Langkah (16): Padang Bay City

Saya tidak akan membahas megaproyek Padang Bay City yang sedang diancang-ancang Pemerintah Kota Padang itu. Alih-alih, saya akan menulis tentang perjalanan menyusuri pesisir bagian selatan Padang yang berteluk-teluk.

Seusai bertandang ke Batu Malin Kundang, masih di hari yang sama, saya dan Bleki melanjutkan perjalanan ke daerah Bungus. Bungus adalah nama sebuah teluk yang terletak bersebelahan dengan Teluk Bayur, tepat di sisi selatannya. Niatnya sih ingin melihat pemandangan Teluk Bayur dan Teluk Bungus dari perbukitan di sekitar Bukit Lampu.

Tak berapa lama setelah keluar dari jalan masuk Pantai Air Manis, kami tiba di Pelabuhan Teluk Bayur (PTB). Pelabuhan yang berperan sebagai “gerbang air” Indonesia bagian barat. Walaupun tidak masuk, melihat gerbangnya saja mampu membuat ingatan saya melayang ke masa SMA. Waktu itu saya lumayan sering ke Pelabuhan yang di zaman Belanda bernama Emma Haven Port ini.Teluk BayurDari sekian kali kunjungan, hanya dua yang benar-benar saya ingat. Pertama ketika TNI Angkatan Laut mengadakan open ship. Ketika itu saya dan teman-teman sekolah diperbolehkan masuk untuk melihat-lihat suasana kapal AL dan juga persenjataan yang mereka miliki. Kedua ketika saya, Bleki, dan Kamil touring motor sekolah – panorama Sitinjau Lauik – PTB – sekolah. Bukan apa-apa, pengalaman hampir mati di Sitinjau Lauiklah yang membuat saya tetap ingat seluruh rangkaian perjalanannya.

Teluk Bayur from Taman NirwanaSelepas dari Teluk Bayur, pemandangan yang disuguhkan menjadi semakin menarik. Laut menghampar di sisi kanan jalan. Di beberapa belokan terdapat zona istirahat. Jangan dibayangkan seperti sebuah rest area yang mewah, yang ini cuma jalan yang sisi sebelah ke lautnya diperlebar dan dilapisi semen agar orang-orang bisa memarkir motor dengan mudah dan duduk-duduk menikmati semilir angin tanpa perlu khawatir motornya akan dilindas truk.

Banyak pantai bagus di sekitar Teluk Bayur ini. Salahsatunya dalah Taman Nirwana. Pantai ini selain airnya tenang dan jernih juga dipenuhi karang. Ada karang yang tajam-tajam seperti di Sundak, ada juga terumbu-terumbu karang yang indah.

Mercusuar Bukit LampuSetelah melewati Taman Nirwana, jalan semakin menanjak. Beberapa saat kemudian kami tiba di kawasan Bukit Lampu. Bukit Lampu ini adalah salahsatu tempat favorit anak muda mesum untuk berpacaran. Menurut informasi yang saya dapat, ada dua alasan kenapa bukit ini dinamakan bukit lampu. Alasan pertama adalah karena pada malam hari, dari bukit ini akan terlihat kerlap-kerlip lampu PTB, lampu kapal-kapal yang sedang menurunkan sauh, dan gemerlap Kota Padang. Alasan kedua adalah karena di bukit ini memang terdapat lampu pemandu kapal alias mercusuar.

Dari Bukit Lampu, Teluk Bungus sudah kelihatan. Di Teluk Bungus ini juga terdapat pelabuhan. Berbeda dengan PTB yang merupakan pelabuhan barang dan penumpang, Pelabuhan Bungus adalah pelabuhan pendaratan Tuna. Bungus memang disebut-sebut sebagai Gerbang Tuna Indonesia Bagian Barat.

Teluk Bungus

Selain sebagai pelabuhan pendaratan Tuna, Pelabuhan Bungus juga adalah gerbang menuju Pulau Sikuai. Di gerbang Pelabuhan Bungus ini kami berhenti sebentar dan mengamati dengan mupeng tulisan “Welcome to Sikuai Resort” yang terpampang di baliho. Kemudian, setelah meneruskan perjalanan sebentar, kami kembali ke arah Padang.

Jika anda tidak bepergian dengan kendaraan pribadi atau bis wisata, anda bisa menumpang angkot berwarna biru tua jurusan Teluk Bayur dari Pasar Raya Padang. Ongkosnya sekitar 2 ribu rupiah. Kemudian karena angkot hanya ada sampai PTB, anda bisa melanjutkan perjalanan dengan menumpang bis ke arah Painan, Pesisir Selatan. Dan.. tentu saja jangan lupa untuk turun di kawasan Bungus.

35 pemikiran pada “Langkah (16): Padang Bay City

  1. terasa mengikuti langkah … menyusuri jalan-jalan yang dilalui, perjalanan yang menyenangkan … Padang, semoga semuanya tabah dan sabar.

  2. __insyaallah sukses..amiin..ghe?apakabar?__
    __wadaw bri ketinggalan post2 baik darikamu iaa..ahahay__
    ____brimau bilang salampagi iaa____
    ______SALAMPAGII..semangat buat aktifitas hariini_______
    __________SEMANGAAT>>>CIIAT..ahahay__________

  3. Ck..ck.. penggambaran yang membuat saya jadi pengen ke sana. Cool..

    Memanglah, negeri kita ini punya potensi wisata bahari/pantai yang luar biasa. Harus dipromosikan dengan maksimal tuh. Saya rasa, blog kamu ini bisa melakukannya.🙂

  4. Selalu senang mampir sini karena dapat info2 bagus😉
    btw selain pengalaman hampir mati biasanya kejadian unik entah kenalan dgn org aneh atau suvenir nyentrik bikin saya ingat detail perjalanannya🙂

    salam, EKA

  5. mantap lokasinya, pegunungan dan langsung pantai pula
    setidaknya itu simpulan sementara pas liat foto-fotonya.
    pantainya nampak terlihat bersih dan jernih.
    *ngiler*

  6. pantai-pantainya indah bgt…
    aku pernah ke padang sekali, trus ke Bukittinggi. rasanya waktu itu belum puas krn cuma 2 hari.

    Gimana keadaan pantai2 itu pasca gempa?

  7. @all: menurut updetan terakhir dari senior saya yang baru balik dari padang, sih, teluk bayur cuma di beberapa bagian yang rusak.

    kalau soal pantainya, keknya gpp.. kalau terjadi bencana kan yang berpotensi besar untuk hancur itu “bikinan” manusia. ya kan?:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s