Kampanye?

Tadi pagi saya ada sedikit keperluan ke daerah Ringroad Jogja. Sewaktu berangkat perjalanan sungguh damai. Tidak ada kemacetan kecuali yang ditimbulkan bis kota sewaktu akan berhenti atau jalan.

Waktu mau pulang lain lagi. Di sekitar Monjali, jalan yang mengarah ke barat sempat dimacetkan oleh arak-arakan kampanye salah satu partai peserta pemilu. Saya hanya bisa tertawa dalam hati. Mau kampanye saja harus menyusahkan orang lain. Mengganggu lalulintas. Bagaimana jika orang yang lalulintasnya terganggu itu punya keperluan yang benar-benar mendesak? Bagaimana jika seandainya ada ibu-ibu hamil yang akan melahirkan?

Cih! Sebelum mendudukkan wakilnya di senayan saja sudah menyusahkan rakyat.

Perjalanan saya lanjutkan ke kampus. Di perempatan MM UGM ada lagi arak-arakan kampanye partai. Lucunya partainya sama dengan yang tadi di Monjali. Bikin susah orang yang mau ke Klebengan aja.

Menurut saya sudah waktunya cara-cara kampanye partai diubah menjadi lebih “mikir” seperti debat antar-partai, penjabaran visi-misi caleg masing-masing partai, atau debat antar-caleg juga.

Kawan-kawan. Hati-hati dalam memilih partai, caleg, dan presiden. Jangan pilih dengan asal-asalan. Kalau milih wakil rakyat dan pemimpin asal-asalan, negeri ini juga akan jadi asal-asalan. Mending gak milih daripada milih asal-asalan.

5 pemikiran pada “Kampanye?

  1. Sebuah harga yang sangat sangat mahal untuk sebuah legitimasi atas demokrasi. Tidak kurang, negara harus mengeluarkan triliyunan rupiah untuk sesuatu yang kata orang2 pinter (pinter ngapusi rakyat) adalah pencapaian demokrasi. Tapi buat saya – Pemilu, Pilpres, Pilkada, Pilgub dan pil-pil lainnya.. tak lebih dari sebuah sirkus rakyat.

    Kenapa kita tidak belajar pada Rusia? Pada Mister Vladimir Putin dan para siloviki?

  2. tadi sore sepulang kerja, saya “dipaksa” melihat kampanye sebuah parpol.Sebenarnya kampanyenya bukan dijalan tapi disebuah lapangan dipinggir jalan .Semua orang tumpek blek memenuhi lapangan dan saya yakin pasti sebagian besar yang datang bukan untuk mendengarkan orasi dari jurkam tapi sekedar mau melihat goyang dangdutan dari penyanyi yang pake rok mini.

    Dan saat ini yang kuingat bukan wajah caleg,no urut ato nama parpol tapi malah rok mini penyanyi itu, sampai menuh-menuhin bungkusnya coyy !??!:mrgreen:

  3. Pemilu tetap penting walaupun memang sistem sekarang belum sempurna untuk meneruskan aspirasi rakyat… paling ga kita tahulah realita rakyat Indonesia dan caleg-calegnya yang sok peduli itu.

    Kalau yang ingin adanya perubahan maka ikutlah Pemilu.

    Kalau yang tidak ingin adanya perubahan maka tetaplah ikut Pemilu.

    karena bila ga milih itu sama aja menghasilkan pemerintahan yang tidak tahu aspirasi rakyatnya… karena rakyatnya saja tidak tahu apa yang mereka inginkan.

    (mending bubarin aja negeri ini terus dijajah ama negara lain, mau ga?)

  4. @gimbal
    nonsense aja kelihatan semuanya, gim.
    liat aja contohnya gmn kampanye partai-partai pemilu tahun ini.. cuma nebar-nebar poster berisi lambang atau foto caleg… gak ada gunanya itu.. mau ikutan lomba kecantikan mereka itu?
    gmn mau milih dengan benar kalo rakyat gak tau gimana cara berpikir mereka..

    ditambah lagi “pengurus2” pemilu kita pada gak profesional.. surat suara ketuker lah, telat lah, apa lah…

    kamerad Vladimir Putin dkk itu orang cerdas, gim… mantan KGB..
    mikirnya juga pasti lebih beres..

    @regso
    hahaha

    @muhamaze
    hehehe

    @indra kurniawan

    karena bila ga milih itu sama aja menghasilkan pemerintahan yang tidak tahu aspirasi rakyatnya… karena rakyatnya saja tidak tahu apa yang mereka inginkan.

    caleg2 itu aja cuma nampang foto mereka aja di tepi jalan..
    ini pemilihan anggota dewan atau gadis sampul?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s