Pinarak

Mendung menggelayut di langit Pacitan bulan Mei. Sebuah lompatan yang tiba-tiba karena beberapa saat yang lalu matahari bersinar terik. Saya sedang membolak-balik console GPS sambil menunggu hasil pengukuran ketika hujan tiba-tiba turun. Lebat.

pacitan 1A Corner of Pacitan

Seketika kelompok saya mengepak instrumen berupa gravitymeter dan seperangkat rover GPS. Kemudian kami berjalan menyusuri lembah kecil, terus mendaki melipir sebuah punggungan bukit. Kami berjalan beriringan di samping rumah warga. Tanpa diduga sebuah suara ramah sampai ke telinga kami, “Pinarak, Mas …” Artinya kurang lebih “mari mampir, Mas.”

Karena memang rumah lokasi basecamp masih jauh dan hujan masih saja lebat, kami menyambut ajakan mampir itu dengan sukacita. “Monggo, Mas. Di dalam saja.” Begitu melihat kami selonjoran di teras samping, seorang bapak mempersilakan kami untuk masuk dan duduk di ruang tamunya. Dosen pembimbing kami juga ikut, beliau dulu lah yang masuk. Kikuk. Bagaimana bisa masuk dengan pakaian kotor begini? Apalagi sepatu kami sekarang punya sol ekstra. Lumpur.

Melihat gelagat kami untuk melepas sepatu, bapak tadi kembali menyahut, “Sepatunya dipakai saja, Mas. Ngga usah dilepas.”

Maka makin seganlah kami. Ditambah lagi ternyata di meja panjang ruang tamu itu telah tersedia gelas-gelas kaca serta ceret plastik berisi teh hangat. Di sampingnya terletak sebuah makanan ringan hasil olahan telo, ketela pohon. Daerah Desa Kasihan Tegalombo ini  memang didominasi oleh kebun telo. Benar-benar dijamu.

Bapak pemilik rumah itu beserta istri dan anaknya mengambil tempat di belakang kami. Mereka hanya duduk manis mengamati kami makan, minum, dan bercengkrama. Pemandangan yang membuat saya tertegun. Inilah salahsatu potret asli keramahan ala timur.

33 pemikiran pada “Pinarak

  1. Wah, kok bawaannya GPS, emang Shige mahasiswa Jurusan/Fakultas apa? Geodesi? Geografi? Geologi?
    Saya alumni Jurusan Teknik Geodesi UGM, tapi sudah luamaaa banget. Dulu belum ada GPS, jadi belum pernah pakai alat itu. Pengin juga tahu gimana cara kerjanya.

  2. @kidungjingga: iya:mrgreen:

    @rusa bawean: yoi. kan seseorang bakalan percaya jika sudah membuktikannya..😀

    @marsudiyanto: suwun, mas..:mrgreen:

    @bri: pacitan itu di jawa timur, bri. 5 jam perjalanan dari jogja.

    @pakacil: iya. sayang sekali ya, pak? sayang sekali jika keramahan yang unik ini perlahan memudar.

    @tutinonka: saya Geofisika, bu. fakultas MIPA. pelajarannya ya geologi sama fisika. saya juga ada mata kuliah perpetaan. kuliahnya di Geodesi.
    untuk menentukan posisi titik pengukuran, kami biasanya juga pake GPS. tenang aja, bu.. sekarang GPS udah ada di mana-mana kok.🙂
    btw ibu alumni tahun berapa sih? jadi penasaran.. hehe…

  3. He he he! Saya juga mau pinarak mampir ngumbe di blog ini untuk mencari pencerahan, Oia! terima kasih atas support yang diberikan kepada saya di blog http://rzsv.indonesiamenulis.com/. Saya sudah kalah dalam kompetisi, karena itu saya akan kembali menulis di blog utama saya. Jika berkenan saya ingin mengajak sahabat untuk bertukar link dengan blog utama saya http://www.indonesiamenulis.com/, semoga dapat menjadi jalan untuk mempererat persahabatan di antara kita.
    Salam Hangat Muslihun Jambi

  4. Pacitan… langsung inget pak SBY…
    Gw pernah kesana sekali wektu ada temen yg resepsian di sana…
    Jalanan yg menuju kesana, dari Jogja-Pacitan berliak liuk… kayak nyusuri kulit nagaa.. hahhaaa…

    asyik n menegangkan… tp tetep bisa tidurrrr

  5. keramahan ini hanya ada di pedesaan, kalau di kota-kota sudah tergerus dengan congkaknya budaya hedonisme…

    semoga masih bisa terlestarikan selalu ya shige…😀

  6. Itulah senangnya kalo main ke “pelosok”, penduduknya masih pandai berbagi dan banyak filosofi hidup yang kelihatannya sederhana tapi sebenaarnya sarat akan makna😉

  7. @indonesia menulis: boleh. nanti saya pasang linknya di blogroll.🙂

    @elomoudy: hehe.. iya. waktu saya pertama kali ke sana dulu kan musim pemilu tuh. april. spanduknya demokrat semua. baliho calegnya balihonya anaknya pak SBY semua. hehe.. sampe geleng2 kepala saya.

    btw pacitan itu alamnya bagus lho. punya banyak gua dan pantai-pantai yang indah. pegunungannnya juga top. apalagi penduduk desanya ramah-ramah..:mrgreen:

    @sakurata: sepertinya begitu, bro. masih ada.

    @gwgw: asik, brur!!

    @bocahbancar::mrgreen:

    @andif: saya besok siang mudik. ke Padang.:mrgreen: paman mudik?😀

    @kawanlama95: semoga..:mrgreen:

    @iderizal: ya. indah, kawan..

    @eskopidantipi: yup. mungkin selama ini kita cuma bisa menyebut bangsa ini ramah.. akan berbeda rasanya jika kita bisa mengalami sendiri keramahan itu.:mrgreen:

    @banditpangaratto: hahaha.. dan keknya udah diklaim malaysia juga tuh: “Malaysia Trully Asia!” hahahaha..

    @vizon: benar, uda. filter imajiner seperti yang diajarkan di sekolah ternyata benar-benar cuma khayalan dalam kehidupan perkotaan. budaya jelek yang masuk ya masuk aja.. yang baik hilang seperti meresap ke dalam pasir.😦

    @novia: yoi..😀

  8. Ramah dan iklas mas… itulah mereka warga pedesaan yang jauh dari hingar bingar kota…

    Beberapa kali saya juga mengalami seperti yang mas alami…menerima keramahan yang tulus dari warga pedesaan…

  9. Saya malah selama KKN sebulan… penduduknya ramah secara terus menerus…sampai kikuk sendiri. bahkan sampai ramahnya… jadi pingin cari istri lagi dari orang desa itu. he he he……….

    padahal KKN usia sudah 43 tahun bahkan temen-2ku ada yang 49 tahun…. nyaris 50 tahun

  10. yang istimewa kalau didesa itu selalu saja ada cemilan tersedia.. mereka memang selalu memuliakan tamu. hal yang patut ditiru terutama oleh bundo yang paling sering cuek bebek sama tamu😀

    shige udah jalan hari ini yaa..???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s