Saling “Ngebuzz” Di Siak

Begitu selesai shalat jumat tadi siang ingatan saya tiba-tiba flashback ke awal tahun 2006 kemarin. Waktu masih SMA. Liburan semester itu saya dan kawan baik saya, Bleki, berlibur ke “Propinsi Kaya Minyak”, Riau. Bleki punya tante yang tinggal di Pekanbaru dan juga punya rumah di SiakIstana Siak

*Foto di atas adalah modifikasi dari foto punya Blog Anak Muda

Setelah beberapa hari jalan-jalan di Pekanbaru, kami jalan-jalan ke Siak. Siak adalah sebuah kabupaten kaya yang terletak di tepi Sungai Siak. Untuk ke sana anda harus naik speedboat dulu sekitar 4-5 jam. Dahulunya Kabupaten Siak ini adalah pusat pemerintahan Kesultanan Siak Sri Indrapura. Setahun setelah proklamasi Sultan Siak menyatakan bahwa kerajaannya bergabung dengan Republik Indonesia. Bangunan istananya pun sampai sekarang masih kokoh berdiri.

Saya sudah pernah shalat jumat di beberapa kota, namun yang paling berkesan adalah jumatan di salahsatu masjid di Siak. Segera setelah sholat selesai, seluruh jamaah langsung bersalaman. Bukan salaman dengan orang di kanan-kiri seperti umumnya, mereka bersalaman dengan semua orang di segala penjuru mata angin. Masjid riuh dengan bunyi lirih shalawat. Suasana yang membuat saya merinding dan menyadari bahwa sesungguhnya ajaran Islam menjunjung tinggi persahabatan. Ya, persahabatan adalah sebuah nilai yang tersirat dalam shalat berjamaah di masjid.

Tapi sayang. Sepertinya tidak semua orang merenungkan filosofi shalat berjamaah ini. Di masjid sekitar kosan, masjid-masjid di kampus, dan masjid-masjid lain yang pernah saya masuki, saya tidak pernah menemukan “kejadian” seperti masjid di Siak itu.

Masalah budaya setempat? Mungkin saja. Namun menurut saya budaya tidak bisa dijadikan alasan. Bukankah harusnya “Islam” di mana-mana sama? Tak ada gunanya shalat ke masjid jauh-jauh cuma untuk datang-shalat-pulang tanpa bersalaman dengan saudara-saudara seiman.  Ehm, bagaimana mau “chatting” dengan Tuhan jika “ngebuzz” manusia saja ogah? Bisa-bisa “akun” kita diblock sama Yang Di Atas.


48 pemikiran pada “Saling “Ngebuzz” Di Siak

  1. kita sering lupa bahwa menuju Allah itu harus bersama-sama.. di Alfatiha dikatakan : hanya padaMU kami menyembah dan hanya kepadaMU kami meminta tolong, disitu menggunakan kata KAMI bukan AKU.. Rasulullah juga senantiasa menggunakan kata Rabbana [ya tuhan kami] bukan ya tuhanku.. berjamaah adalah keharusan, tapi kita sudah terlanjur nyaman dalam kesendirian.. termasuk bundo

  2. whuihihihi… cukup makan waktu saya mengingat istilah ‘buzz’, baru sadar belakangan kalau ini istilahnya di YM.
    ada saja istilah yg mas mori pake, namun yg jelas substansinya manis sekali.

  3. subhanallah… indahnya silaturrahim…

    di masjid kontrakanku gak pernah ada yang nge BUZZ T_T

    tapi di kampus alhamdulillah, ada mbak2 rohis yang ngebuzz an..

    ^^

    nisa juga pengen keBUZZ2 ahh ^^

  4. @gwgw: silakan..:mrgreen:

    @andri: foto itu bukan masjidnya lho. tapi seperti yang tertulis di bawahnya: Istana Siak.

    @nakjaDimande: kadang orang terlalu sibuk sama hablumminallah, bundo. hablumminannasnya terlupakan..😦

    @puisi cinta: kalau di siak itu, semua orang bersalaman tanpa terkecuali. baru di sana saya melihat pemandangan seperti itu. entahlah, mungkin di tempat lain juga ada..

    @pakacil: trims, pak.:mrgreen: keknya sih asosiasi seperti ini lebih mudah diterima daripada pernyataan yang menggurui.:mrgreen:

    @andif::mrgreen:

    @achmad sholeh: ya, andai saja..😦

    @tuyi: ya, masjidnya emang keren. tapi masjidnya bukan foto yang di atas lho..:mrgreen:

    @omahmiring: hehehe..:mrgreen:

    @wira: silakan dipake kalo mau. gratis tis..:mrgreen:

    @bandit pangaratto:😀

    @edda: ehm, mungkin juga ya. tapi kok bisa, gitu? itu tanda2 bahwa “apa” berarti?:mrgreen:

    @nisa: untunglah masih ada mbak2 rohis yang membudayakan bersalaman..😀

    @pinkparis: … segala curiga akan terpupus, dan semua kita bersaudara..😀

    1. saya sih baru rutin kanan-kiri.. untuk memutar, punggung ini masih belum terlalu lentur untuk bergerak..😀

      tapi emang susah memulai kalau suasana tidak mendukung. seperti: tatapan-tatapan heran orang-orang yang diajak salaman, dll.:mrgreen:

      bleki itu sejarahnya panjang, bro..:mrgreen:

  5. hmmm istana siaknya keren juga, walaupun menempuh perjalanan yang jauh dan harus naik boat segala, kayaknya gak kerasa tuh saking berkesannya….

    semua kembali pada diri masing masing, masalah ngebuzz itu harusnya menjadi suatu keharusan. karena “habluminallah, wa habluminannass”. ya habis jumatan, menjalin hubungan antar sesama dengan bersalaman….dan itu kan bukan hal yang sulit. kalo di mesjig dekat kos gw dulu, pintunya di kunci, akan dibukan jikala semua dha selelsai. mau gak mau pada salaman dl.

    1. waktu saya ke sana dulu, jembatannya belum selesai.
      tengah2nya masih rangka. tapi tepi2nya udah..

      saya menyebut jembatan siak itu: jembatan simple plan. karena sekilas jembatan itu mirip jembatan tempat simple plan bikin video klip “welcome to my life”..:mrgreen:

  6. salah satu esensi solat berjamaah sesungguhnya kan memperkuat dan mengekalkan silaturrahim ya, dri?

    mesjid dan istana siak ini pernah dibahas dalam tayangan tv baru-baru ini. aku sampai mupeng ke sana. asyik benar kamu sudah sempat mengunjunginya.

  7. Tarawih di Aceh kemarin, adalah salah satu pengalaman tarawih terindah yang pernah aku alami. Alasannya sederhana, setelah tarawih, semua jamaah bersalaman sambil mengucapkan sholawat seperti sholat jumat di Siak. Benar-benar mengesankan. Berarti sholat jumat di Siak juga terasa hipnotik pastinya, karena jamaahnya kan lebih banyak

  8. Saya mau bilang aja, untuk ke Siak Sri Indrapura gak mesti naek SPEEDBOAT, kalau sampe 4-5 jam itu kelamaan.

    Ada jalan darat, kalau lewat KERINCI, sekitar 3 jam juga sampai, kok :)… Kalau lewat PERAWANG bisa bervariasi 2-3-4 jam. Soalnya, bergantung antrian di penyebrangan PErawang nya. Soalnya jembatannya masih dibangun. Jadi masih naik Ferry. Sebenarnya malah lebih dekat, cuman ya antrian di penyebrangan itu bisa nambah waktu ekstra sampai 1-2 jam… Kalau lagi lebaran, bisa 5 jam nongkrong di sana :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s