Langkah (15): Kutukan Malin Kundang

Alkisah, kapal Malin Kundang yang dikutuk menjadi batu itu terdampar di sebuah pantai landai yang indah. Pantai Air Manis (Pantai Aia Manih) namanya.

Karena ini cuma legenda dan yang perlu dicermati dari legenda hanya hikmahnya, jangan tanya apakah Malin dan kapal dagangnya itu karam dulu baru kemudian menjadi batu atau menjadi batu dulu baru karam. Yang jelas di sudut selatan Pantai Air Manis teronggok bongkahan batu yang membentuk kapal besar terbelah dua, plus sesosok manusia dalam posisi bersujud yang diklaim sebagai Malin Kundang si Durhaka.

pantai air manisDi suatu pagi bulan Ramadhan kemarin saya kembali mengunjungi pantai itu bersama seorang kawan. Percaya atau tidak, meskipun dibesarkan di Padang, dengan ini baru tiga kali saya menyambangi Pantai Air Manis. Pertama kali waktu ikut tadabur alam masjid tempat saya mengaji, kedua waktu SMA.

Setiap kunjungan menimbulkan kesan yang berbeda. Pertama ke sana saya takjub dengan Batu Malin Kundang. Kali kedua biasa-biasa saja karena kurang memperhatikan. Yang ketiga ini membuat saya berpikir bahwa jangan-jangan selain dikutuk untuk menjadi batu, Malin Kundang juga dikutuk agar batunya tidak terurus dengan baik. Ondeh, Malin!

Pantai Air Manis terletak sekitar 9 km dari pusat kota Padang, Sumatra Barat. Karena harus melangkahi bukit terlebih dahulu, pantai ini bisa dicapai dalam waktu 20-30 menit. Tidak ada angkot trayek Pasar Raya-Pantai Air Manis. Anda hanya akan bisa pergi ke pantai ini dengan menggunakan kendaraan pribadi atau memanfaatkan jasa ojek.

Untuk menuju ke pantai ini yang harus anda lakukan cuma menyusuri Jalan Sutan Syahrir, kemudian ketika anda menemukan sebuah pertigaan dekat Kantor Camat Padang Selatan, ambillah belokan ke kanan yang menuju SMA 6 Padang. Jalan itu akan membawa anda ke kawasan wisata Batu Malin Kundang.

Terus ke dalam, di kanan-kiri jalan anda akan lebih banyak menemukan hutan lebat daripada rumah penduduk. Sesekali di beberapa belokan anda akan disuguhkan pemandangan kota Padang. Di beberapa belokan lain akan tampak Samudra Hindia dan pulau-pulau kecil outer arc ridge. Tapi hati-hati, jalannya menanjak dan menurun, berbelok-belok, dan di beberapa ruas tidak terlalu mulus. Kondisi mesin dan ban kendaraan kita akan benar-benar diuji.

pantai air manis 1

pantai air manis 2Kiri Pulau Pisang Ketek, kanan Pulau Pisang Gadang

Gerbang sekaligus tempat menarik karcis masuk Pantai Ais Manis terletak lumayan jauh dari pantai. Semalam sebelum jalan, saya sempatkan googling mencari informasi tentang harga karcis masuk ke Pantai Air Manis ini. Beberapa situs dan blog menyebutkan harga 2 ribu rupiah/orang. Dan walaupun di gapura masuk jelas-jelas saya melihat tulisan “Karcis Masuk: Rp. 2000/orang”, kenyataannya petugas jaga gerbang malah menarik 5 ribu berdua.

Saya sempat adu mulut sebentar. Tapi karena malas mencari masalah, saya bayar juga sambil geleng-geleng kepala. Puasa memang ujian kesabaran. Di pantai, saya kembali dimintai duit parkir 2 ribu rupiah. Mahal bukan? Eh, ya. Parkirnya boleh di sembarang tempat.

pantai air manis 3Setelah memarkir motor di belakang sebuah gawang sepakbola, saya tolehkan pandangan ke sekeliling. Pantai yang indah. Landai dan dihiasi deretan cemara laut. Pasirnya berwarna gelap karena tidak terletak di daerah formasi batugamping. Di pantai ini banyak ambai-ambai, sejenis kepiting yang hanya bisa hidup di darat. Sebagai tempat perlindungan, ambai-ambai membuat lubang-lubang kecil di pasir. Lubang-lubang dan bekas galian lubang ambai-ambai ini membentuk pola yang menarik di hamparan pasir.

Di sebelah utara terlihat Pulau Pisang Ketek dan Pulau Pisang Gadang. Jika laut surut, kita bisa menyeberang ke Pulau Pisang ketek ini dengan berjalan kaki. Walaupun ombaknya tidak terlalu besar, pantai ini juga dipakai untuk berselancar. Saya melihat ada beberapa pondok penyewaan surf board. Namun karena masih pagi, lagian kan masih Ramadhan, tidak tampak satupun surfer di cakrawala.pantai air maniss
Di dekat saya memarkir motor, seorang bapak paruh baya tampak sedang mendorong gerobak berisi sampah. Pandangannya menyapu pasir melihat apakah ada sampah plastik yang luput. Kawan saya sedang telpon-telponan dengan pacarnya. Mati gaya, saya ajak saja bapak itu ngobrol.

“Sampahnya banyak sekali ya, Pak?”

“Iya. Banyak sekali. Biasa lah, Nak. Banyak orang banyak pula sampahnya.” Bapak itu menjawab sambil mengelap keringat dari keningnya.

Beberapa saat kemudian saya dan kawan terlibat carito lamak dengan Sang Bapak paruh baya. Kata beliau, pemerintah kota padang “katanya” berencana akan membuat jembatan kayu Pantai Air Manis-Pulau Pisang. Seperti jembatan kecil eksotis di Pantai Carocok Painan itu. Entah iya entah tidak. “Bahkan katanya juga akan dibikin jalan Pantai Air Manis-Teluk Bayur,” lanjut beliau. Angan saya melayang. Alangkah bagusnya Pantai Air Manis jika kedua “katanya” tadi benar-benar menjadi kenyataan.

23 pemikiran pada “Langkah (15): Kutukan Malin Kundang

  1. shige sudah dalam perjalanan ya..? semoga lancar sampai yogya, sedih pasti ya pisah sama ibu dan ayah.. **shige bawa ikan bilih kaaann..😀

    tahun depan shige pulang dua katanya itu sudah terwujud.. **katanyaaaa

    hati-hati di jalan shige, semoga bannyak anak gadih kamek diatas bis.. jangan lupa tukeran no telp yaaa..:mrgreen:

  2. cukup lama pingin liat (minimal gambar) sosok yang katanya Malin Kundang itu, beruntung saya liat blog ini. Itu juga kalau saya tak salah duga, kalau sosok itu adalah batu yg dipegang itu.

    kebetulan di tanah banjar juga ada legenda kapal yg jadi batu, celakanya saya malah lupa namanya, dan terakhir ke lokasi itu sekitar tahun 88 lalu. sepertinya harus kembali lagi…

  3. wah saya baru tahu batu malin kundang seperti itu …

    kalau surut jam berapa, pagi atau siang?

    waktu anak saya saya ajak ke gunung tangkuban perahu, anak saya juga tanya, gunungnya ada di mana ….🙂

    Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Wa Ja’alanallahu Minal ‘Aidin Wal Faizin

    silahkan berkunjung ke blog saya:
    http://richocean.wordpress.com – terbaru ttg gempa Cianjur & Bangkalan kemaren pagi
    http://richmountain.wordpress.com

    salam kenal😆

  4. bagus sekali, dri.
    tapi rasanya, biarlah obyek wisata ini kurang dapat diakses dengan mudah, biar relatif lebih “perawabn” dalam waktu yang lama. begitu aja banyak sampah, bagaimana pula kalau semakin ramai dan mudah dikunjungi.

    jadi kamu sekarang udah kembali ke yogya? seperti kata bundo, jan lupo bao ikan bilih.

  5. dulu, waktu kuliah di padang, saya sering main ke pantai ini, terutama untuk latihan teater… karena areanya yang cukup luas, sehingga memungkinkan kita untuk eksplorasi berbagai hal dengan nyaman.

    udah di jogja shige? mainlah ka kweni…😀

  6. @kopral cepot: pertamax mahal.. saya premium saja.😀

    @alamendah: trims..😀

    @jidat: ya, ya.. setelah dua, tiga..:mrgreen:

    @nakjaDimande: ini udah di jogja lagi, bundo.. gak jadi naik bis. naik burung besi jadinya.:mrgreen:

    @bandit: saya emang kalo mudik ke Padang.:mrgreen:
    btw, kapan2 main aja ke pantai ini. hehe..

    @wira: hehe.. iya nih. keknya perlu diberi keterangan foto. ntar deh saya tambah.:mrgreen:
    soal legenda ini benar2 terjadi apa nggak, saya kurang tau. namanya aja legenda. hehe..:mrgreen:

    @pakacil: iya, Pak. sepertinya saya memang perlu menambah keterangan gambarnya.
    dulu waktu sekolah saya pernah baca entah di buku apa, katanya di Kalimantan juga ada legenda seperti Malin Kundang ini..
    dan, saya udah lupa dapat info dari mana, katanya Malin Kundang itu merantaunya ke Kalimantan.. CMIIW deh.:mrgreen:

    @eskopidantipi: maaf lahir batin juga..:mrgreen:

    @richocean: biasanya sih siang sekitar jam 1 atau jam 2.. di Pulau Pisang Ketek ini ada beberapa rumah penduduk. kalau hari libur, mereka biasanya buka warung..

    @marshmallow: menurut saya Pantai Air Manis ini sudah “terlanjur” terkenal karena Legenda Malin Kundangnya, uni.. karena udah “basah”, mending dimanfaatkan saja. iya nggak?:mrgreen:

    skrg udah di Jogja, uni.. ah, karena keasyikan keliling2 waktu liburan kemarin, saya malah sampai lupa request ke ibu untuk dibikinin Ikan Bilih Balado..:mrgreen:
    sayang sekali..😀

    @diazhandsome: hahaha..

    @vizon: wow.. Air Manis dulu tempat nongkrong udah juga rupanya..:mrgreen:

    udah, da. hehe.. lai ado kue rayonyo, da?:mrgreen:

  7. Sebuah floklore yang bisa menjadi cermin bagi kita agar jangan mendurhakai orangtua apalagi ibu. Birrul walidayn sungguh sangat dianjurkan karena orangtua sudah melahirkan, membesarkan dan memberakan apa saja untuk kita.
    Salam hangat dari Surabaya

  8. @pakde cholik: benar, pakde.. legenda ini memang penuh makna. mengajarkan manusia untuk tidak durhaka pada kedua orangtua.
    salam hangat juga dari jogja..

    @dhodie: haha.. tentu bro. tentu tidak..:mrgreen:

    @zam: nah, itu dia masalahnya, kang. angkutan ke sana bisa dikatakan tidak ada. orang-orang ke sana biasanya pake kendaraan pribadi atau bis carteran. dulu kalau nggak salah ada bis kota atau angkot menuju ke sana.. sekarang gak kelihatan lagi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s