Fine Things

Minggu pagi kemarin gw sepedaan ke daerah Grha Sabha Pramana (GSP). Makan Soto Padang sekaligus penyegaran. Pemandangan di kamar kos sama sekali berbeda dengan pemandangan di zona sunday morning (sunmor) itu.

Di samping Soto Padang itu ada yang menjual buku. Dengan sok aksi gw melihat-lihat bukunya. Di deretan paling depan tergeletak mantap sekitar lima judul buku karangan Ms. Danielle Steel. Di sebelah utaranya (biar gampang di samping atasnya) terpajang kertas yang menjelaskan bahwa buku itu diobral seharga 10 ribu. Langsung aja gw beli yang judulnya Fine Things. Buat nambah-nambah koleksi di rak buku kan lumayan. Hehe.

Awalnya gw memandang sebelah mata buku-buku Ms. Danielle Steel. Bukan, bukan karena mata gw cuma ada sebelah. Tapi karena gw menganggap ceritanya agak-agak cengeng begitu. Ketika membuka buku itu saja gw memasang tampang melecehkan.

Ah. Cerita ringan. Dan bacaan orang dewasa. Gw pasti dibunuh jika waktu SMP dulu ketahuan membaca buku ini.

Semakin gw baca ternyata gw semakin suka buku itu. Gw yang awalnya melecehkan Ms. Steel sekarang malah balik memujanya. Cerita yang ditulisnya itu adalah jenis cerita yang bisa membangkitkan semangat dan menumbuhkan optimisme. Yah, sangat membangun lah kata gw. Menginspirasi.

Fine Things ini sendiri mengisahkan tentang Bernard Fine. Bernard Fine ini adalah seorang wakil presiden direktur toserba Wolff’s yang pada suatu saat tiba-tiba dipindah tugaskan dari New York ke San Fransisco untuk membuka cabang toko baru. Dia ditugaskan untuk “membesarkan” toko baru itu.

Pada awalnya dia tidak terlalu suka tinggal di San Fransisco dan selalu meminta kepada bosnya, Paul Bermen, untuk sesegera mungkin setelah cabang baru itu “stabil” untuk memulangkannya kembali ke New York. Di San Fransisco Bernie bertemu dengan Elizabeth O’Reilly dan anaknya Jane (yang sangat dicintai Bernie). Bernie kemudian menikahi Liz.

Kehidupan Bernie menjadi kacau karena Liz terkena kanker dan meninggal dunia setelah melahirkan Alexander. Kekacauan itu diperparah dengan diculiknya Jane. Namun setelah beberapa waktu kehidupan mereka  normal kembali, walaupun tanpa Liz.

Setelah itu Bernie bertemu Megan Jones.

Ah. Bosan gw cerita. Mending beli bukunya dan baca sendiri. Oks.🙂

7 pemikiran pada “Fine Things

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s