Cerita Dari Sosrowijayan

Mimpi indah saya tadi sore berantakan ketika salah seorang kawan menggedor pintu kamar. Diatugu jogja minta ditemani ke Sosrowijayan.

Sosorowijayan adalah sebuah gang di barat Malioboro. Dipenuhi hotel bertarif miring. Dan, katanya, merupakan tempat favorit backpacker yang nyasar ke Jogja.

Salah seorang bos dari abangnya di perusahaan tambang kebetulan sedang ada di Jogja. Si Bos itu dimintai tolong oleh teman saya untuk memberikan sesuatu kepada abangnya. Surat sertifikat diving sepertinya.

Setelah motoran lewat Tugu, Stasiun Tugu, dan sebagian Malioboro, sampailah kami di penginapan tempat sang Bos menginap. Di Jalan Sosrowijayan.

Kesan pertama yang saya tangkap dari bapak asal Sangihe ini adalah ramah dan murah senyum. Benar-benar tipikal manager. Walaupun yang dihadapinya mahasiswa lecek seperti kami, dia tetap antusias menanggapi.

Pertanyaan awal tentang apakah dia hobi diving merembet sampai cerita bahwa ternyata dia jebolan dari sebuah akademi pelayaran. Berkembang lagi ke kisah thriller tentang seorang kenalannya yang pernah membunuh seluruh awak kapal karena mereka, yang seluruhnya bule, bersikap rasis terhadapnya (sekarang sudah taubat dan jadi pendeta di Bandung).

Kawan saya itu memang tipikal terbuka terhadap semua orang. Saking terbukanya dia sampai curhat sama si Bos tentang perbedaan nasibnya dengan abangnya yang sedang di Kalimantan Timur itu.

“Abang saya itu beruntung sekali, Pak. Jalan hidupnya selalu dimuluskan. Beda sama sayaaa…” Nah, kan?

Si Bos cuma menimpali begini, “kalau memang sudah jalannya, ya, akan seperti itu..”

“Jalan hidup sudah dibuka lebar-lebar olehNya. Kitalah yang harus memilih jalan ketika dihadapkan pada pilihan. Jika ingin yang terbaik, kita sendirilah yang harus melangkahkan kaki ke jalan itu.” Saya membatin sambil menghirup sebatang kretek.

28 pemikiran pada “Cerita Dari Sosrowijayan

  1. sosrowijayan
    ke utara dikit pasar kembang ya😀
    bener rejeki sudah ada hanya kita yang belum tahu dia ditaruh di mana. tantangan bagi kita untuk mencari rejeki itu.

    1. @noe: yoi.. kesandung aja udah nyampe di sarkem.:mrgreen: trus yang juga saya petik kemarin, ilmu itu bisa datang kapan saja, dari siapa saja, dan dengan cara yang gak diduga-duga.
      @jidat: cuma judul kok bro.😆

  2. betul banget, jodoh,NASIB dan taqdir ada di tangan-NYA.. so kita sebagai makhluknya cuma bisa, berdoa,berdoa,berdoa, berusaha,usaha,usaha..dan SABAR… Ga ada manusia yang sempurna. salam blogger.

    1. @new bie oon: salam..:mrgreen:
      @unclegoop menyamar: sering bro. tapi sepertinya masih banyak yang pilihannya lebih berat dari saya.
      @sawali: amin, pak..
      @noem3d: monggo..
      @syadzarfia: salam kenal juga..:mrgreen:
      @ai : sengaja, mbak.. biar tampak lebih artistik..:mrgreen:

  3. “Jalan hidup sudah dibuka lebar-lebar olehNya. Kitalah yang harus memilih jalan ketika dihadapkan pada pilihan. Jika ingin yang terbaik, kita sendirilah yang harus melangkahkan kaki ke jalan itu.”

    saya suka bagian diatas… kok ya pas sama postingan saya.. hehehe

    – salam hangat dari kota dingin malang –

  4. manusia memang bisa milih mas, tapi ada keterbatasan juga, takdir. kalo sudah seperti itu ya paling saya cuma bisa bilang seperti bapak yang sampeyan ceritakan, mungkin itu memang sudah jalannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s