Book: Sebastian Darke – Prince of Fools

Sebastian Darke

Sebastian Darke – Prince of Fools

Pengarang : Philip Caveney

Translator: Aan

Editor : Fransisca Goenarso

Genre : Fantasi

Penerbit : Penerbit Mizan

Tahun Terbit : 2009

Cetakan Ke-I : Agustus 2009

Sedikit berbeda dengan cerita petualangan fantasi yang biasanya lebih banyak serius daripada bercanda, buku ini penuh dengan lelucon yang menggelitik. Novel yang mengambil setting negeri antah berantah ini berkisah tentang petualangan seorang pemuda, campuran manusia dan peri, bernama Sebastian Darke.

Sebastian ingin melanjutkan cita-cita ayahnya untuk menjadi pelawak kerajaan di Keladon. Dengan setengah hati dan tidak yakin anaknya akan berhasil, Ibunya melepas Sebastian pergi ke Negeri Keladon untuk mengadu nasib. Dia bertolak dari Jerabim dengan mengendarai sebuah caravan yang ditarik oleh Max, seekor buffalope yang bisa berbicara. Max adalah peninggalan dari Ayah Sebastian dan luar biasa cerewet. Sebastian hampir selalu ditanggapi Max dengan skeptis. Meskipun begitu, Max ini adalah pendengar setia lelucon “garing” Sebastian.

Dalam perjalanannya Sebastian bertemu dengan Cornelius Drummel. Seorang cebol pemberani dari Negeri Golmira. Sebuah kebetulan karena Cornelius juga sedang dalam perjalanan ke Keladon. Karena “masalah” tinggi badan, Cornelius keluar dari angakatan perang Golmira dan memutuskan untuk mendaftar menjadi salahsatu anggota pasukan elit pengawal Raja Keladon, Crimson Cloak. Menurut Cornelius, di Keladon tidak ada peraturan tentang tinggi badan. Berkali-kali Cornelius menyelamatkan nyawa Sebastian. Mereka pun kemudian bersahabat erat.

Konflik mulai muncul ketika Sebastian dan Cornelius secara tidak sengaja bertemu dan menyelamatkan Putri Kerin, calon Ratu Keladon, dari serangan orang-orang Brigand. Penyelamatan Putri Kerin ini menggagalkan rencana Raja Septimus untuk menyingkirkan keponakannya itu. Setelah itu cerita berkembang menjadi penuh intrik: pengkhiatan, fitnah, dan percobaan pembunuhan. Tapi jangan khawatir, masih tetap penuh lelucon kok.

Seperti yang saya tulis di atas, buku ini penuh lelucon. Salahsatu favorit saya adalah joke yang diceritakan Sebastian kepada Max:

Ada seorang laki-laki berdiri di tepi sungai sambil memakan kue pai. Seorang laki-laki lain datang menghampirinya bersama seekor anjing kampung yang berjalan di depannya. Anjing kecil itu menandak-nandak ke arah laki-laki pertama, minta diberi kue pai. Maka, laki-laki pertama tadi berkata, ‘maaf keberatan tidak kalau aku melemparkannya sedikit?’ Laki-laki kedua itu menjawab, ‘Tidak, tidak sama sekali!’ Maka, laki-laki pertama tadi mengangkat anjing itu dan melemparkannya ke sungai.

Tentu saja lelucon ini ditimpali si cerewet Max dengan usil.

Namun dibalik semua dialog yang mengundang tawa itu, buku ini juga banyak menyimpan pesan yang membesarkan hati. Misalnya, tokoh Cornelius mengajak kita sebagai pembaca untuk tidak minder dengan kekurangan kita. Kekurangan seseorang akan bisa menjadi kelebihan jika dia bisa memenfaatkannya dengan baik. Cornelius yang berbadan kecil itu saja bisa mengalahkan dua puluh bajingan Brigand. Penulisnya dengan cerdas “membandingkan” tokoh Sebastian yang selalu pesimis dengan Cornelius yang melihat dunia dengan optimis.

Hal lain yang bisa direnungkan adalah belum tentu semua yang terlihat berjalan dengan sempurna berakhir dengan baik juga. Oh, ya. Petualangan mereka ternyata juga berlanjut ke buku kedua yang belum terbit di Indonesia: Sebastian Darke – Prince of Pirates.

32 pemikiran pada “Book: Sebastian Darke – Prince of Fools

  1. huehehe… ketauan nih aku masih begadang. tanggung tidur menjelang sahur nih.

    biasanya cerita petualangan fantasi lebih asyik setelah dibuat filmnya daripada saat membacanya. contohnya aja LOTR. membacanya bikin mabok dan kurang menarik. namun harry potter adalah pengecualian, karena sejauh ini aku masih lebih menikmati bukunya ketimbang filmnya.

    hm… jadi kepengen baca buku ini juga.

  2. @omah miring: kerbau berbulu lebat. mirip2 “yak” gitu lah. binatang khayalan.

    @marshmallow: sependapat sama uni. LOTR lebih enak ditonton, HP lebih enak dibaca. ada lagi cerita fantasi yang enak dibaca: Deltora Quest. bentuknya serial. 2 seri. satu seri 7 buku. sepertinya sih belum difilmkan.

    kalau novel yang ini penulisnya agak “sarap”, uni. penulisnya aslinya adalah penulis cerita thriller. tapi ternyata juga berhasil di komedi.:mrgreen:

    @nengthree: sama dong. ada sekitar 5 buku yang belum saya baca.:mrgreen:

  3. wah, ini kayaknya masuk dalam list untuk dibeli nih.
    saya suka dengan cerita-cerita fantasy seperti ini, bikin imajinasi kita melanglangbuana gimanaaa gitu, hehe..

  4. @bandit pangaratto: sabar, bro..:mrgreen:

    @vizon: iya, uda. imajinasi kita main kalau baca buku-buku fantasi. yang ini lain, sering bikin ngakak.:mrgreen:

    @nakjaDimande: sama, bundo. kadang yang belum selesai terlupakan karena ketemu buku baru yang juga bagus..:mrgreen:

    @zons: baca ebook sama baca buku kalo bagi saya jauh beda, gan. membuka lembar demi lembar buku itu sensasinya beda.:mrgreen:

  5. tokoh Cornelius mengajak kita sebagai pembaca untuk tidak minder dengan kekurangan kita. Kekurangan seseorang akan bisa menjadi kelebihan jika dia bisa memenfaatkannya dengan baik.

    jadi teringat kalimat, kekurangan mu adalah jug kelebihan mu.:mrgreen:

    *mikir*

    *beli gak ya*….:P

  6. ini mungkin ada semi semi parodi terhadap kisah petualangan lain?
    contoh fragmen itu membuatku sangat tertarik untuk bisa membacanya (bukan beli)🙂
    komedi situasi yang cerdas.
    soale daftar belanjaan kok makin banyak yaa…

  7. wah, penyuka novel fantasi juga? kemarin waktu ke gramed juga ada “Isildur” preview sebelum LOTR. kalau yang ini, nunggu gajian deh baru beli🙂

  8. @pinkparis: saya sendiri tertarik beli karena baca sinopsis di belakang.. dan karena design covernya yang menarik..😀

    @snowie: udaah.. beli ajaa..:mrgreen:

    @peyek: dan bikin ngakak..:mrgreen:

    @rusa bawean: baca aja bro..:mrgreen:

    @~noe~: bisa jadi bro. tapi keknya saya belum pernah baca “versi serius” dari buku ini.
    pastinya sih cerita ini sangat imajinatif dan kreatif. kreatif karena memadukan unsur thriller dan komedi.:mrgreen:

    @DV: versi bahasa inggrisnya keknya lebih seru tuh mas. jokenya bakalan lebih masuk.:mrgreen:
    salam kenal juga, thanks dah mampir.😀

    @SQ: saya malah penasaran sama The Hobbit. selama ini selalu ngeremehin buku itu sebagai buku anak-anak..
    Isildur itu berarti buku tentang Raja Isildur ya? menarik keknya..

    @dhodie: heheh…:mrgreen:

    @eskopidantipi: saya juga belum baca harpot terakhir. entah kenapa dari dulu gak jadi-jadi beli harpot… saya malah lebih milih untuk melengkapi koleksi Pulau Buru dulu.:mrgreen:

    @yoan: saya udah punya bukunya. kemarin sore baru beli. tapi masih ngantri buat dibaca.. :mrgreen

    @engga: ya udah.. berarti kapan-kapan..:mrgreen:

  9. recomended book…
    baca di situs luar negeri..ada 3 buku..
    Prince of fools
    Prince of pirates
    Prince of Explorer

    tapi di website resminya baru ada 2, itu pun buku kedua, foto2 tokohnya belom kebuka…

    katanya buku kedua lebih serrru daripada buku 1…
    funny, romantic, heroic…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s