Langkah (13): A Piece of Buitenzorgh

Mudik via udara memang lebih cepat. Namun yang lebih asyik justru mudik lewat darat. Naik bis atau naik kereta akan membuat anda melewati banyak tempat, termasuk kota-kota baru yang belum pernah anda tapaki sebelumnya. Mudik naik bis tahun ini mengantarkan saya ke Bogor. Kota yang identik dengan hujan, angkot, dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

bogor_1

Bis tumpangan saya berhenti di “markasnya” yang terletak di Jalan Raya Tajur. Sekitar kilometer 66. Pertokoan tas yang termasyur itu hanya berjarak lima menit dari pool bis Lorena. Saya sempatkan untuk jalan santai ke sana walaupun saat itu toko-tokonya belum pada buka. Dulunya saya kira pusat pertokoan tas Tajur ini bentuknya seperti Gede Bage yang di Bandung itu. Ternyata tidak. Tajur lebih sesuai jika dideskripsikan sebagai deretan factory outlet khusus tas.

bogor_2Meskipun Jalan Raya Tajur ini cuma pinggirannya Bogor, saya sudah bisa membuktikan dengan mata kepala sendiri bahwa Bogor itu kota seribu angkot. Angkot biru berseliweran di kedua sisi jalan. Hingar-bingar klakson angkotnya mengingatkan saya pada Padang. Di Padang juga banyak angkot. Secara kuantitas mungkin Bogor lebih unggul, tapi modifnya lebih mantap angkot Padang. Kalau bumpernya nggak dimodif dan dalamnya nggak Full Music, nggak gaul. :mrgreen:

Dekat pool Lorena itu terletak Depkominfo Kabupaten Bogor. Di depan Depkominfo itu berdirilah sebuah bangunan seperti shelter bis. Iseng, saya foto saja. Belakangan ketika browsing dalam rangka mencari bahan untuk posting ini saya jadi tahu bahwa itu adalah Shelternya bis Trans Pakuan. Buswaynya Bogor yang mulai beroperasi Maret kemarin. Bis Trans Pakuan ini berwarna abu-abu-biru-hitam. Sayangnya, shelter depan Depkominfo ini masih seperti bangunan terbengkalai karena belum ada penjaganya.

bogor_shelter_trans_pakuan

Turun sedikit dari Depkominfo, anda akan menemukan perumahan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Deretan rumah di bagian luar kompleks itu unik. Ukuran rumahnya tidak terlalu besar namun asri dan enak dilihat.

bogor_perumahan LIPI

Sempat terbersit keinginan untuk main ke kampus IPB. Namun karena bis ke Padang bukannya berangkat jam sepuluh tapi jam setengah sembilan, niat ke IPB saya urungkan. Waktunya mepet sekali. Mungkin nanti lain kali saja. Keputusan yang bagus karena ternyata kata kawan saya, waktu tempuh dari Jalan Raya Tajur ke IPB bisa sampai dua jam.

Pukul 08.30 bis yang mengantarkan saya ke Padang berangkat. Dalam hati saya membatin, “I Shall Return… dan mencoba sensasi naik angkot di sini.”

21 pemikiran pada “Langkah (13): A Piece of Buitenzorgh

  1. **angkot padang memang lebih mantap shige. sampai hari ini setiap dengar lagu dengan volume full, bundo serasa sedang didalam angkot padang😀

    Bogor.. bundo sering singgah kesana mengunjungi saudara, tapi penyesalan yang dalam kenapa dulu ndak kepikiran untuk menelusuri kota itu lebih detil😦

  2. lewat darat memang selalu menyenangkan. kalau tidak ada yang diburu, maka saya lebih memilih lewat darat. alasannya, ya seperti yang shige bilang tadi, bahwa ada banyak yang bisa kita lihat, dan perjalanan itu terasa begitu berkesan…

    selamat mudik ya shige, semoga mudiknya semakin berkesan. jan lupo baok oleh-oleh ndak, hehehe…😀

    selamat idul fitri, mohon maaf lahir dan batin

  3. saya baru tahu bahwa Buitenzorgh (Botensoreh) gaya2-an utk Bogor …🙂

    Yang mau tahu kondisi live jalan lewat kamera dari jalan mudik boleh mampir ke sini

    “http://richocean.wordpress.com/2009/09/17/video-live-h-3-siang-situasi-jalan-lebaran-idul-fitri-1430h-jalur-utara-selatan-jawa-merak/”
    “http://richocean.wordpress.com/2009/09/17/video-live-h-3-siang-situasi-jalan-lebaran-idul-fitri-1430h-jawa-tengah-solo/”

    Yang mau mudik naik mobil pribadi boleh mampir ke blog saya
    “http://richocean.wordpress.com/2009/09/15/tips-mudik-mobil-pribadi-bandung-malang-lewat-jalur-tengah-jawa/”

    Buat rekan2 yang mau berikirim2 ucapan Idul Fitri, boleh mampir ke tempat saya,
    “http://richocean.wordpress.com/2009/09/14/kirim-sekarang-ucapan-idul-fitri-anda/”

    atau jika sempat main ke blog saya ttg wisata alam:
    “http://richmountain.wordpress.com/wisata/rizqi-firdaus-agro-wana-widya-wisata-1/”

    ati2 gempa saat lebaran:
    “http://richocean.wordpress.com/2009/09/17/hati-hati-gempa-lebaran-1430h-sumatra-jawa/”

    salam kenal😆

  4. @nakjaDimande: mungkin di lain kesempatan, bundo…:mrgreen:

    @hasrul: trims. ini udah di kampung. perjalanan udah lewat, ceritanya aja yang belum usai..

    @wira: yup, asik..:mrgreen:

    @neng ocha: haha.. kenapa ya? pertanyaannya mungkin sama seperti “kenapa ya bisa banyak pedagang kaki lima di pasar”?:mrgreen:

    @bandit pangaratto: sudah sampai, kawan..:mrgreen:

    @julie: mohon maaf lahir batin juga..:mrgreen:

    @imoe: haha.. tunggu tanggal mainnya.:mrgreen:

    @vizon: mohon maaf lahir batin juga, uda..
    uda ndak pulang?

    @bluethunderheart: baik blue… blue sendiri gimana?

    @~noe~: niatnya pengen ngurangin kendaraan pribadi atau angkot secara bertahap mungkin…?? atau cuma mau nyaingin jogja aja kali tuh… hehehe..

    @richocean: kalau gak salah Buitenzorgh itu nama belandanya…
    tapi asal kata “Ontosoroh” dari nama “Nyai Ontosoroh” dalam tetralogi buru bukannya berasal dari Buitenzorgh juga ya?
    mungkin aja Buitenzorgh itu sebenernya artinya perkebunan… atau lahan pertanian..

    @pushandaka::mrgreen:

  5. Terselip khilaf dalam candaku,
    Tergores luka dalam tawaku,
    Terbelit pilu dalam tingkahku,
    Tersinggung rasa dalam bicaraku.
    Hari kemenangan telah tiba,
    Semoga diampuni salah dan dosa.
    Mari bersama bersihkan diri,
    sucikan hati di hari Fitri.
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqoba lallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllll

  6. Kedal ing rasa nu pinuh ku bangbaluh hate, urang lubarkeun, ngawengku pinuh ku nyuuh, meungpeung wanci can mustari. Taqabalallahu Minna Wa Minkum
    Wilujeng Idul Fitri 1430 H, sim kuring neda dihapunten samudaya kalepatan.
    Kuring neda dihapunten kana samudaya kalepatan, boh bilih aya cariosan anu matak ngarahetkeun kana manah, da sadayana oge mung saukur heureuy, manusa mah teu tiasa lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan

  7. kalo diperhatikan, plat nomer angkot di bogor itu berawalan F 19XX loh.. he he he..

    angkot biru itu angkot kabupaten bogor, sedangkan yg ijo itu angkot kota bogor. angkot kota bogor, selain dibedakan berdasar angka trayek (01-16) juga bisa dibedakan via warna bumper. bumper 01 itu beda warna dengan bumper 02 dan seterusnya.

    satu lagi soal Bogor. dia akan macet parah pas week-end. maklum, orang Jakarta itu menuh-menuhin aja..😀

    Buitenzorg adalah wilayah favorit berlibur para penguasa Hindia Belanda. konon rel pertama kali yg dibikin pemerintah Hindia Belanda setelah membangun jalur Tanjung Priok-BEOS (Kota Tua) adalah jalur BEOS ke Buitenzorg..😀 jalur ini juga menjadi favorit para komuter, pekerja Jakarta yang tinggal di Bogor. lain kali, cobalah trayek KRL Jakarta-Bogor (ekonomi). akan banyak pemandangan “ajaib” di dalamnya.😀

    Untuk Trans Pakuan, perusahaan yg membangun Trans pakuan ini sama persis dengan Trans Jogja. Liat saja, mulai dari bentuk shelter hingga bus nya, persis. Trans Jogja itu, bus nya dibikin di karosari yang ada di Bogor..😀

    1. hehe.. ternyata beberapa tahun di Jancukarta udah bikin kang zam jadi ahli perangkotan.🙂 ah, coba di Ndoyokarto ada angkot kayak di bogor.. hehe..

      kemarin itu yang saya temui cuma angkot biru, kang. ah, masih kalah sama angkot padang.. “Jedag! Jedug!”nya kurang.🙂

      tapi kalo dibandingin sama Trans Pakuan, Trans Jogja lebih profesional keknya… setelah dilaunching, semua shelter langsung buka. keknya sih gak ada yang terbengkalai.. kalo soal wilayah gedean mana sih Kota Bogor daripada Kota Jogja? kalo jogja memang lebih kecil, mungkin aja karena itu mengoperasikan trans nya lebih mudah..🙂

      btw saya kira karoserinya di magelang lho.. soalnya kan magelang terkenal dengan perusahaan karoseri bis… tau-tau bikinnya di bogor.:mrgreen:

  8. wah sayangnya tahun ini aku nggak mudik ke lampung😦
    lebaran di jogja aja dengan kondisi jogja yang sepi karena anak2 kost pada pulkam..

    btw naik lorena tiketnya mahal nggak mas? biasanya kalo pas musim lebaran gini tiketnya lorena paling mahal se indonesia raya.. hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s