Langkah (6): To Prambanan With My Brother

Ada sesuatu yang aneh antara saya dan Candi Prambanan. Tahun pertama kuliah, saya sama sekali tidak pernah melangkahkan kaki masuk ke kompleks candi termahsyur itu. Berkali-kali saya hanya menatap gundukan indah itu dari luar, dari jalan yang menghubungkan antara Jogja dan Solo. Tahun kedua, karena akses menuju Prambanan tiba-tiba menjadi jauh lebih gampang, saya berkali-kali ngapelin candi itu.

Sejak Transjogja mulai beroperasi, prambanan memang lebih mudah dicapai. Anda cukup masuk ke salahsatu Shelter Transjogja, bilang mau ke Prambanan, bayar 3 ribu, kemudian beberapa saat kemudian sebuah bis hijau akan mengantarkan anda ke depan kompleks Candi Prambanan.

Prambanan1

Kemarin saya berkesempatan lagi mengunjungi Candi Prambanan. Kali bersama adik saya yang sedang liburan ke Jogja. Selain candi yang sedang dipugar sudah bertukar, kompleks Candi Prambanan masih tetap seperti yang dulu.

Menurut legendanya, Candi Prambanan ini merupakan bukti cinta seorang rakyat jelata raja bernama Bandung Bondowoso terhadap Roro Jongrang, seorang putri raja. Menurut cerita, Roro Jongrang akan menerima pinangan si rakyat jelata Sang Raja jika yang bersangkutan bisa membuatkan Roro Jongrang seribu buah candi dalam waktu semalam. Sebuah syarat yang akan membuat pekerja pabrik Ekstra Joss juga ikut bekerja lembur.:mrgreen:

Namun nyatanya sampai ayam berkokok Bandung Bondowoso cuma sanggup membangun 999 candi. Cuma kurang satu dari target. Bandung Bondowoso merasa Roro Jongrang mengakalinya. Tanpa babibu Mas Bandung ini serta merta mengutuk Roro Jongrang menjadi candi ke seribu. CMIIW.

Dan, merupakan sebuah obsesi bagi saya untuk berfoto bersama adik di candi ini.:mrgreen:

Prambanan2

Saya di kanan, adik saya di kiri

Dari delapan candi utama di kompleks Candi Prambanan ini yang terbesar adalah Candi Shiva. Candi Shiva ini didampingi oleh Candi Brahma dan Wisnu. Kalau tidak salah, waktu SD dulu ibu guru mengajarkan bahwa Brahma adalah Dewa Pencipta, Wisnu adalah pemelihara, dan Shiva dewa perusak. Saya pun dari dulu membayangkan bahwa jika dibangun sesuatu untuk mereprepresentasikan para dewa ini, yang paling besar pastilah Brahma. Ternyata Shiva Sang Perusaklah yang mendapat bangunan paling besar.

Prambanan3Setelah puas keliling-keliling candi, kami keluar. Kemudian kami menemukan sesuatu yang menarik terpajang di atas bangunan toilet. Sebuah baliho bertuliskan Visit Indonesia 2008! Hello, sekarang sudah 2009!

Prambanan 4Our common heritage, our shared responsibility!”

30 pemikiran pada “Langkah (6): To Prambanan With My Brother

      1. Wah, nomaden, dalam rangka keliling indonesia🙂. Ke Papua sudah, sulawesi sudah, aceh sudah, sabang sudah, palembang sudah. Tinggal kalimantan yang belum (bali juga belum ding😀 )

  1. mas, bandung bondowoso itu seorang raja. ia menyerang negeri jonggrang, kemudian membunuh rajanya, yg tak lain ayah jonggrang. bandung yg merasa menang berhak atas jonggrang, tp jonggrang terpaksa menerima dng syarat bandung hrs buat 1000 candi dlm semalam…😉

    1. @fadhilatul muharram::mrgreen:
      @yessi: terakhir kapan, mbak?
      @jiewa: nggak tuh.. muter2 prambanannya aja udah capek.:mrgreen:
      @marshmallow::mrgreen:
      @nakjaDimande: hahaha..:mrgreen:
      @diazhandsome: dikabulin baru tau rasa.:mrgreen:
      @guskar: trims for the correction.. untung saya udah nulis CMIIW.:mrgreen:

    1. @diazhandsome::mrgreen:
      @rossa: mari..😆
      @nyegik: main aja, bro..
      @eka situmorang-sir: iya, renovasi pasca gempa dulu masih jalan.. tapi sepertinya tinggal dikit lagi kok. ntar lagi juga kelar.:mrgreen:
      @nisa: hehehe.. ke prambanan sekarang udah mudah kok. sejak ada transjogja ini.
      @elmoudy: hihi.. keras “kayak” batu.:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s