Mencemarkan RS, Ditangkap. Mencemarkan Facebook?

Sementara Prita Mulyasari ditangkap atas tuduhan mencemarkan nama baik sebuah Rumah Sakit (RS) hanya karena curhat mengeluhkan pelayanan RS tersebut kepada para sahabatnya, bagaimana dengan orang-orang yang dengan seenak perutnya mengharamkan Facebook?

Jika mengeluh saja sudah dianggap mencemarkan nama baik, bukankah berarti “mengharamkan” Facebook bisa dikategorikan sebagai pembunuhan karakter? Saya pribadi sebagai seorang pengguna Facebook juga merasa nama saya dicemarkan karena dianggap berkutat dengan sesuatu yang haram.

Kenapa diharamkan? Karena bisa membuka gerbang kemaksiatan? Kenapa sudah curiga dulu? Kalau sudah begini siapa coba yang pikirannya lebih dahulu condong ke yang tidak baik?

Tolonglah. Menganga dulu sebelum bicara. Halal dan haram itu absolut. Di antaranya, kembalikan saja ke fitrah. Jiwa setiap orang pasti bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk bagi mereka masing-masing.

JAN

18 pemikiran pada “Mencemarkan RS, Ditangkap. Mencemarkan Facebook?

  1. kalo mengharamkan Facebook kenapa ga sekalian haramkan internet, haramkan hp, haramkan televisi, haramkan teknologi.😀

    bebaskan bu prita😀

    1. 😀
      perlakuannya gak adil aja.. bu prita yang cuma ngeluh kok ditangkap.. sementara itu sekelompok orang “waton nyangkem” facebook haram.. dan gak ada tindakan buat mereka..

  2. Mungkin rumah sakitnya yang merasa kebakaran jenggot. Atau bisa jadi RS tersebut panik takut kesalahannya terungkap mangkannya ia menuntut duluan. Sialnya aparat hukum yang memproses perkara tersebut kurang kompeten bijaksana jadinya ya seperti itu.

    Kalau facebook dicemarkan?? Kayaknya sih dianya masih adem ayem aja tuh. Nggak ngaruh. Soalnya mau mengharamkan facebook juga justru yang terlihat pandir malah yang mengharamkannya. Tetapi oleh MUI kan yang mau diharamkankan bukan FB-nya tapi kegiatan di FB yang kurang patut.. betul kan??

    1. @Yari
      Mungkin begitu, mas. Bagi sebuah rumah sakit, swasta lagi, reputasi kan adalah segala-galanya. Tapi konyolnya dengan menyeret bu prita ke RS, mereka secara tidak sadar dan tidak langsung menyebar kebusukan mereka ke publik. Kita sama-sama tunggu saja hasil sidang hari ini, mas. Pasi banyak ntar temen2 blogger yang ngupdate beritanya.

      Facebooknya kalem berarti ya? hehe.. Saya yang tidak habis pikir itu tentang judgement “para pengharam” yang terkesan sangat prematur. Berapa persen lah orang-orang yang “jual diri” di facebook. Toh di facebook juga ada fasilitas report accout dan sejenisnya.

      Tetapi oleh MUI kan yang mau diharamkankan bukan FB-nya tapi kegiatan di FB yang kurang patut.. betul kan??

      Nah, ini malah yang bikin orang-orang bakalah tambah bingung lagi. Range antara kegiatan yang patut dan tidak patut itu nggak jelas. Iya kan?

  3. BREAKING NEWS !!!
    JAKSA AGUNG MEMERINTAHKAN MEMERIKSA PARA JAKASA YANG MENUNTUT PRITA, YANG MENURUTNYA
    TIDAK PROFESIANAL.

    TANGGAPAN KEJATI BANTEN ATAS PEMERIKSAAN JAKSA YANG MENUNTUT PRITRA:
    “Kita tidak berbicara siapa yang akan kemudian bertanggung jawab terhadap pembuatan …(BAP),yang penting, tapi siapa yang harus bertanggung jawab mereka yang melakukan tindakan pidana (PRITA). Saya berikan apresiasi kepada jaksa tersebut!!”

  4. HASIL DENGAR PENDAPAT KOMISI IX DPR DGN MANAGEMENT RS OMNI:
    1. KOMISI SEMBILAN TIDAK PUAS DENGAN JAWABAN DARI PIHAK RS OMNI
    2. MENGUSULKAN PENCABUTAN IZIN OPERASIONAL RS OMNI
    3. MENCABUT TUNTUTAN RS OMNI KEPADA PRITA MULYASARI
    4. RS OMNI HARUS MINTA MAAF SECARA TERBUKA KEPADA PRITA MULYASARI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s