Mereka Menyuruh Kami Kembali ke Kenozoikum

Betapa bodohnya. Menjiplak saja mereka tak bisa. Sudah jelas-jelas dari dulu Ariestoteles menuliskan bahwa,

Secara umum, negara adalah kesatuan warga negara dalam rangka memenuhi tujuan hidup.

Kenyataannya, di negeriku, negara adalah kesatuan warga negara yang dibodohi dan diperalat orang-orang berduit yang mempunyai kepentingan dalam rangka memenuhi tujuan hidup orang-orang berduit itu.

Entah karena memang pada dasarnya tidak suka membaca, aku juga tidak tahu, mereka bahkan tidak mengerti apa cita-cita bangsaku ini ; merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Jika cita-cita saja mereka tak tahu, pastilah juga mereka tak tahu tujuan nasional bangsaku tercinta ini ;  melindungi segenap bangsa …. dan seluruh tumpah darah … , mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan pada kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Sebenarnya sungguh mulia cita-cita dan tujuan bangsaku ini. Sungguh-sungguh mulia.

Cita-cita nasional yang “sepertinya” belum berusaha untuk diraih

Negeriku tidak bisa dikatakan merdeka. Karena masih terlilit hutang ribuan triliun, kami tidak mempunyai kebebasan dalam bertindak. Prinsip politik Bebas Aktif yang dulu pernah membuat negeriku menjadi negara besar yang dihormati dunia pastilah tidak bisa dipakai lagi, karena dililit kepentingan negara pemberi hutang. Walhasil, negeriku ini jadi seperti belalang. Menclok sana sini tapi gak pernah ada yang pasti (Seurieus, Jojoba).

Apakah negeriku sudah bersatu? Belum, Kawan. Bahkan dalam pemilihan kepala dusun pun semua orang masih memikirkan kepentingan golongannya masing-masing. Aku yakin yang seperti itu belum bisa disebut bersatu. Berdaulat? A, negara tetangga yang katanya bangsa serumpun dengan kami saja menginjak-injak kepala kami dengan leluasa. Ya, karena tidak ada perlawanan berarti dari mereka yang mengaku pemimpin kami. Pembohong-pembohon tak berbakat yang menjual omongan di lapangan sepakbola.

Adil dan makmur? Pertanyaan ini hanya bisa kujawab dengan meludah. Cuih!

Tujuan nasional bangsaku juga masih jadi sebentuk omong kosong. Lalu sekarang mereka menyuruh kami kembali ke zaman Kenozoikum dengan cara memblokir YouTube!

15 pemikiran pada “Mereka Menyuruh Kami Kembali ke Kenozoikum

  1. lam kenal!!
    gw tertarik sama ide-ide yang lw tulis di sini. mahasiswa UGM ya cuy? gw anak kelautan ITB tapi udah lulus 3 tahun yang lalu. udah nonton FITNA? kalo blom, nonton dulu.. ntar kita diskusiin. gw geram terhadap orang-orang yang ga mengenal esensi pemikiran Islam tapi masih aja berani mengkritik Islam dengan cara pandang yang salah. gw tunggu postingan-nya ya soal film FITNA…
    wassalam sobat barumu…

  2. siap2 kembali ngirim surat pake perangko, siap2 nge-break pake radio, ato malah siap2 ga boleh ngomong…ngomong dikit lgsg tangkep..ahh makin mundur aja indonesa

  3. sabar ya sabar memang para pemimpin di negri ini aneh smua..
    klo masalah youtube kan bisa dibuka lewat hideproxy, ninja proxy, trus banyak lagi,,,
    jadi keep smiling okehhh…🙂

  4. untungnya speedy masi memferbolehkan saia mengaksesnya. fiuhhh….
    walofun begidu, saia ikodh frihatin sangadh, bahwa ternyata kalau femerintah melek internet ko ya jadi makin bodoh….

  5. Mungkin sudah bawa’an orok kali Mor hehehe .. ingat ga mengapa kita jadi bangsa terjajah begitu lama .. karena kita memang ga suka bersatu. Mudah diadu domba. Mudah dipecah belah.

    Lihat aja lah .. kita mengaku sudah sebagai bangsa Indonesia, tapi yang namanya perkumpulan / paguyuban persukuan tetap aja marak. Kita memang suka dikotak-kotakan koq Mur .. lihat sekeliling kita Mur.

    Padahal Allah itu menciptakan kita bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal. Artinya .. kita berbaur dengan siapa saja, mengenal siapa saja.

  6. @anonim
    URL lo mana, bro?? salam kenal dan trims dah mampir ke blog gw..
    gw dah dapet donlotan film fitna, tapi belom sempet ngopi dari temen..
    ulasan2 tentang fitna gw dah baca..
    kalo gw udah nonton fitna dan menemukan sesuatu yang menarik, insya Allah gw tulis..
    sekali lagi, trims..🙂

    @Bedh
    gak tau juga gw apa ini sikap marah atau gegabah..
    *geleng-geleng kepala
    You Tube ini hanya salah satu sampel… gw anggap aja Pars pro toto..

    @venus
    *membentangkan spanduk selamat datang..:mrgreen:

    @ojat
    miris gw denger berita akhir-akhir ini…
    yang paling ngeselin itu berita tentang SLANK yang bakalan dituntut beberapa orang anggota DPR itu…
    ckckckck, jijik gw sama orang-orang borjuis itu..

    @hanggadamai
    wah… fokus permasalahannya gw bukan pemblokiran You Tubenya..
    tapi lebih ke sikap pemerintahnya…:mrgreen:

    @Nazieb
    iya. sok tau…
    yang bikin undang-undang paling cuma bisa main Solitaire..

    @Hoek
    memangnya pemerintah melek internet??:mrgreen:

    @Gun
    *Grrrr!!!*

    @erander
    butuh seorang figur, bang..
    kalo figur itu sudah ada, kita bisa bikin Indonesia Baru..

  7. ya betul, negeri ini masih terpecah belah, kita harus bisa menyatukan negeri ini..jgn yang susah2, lewat komunitas blog kita udh bisa bersatu, biar yang kecil aja dulu, kalo lama2 kan makin besar tuh komunitasnya, nah kl udh besar kita rencanain pembakaran gedung DPR🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s