Backpacking Ke Bali (1)

15-19 Agustus 2008

Karena tidak mau kalah dengan bibiku yang berani melakukan perjalanan darat (dan laut) dari Padang ke Bangkok, segera setelah Kuliah Lapangan 2008 aku langsung mengemasi ranselku dan berangkat ke Bali bersama seorang teman.

Kami berangkat dari Jogja tanggal 15 Agustus 2008 pukul 07.30 dengan Kereta Api Ekspress Sri Tanjung (kelas ekonomi) jurusan Banyuwangi. Berada di dalam Kereta Api kelas ekonomi seharian cukup untuk membuat punggungku pegal-pegal. Akhirnya setelah melewati banyak kota (Solo, Ngawi, Madiun, Jombang, Surabaya, Sidoarjo, dan Jember), pada pukul 23.30 kami tiba di stasiun paling ujung pulau Jawa, Banyuwangi Baru.

Lumpur Lapindo
Lumpur Lapindo Sidoarjo

Entah kenapa aku lebih nyaman menumpang kereta ekonomi yang tidak nyaman daripada kereta eksekutif yang nyaman. Senyum dan canda tawa mengalir tanpa henti di gerbong padat kereta “sejuta umat” itu. Setiap orang sepertinya peduli dengan orang lain di sekelilingnya. Bandingkan dengan sebagian besar penumpang kereta eksekutif yang seringkali bertahan dengan keangkuhannya, susah sekali untuk bertegur sapa dengan orang di sekelilingnya.

Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi

Stasiun terakhir Sri Tanjung adalah Banyuwangi Baru. Pelabuhan Ketapang terletak dekat sekali dengan Stasiun ini. Tinggal keluar dari stasiun, belok kanan, dan setelah berjalan sebentar, di sebelah kiri jalan kau akan menemukan sebuah pelabuhan. Itulah Ketapang.

Pada waktu itu harga tiket untuk menyeberang adalah Rp. 6000/orang. Aku mendapat pelajaran bahwa sebelum memutuskan untuk naik bis jurusan Denpasar yang ngetem di Ketapang, pilih dan teliti dulu bisnya. Sial-sial kau bisa dapat bis jelek.

Pada malam hari yang ada hanya bis dari Banyuwangi, Jember, dan kota-kota lain di Jawa Timur. Tidak ada bis Gilimanuk-Denpasar pada malam hari, beroperasi mulai dari jam 5 pagi sampai jam 5 sore. Jika bis Gilimanuk-Denpasar mematok tarif Rp. 25.000/orang, bis-bis malam ini memasang harga mulai dari 35-40 ribu.

Bersambung…

9 pemikiran pada “Backpacking Ke Bali (1)

  1. Wah ke Bali yah. Saya juga pernah, baru 1 kali tapi, Januari 2008 bersama rombongan study tour sekolah:mrgreen:

    Wah,kalau saya sih lebih milih kereta eksekutif. Walau isinya orang angkuh, yang penting kan rasanya nyaman dan aman selama perjalanan😛

  2. seru,happy dan penderita’an ya petualanganmu ke bali.oke juga….
    tapi gambarnya itu lho….nggak searah…bercerita perjalanan kebali tapi ko gambarnya lumpur lapindo…..???????

  3. @generasi patah hati
    hm.. berarti yang kita cari dalam sebuah perjalanan beda, bro..😀

    @Julie
    selagi masih muda..😀
    ntar ada bagian 2 nya..
    tggu aja..😀

    @Yep
    yoi.. paradise lah..

    @Andy
    kalo ada waktu luang, coba aja ke sana.. oke lho..

    @andipeace
    hehe..
    keknya aku lupa nambahin detail kalo pada perjalanan ke bali itu aku lewat lumpur lapindo..
    beside, dokumentasi perjalananku cuma ada foto2 lumpur lapindo dan stasiun jember yang kufoto dari dalam gerbong kereta..
    thx for the advice..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s