Menepuk Jidat, Melongo, Geleng-geleng

janjiAkhir-akhir ini hobi saya bertambah. Pertama, menepuk jidat setiap kali membaca berita safari capres dan cawapres. Baik hati sekali mereka. Mereka seperti tidak bosan-bosannya “meninjau” daerah. Bahkan ada kandidat yang sehari bisa jalan-jalan di lima propinsi. Banyak bener duit orang itu.

Kemudian saya juga tiba-tiba hobi melongo di depan koran. Mulut saya terbuka ketika membaca tentang calon-calon yang “hobi” menerima gelar dari suku-suku di daerah atau asosiasi-asosiasi profesi. Saya mangap ketika menelusuri paragraf yang memberitakan seorang calon yang tiba-tiba jadi pencipta lagu dadakan. Lidah saya sampai terjulur begitu membaca “janji-janji” capres yang dicetak di koran-koran.

Hobi baru saya yang ketiga adalah menggeleng-gelengkan kepala. Bagaimana kepala tidak menggeleng-geleng sendiri ketika mendapati kenyataan bahwa di negara ini, pemimpin dan wakilnya saling sikut, saling membuka aib, bahkan berusaha sekuat tenaga saling menjatuhkan.Bukannya masa jabatannya belum berakhir ya?

Kesannya mereka sudah berpisah sebelum waktunya. Yang kasihan, ya, orang-orang yang mereka pimpin.

15 pemikiran pada “Menepuk Jidat, Melongo, Geleng-geleng

  1. hihi, begitulah pak.. kalo sudah ada tekad apapun diembatπŸ™‚

    apa ya yang bakal dilakukan 2 pasang calon yang kalah setelah pemilu??
    berhenti mengunjungi daerah? berhenti ngarang lagu? berhenti obral janji??

  2. yah. siapa pun nanti yang terpilih, itu kan pilihan kita juga.

    sayangnya saya belom boleh nih .. belum cukup umur. hiks.

  3. sip sip
    artinya dirimu masih ada atensi untuk mengikuti perkembangannya, om.
    meskipun itu diekspresikan dengan sekedar geleng-geleng, bukan lempar batu sembunyi tanganπŸ™‚
    itu artinya kita masih cerdas dalam mengamati dunia perpolitikan di negeri ini. hanya masalah daya dan kuasa kita yang sangat terbatas untuk bisa memberikan sumbangsih secara langsung.
    salam

  4. saya sendiri masih ndak ngerti yang dikejar sama orang-orang itu, jadi pemimpin itu susah, bayaran ndak seberapa, tanggung jawab di akhirat besar, tapi tetep pada rebutan. kalo kata anak saya, “aku benar-benar tidak percayyyaaaa!”

  5. @N the duckes: ^^ kita lihat saja nanti. apa kejadian waktu pemilu legislatif akan terulang lagi? apa calon yang kalah “mengambil” lagi bantuan2 yang sudah diberikan..?πŸ˜†
    @dewanto: emangnya aku ular? hehehe..
    @yoan: sebenernya memang keren sih. tapi cara yang dipakai menuju ke sana seringkali gak keren. btw, thx ya awardnya.. ntar tak liat2 ya..πŸ˜€
    @rossa: alhamdulillah hobi saya belum sejauh itu.. hehe..
    @blogdokter: pengennya sih saya menyingkirkan capres dan cawapres itu dari perhatian.. tapi sayang juga untuk membiarkan begitu saja negara ini terombang-ambing gara-gara rakyatnya salah pilih presiden.. ya, semoga dengan baca tulisan2 jenis ini orang-orang jadi lebih cerdas dalam memilih presiden.
    @ettachan: saya juga belum cukup umur.. masih 15 tahun.. hehe..
    @omagus: haha.. siapa tahu.
    @gerrilyawan: moga-moga aja.
    @noe: sepertinya begitu bro.. mungkin saya terlalu memperhatikan pelajaran PPKn waktu SD dulu..πŸ˜†
    @mass tein: harta dan wanita/pria mereka udah dapet… tinggal tahta nih yang belum..πŸ˜†
    @choiri setiawan: tenang coy. pukulannya tidak sedahsyat yang kau pikirkan.
    @kangboed: huaahahaha.
    @lex dePraxis: memang, kisanak!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s