Book: The Lonely Planet Story

Image142Pengarang : Tony & Maureen Wheeler

Penerjemah : Reni Indardini

Genre : Memoar

Penerbit : B first (PT Bentang Pustaka)

Tahun Terbit : 2009 (Indonesia)

Cetakan Ke-I : Maret 2009

Harga : Rp. 53.000 (Mizan Book Corner, sudah didiskon 20%)

Kamis sore kemarin saya gelisah. Sudah lama tidak ke toko buku. Saya langsung meminjam motor kawan dan melesat ke Mizan Jalan Kaliurang.

Saya menemukan buku “The Lonely Planet Story”. Penulisnya adalah Tony dan Maureen Wheeler, walaupun sebagian besar ditulis oleh Tony. Pasangan “pelancong gila” yang telah membuat sebuah penerbit buku panduan perjalanan yang mereknya mendunia, Lonely Planet. Menurut saya, This book is bloody inspiring!

Begitu membuka bab pertama, pembaca akan langsung dibawa ke dalam nuansa kere dengan disuguhi cerita bahwa ketika pertama kali mendarat di Australia, setelah melakukan perjalanan dari Inggris ke Australia (sebagian kecil dengan mobil butut, sebagian besar ngeteng), mereka hanya mempunyai sisa uang 27 sen. Kemudian Tony flashback menceritakan perjalanan spektakuler yang menginspirasi mereka untuk menciptakan buku panduan Lonely Planet edisi pertama, Across Asia on The Cheap, itu.

Bab-bab selanjutnya lebih banyak menceritakan pasang-surut Lonely Planet; perjuangan melakukan riset dan penulisan untuk Lonely Planet edisi-edisi awal, karyawan-karyawan yang pertama-tama dipekerjakan, bagaimana kedua orang itu sampai meminjam uang ke ibunya Tony untuk menalangi ongkos produksi buku, sampai ke cerita tentang salahsatu kantor awal Lonely Planet yang sejatinya adalah bekas WC.

Coba simak komentar Trinity yang dipajang di sampul buku ini,

“Buku-buku Lonely Planet menjadi “kitab” wajib bagi saya dan backpackers lainnya di dunia. Namun, buku inilah yang sangat inspiratif.”

Menurut saya, selain inspiratif buku ini juga informatif. Wawasan saya banyak bertambah ketika Tony memberitahu bahwa dahulunya di Kuta cuma ada Hotel Kuta Beach dan selebihnya cuma ada losmen-losmen yang dikelola keluarga dan pohon kelapa yang melambai-lambai. Bahwa ternyata orang sekitar pulau komodo menyebutnya ora alih-alih komodo. Bahwa ternyata kedalaman Selat Bali yang ganas itu hanya 60 meter. Penasaran?:mrgreen:

21 pemikiran pada “Book: The Lonely Planet Story

    1. @nadya: hai.. thanks ya. aku juga baru pertama kali dapet award kek gitu.😆
      @kimi: ehehehe. tau tuh.. harga buku keknya memang makin mahal aja. 50 – 60 ribuan itu skrg udah biasa aja keknya..
      @hariez: yoi, bro.:mrgreen:
      @daniel: salam kenal, cuy!
      @yep: sama-sama..😉
      @eka situmorang-sir: bener.. baca buku ini bawaannya pengen jalan-jalaaaan aja.😆

  1. udah pernah baca supernova yg AKAR blum? aku tau lonely planet pertama dari situ. katanya itu semacam ‘everchanging bible’-nya backpacker… jadi dengan gampang dituker2 sama sesama bekpeker yg memerlukan en kebetulan pengen ngunjungin negara tertentu yg kita punya buku lonely planet-nya… *err… komennya kayaknya mbulet ya? maap…:mrgreen: *

    hohoho… jadi pengen [banget] bekpek…:mrgreen:

  2. setiap kali baca buku nonfiksi, termasuk memoar, selalu saja ada 4 hal yang saya harapkan, mas morish; informatif, argumentatif, persuasif, dan menghibur. jujur saja saya belum baca bukunya, mas haks.

  3. @alfaroby: gimana, mas? udah dapet bukunya?😀
    @omagus: hehe.. penunggu setia bookfair juga to, mas? sama dong berarti..:mrgreen:
    @jidat: iya, sifff!!!
    @mas stein: hehehe.. itu saya cuma pake majas hiperbola kok mas.. hehe..
    @yoan: kebetulan saya belum pernah baca bukunya Dee. setiap mau beli sial terus. ya habis stok lah, lagi bokek lah.. he..
    oo.. Dee juga nyinggung2 Lonely Planet to? hm..
    pengen jadi pengen bekpek? pergi aja ke toko tas.. hehehe..:mrgreen:
    @sawali: ini buku baru kok pak. jangan terlalu khawatir belum baca.. hehe..

    1. @Wina: hm.. cari aja. kali-kali ada. soalnya ni buku terbitan grupnya Bentang. biasanya kan gramed lebih banyak nerbitin bukunya sendiri..🙂
      @bangsari: baca aja, mas. two thumbs up! deh pokoknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s