho Alloh.

    Mari kita lanjutkan kisah Safiyah.

    Ketika ia dibawa bersama tawanan lainnya, Nabi berkata,”Safiyah, ayahmu selalu memusuhiku, sampai akhirnya Alloh sendiri yang menghukumnya.” Dan Safiyah berkata, “Bukankah Alloh tidak akan menghukum seseorang karena kesalahan orang lain?”
    “Yakni, bahwa tidak ada pendosa yang dapat dibebani oleh beban dosa pendosa lainnya” (An Najm :38)

    Ini tentu saja bertolak belakang dengan perbuatan Muhamad yang menumpas seluruh Bani Qainuqa dengan dalih mereka membunuh seorang muslim. Dan bukannya Alloh yang membunuh ayah Safiyah, melainkan pengikut Muhamad. Hitler saja tidak pernah mengklaim bahwa Tuhanlah yang membantai kaum Yahudi dalam PD II.
    “Nabi kemudian memberikannya pilihan : bergabung dengan sukunya setelah bebas ATAU menerima Islam dan mengadakan hubungan perkawinan dengan nabi.” (Kitab Tabaqat)

    Kami harus ingat bahwa Muhamad membantai kebanyakan sukunya dan mengusir sisanya yang masih hidup (mungkin karena mereka wanita peot-peot). Jadi Safiyah tidak punya banyak ‘plilihan’.

    “Ketika Safiyah menikah, ia sangat muda, hampir 17 tahun, sangat cantik. Bukan hanya ia sangat mencintai Muhammad (???) iapun sangat menghormati kenabiannya karena sebelum menikah, ia telah mendengar pembicaraan ayah dan pamannya tentang Muhamad ketika ia baru saja mengungsi ke Medinah. Salah seorang berkata, ”Bagaimana pendapatmu tentang dia?”, jawabnya,”Ia adalah benar nabi yang telah diramalkan oleh kitab kita”, lalu yang lain berkata, ”Lalu apa yang harus dilakukan?” jawabannya adalah mereka harus menentangnya sekuat tenaga. ” (Kitab Tabaqat)

    (Masuk akalkah cerita ini ? Bagaimana mungkin dua orang Yahudi yang mengenali Muhamad sebagai orang yang diramalkan dalam kitab mereka (TAURAT) dan kemudian memutuskan untuk MENENTANGNYA ? LOGISKAH INI ? Bukan hanya itu, dimanakah dalam Taurat disebut tentang Muhamad ? Bagaimanakah caranya paman dan ayah Safiyah dengan mudah menemukan ramalan tersebut dalam kitab mereka sedangkan selama 1400 tahun kaum terpelajar muslim tak mampu menemukannya?)

    “Safiyah kemudian sadar akan kebenaran nabi. Dengan suka rela ia merawat, menyediakan kebutuhan dan menyenangkan nabi dengan berbagai cara. Hal ini jelas terlihat pada saat kedatangannya kehadapan nabi saat jatuhnya Khaibar.” (Kitab Tabaqat)

    Anda tidak melihat pernyataan-pertanyaan bertentangan sang penulis muslim ? Tadinya ia mengatakan bahwa Safiyah ditawan dan diserahkan pada Muhamad sebagai tawanan. Itu berarti Safiyah tidak datang dengan suka-rela, namun ia dibawa ke hadapan sang nabi karena dia masih muda dan tercantik diantara tawanan lainnya.
    Bukhari juga mencatat pertemuan Muhamad dengan Safiyah dan pertempuran Khaibar dalam hadis.

    Dinarasikan oleh ‘Abdul ‘Aziz:
    “Kata Anas, ketika nabi menyerbu Khaibar orang-orang di kota berseru “Muhamad dan pasukannya datang”. Kami mengalahkan mereka semua, menjadikan mereka tawanan dan harta rampokan dikumpulkan. Nabi membunuh para pria yang melawan, membantai anak-anak keturunan merekan dan mengumpulkan para wanita menjadi tawanan (Sahih Bukhari Jilid : : 5 Buku :59 Nomer : 512).
    Kemudian Dihya datang menghadap nabi dan berkata,” Oh Nabi Alloh! Berikan aku seorang budak perempuan dari para tawanan.” Nabi berkata, “Pergilah dan ambil budak perempuan yang mana saja.” Ia lalu mengambil Safiya bint Huyai. Namun seorang pria datang pada nabi dan berkata,” Oh nabi Alloh, kau memberi Safiya bint Huyai pada Dihya, sedangkan ia adalah istri pemimpin suku Quraiza dan An-Nadir, ia seharusnya adalah milikmu.” Maka nabi berkata, “Bawa dia bersamanya.” Maka Dihya pun datang bersama Safiya, dan nabi berkata, “Carilah budak perempuan lain dari antara para tawanan.” Kemudian nabi mengambil dan mengawini dia.

    Thabit lalu bertanya pada Anas, “Apa mahar yang diberikan sebagai mas kawinnya?” Ia berkata “dirinya sendiri merupakan mahar yang harus dibayar ketika nabi menikahinya. Di perjalanan, Um Sulaim mendandaninya untuk upacara pernikahan, dan malamnya ia langsung diantar sebagai pengantin untuk nabi.” (Sahih Bukhari 1 Nomer : 367)

    Mahar adalah uang yang diterima pengantin wanita dari pengantin pria saat pernikahan. Muhamad tidak membayar mahar karena ia harus membayarnya pada dirinya sendiri karena menikahi seorang budak. Tentu ironinya adalah ia tidak membeli Safiyah, namun memang memperbudaknya dengan cara menyerbu kota kediamannya. Kisah ini sangat signifikan dalam menilai moral dan etika dari seorang nabi Tuhan.

    Lagi-lagi Muhammad mengejutkan kita dengan ajarannya bahwa dengan menikahi Safiyah dia akan menerima dua imbalan. Pertama, dengan menghindari mahar karena menikahi gadis budak yang diperbudaknya sendiri dengan sengaja, kedua ia dapat ‘menikahi’ gadis tercantik yang 40 tahun lebih muda darinya.
    KESIMPULAN

    Inti permasalahan yang anda lewati adalah bahwa Muhamad mengklaim diri sebagai nabi Tuhan untuk segala zaman dan semua bangsa. Ia memperkenalkan diri sebagai Nabi Terakhir dan Yang Terbaik dari Semuanya. Ia bersikeras bahwa ia mempunyai ”moral yang maha mulia” (Al Qalam : 4), dan ia adalah, “contoh/teladan yang harus diikuti” (Al Ahzab : 21), ”Rahmat bagi seluruh Alam” (Al Nabiya : 107).

    Namun berdasarkan apa yang telah kita telusuri, ternyata tidak begitu adanya.

    Apakah contoh yang diberikan Muhamad dalam kisah Juwairiyah, Safiyah, dan Aisyah sepatutnya diikuti oleh para muslim?

    Jika ada menyetujuinya maka para muslim seharusnya menyerang rumah-rumah non-muslim, membunuh mereka dan memperkosa istri-istri mereka. Jika anda berkata TIDAK dan tindakan Muhamad pada jaman tersebut tidak dapat diterapkan pada peradaban sekarang, maka semua ayat yang mengatakan bahwa kita harus mengikuti contoh Muhammad menjadi tidak berarti.
    Sesungguhnya telah ada pada diri Rasululah itu SURI TELADAN YANG BAIK bagi orang yang mengharap (rahmat) Alloh. (Surat 33 Al Ahzab : 21). Dan tiadalah Kami mengutus kamu (muhammad) melainkan UNTUK (MENJADI) RAHMAT SEMESTA ALAM. (Surat 21 Al Nabiya : 107)

    Yang menjadi masalah adalah bahwa orang-orang muslim tidak konsisten. Apakah kita harus mengikuti contohnya apa tidak? Apakah ia memberi contoh yang baik untuk kemanusiaan untuk diikuti atau tidak?

    Muhamad bukan hanya figur sejarah. Sebelum menjadi Presiden USA, George Washington mungkin meniduri budaknya (dengan alasan bukan penyebaran agama dan tidak mengaku sebagai utusan Tuhan). Pada jaman tersebut mungkin tindakan itu dianggap biasa, namun tidak ada orang yang mengatakan bahwa tindakannya merupakan contoh yang harus diikuti UNTUK SEGALA JAMAN DAN UNTUK SEMUA BANGSA !

    Berikut ini kisah Shafiya yang telah dimanipulasi untuk menutupi kebejatan Muhammad. Biar bagaimana pun juga cerita oleh Profesor Hasan Qaribullah ini sama sekali tidak bisa dipandang sahih karena tidak berdasarkan Hadist dan Alquran.

  37. KEMATIAN MUHAMMAD

    Muhammad mati di tahun 632 M. Dia mati karena diracun setelah dia menyerang dan menaklukkan tempat kediaman bangsa Yahudi di Khaybar. Dua bulan sebelum penyerangannya di Khaybar, Muhammad gagal masuk ke Mekah. Kegagalan ini terjadi karena Perjanjian Hudaybiyya antara dirinya dan pihak masyarakat Mekah. Dia harus balik kembali ke Medina dengan pandangan penuh hina masyarakat Mekah dan kekecewaan besar diantara para pengikutnya. Untuk mendongkrak semangat pengikutnya, Muhammad memberitahu mereka bahwa Perjanjian Hudaybiyya sebenarnya adalah suatu kemenangan. Bahkan Surat 48:1 “diwahyukan” pada Muhammad sebagai bukti kejadian itu adalah suatu kemenangan. Meskipun begitu, Alloh tidak menyerahkan harta benda masyarakat Mekah sebagai barang jarahan bagi kaum Muslim pengikut Muhammad, sehingga Muhammad mengatakan pada para pengikutnya bahwa mereka akan menyerang dan merampoki tempat tinggal bangsa Yahudi di Khaybar yang lebih mudah dikalahkan daripada Mekah.

    Sekitar 6 minggu kemudian Muhammad memimpin tentaranya dan menyerang bangsa Yahudi Khaybar ketika mereka sedang siap-siap pergi bekerja di ladang palemnya. Khaybar merupakan tempat tinggal yang dipertahankan oleh beberapa benteng yang tersebar satu sama lain. Tentara Muhammad mengalahkan benteng-benteng itu satu per satu. Akhirnya, benteng terakhir menyerah padanya. Muhammad memancung beberapa pemimpin Yahudi. Seorang pemimpin Yahudi (Kinanah) disiksa dengan cara dibakar dadanya agar mengaku di mana dia menyembunyikan hartanya. Ketika Kinanah hampir mati, Muhammad memerintahkan agar Kinanah dipancung. Banyak kaum wanita dan anak-anak yang diperbudak. Muhammad bahkan mengambil tahanan wanita Yahudi tercantik yang bernama Safiyah (yang adalah istri baru Kinanah) dan lalu menikahinya pula.
    Beberapa anggota masyarakat Khaybar membuat perjanjian dengan Muhammad. Mereka meminta agar tidak diperbudak karena ini akan membuat ladang-ladang pertanian subur mereka di Khaybar terlantar dan tidak menghasilkan apa-apa, dan mereka menawarkan Muhammad untuk memberi ½ dari hasil pertanian mereka kepada pihaknya. Muhammad setuju akan perjanjian ini dengan syarat bahwa mereka dapat diusir kapanpun juga atas alasan apapun. Beberapa tahun kemudian, Umar memang akhirnya mengusir sisa-sisa masyarakat Yahudi dari Khaybar.

    Segera setelah Khaybar ditaklukkan, seorang wanita Yahudi mempersiapkan makan malam untuk Muhammad dan orang-orangnya. Tanpa diketahui para Muslim, wanita ini telah menaburi racun di daging domba (sumber lain mengatakan kambing) yang disajikan untuk makan malam. Muhammad memakan sebagian daging itu dan mati karenanya tiga tahun kemudian.

    LAPORAN DARI SUMBER-SUMBER ISLAM

    BAGIAN A

    PERISTIWA PERACUNAN MUHAMMAD
    BAGIAN B

    KEADAAN MENJELANG KEMATIANNYA
    BAGIAN C

    MUHAMMAD DAN JIBRIL BERDOA BAGI
    KESEMBUHANNYA
    BAGIAN D

    PERISTIWA KEMATIAN MUHAMMAD

    Juga dikutip 4 tulisan-tulisan Islam yang paling diakui:

    1.”Sahih Bukhari”. Koleksi Hadis ini dianggap sebagai buku Islam kedua terpenting setelah Qur’an.
    2.Biografi Muhammad karangan Ibn Ishaq “Sirat Rasul Allah”, (THE LIFE OF THE PROPHET), diterjemahkan oleh A. Guillaume dan diberi judul “The Life of Muhammad”, dan merupakan Sirat (biographical) yang paling diakui di dunia Islam.
    3.Biografi Muhammad karangan Ibn Sa’d, the “Kitab al-Tabaqat al-Kabir” (buku : of the Major Classes), Jilid : 2. Di sini dimuat informasi terbanyak tentang kematian Muhammad.
    4.Tulisan “History” karangan Tabari. Tabari adalah salah satu penulis Islam yang paling dihormati di dunia Islam. Buku “The History of the Prophets and Kings” terdiri dari 39 volume.
    5.“Sahih Muslim”. Koleksi Hadis ini dianggap setaraf atau sedikit di bawah Sahih Bukhari. .

    Perhatian: Telah kukutip banyak bahan. Sebagian dari bahan-bahan itu menyatakan hal yang sama, tapi setiap kutipa menyatakan detail penting tentang proses keracunan dan kematian Muhammad. Harap dimengerti banyaknya kutipan yang dicantumkan, tapi ini sangat penting untuk menyatakan sumber bahan setepat mungkin.

    Perhatian: Kalimat yang terdapat dalam tanda [] adalah komentar saya.
    Seringkali penulis asli sendiri juga mencantumkan komentar mereka dalam tanda kurung seperti ini ( ). Aku akan cantumkan semua komentar mereka sebagaimana yang tertera di teks asli di buku mereka.

    Perhatian: Dalam beberapa kasus aku tidak mengikutkan rantai pencerita karena rantainya sangat panjang dan tidak esensial bagi isi pokok bahasan.

    Kutipan-kutipan ditulis di sini berdasarkan kronologi (urutan peristiwa) kejadian.
    BAGIAN A – PERISTIWA PERACUNAN MUHAMMAD

    A1
    Hadis Sahih Bukhari 3.786:
    Dikisahkan oleh Anas bin Malik:
    Seorang wanita Yahudi membawa daging domba (masak) beracun untuk sang Nabi yang lalu memakannya. Wanita itu lalu dihadapkan kepada Muhammad dan Muhammad ditanyai pengikutnya, “Haruskah kita bunuh dia?” Dia berkata,”Tidak” Aku terus mengamati akibat racun itu di mulut Rasul Alloh.

    A2
    Hadis Sahih Bukhari 4, Buku 53, Nomer 394:
    Dikisahkan oleh Abu Huraira:
    Ketika Khaibar dikalahkan, sup domba beracun disuguhkan pada sang Nabi (SAW) sebagai hadiah (dari orang-orang Yahudi). Sang Nabi memerintah,”Kumpulkan semua orang Yahudi yang ada di sini, berdiri di hadapanku.” Orang-orang Yahudi dikumpulkan dan sang Nabi berkata (pada mereka),”Aku akan bertanya pada kalian. Maukah kalian menjawab dengan jujur?” Mereka berkata,”Ya.” Sang Nabi bertanya,”Siapakah ayah kalian?” Mereka menjawab,”Ini dan itu” Dia berkata,”Kalian bohong, ayah kalian bukan ini dan itu.” Mereka berkata,”Kau benar.” Dia berkata,”Maukah kalian menjawab jujur jika aku tanya sesuatu?” Mereka menjawab,”Ya, wahai Abu Al-Qasim, dan jika kami harus berbohong, kau dapat menyadari kebohongan kami seperti tadi kau telah ketahui tentang ayah kami.” Lalu dia bertanya,”Siapakah yang akan masuk neraka?” Mereka berkata,”Kami akan berada di neraka untuk jangka waktu sebentar, dan setelah itu kau akan mengganti posisi kami.” Sang Nabi berkata,”Kalian dikutuk dan dihina di neraka! Demi Alloh, kami tidak akan pernah mengganti posisi kalian di neraka.” Lalu dia bertanya,” Maukah kalian menjawab jujur jika aku tanya sesuatu?” Mereka menjawab, “Ya, wahai Abu Al-Qasim.” Dia bertanya,”Apakah kau telah meracuni sup domba ini?” Mereka menjawab,”Ya.” Dia bertanya,”Mengapa kau lakukan itu?” Mereka menjawab, “Kami ingin tahu jika kau ini pembohong dan kalau kau memang pembohong, kami akan menyingkirkanmu, dan jika kau memang adalah seorang nabi, maka racun itu tidak akan mempan pada dirimu.”

    A3
    Daru Ibn Sa’d halaman 249:
    Sebenarnya seorang wanita Yahudi menyajikan (daging) kambing beracun kepada Rasul Alloh. Dia mengambil sedikit daging, memasukannya ke dalam mulutnya, mengunyahnya dan lalu memuntahkannya. Lalu dia berkata kepada para pengikutnya: “Berhenti! Sungguh, kaki domba ini berkata padaku bahwa dia telah diracuni.” Lalu dia meminta wanita Yahudi itu dipanggil dan dia bertanya padanya, “Apa yang menyebabkanmu melakukan hal itu?” Dia menjawab,”Aku ingin tahu apakah kau ini benar-benar nabi; jika memang benar maka Alloh tentunya akan memberitahu dirimu, dan jika kau ternyata berbohong maka aku akan dapat membebaskan masyarakat dari dirimu.”

    A4
    Dari Ibn Sa’d halaman 249: [dari penyampai kisah yang berbeda]
    Rasul Alloh dan sahabat-sahabatnya makan daging itu. Daging (kambing) itu berkata: “Aku diracuni.” Dia [Muhammad] berkata kepada para sahabatnya, “Tahan tanganmu! Karena daging ini telah mengatakan padaku bahwa dirinya diracuni!” Mereka lalu membuang daging-daging itu dari tangannya, tapi Bishr Ibn al-Bara mati. Rasul Alloh meminta dia (wanita Yahudi) dihadapkan kepadanya dan dia bertanya padanya,”Apa yang membuatmu melakukan hal itu?” Dia menjawab, “Aku ingin tahu apakah kau benar-benar seorang nabi, yang jika memang benar maka racun ini tidak akan mengganggumu, dan jika kau ternyata seorang nabi, maka aku akan dapat membebaskan masyarakat dari dirimu. Muhammad mengeluarkan peritah dan dia pun dihukum mati [Lihat Catatan 1]
    A5
    Dari Ibn Sa’d halaman 250: [dari penyampai kisah yang berbeda]
    Sesungguhnya seorang wanita Yahudi Khaybar menghidangkan (daging) kambing beracun kepada Rasul Alloh. Lalu dia menyadari bahwa dagingnya diracuni, sehingga dia meminta agar wanita itu dipanggil dan menanyainya, “Apa yang membuatmu melakukan hal itu?” Dia menjawab, “Kupikir jika kau benar-benar seorang nabi, Alloh akan memberitahumu, dan jika kau pembohong, maka aku akan dapat membebaskan masyarakat dari dirimu.” Ketika Rasul Alloh merasa sakit, dia mengeluarkan darah dari tubuhnya. [Lihat Catatan 2]

    A6
    Dari Ibn Sa’d halaman 251, 252: [dari penyampai kisah yang berbeda]
    …. Ketika Rasul Alloh mengalahkan Khaibar dan dia merasa lapar, Zaynab Bint al-Harith (Bint al-Harith adalah saudara laki Marhab), yang merupakan istri dari Sallam Ibn Mishkam bertanya, “Bagian kambing manakah yang disukai Muhammad?” Mereka berkata,”Kaki depan.” Maka dia pun memotong satu dari kambing-kambingnya dan memasak (dagingnya). Lalu dia membubuhi racun yang sangat kuat … Rasul Alloh mengambil kaki depan kambing, dia memasukkan sepotong daging ke dalam mulutnya. Bishr mengambil sepotong tulang dan memasukannya ke dalam mulutnya. Ketika Rasul Alloh memakan sepotong daging, Bishr memakan daging kambingnya dan orang-orang lain pun makan daging kambing itu. Lalu Rasul Alloh berkata,”Tahan tangan-tangan kalian! Karena kaki depan kambing ini … memberitahuku bahwa ia diracuni. Mendengar itu Bishr berkata,”Demi Dia yang membuatmu besar! Aku ketahui akan hal itu dari daging yang kumakan. Tiada yang mencegahku untuk memuntahkannya, karena aku tidak mau membuat makananmu tampak tidak enak. Ketika kau memakan daging yang tadi ada di mulutmu, aku tidak mau hidup jika kau tidak selamat, dan kukira kau tidak akan memakannya jika memang ada sesuatu yang salah.”
    Bishr tidak beranjak dari tempat duduknya tapi warna kulitnya berubah jadi “taylsan” (warna kain hijau) … Rasul Alloh menyuruh memanggil Zaynab dan berkata padanya, “Apa yang membuatmu melakukan apa yang kau telah lakukan?” Dia menjawab, “Kau telah lakukan pada masyarakatku apa yang telah kau lakukan. Kau telah membunuh ayahku, pamanku, suamiku, aku berkata pada diriku sendiri, ‘Jika kau adalah seorang nabi, kaki depan itu akan memberitahumu, dan yang telah berkata, ‘Jika kau seorang raja, kami akan mengenyahkanmu.’”
    Rasul Alloh hidup sampai tiga tahu setelah itu sampai racun itu menyebabkan rasa sakit sehingga ia wafat. Selama sakitnya dia biasa berkata, “Aku tidak pernah berhenti mengamati akibat dari daging (beracun) yang kumakan di Khaibar dan aku menderita beberapa kali (dari akibat racun itu) tapi sekarang kurasa tiba saatnya batang nadiku terputus.”

    A7
    Dari Tabari Jilid : 8, halaman 123, 124:
    Ketika Rasul Alloh beristirahat dari pekerjaannya, Zaynab bt. al-Harith, istri dari Sallam b. Mishkam, menyajikan baginya sebuah daging domba bakar. Dia telah bertanya sebelumnya bagian domba manakah yang paling disukai Rasul Alloh dan diberitahu bagian kaki depannya. Lalu dia membubuhi bagian itu dengan racun, dan dia juga meracuni bagian lainnya. Setelah itu dia menghidangkan daging itu. Ketika daging itu disajikan di hadapan Rasul Alloh, dia mengambil bagian kaki depannya dan mengunyah sebagian kecil, tapi tidak ditelannya. Di sebelah dia terdapat Bishr b. al-Bara b. Marur yang seperti Rasul Alloh juga mengambil bagian daging itu. Akan tetapi Bishr menelan daging itu ketika sang Rasul Alloh memuntahkan daging dan berkata, “Tulang ini memberitahu diriku bahwa ia diracuni.” Dia bertanya, “Apa yang membuatmu melakukan ini?” Wanita itu menjawab, “Bagaimana kau telah memperlakukan masyarakatku sudah nyata di hadapanmu. Jadi aku berkata, “Jika dia memang benar-benar nabi, maka dia akan diberitahu; tapi jika dia seorang raja, maka aku akan dapat menyingkirkannya.””. Sang Nabi mengampuninya. Bishr mati karena daging yang dimakannya.

    A8
    Dari Tabari Jilid : 8, halaman 124: [dari penyampai kisah yang berbeda]
    Rasul Alloh berkata selama sakitnya yang mengakitkan kematiannya – ibu Bishr datang menjenguknya – “Umm Bishr, pada saat ini aku merasa aorta (urat nadi) ku dirobek akibat makanan yang kumakan bersama putramu di Khaybar. [Lihat Catatan 3]

    Catatan 1: Terjadi ketidaksetujuan apakah Muhammad memerintahkan wanita yang meracuninya untuk dibunuh. Singkatnya, Muhammad memerintahkan wanita itu dibunuh atas kematian Muslim lainnya, yakni Bishr, yang tewas seketika akibat racun. Lihat tulisan Ibn Sa’d, halaman 250.

    Catatan 2:
    Muhammad menganggap mengeluarkan sejumlah kecil darah dari tubuh merupakan “cara pengobatan terbaik”.
    Catatan 3: Kutipan pernyataan di bagian A8 yang berbunyi “urat nadi robek” tidak berarti harafiah, tapi istilah untuk menggambarkan rasa sakit yang hebat.

    BAGIAN B – KEADAAN MENJELANG KEMATIANNYA

    B1
    Hadis Sahih Bukhari 5.713:
    Dikisahkan Ibn Abbas:
    ‘Umar bin Al-Khattab biasa mempersilakan Ibn Abbas untuk duduk si sebelahnya lalu ‘AbdurRahman bin ‘Auf berkata kepada ‘Umar, “Kami punya putra-putra yang mirip dengannya.” ‘Umar lalu bertanya bertanya pada Ibn ‘Abbas arti ayat suci ini: “Ketika pertolongan Alloh tiba dan penaklukkan Mekah …. “ (110:1)
    Ibn ‘Abbas menjawab, “Hal ini menyatakan kematian Rasul Alloh yang diberitahukan Alloh kepadanya.” ‘Umar berkata, “Aku hanya mengerti yang kau mengerti.”
    Dikisahkan oleh Aisha: Sang Nabi dalam penderitaan sakitnya yang mengakibatkannya mati, biasa berkata, “Wahai ‘Aisha! Aku merasa sakit karena daging yang kumakan di Khaybar, dan saat ini, aku merasakan urat nadiku bagaikan dipotong oleh racun itu.”

    B2
    Dari Ibn Sa’d halaman 244:
    …. dan tiada seorang nabi pun kecuali Muhammad yang hidup separuh waktu kehidupan nabi sebelumnya. Yesus anak Mary hidup selama 120 tahun, dan usiaku saat ini adalah 62 tahun. Dia (sang Nabi) mati setengah tahun kemudian.

    B3
    Dari Ibn Sa’d halaman 239:
    Jam (kematian) yang ditentukan bagi Rasul Alloh semakin mendekat dan dia dianjurkan melafalkan “tasbih” berulang kali dan meminta pengampunanNya.

    B4
    Dari Ibn Sa’d halaman 240:
    Ketika (Sura) pertolongan dan kemenangan Alloh tiba, sang Nabi berkata: (Ini menandakan) panggilan dari Alloh dan saat meninggalkan dunia.

    B5
    Tabari Jilid : 9 page 108:
    Ketika sang Nabi kembali dari Medina setelah melakukan ibadah haji, dia mulai mengeluh kesakitan. Berita sakitnya nabi mulai menyebar … Di bulan Muhammarm sang Nabi mengeluh kesakitan sampai akhirnya mati.
    BAGIAN C – MUHAMMAD DAN JIBRIL BERDOA BAGI KESEMBUHANNYA

    Catatan: Telah dikutip sebelumnya dari Ibn Sa’d (hal. 250) bahwa Muhammad mencoba sembuh dari keracunan.

    C1
    Dari Ibn Sa’d halaman 263
    Sesungguhnya selama dia sakit, sang Nabi melafalkan “al-Mu’awwadhatayn” [Sura 113, dan 114], dan meniupkan udara ke atas tubuhnya sambil menggosok-gosok wajahnya. [Ini adalah usaha untuk sembuh].

    C2
    Dari Ibn Sa’d halaman 265
    Rasul Alloh jatuh sakit dan dia yakni Jibril, berdoa baginya sambil berkata, “Dalam nama Alloh aku berdoa untuk mengusir semua yang melukaimu dan menangkal semua yang dengki padamu dan dari semua mata yang jahat dan Alloh akan menyembuhkanmu.”

    C3
    Dari Ibn Sa’d page 265 [dari penyampai kisah yang berbeda]
    Rasul Alloh merasa sakit dan dia (Jibril) berkata padanya, “Dalam nama Alloh aku usir semua yang melukaimu dan menangkal semua yang dengki padamu dan dari semua mata yang jahat dan Alloh akan menyembuhkanmu.
    C4
    Dari Ibn Sa’d halaman 322
    Sesungguhnya, ketika Rasul Alloh merasa sakit, dia meminta kesembuhan dari Alloh. Tapi atas sakitnya yang menyebabkan dirinya mati, dia tidak berdoa untuk minta kesembuhan; dia biasa berkata, “Wahai jiwa! Apa yang terjadi atas dirimu sehingga kau mencari berlindung di setiap tempat perlindungan?”

    BAGIAN D – PERISTIWA KEMATIAN MUHAMMAD

    D1 [sekali lagi mengutip dari Hadis Sahih Bukhari 5.713:]
    Hadis Sahih Bukhari 5.713:
    Dikisahkan oleh Aisha:
    Pada waktu sakitnya sebelum dia mati, sang Nabi sering mengatakan, “Wahai Aisha! Aku masih merasa kesakitan karena daging yang kumakan di Khaybar, dan sekarang aku merasa urat nadiku dipotong oleh racun itu.”

    D2
    Dari Ibn Hisham halaman 678:
    Ketika sang Rasul mulai menderita sakit yang membuat Alloh mengambil dirinya untuk memberikannya kehormatan dan kasih sayang yang telah Dia rencanakan baginya tak lama sebelum akhir Safar atau awal Rabi’ul-awwal. Aku diberitahu bahwa peristiwa ini dimulai ketika dia pergi ke Baqi’u’l-Gharqad di tengah malam dan berdoa bagi yang mati. Lalu dia kembali kepada keluarganya dan di pagi hari penderitaannya dimulai.
    D3
    Dari Ibn Hisham halaman 679:
    Lalu penyakit sang Nabi bertambah buruk dan dia menderita sakit hebat. Dia berkata, “Siramkan air tujuh kantung kulit dari sumur-sumur yang berbeda ke atas tubuhku sehingga aku bisa ke luar bertemu orang-orangku dan memerintahkan mereka.” Kami membantunya duduk di sebuah baskom tempat mandi milik Hafsa d. Umar dan kami menyiramkan air ke atasnya sampai dia menjerit,”Cukup, cukup!”

    … lalu di [Muhammad] berkata, “Alloh telah memberikan seorang dari hamba-hambanya pilihan antara dunia dan apa yang ada bersama Alloh dan dia memilih yang terakhir.”

    D4
    Dari Ibn Hisham halaman 680:
    Lalu beberapa istrinya mengelilinginya … ketika pamannya Abbas ada bersamanya, dan mereka setuju untuk memaksanya minum obat. Abbas berkata, “Biar kupaksa dia,” tapi merekalah yang kemudian melakukannya. Ketika dia sembuh dia bertanya siapa yang memperlakukan dirinya seperti itu. Ketika para istrinya berkata padanya itu adalah perbuatan pamannya, dia berkata, “Ini adalah obat-obatan yang dibeli para wanita dari negara sana,” dan dia menunjuk arah Abyssinia [Ethiopia]. Ketika dia bertanya pada para istrinya mengapa mereka melakukan hal itu, pamannya menjawab, “Kami khawatir kau akan menderita pleurisy,” Muhammad menjawab, “Itu adalah penyakit yang tidak akan diberikan Alloh padaku. Tidak ada seorang pun yang berkunjung ke rumah ini sampai mereka dipaksa makan obat ini, kecuali pamanku.” Maymuna [salah seorang istri Muhammad] dipaksa untuk makan obat itu meskipun dia sedang puasa karena sumpah sang Rasul sebagai hukuman atas apa yang mereka perbuat padanya.

    D5
    Umm Bishr [ibu orang Muslim yang juga mati setelah makan racun], datang kepada sang Nabi waktu Nabi sedang menderita sakit dan berkata, “O Rasul Alloh! Aku tidak pernah melihat demam seperti ini.” Sang Nabi berkata padanya,”Jika cobaan kita dua kali lipat beratnya, maka anugrah kita di surga pun jadi dua kali lipat pula. Apa yang orang-orang katakan tentang penyakitku?” Dia (Umm Bishr) berkata,”Mereka bilang itu pleurisy.” Karena itu sang Rasul berkata, “Alloh tidak akan membuat RasulNya menderita seperti itu (pleurisy) karena itu tanda kemasukan Setan, tapi (rasa sakitku adalah akibat) daging yang kumakan bersama-sama dengan anak lakimu. Racun itu telah memotong urat merihku.”
    Referensi: Ibn Sa’d biography, the “Kitab al-Tabaqat al-Kabir” (buku : of the Major Classes), Jilid : 2.
    Pleurisy = infeksi selaput paru-paru

    Dari ketiga biografi Muhammad, Sirat tulisan Ibn Sa’d-lah yang paling banyak memuat informasi tentang kematian Muhammad. Aku tidak mencoba membahas pandangan Ibn Sa’d mengenai hal ini, tapi aku membahas dan mengungkapkan bahan tulisan yang relevan.

    D6
    Dari Ibn Hisham halaman 682:
    …. bahwa dia mendengar Aisha [salah satu dari istri-istri Muhammad] berkata: “Sang Rasul mati di pelukanku saat giliranku [malam gilirannya dikunjungi Muhammad]. Aku tidak berbuat kesalahan apapun terhadap orang lain. Adalah karena ketidaktahuanku dan usia mudaku sehingga Rasul Alloh mati di pelukanku.

    D7
    Dari Ibn Sa’d halaman 322:
    Ketika saat terakhir sang Nabi semakin menderita, dia biasa menarik selimut menutupi mukanya; tapi ketika dia merasa tak nyaman, dia menyingkirkannya dari wajahnya dan berkata, “Kutukan Alloh bagi orang-orang Yahudi dan Kristen yang membuat kuburan-kuburan para nabi mereka sebagai tempat keramat.”

    Catatan 3: Pleurisy adalah infeksi paru-paru. Terasa sangat sakit. Aku tidak tahu bagaimana Muhammad bisa menganggap infeksi seperti ini datang dari Setan, tapi tidak menganggap racun di tubuhnya dari Setan.

    KESIMPULAN 1

    Muhammad menyerang Khaybar. Dia menghancurkan, menyiksa, membunuhi, merampoki dan memperbudak banyak masyarakat Khaybar (ref Kitab al-Tabaqat al-Kabir, Jilid : 2, halaman 134, 136, 137). Masyarakat Yahudi Khaybar tidak bersiap untuk menyerang dia. Seorang wanita Yahudi yang keluarganya dihabisi oleh Muhammad, menaruh racun ke dalam daging domba dan menghidangkannya bagi Muhammad dan Muslim lainnya. Muhammad menelan sebagian dari daging domba beracun itu dan mulai merasakan akibatnya. Dia mati tiga tahun kemudian sebagai akibat racun ini.

    Apa yang perlu ditelaah adalah keadaan sekitar kematian Muhammad. Kaum Yahudi berencana untuk membunuhnya. Kaum Yahudi percaya bahwa nabi sejati akan tahu terlebih dahulu tentang perbuatan mereka tapi nabi palsu tidak akan diperingatkan oleh Tuhan. Pihak Muslim pun percaya akan hal ini dan ini tampak saat seorang Muslim yang kemudian mati (Bish) berkata bahwa dia tidak mengira Muhammad akan memakan sesuatu yang diracuni (lihat kutipan A6).

    Dugaan kaum Yahudi benar. Muhammad makan racun itu dan mati karenanya. Mereka membuktikan, berdasarkan ujian mereka, bahwa Muhammad bukanlah seorang nabi. Seperti yang mereka sendiri katakan (dari kutipan A2):
    “Kami ingin tahu jika kau ini pembohong dan kalau kau memang pembohong, kami akan menyingkirkanmu, dan jika kau memang adalah seorang nabi, maka racun itu tidak akan mempan pada dirimu.”

    Kaum Yahudi yakin bahwa nabi sejati tahu apa yang sedang terjadi. Dalam kasus ini, Muhammad tidak tahu. Hanya setelah Muhammad makan daging domba itulah domba itu “bicara padanya” …. Aku tidak menganggap hal ini sebagai suatu keajaiban karena Muslim yang lain pun tahu bahwa daging itu “tidak beres” sebelum Muhammad memakannya. Kebanyakan orang dewasa ketika makan akan bisa merasakan jika ada yang tidak beres dalam makanan itu. Bahkan anak kecilpun memuntahkan kembali makanan yang rasanya tidak enak.

    Sudah banyak kali sebelumnya Muhammad mengaku dapat “wahyu” yang memperingatkannya akan bahaya. Dia bahkan menggunakan “wahyu” ini sebagai dasar alasan untuk menyerang tempat tinggal kaum Yahudi Banu An-Nadhir. Tapi wahyu di Khaybar terlambat datang: terlambat untuk menyelamatkan nyawanya, terlambat untuk menyelamatkan nyawa Bishr.

    Sewaktu sakitnya menjadi, Muhammad mulai berdoa untuk sembuh – dia bahkan menggosokkan tangannya “yang sanggup menyembuhkan” ke atas dirinya sendiri. Jibril juga ikut-ikutan berdoa untuk kesembuhannya (lihat C2 dan C3). Muhammad bahkan mengeluarkan sejumlah darahnya sendiri (sebagai obat penyembuhan yang paling mujarab) (Lihat A5). Sudah jelas bahwa pada saat itu Muhammad benar-benar ingin sembuh.

    Tapi usahanya sia-sia belaka. Sewakut sakitnya semakin memburuk, Muhammad menyadari bahwa dia sekarat, lalu dia berhenti berdoa untuk sembuh (lihat C4), dan mengaku bahwa Alloh memberinya pilihan untuk masuk ke Surga atau diam hidup di bumi. Muhammad berkata bahwa dia ingin pergi ke Surga. Dia sadar bahwa permainannya sudah berakhir sehingga dia menggunakan kesempatan terakhir dari situasi buruk ini sebaik-baiknya.
    Perasaan awal Muhammad tentang kematiannya terasa bagaikan ramalan ahli nujum. Tiada yang pasti dikatakannya sampai saat dia benar-benar akan mati. Mungkin dia pernah melihat proses kematian serupa dan tahu hasil akhirnya. Tidak usah jadi nabi atau terima “wahyu” segala untuk mengetahui kematian sudah di ambang pintu.

    Kesimpulanku adalah: kaum Yahudi membuktikan bahwa Muhammad bukanlah seorang nabi. Dia menelan racun, dan begitu pula para pengikutnya. Dia mencoba untuk sembuh, dia mencoba menerapkan teknik pengobatannya, dan dia melakukan “pengusapan tangan”, dia berdoa, Aisha beroda, dan bahkan Jibril pun berdoa, tapi hasil akhirnya menunjukkan dia tetap sajat mati keracunan.

    PERTANYAAN-PERTANYAAN :

    1.Jika Muhamad memang benar-benar nabi Tuhan, mengapa dia tidak tahu akan racun itu sebelum menelannya ?
    2.Jika engkau percaya bahwa memang kehendak Alloh agar Muhammad makan racun itu, juga bersama dengan Bishr, mengapa dong Muhammad bersusah payah untuk sembuh? Bahkan Jibril pun sembahyang untuk Muhammad supaya sembuh, tapi Alloh tidak mengabulkan doa-doa mereka.
    3.Mengapa Jibril tidak tahu akan kehendak Tuhan? Mengapa Jibril berdoa jika Tuhan memang sudah menentukan kematian Muhammad ?
    4.Mengapa Muhammad memaksa para Muslim lain untuk meminum obat yang diberikan kepadanya? Salah seorang dari mereka yang dipaksa adalah istrinya yang sedang puasa. Dia memaksa istrinya untuk batal puasa dan minum obat ini pula. Tidakkah ini tampak jahat dan ngawur?
    5.Mengapa pula pada saat hampir ajalnya, Muhammad mengeluarkan kutukan terhadap orang-orang Kristen dan Yahudi? Tidakkah lebih baik jika Muhammad berdoa untuk jadi panduan bagi mereka? Kutukan itu kedengarannya bagaikan doa penuh rasa iri dan pahit kepada Alloh. Muhammad mendoakan kutuk bagi orang lain dan bukannya meminta Alloh untuk membimbing orang lain.
    6.Mengapa pleurisy yang sebenarnya merupakan infeksi paru-paru normal disebut sebagai penyakit dari Setan, tapi racun di badannya bukan dari Setan ?

    KESIMPULAN 2

    Muhammad bukanlah nabi sejati, dia adalah nabi palsu. Dia mati karena makan daging beracun yang tidak diketahuinya. Daging terlambat “bicara” padanya. Hanya ketika sudah menyadari bahwa akan mati saja, barulah Muhammad mulai berusaha memperlihatkan sisi spiritual penderitaan dan kematiannya yang semakin dekat. Sebelumnya dia sibuk mencoba sembuh.

    Musa tahu saat kematiannya yang semakin dekat (Deut 34:1-5). Yesus pun tahu akan kematianNya di masa depan (Markus 8:32, 32). Tapi Muhammad sama sekali tidak tahu sampai akhirnya dia menyadari dia tidak akan sembuh dan akan mati.
    Rasul Paulus digigit ular berbisa (Kisah Para Rasul 28:1-6), tapi dia tidak menderita apa-apa akibat gigitan ini. Tuhan melindungi Rasul Paulus untuk menyelesaikan pekerjaan yang diserahkan kepadanya. Muhammad tiba-tiba saja mati sehingga para pengikutnya kebingungan siapa yang harus menjadi pemimpin berikutnya. Dunia Islam terpecah-belah karena masalah ini (Shia vs. Sunni). Mengapa Alloh yang benci perpecahan diantara Ummah tidak melindungi Muhammad sampai cukup waktu untuk menjaga persatuan Ummah dan menetapkan dengan jelas siapa pengganti dirinya?

    Yesus meramalkan tentang nabi-nabi palsu yang akan datang ke bumi dan membuat orang banyak tersesat (Matius 24:24). Muhammad adalah salah satu dari nabi-nabi palsu itu. Baik Yesus maupun Musa mengenal Tuhan muka dengan muka, tapi Muhammad hanya kenal malaikat yang dia panggil sebagai “Jibril” yang bicara padanya. Pada akhirnya pun doa malaikat ini tidak didengar oleh Alloh. Mungkinkah hal itu karena “Jibril” yang ini menyampaikan agama sesat (Galatia 1:8 ) kepada Muhammad? Mungkinkah Jibril ini sebenarnya Setan itu sendiri yang menyamar?

  38. AJARAN MUHAMMAD YANG PATUT DAN WAJIB DICONTOH
    BAGI YANG MENGHARAP RAHMAT ALLOH

    Surat 33( Al Ahzab) : 21 “Sesungguhnya telah ada pada diri Ralulullah itu SURI TELADAN yang BAIK BAGIMU, yaitu bagi orang yang mengharap (rahmat) Alloh dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Alloh.”

    Konsekuensi dengan adanya ayat ini, sudah seharusnya umat Muslim dalam segala aspek kehidupannya meniru/meneladani seperti apa yang telah Muhammad lakukan semasa hidupnya.

    1.Muhammad menikahi anak kecil umur 9 tahun (Aisha), Hadis Sahih Bukhari Vol. V No : 234 dan 236. Jika anda muslimin, anda boleh meniru teladan/contoh yang telah dipraktekkan Muhammad.
    3.Boleh meniduri budak/hamba sahaya/pembantu
    QS 23 (Al Mu’minun) : 5-6 “dan orang yang memelihara KEMALUANNYA, kecuali terhadap istri-istri mereka atau HAMBA SAHAYA/budak/pembantu yang mereka miliki.
    4.Boleh menggauli istri-istri yang telah diceraikan, dan itu tidak dosa. QS Al Ahzab 33:51 “Engkau boleh menggauli kembali istri-istrimu yang telah kamu ceraikan, maka tidak ada dosa bagimu.
    5.Mengecat Rambut menjadi warna ke jingga-jinggaan (Hadis Sahih Bukhari Vol I No. 167.) Pengecatan rambut seperti ini telah ditiru oleh Jema’ah An Nadzir di GOWA – Sulawesi Selatan. Semua kamu laki-laki dari jema’ah tersebut rambutnya dicat semua.
    6.Daun Palem berkasiat. Sahih Bukhari Vol II No. 443 “Sang Nabi melalui dua kuburan dan orang-orang itu (yang dikubur) sedang disiksa. Dia mengambil daun palem hijau, membelahnya jadi dua dan meletakkannya pada masing-masing kuburan. Orang-orang bertanya, “Wahai Rasul Alloh, mengapa kau melakukan hal itu”, Dia menjawab, “Kuharap hukuman mereka jadi berkurang sampai daun jadi kering”.
    7.Hadis Sahih Bukhari Vol. II No. 167 Terjadi gerhana matahari dam sang Nabi terperanjat KETAKUTAN kalau-kalau saat itu adalah hari kiamat.
    8.Dilarang Makan Bawang. Sahih Bukhari Jilid VII No. 362, Hadith Bukhari jilid 1, no.812, 813 dan Hadith Bukhari jilid 5, no. 526 Diriwayatkan oleh Abdul Aziz : Dikatakan oleh Anas, ”Apa yang kau dengar dari perkataan sang Nabi tentang bawang ? Anas menjawab, ”Siapapun yang makan bawang tidak boleh mendekati mesjid”
    9.Menguap berasal dari Setan. Sahih Bukhari Vol. IV No. 509 dikisahkan oleh Abu Huraira : Sang nabi berkata ,”Menguap berasal dari Setan.”
    10.Jika orang tidur tanpa sembahyang, maka Setan akan mengencingi kuping-kupingnya. dikisahkan oleh Abdullah, saang nabi berkata, “Setan mengencingi kuping-kupingnya” Sahih Bukhari Vol. II No.245
    11.Muslim dilarang menengadahkan mata ke arah surga jika sembahyang.. Sahih Muslim Vol. I No.863, Abu Huraira menyatakan Rasul Alloh berkata,” orang-orang tidak boleh mengarahkan mata menghadap surga jika ingin sembahyang, kalau tidak MATA MEREKA AKAN DICUNGKIL KELUAR.
    12.Muslim memiliki 1 usus, sedangkan non-muslim memiliki 7 usus. Hadis Sahih Muslim Vol III No. 5113-5115
    13.Muslim dilarang main catur. Sahih Muslim Vol. IV No.5612. Rasul Alloh berkata,”Dia yang bermain catur adalah seperti orang yang membasuh tangannya dengan daging babi dan darah babi.
    14.Air kencing unta adalah obat yang manjur untuk sakit-penyakit manusia. Hadith sahih Bukhari Jilid (Volume) 7 nomor 590 dan Hadith Sahih Muslim jilid 3 nomor 4130, Hadith Sahih Bukhari I, no. 234. dan Sahih Bukhari Jilid : 4, Buku 63, Nomer 261
    15.Syaitan dan Iblis menginap di dalam lubang hidung manusia di waktu malam. Ia boleh disembur keluar dengan menghembus air kedalam hidung dan kemudian disembur keluar melalui lubang hidung yang sama.. Hadith Bukhari jilid 4, nomor 516 dan Hadith Muslim jilid 1, nomor 462.
    16.Anjing yang berwarna hitam adalah iblis dan syaitan dan mereka harus dibunuh, karena anjing-anjing hitam itu berupaya berupaya membatalkan Sholat umat muslim. Hadith Sahih Muslim jilid 1, nomor 1032 dan Hadith Sahih Muslim jilid 3, nomor 3809-3829. Hadith Sahih Bukhari jilid IV no.539,540
    17.Sayap kiri seekor lalat beracun, dan sayap kanannya ada penawarnya. Hadith Bukhari jilid 7, nombor 673
    18.Dilarang kencing atau membuang air kecil ke dalam lubang/rongga dalam tanah. Lubang-lubang itu kononnya adalah tempat tinggal jin-jin tertentu. Sunan Abu Daud Jilid 1 (Pasal 16), Nomor 29.
    19.Penyakit Demam berasal dari api neraka, dan ia boleh disejukkan dengan air sejuk! Hadith Sahih Bukhari IV, no. 483, 486.
    20.Nabi Adam adalah setinggi 90 hasta (60 CUBITS) / 30 meter.! – Hadith Sahih Bukhari IV, no.543.
    21.Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Alloh) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni neraka Jahanam. Surat At Taubah : 113
    22.Sahih Bukhari Jilid 6, Buku 61, Nomer 577: “Aku mendengar Nabi berkata,”Di hari-hari akhir (dunia) akan muncul orang-orang muda dengan pikiran-pikiran dan ide-ide yang bodoh. Mereka akan berkata baik, tapi mereka akan meninggalkan Islam seperti anak panah yang ke luar jalur, iman mereka tidak lebih dalam dari tenggorokannya. Maka, jika kalian menemukan mereka, bunuh mereka, karena akan ada upah bagi para pembunuh itu di Hari Kebangkitan.”
    23.Sahih Bukhari Jilid : 4, Buku 63, Nomer 260 : “Ali membakar beberapa orang dan berita ini terdengar oleh Ibn ‘Abbas, yang berkata,”Jika aku berada di posisinya, aku tidak akan membakar mereka, seperti yang dikatakan sang Nabi,’Jangan hukum (siapapun) dengan Hukuman Alloh (yaitu : api).’ Tidak ragu lagi, aku sudah akan membunuh mereka, karena Nabi berkata, ’Jika seseorang (Muslim) meninggalkan agamanya, bunuh dia.’”
    24.Sahih Bukhari Jilid : 4, Buku 63, Nomer 261: “Delapan orang dari suku ‘Ukil datang kepada sang Nabi dan mereka merasa udara Medina tidak cocok bagi mereka. Karena itu mereka berkata,”O Rasul Alloh! Tolong berikan kami susu.” Rasul Alloh berkata, ”Aku anjurkan kalian untuk bergabung dengan kelompok unta-unta.” Maka mereka pergi dan minum air kencing dan susu unta-unta (sebagai obat) sampai mereka sehat dan gemuk. Lalu mereka membunuh gembala unta dan melarikan unta-unta itu, dan mereka meninggalkan agamanya setelah tadinya mereka adalah Muslim. Pada saat sang Nabi diberitahu hal ini oleh orang yang minta tolong padanya, ia menyuruh beberapa orang untuk memburu para pencuri unta itu, dan sebelum matahari bertambah tinggi, pencuri-pencuri itu dibawa kepada Nabi, dan Nabi memotong tangan-tangan dan kaki-kaki mereka. Ia meminta paku-paku, yang dipanaskan dan ditusukkan ke dalam mata-mata para pencuri, dan mereka diterlantarkan di Harra (daerah berbatu di Medinah). Mereka minta air, dan tidak ada seorang pun yang memberi mereka air sampai mereka mati.”
    25.Dan sebagian terjemahan dari Sunan Abu Daud, Buku 38, Nomer 4339 disampaikan oleh Aisha, Ummul Mu’minin : “Rasulullah (saw) berkata: Darah seorang lelaki Muslim, yang mengaku tiada Tuhan selain Alloh dan bahwa Muhammad adalah Rasul Alloh, secara hukum tidak boleh ditumpahkan kecuali oleh karena satu dari ketiga hal ini: orang yang berzinah setelah menikah, dan hukumannya adalah dirajam; orang yang melawan Alloh dan RasulNya, dan hukumannya adalah ia harus dibunuh atau disalib atau diasingkan dari tanah ini; atau orang yang membunuh dan hukumannya adalah ia harus dibunuh. ”
    26.Berikut ini sangat mengerikan. Aku berani berkata bahwa orang mana pun yang membaca ini dan tidak merasa muak berarti tidak dapat disebut manusia. Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4348 ”Disampaikan oleh Abdullah Ibn Abbas : Seorang pria buta punya seorang budak wanita yang sedang mengandung (bayi pria buta itu sendiri) dan budak ini suka mengolok-olok dan menghina sang Nabi. Ia melarang budak ini tapi budaknya tidak mau berhenti. Ia memarahinya, tapi budak itu tetap tidak meninggalkan tabiatnya. Suatu malam, budak itu mulai mencemooh sang Nabi dan menghinanya. Lalu pria itu mengambil sebuah pisau, menempelkannya di perut budak itu, lalu menusuknya, dan membunuhnya. Janinnya ke luar diantara kakinya berlumuran darah. Pagi harinya, sang Nabi diberitahu tentang hal ini. Dia mengumpulkan orang-orangnya dan berkata: Aku meminta dengan sangat demi Alloh orang yang melakukan hal ini untuk berdiri mengaku. Pria buta itu lalu melompat dan dengan gemetar berdiri. Dia duduk di sebelah sang Nabi dan berkata: Rasul Alloh! Akulah majikan budak itu; ia seringkali menghina dan mengolok-olokmu. Aku melarangnya, tapi dia tidak berhenti, aku memarahinya, tapi dia tidak meninggalkan tabiatnya. Ia punya dua anak laki seperti mutiara dari budak perempuan ini, dan ia adalah kesayanganku. Kemaren malam, dia mulai lagi menghina dan mengolok-olok engkau. Lalu kuambil sebuah pisau, menempelkannya di perutnya, dan menusukkannya sampai aku membunuhnya. Sang Nabi berkata: Oh jadilah saksi ini, tidak ada pembalasan yang perlu dibayar bagi darahnya”.
    27.Sahih Bukhari:Jilid : 7, Buku 62, Nomer 173: Diriwayahkan Jabir bin ‘Abdullah :
    Nabi mengatakan, “Jika kau memasuki (kotamu) pada malam hari (dari perjalanan) jangan memasuki rumah keluargamu sebelum wanita yang suaminya absent (dari rumah) mencukur bulu kemaluannyanya dan wanita dengan rambut tidak teratur, menyisir rambutnya.Dilanjutkan oleh Rasulullah, “(O Jabir!) Dapatkanlah keturunan, dapatkan keturunan !”
    28.Sahih Muslim buku : 008, nomor 3459 : Jabir b. ‘Abdullah melaporkan: saya menikahi seorang janda yang dikatakan rasulullah (saw) : mengapa kau tidak menyukai kenikmatan dengan perawan ? Shu’ba mengatakan: Saya menyebut ini kepada ‘Amr B. Dinar dan ia mengatakan : Saya juga mendengarkan dari Jabir bahwa rasulullah mengatakan : Mengapa kau tidak menikahi seorang gadis, agar kau dapat bermain-main dengannya dan ia bermain-main denganmu ? (maksudnya mencotoh Muhammad menikahi Aisha yang masih anak-anak supaya bisa bermain-main.)
    29.Sahih Muslim buku : 008, nomor 3253 : Rabi’ b. Sabra melaporkan bahwa ayahnya mengadakan ekspedisi dengan rasulullah (saw) selama kemenangan Mekah dan kami tinggal disana selama 15, dan rasulullah (saw) mengijinkan kami mengadakan perkawinan sementara dengan wanita. Jadi, saya dan seseorang lain dari suku saya keluar. Saya lebih ganteng dari dia. Kami memiliki jubah. Jubah saya sudah tua, sementara jubah teman saya masih baru. Saat kita sampai di sebuah bagian Mekah, kami melihat seorang wanita muda. Kami katakan: Mungkinkah salah satu dari kami bisa mengadakan kontrak perkawinan sementara dengan kamu ? Katanya: Apa yang kalian berikan sebagai emas kawin ? Kami masing-masing menyebarkan jubah kami. Teman saya mengatakan : Jubah miliknya itu sudah tua, sementara jubah saya masih baru. Namun sang wanita mengatakan 2 atau 3 kali bahwa tidak ada salahnya menerima jubah tua itu. Akhirnya saya mengadakan kontrak perkawinan sementara, dan saya tidak melepaskannya sebelum rasulullah (saw) melarangnya.
    30.Sahih Muslim buku : 008, nomor 3240: Jabir melaporkan bahwa rasulullah (saw) melihat seorang wanita dan oleh karena itu ia pergi ke isterinya, Zainab (…), dan bersenggama dengannya. Ia kemudian pergi ke para sahabat dan mengatakan : wanita datang dan pergi dalam bentuk setan, jadi kalau kau melihat seorang wanita (dan terangsang), kau harus cepat menghampiri isterimu, untuk mengusir apa yang kau rasakan dalam hatinya.
    31.Sahih Muslim buku : 3, nomor 0677 : Ubayy Ibn Ka’b melaporkan : saya bertanya kepada Rasulullah (saw) tentang seorang lelaki yang senggama dengan isterinya tetapi meninggalkan isterinya sebelum orgasme. Nabi menjawab : ia harus membersihkan dari dari cairan isterinya, berwudhu dan sholat.
    32.Sunaan Abu Dawud: buku : 11, nomor 2044:Diriwayatkan Abdullah ibn Abbas:
    Seorang lelaki datang kepada nabi (saw) dan mengatakan : isteri saya tidak menolak tangan lelaki yang menyentuhnya. Kata nabi: Ceraikan ia. Sang lelaki lalu mengatakan: Tapi takutnya nanti saya masih menginginkannya. Kata nabi: Kalau begitu, nikmatilah dirinya.
    33.Sahih Bukhari: Jilid : 3, buku : 31, nomor 149 : Dikisahkan oleh Aisha :
    Sang Nabi biasa mencium dan memeluk (istri-istrinya) ketika dia sedang puasa, dan dia punya kemampuan untuk mengontrol nafsu berahinya lebih hebat dari siapapun diantara kamu. Jabir berkata, “Orang yang batal karena setelah melihat (istrinya) harus menuntaskan puasanya.” selanjutnya Sunan Abu Dawud: Buku 13, Nomer 2380 : Dikisahkan oleh Aisha, Ummul Mu’minin : Sang Nabi biasa menciumnya dan menghisap lidahnya ketika dia sedang puasa. Sahih Bukhari: Jilid : 1, Buku 6, Nomer 319 : Dikisahkan oleh Zainab bint Abi Salama :
    “Sang Nabi biasa menciumku saat dia puasa. Sang Nabi dan aku biasa mandi Janaba dari satu baskom”
    34.Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran.” Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. ( Al Baqarah : 222) atau melakukan contoh seperti berikut : Sunaan Abu Dawud: Buku 1, Nomer 270 : Diriwayahkan Aisha, Ummul Mu’minin : Umarah ibn Ghurab mengatakan bahwa bibi dari garis ayahnya meriwayahkan kepada nya bahwa ia bertanya kepada Aisha: Bagaimana jika wanita sedang datang bulan dan suaminya tidak memiliki tempat tidur selain tempat tidur isterinya ? Jawab Aisha: Ini yang dilakukan Rasulullah (saw). Satu hari ia memasuki dirinya saat saya sedang datang bulan. Ia pergi ke tempat solat yang disediakan dirumahnya. Ia tidak kembali sebelum sampai saya tertidur nyenyak dan ia merasakan sakit karena kedinginan. Dan ia mengatakan: Dekatilah saya. Saya mengatkaan: Saya sedang datang bulan. KATANYA: BUKALAH PAHAMU. Saya kemudian membuka kedua paha saya. Lalu ia menaruh pipi dan dadanya pada paha saya dan dan saya bersandar padanya sampai ia menjadi hangat dan tertidur. Dan ini : Sahih Bukhari:Jilid : 3, buku : 33, nomor 247: Diriwayahkan ‘Aisha: Nabi biasa memeluk saya selama menses/haid saya. Ia juga mengeluarkan kepalanya dari mesjid saat ia di Itikaf, dan saya selalu mencucinya selama menses. Sunaan Abu Dawud: Buku 11, Nomer 2161 : Diriwayahkan Aisha, Ummul Mu’minin:
    Saya dan Rasulullah (saw) sering tidur disatu kain pada malam hari saat saya menses. Kalau ada hal dari saya mengotorinya, ia mencuci bagian kotoran itu, dan bukan bagian lain. Kalau ada hal dari dirinya yang mengotori pakaian saya, ia mencuci bagian itu dan tidak mencuci bagian lain dan ia bersolat dengannya (yaitu kain tersebut). Sunaan Abu Dawud: Buku 1, Nomer 0264 : Diriwayahkan Abdullah ibn Abbas : Nabi (saw) bercerita tentang seseorang yang bersenggama dengan isterinya selama ia haid: ia harus memberikan satu dinar atau setengah dinar sebagai zakat.
    35.Sahih Muslim buku : 008, nomor 3354 : ‘A’isha melaporkan : Datanglah isteri Rifa’a kepada rasulullah (saw) dan mengatakan: saua menikahi Rifa’a tetapi ia menceraikan saya. Setelah itu saya menikahi Abd al-Rahman b. al-Zubair, tetapi kepemilikannya hanya lemah (yaitu ia lemah secara seksual). Rasulullah (saw) tersenyum dan berkata: Apakah kau ingin kembali ke Rifa’a ? (Kau) tidak dapat melakukannya sebelum kau menikmati madu dirinya dan ia (‘Abd al-Rahman) menikmati madumu…. Sahih Muslim Buku 008, Nomer 3357 : ‘A’isha melaporkan bawha rasulullah (saw) ditanya tentang seorang wanita yang dikawini sesorang lelaki dan lalu menceraikannya, dan sang wanita lalu menikahi orang lain dan ia bercerai sebelum bersenggama, apakah halal bagi suami pertamanya untuk mengawininya kembali. Ia (nabi) mengatakan: Tidak sebelum ia menikmati madu sang wanita.
    36.Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Alloh dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman. Al Baqarah : 223
    37.Sahih Bukhari: Jilid 7, Buku 62, Nomer 137 : Diriwayahkan Abu Said Al-Khudri : Kami mendapatkan tahanan wanita sebagai jarahan perang dan kami melaksanakan coitus interruptus dengan mereka. Jadi kami tanya Rasulullah mengenai hal itu dan ia menjawab … “Tidak ada jiwa yang akan hidup kalau memang tidak ditakdirkan …” Sahih Bukhari: Jilid : 9, buku : 93, nomor 506 : Diriwayahkan Abu Said Al-Khudri : Ketika dalam peperangan dengan Bani Al-Mustaliq, mereka (tentara Muslim) menangkap tawanan-tawanan wanita dan ingin menyetubuhi wanita-wanita itu tanpa membuat mereka hamil. Maka mereka (tentara Muslim) tanya pada Nabi tentang azl/coitus interruptus. Kata Nabi, “Sebaiknya kalian tidak melakukannya, karena Alloh sudah menentukan siapa yang akan diciptakannya.” Qaza’a mengatakan, “saya mendengar Abu Sa’id mengatakan bahwa nabi mengatakan, ‘Tidak ada jiwa yang tercipta kecuali Alloh yang menciptakannya. (maksudnya jangan menumpahkan sperma diluar vagina, karena kalau perempuan itu hamil, itu kemauan Alloh)
    Sahih Muslim buku : 008, nomor 3371 : Abu Sirma berkata kepada Abu Sa’id al Khadri : O Abu Sa’id, apakah kau mendengar Rasul Alloh berkata tentang al-azl/coitus interuptus? Dia berkata: Ya, dan menambahkan: Kami pergi bersama Rasulullah dalam perjalanan ke Bi’l-Mustaliq dan mengambil tawanan-tawanan wanita Arab yang cantik-cantik ; kami terangsang melihat mereka, karena kami jauh dari istri-istri kami, (tapi pada saat yang sama) kami juga ingin menggunakan mereka sebagai sandera untuk ditebus (dengan uang). Karena itu kami mengambil keputusan untuk berhubungan seks dengan mereka tapi dengan melakukan azl/coitus interruptus …. Namun kami mengatakan: Kami melakukan tindakan selagi Rasullullah berada diantara kita; mengapa tidak menanyakannya ? … Dan Rasulullah menjawab : Tidak apa-apa kalau kau tidak melakukannya, karena setiap jiwa akan dilahirkan sampai Hari Kiamat.
    Sunan Abu Dawud buku : 11, nomor 2166 : Dikisahkan oleh AbuSa’id al-Khudri : Seorang pria berkata: Rasul Alloh, aku punya seorang budak wanita dan aku mengeluarkan penisku dari tubuhnya (ketika sedang berhubungan seks), dan aku tidak mau dia menjadi hamil. Aku melakukan itu karenanya. Orang-orang Yahudi berkata bahwa mengeluarkan penis (azl) adalah sama seperti mengubur hidup-hidup anak-anak perempuan dalam skala kecil. Dia (sang Nabi) berkata: Orang Yahudi itu berbohong. Jika Alloh memang mau menciptakan (bayi), maka kau tidak dapat mencegahnya.

  39. “PROSES TURUNNYA WAHYU QUR’AN”

    Mari kita simak Hadis-Hadis dibawah ini yang menceriterakan tentang turunnya wahyu Quran sebagai berikut:

    Diriwayahkan oleh ‘Aisha:
    Al-Harith bin Hisham bertanya Rasulullah ‘Ya Rasul, bagaimana wahyu diberikan kepadamu ?” Rasulullah menjawab, “Kadang kala diberikan seperti gemerincing suara lonceng, bentuk pewahyuan seperti ini yang paling berat …. Kadang kala malaikat datang dan berbicara dengan saya dan saya mencoba mengerti apa yang dikatakannya.” ‘Aisha menambahkan: Sungguh saya melihat nabi diberikan wahyu pada hari yang sangat dingin dan melihat keringat menderas dari keningnya (saat wahyu selesai). (Sahih Bukhari Jilid : 1, Buku 1, Nomer 2)

    ‘A’isha melaporkan bahwa Harith B. Hisham bertanya kepada Rasulullah (saw): BAGAIMANA WAHYU DIBERIKAN KEPADAMU ? Katanya: KADANGKALA BERUPA GEMERINCING SUARA LONCENG YANG MANA PALING BERAT BUAT SAYA … (Sahih Muslim Buku : 30, Nomer : 5765, Sahih Bukhari Vol I No. 1, Sahih Bukhari Vol. IV No : 438)

    kemudian dalam hadist selanjutnya:

    Abu Huraira melaporkan Rasulullah (saw) mengatakan: LONCENG ADALAH INSTRUMEN IBLIS (Sahih Muslim Buku : 24, Nomer : 5279)

    Diriwayahkan oleh Umar ibn al-Khattab:
    Ibn az-Zubayr mengatakan bahwa seorang klien wanita mereka membawa puterinya az-Zubayr ke Umar ibn al-Khattab sambil mengenakan lonceng di kakinya. Umar mencabutnya dan mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah mengatakan bahwa: Ada Iblis disetiap lonceng. (Sunan Abu Dawud Buku 34, Nomer : 4218)

    Diriwayahkan Umm Habibah:

    Nabi (saw) mengatakan: MALAIKAT TIDAK AKAN MENEMANI DIMANA ADA SUARA GEMERINCING LONCENG. (Sunan Abu Dawud Buku : 14, Nomer : 2548)
    Dari hadis-hadis tersebut diatas, dari siapakah wahyu yang diterima Muhammad ?

  40. Wahahaha… Mau mengomentari Mbak Nurlela yang masalah “AJARAN MUHAMMAD YANG…” Buanyak sekali hadits yang Anda tafsirkan hanya secara literari saja, tanpa mengambil tahu sebab turunnya. Juga banyak hadits yang Anda tafsir, Anda cocok-cocokkan dengan masa sekarang, padahal zamannya sudah lain dan hadits-hadits yang seperti itu perlu ditinjau ulang (disesuaikan dengan masanya, contoh: hadits tentang perbudakan dan peperangan). Makanya, mbak Nur, saya kan sudah merekomendasikan Anda untuk membaca Sirah Kenabian secara lengkap, sehingga dapat diketahui asbabun-nuzul dari hadits-hadits tersebut. Dan, buktinya banyak orang yang salah tafsir mengenai suatu hadits karena hanya menerjemahkannya secara literari saja.
    Bahwa sebab-sebab Nabi mengawini Aisyah, sebab-sebab diperbolehkannya menggauli budak, hukum qishash bagi orang yang berbuat salah, dsb. Semuanya ada di Sirah Kenabian jika Anda benar-benar mendapatkan sumber yang lengkap. Dan untuk masalah lalat, gerhana, dsb. Hal itu lihat juga pada bukti-bukti sains saat ini.
    Mengenai suara lonceng, sekali lagi anda menafsirkan secara literari. Bahwa yang dimaksud adalah: “Bahwa lonceng itu dapat membawa kepada syahwat sehingga harus dijauhi”. Membunyikan lonceng sendiri boleh-boleh saja, sepanjang tidak menimbulkan syahwat. Adapun mengenai lonceng yang didengar Nabi, hanya perumpamaan saja. Bukan bunyi yang sebenarnya.
    The Last: Terima kasih atas perhatian Anda kepada Nabi kami.

  41. @nurlela
    komen anda panjang sekali…
    hmm… agar tidak OOT, kita persempit pembahasannya jadi “isra’ mi’raj”.. dan kita persempit lagi jadi “pantas atau tidakkah kita meragukan isra’ mi’raj?”…
    nah. pondasi agama kami itu adalah Iman;
    ~iman kepada Allah SWT (tuhan kami)
    ~iman kepada malaikat
    ~iman kepada kitab suci
    ~iman kepada nabi dan rasul
    ~iman kepada hari kiamat
    ~iman kepada qada dan qadar

    rukun iman itu, menurut saya, sudah hierarkis.
    artinya begini ; kalo seseorang sudah percaya pada Allah, konsekuensinya dia harus percaya pada rukun iman yang 5 lagi. hmm.. agama tidak bisa hanya dipelajari secara literatur. agama membutuhkan perenungan kontemplatif. agama itu urusan hati.
    tapi anda jangan salah. agama kami selalu menyuruh orang untuk menggali ilmu sedalam-dalamnya. alqur’am memberikan semacam stimulus untuk terus menggali ilmu.
    hmm.. untuk mengakhiri debat kusirnya, saya ingin mengungkapkan sesuatu ; jika mengerjakan persamaan diferensial orde banyak saja “kita yang rata-rata ini” masih keteteran, mending jangan coba-coba meragukan kekuasaan tuhan”..
    sekian..

  42. bwt nurlela

    kata2nya, kutipannya sama ma di tempat laen…..
    masih satu ORGANISASI y?
    nama ORGANISASI-nya apa?
    bagus tuh bwt di…..

    itu menafsirkannya OTODIDAK y?

    bisa dibuktikan kutipan2nya….
    klo bisa bawa buku2nya…

  43. Mencuci tangan setelah menyentuh luka sebelum menyentuh bagian tubuh lain untuk menghindari penyebaran virus.Jika mengunakan pengering rambut dalam aturan rendah ini dapat memberikan bantuan menghilangkan rasa sakit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s