Langkah (17): Pantai Carocok Nan Elok

Coba buka kembali tulisan saya sebelumnya. Pada kalimat terakhir di paragraf terakhir saya menuliskan, “Dan… tentu saja jangan lupa untuk turun di kawasan Bungus.”

Anda pasti bertanya-tanya apa yang akan terjadi seandainya kebablasan. Tidak, anda tidak akan dibawa ke negeri yang jelek, tandus, dan kering kerontang. Sebaliknya bis itu akan membawa anda ke sebuah daerah bergeomorfologi lengkap: Painan. Ibukota Kabupaten Pesisir Selatan yang di pesisirnya terletak salahsatu pantai terindah di Sumatra Barat. Pantai Carocok.

Saya diberitahu tentang keberadaan pantai ini oleh seorang kawan baik di SMA yang kebetulan berasal dari Painan. Selain pantainya memang indah, sunset di sini katanya juga indah. Nah, berbekal “promosi” itu dan sedikit riset, beberapa hari sebelum lebaran kemarin saya mengajak Ebiet, kawan lama saya, ke sana.

Kami ke sana dengan Mio adik saya. Mio Sporty itu meliuk-liuk dengan santai mengikuti jalan menuju Painan. Menurut saya, jalan ke Painan ini adalah perpaduan dari jalan ke Pariaman, jalan ke Bukittinggi, dan jalan ke Solok. Dengan kata lain di perjalanan anda akan melewati pantai, lembah dan sungai, serta jalan yang berliku di perbukitan. 77 km kami tempuh dalam waktu 2 jam.

Jalan masuk Carocok yang becek

Si Ebiet baru pernah ke Jembatan Aka, belum pernah ke Carocok. Saya malah belum pernah ke Painan sebelumnya. Karena itu, begitu memasuki Painan, kami mulai memasang mata dengan benar. Melihat-lihat apakah ada penunjuk jalan ke Carocok. Lama setelah itu, di sebuah perempatan, saya melihat penunjuk arah ke Pantai Carocok. Belok kanan. Jalan masuk ke Pantai Carocok bisa dikatakan sempit. Selain sempit, di beberapa ruas juga masih ada yang rusak dan becek digenangi lumpur. Ya, tidak ada tanda-tanda akan tiba di “surga”.

Tidak ada orang yang menarik karcis di gerbang. Ah, sungguh beruntung karena kami ke sini pada hari biasa, bulan puasa pula.:mrgreen:

Dermaga TPIAroma laut akhirnya tercium dan di depan sana laut sudah menghampar. Jalan beraspal di kawasan pantai sudah mulus. Rumah penduduk yang kebanyakan nelayan berjejer di kanan-kiri jalan. Kebiasaan saya adalah menyusuri dulu kawasan sekitar obyek wisata, siapa tahu ada spot bagus yang jarang diekspos. Benar, di sebuah belokan ternyata ada sebuah tempat pelelangan ikan (TPI). Di TPI ini terdapat sebuah dermaga beton yang menjorok begitu jauh ke laut. Untuk beberapa saat kami duduk di sana dan menikmati teluk tenang Pantai Carocok.

Sebenarnya ada dua tempat di Pantai Carocok ini yang membuat saya penasaran. Yang pertama adalah sisi utara Pantai Carocok. Katanya di sana ada “jembatan asmara” yang menghubungkan antara pantai dan Pulau Kereta. Di ujung-ujung jembatan ini, katanya, juga berdiri gazebo-gazebo untuk duduk-duduk santai. Tempat kedua adalah Bukit Langkisau. Dari bukit starting point paralayang ini anda akan disuguhkan pemandangan yang menakjubkan. Segera setelah puas makan angin di dermaga TPI, kami bertandang ke dua tempat itu.

Jembatan Cinta Pantai Carocok

Jembatan Asmara Pantai Carocok 2

Seperti yang sudah saya bilang, saya cuma melakukan sedikit riset sebelum jalan ke Carocok. Makanya belakangan saya merasa rugi karena tidak menyeberang ke Pulau Cingkuak. Menurut referensi di internet ternyata di Pulau Cingkuak, yang terletak tepat di depan Pantai Carocok, terdapat sebuah reruntuhan benteng peninggalan Portugis.

Pemandangan dari Bukit LangkisauGerimis mulai turun di Bukit Langkisau. Kami langsung menuruni bukit dan menyusuri 77 km untuk kembali ke Padang.

43 pemikiran pada “Langkah (17): Pantai Carocok Nan Elok

  1. @iyoongpharmacy: sama-sama, gan..

    @bandit: belum ada yang menjelaskan secara terminologis, gan.

    dan keknya ini cuma sebutan orang2.

    tapi saya sih mikirnya karena jembatan dan gazebo-gazebo yang ada di jembatan ini cocok banget dipake buat “menjalin asmara”.. hehe..:mrgreen:

  2. Mungkin karena belum banyak yg tahu jd belum ada yg narik tiket ya… hehee…
    Tp pantai di Padang memang tak kalah indahnya dgn pantai2 lain di Indonesia ini. Saya belum pernah ke Padang sih, baru dengar2 saja..

  3. Wah bagus banget jengatannya, jadi pengen kesana, apalagi apa pacar pasti romantis sekali kalo dijembatan itu hehehe…
    tapi tuh lho jalannya, kok ya seperti itu ya?
    memang untuk mencapai keindahan itu perlu perjuangan ya. hehehe. seperti tuh melewati jalan yang begituan.
    Iklan Baris

  4. jembatan asmara ?
    kalau pada rute pendakian Semeru ada yang dinamakan “tanjakan cinta”, kalau di UGM ada yang namanya “Lembah cinta”. Kalau di pantai pelang (sebelahnya pantai perigi, treggalek) ada yang dinamakan “bukit asmara” , saya juga masih mencari apa sebabnya😀

  5. saya tinggal 20 km dari pantai cerocok. view pantai cerocok, jembatan akar dan tempat lain di kabupaten pesisir selatan sangat menggiurkan.
    tapi, masih belum terurus dan masyarakat masih belum siap kayaknya. contoh, pemuda sering melakukan pungli sehingga membuat pengunjung jadi tidak nyaman….

  6. Maaf baru sempat bloghicking. 2 hari kemarin dipaksa oleh bos saya untuk ikutan penelantaran dan peletihan di dunia nyata sehingga gak punya kesempatan mengamankan pertama dan membalas komentar. Komennya jadi gak sesuai tema postingan, he.. he..

    1. @ria: pesisir selatan sih agak jauh dari episentrum. sepertinya gak ada kerusakan yang parah di daerah ini.😀

      dari Pantai Carocok ini juga bisa ke Pulau Cubadak, lho. deket soalnya…

  7. Woaaaaaaah… ini harus masuk agenda wisata iniiiiiii… nggak boleh dibiarkan iniiiii…

    Sayangnya saya masih trauma untuk ke Padang, kemaren waktu gempa aku masih menikmati padang. termasuk bermain ke pantai padangnya. Mudah2an setelah gempa kemaren lokasi ini tetap utuh seperti dalam photo2 ini yaaaaa.

  8. Jembatannya asyik…pasti enak klo pacaran buat remaja yaa…

    I love a sea smell….very clear and make a always to remember of romantic memory for me….

    Can we get to X- link, my friend…? I’ve adde you in my Blogroll…

    Thanks on your encourage pics, friend!

  9. wah wah wah…
    kalau begini caranya, tak salah jika mas shige menjadi duta wisata sumbar, paling tidak melalui blog. apa yang disampaikan membuat tertarik. 🙂
    nampak menarik mennyusuri jembatan itu sampai ke pulaunya.

    dan sepertinya di banyak tempat ada yg memiliki nama terkait, asmara, cinta, dll. macam di banjarmasin, yg ada pantai jodoh. walaupun pantai, tapi bukan laut, melainkan sungai besar. hehehe…

    1. @marshmallow: iya, uni. lumayan jauh. jalannya yang mulus banget cuma ruas sekitar daerah tarusan..

      tapi meskipun perjalanannya jauh dan melelahkan, insya Allah orang yang ke sana dipuaskan oleh pemandangan indah. pesisir selatan memang banyak menyimpan tempat2 bagus..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s