Penting, ya?

Dari yang gw baca di bukunya Bung Karno yang berjudul “Indonesia Merdeka”, beliau berharap setelah Indonesia merdeka rakyat bisa terbebas dari segala bentuk penjajahan. Segala bentuk penjajahan.

Dan beliau juga berharap bahwa setelah merdeka yang memegang kendali negeri ini adalah rakyat. Bukan para pengusaha kaya, penanam modal, borjuis, penjilat, dan segala wujud penjajah lain. Begitu kira-kira yang gw tangkap dari buku itu.

Lihatlah sekarang. Rakyat seperti sudah dikendalikan oleh “orang-orang” yang berkepentingan. Sebutlah itu partai politik yang ingin partainya menang pemilu, pengusaha kaya yang ingin usahanya lancar, para pejabat karbitan abal-abal…

Cobalah dengar berita di media. Pasti anda akan mendengar banyak berita tentang : warga yang protes mengenai hasil pilkada karena calonnya kalah dan warga yang protes mengenai hasil PILKADUS (PEMILIHAN KEPALA DUSUN)…

*tertawa setan*

Sadarlah kau kaum proletar. Kau hanya dijadikan bidak catur oleh orang-orang yang sok memimpin itu. Tak perlu engkau bersusah payah demonstrasi mengeluarkan tenaga demi memperjuangkan hak BUPATI itu, WALIKOTA itu, GUBERNUR itu, KEPALA DUSUN itu. Buang-buang tenaga. Toh kau sudah tahu sendiri bahwa mereka hanya memanfaatkan kau punya tenaga.

Kau juga, orang-orang sok borjuis. Aku punya kutipan kata dari seseorang untuk kau,

… money, power, are illusions.

~Chris McCandless~

*tanduk menghilang*

*jadi malaikat lagi*

14 pemikiran pada “Penting, ya?

  1. Permainan kepentingan itu ada di mana-mana. SUka nggak suka, itu udah jadi bagian dari hidur manusia. Tinggal bagaimana manusia “pandai-pandai” memanfaatkannya…😆

  2. kembalikan bangsa ini ke jaman tirani… aku kangen Pak Harto… aku kangen… aku kangen Pak Harto… aku kangen si tangan besi… seandainya the next Indonesia president seperti Vladimir Putin.. sungguh bahagia gw..
    Bangsa ini belum siap ber-demokrasi… believe me.

  3. itulah repotnya kalau kalukulasi politik sudah masuk ke dalam otak para elite kita, mas morish. seringkali mereka sok dermawan menjelang pemilihan. tapi ujung2nya setelah berkuasa, mereka umumnya lupa sama rakyat yang telah memilihnya.

  4. @HARUHI-ism
    jadi kalo gak mau terlibat sama “kepentingan2” itu, mending jadi pertapa aja ya? hehe..
    atau jadi penjelajah yang rumahnya “alam”

    @Hanggadamai
    kalo harta sih kasat mata ya.. hehe:mrgreen:

    @nurussadad
    untuk penguasa….
    kucing tuh…

    @Dimas
    beli aja di buku social agency..
    cuma kekna langka deh. soalnya bukunya gak populer.

    @Rindu
    hehehe…
    bener. buat apa mikirin orang lain kalo orang lain itu gak mikirin kita. itu namanya buang-buang tenaga..
    hehehe..

    @ojat
    yah, seperti kata banyak media sekarang : semuanya “dipolitisasi”..
    semuanya dijadiin mainan. sampai-sampai masa depan orang lain dijadiin mainan..

    @cK
    *tendang mbak chika

    @Gimbal
    kalo kata lo negeri ini butuh sekelompok pemimpin yang agak “keras” dan “disiplin”, gw setuju, gim..
    tapoi kalo harus balik lagi kek jaman soeharto, ya nggak lah. bisa-bisa blog gw ini disuspend.:mrgreen:

    @Sawali
    itulah akibatnya kalo yang jadi anggota DPR banyak yang gak jelas asal-usul pendidikannya..
    bleh.. jijk gw..

    @Hoek Soegirang
    hmm.. hehehe.. mau gak mau, karena udah gak ada lagi yang bisa untuk dimakan, masyarakat ya jadi mau aja demo untuk kepentingan orang-orang “gak jelas” itu..
    huff…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s