Langkah (18): Mencari Rumah Kelahiran Bung Hatta

Sewaktu menghadiri acara berbuka bersama SMA tanggal 16 September kemarin, saya bertemu kembali dengan banyak kawan. Termasuk dengan seorang kawan bernama Aven yang rumahnya dengan rumah saya berdekatan dan dulu kami sempat sekelas sewaktu MOS. Sekarang dia kuliah di Bandung. Dalam urusan jalan-jalan, tabiat Aven ini setipe dengan saya. Spontan.

Setahun yang lalu dia tiba-tiba muncul di Jogja tanpa memberi kabar terlebih dahulu. Tahu-tahu saja dia menelepon saya dan minta dijemput ke Stasiun Lempuyangan. Tahukah anda tujuannya main ke Jogja? Cuma mau mengunjungi SD lamanya. Itu sudah. Malamnya dia balik lagi ke Bandung. Saya cuma bisa memiringkan telunjuk di kening.

Malam berbuka bersama itu dia mengajak saya jalan-jalan. Rencana dibuat. Besok paginya kami berangkat ke Bukittinggi dengan satu misi: mengunjungi Rumah Kelahiran Bung Hatta (RKBH).

Ngarai SianokSeperti biasa, setiap saya ke Bukittinggi pasti disambut dengan mesra oleh hujan. Dari Lubuk Alung sampai daerah Koto Baru hujan lebat. Untunglah begitu memasuki kota Bukittinggi hujan tinggal rintik-rintik.

Saya belum punya gambaran pasti tentang RKBH, baik letak ataupun bentuk bangunannya. Meskipun sebenarnya bingung mau mencari ke mana, saya sotoy kalau rumah kelahiran salah seorang proklamator kita itu berada di sekitar kawasan Panorama. Kawasan tempat Ngarai Sianok dan Lobang Jepang berada. Maka saya putarlah motor ke arah Panorama. Nihil. Ternyata saya keliru. RKBH tidak di sana.

Karena sudah terlanjur berputar-putar di Panorama, kami putuskan untuk sekalian saja masuk ke Lobang Jepang. Lobang Jepang ini dibuat Jepang pada tahun 1942 untuk digunakan sebagai lobang pertahanan. Tentu saja Jepang hanya merancang dan memandorinya. Yang bekerja tetap saja para romusha.

Lorong Lobang Jepang

Untuk menyusuri lorong-lorong Lobang Jepang, anda harus menuruni 132 anak tangga sepanjang 66 meter terlebih dahulu. Sebenarnya, apa yang sekarang disebut sebagai pintu masuk dahulunya adalah pintu keluar, karena Lobang Jepang ini mulai dibangun dari sisi Ngarai Sianok. Di dalam lobang pertahanan tentara Jepang ini terdapat beberapa ruang amunisi, penjara dan ruang duduk untuk romusha, serta dapur. Ternyata, menurut hasil menguping penjelasan seorang guide, di dapur ini juga ada saluran pembuangan yang digunakan untuk menyingkirkan mayat.

Dahulu rasanya menakutkan sekali masuk ke Lobang Jepang ini. Masalahnya dulu itu Lobang Jepang masih belum dilapisi semen dan diberi lantai paving block seperti sekarang. Masih benar-benar terowongan asli berdinding batu yang dikeruk. Sayang sekali sekarang Lobang Jepang sudah dipermak menjadi lebih “modern”. Sensasinya sudah berbeda.

Setelah puas berputar-putar di Lobang Jepang sambil mencuri dengar penjelasan guide, kami kembali ke “permukaan” dan melanjutkan misi. Pencarian RKBH kami lanjutkan ke kawasan Rumah Sakit Ahmad Muchtar (RSAM)… Ternyata juga bukan di sana.

Kebetulan dekat RSAM ini terdapat sebuah benteng peninggalan belanda bernama Fort de Kock. Benteng ini pun menggoda kami untuk menghampirinya. RKBH kembali terlupakan sejenak.

Photobucket

Fort de Kock terletak di atas sebuah bukit bernama Bukit Jirek. Benteng ini dibangun oleh Kapten Bouer pada tahun 1825, semasa Perang Paderi. Pada awalnya benteng ini bernama Sterrenschans. Kemudian diubah menjadi Fort de Kock merujuk pada Nama Wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu, Baron Hendrik Markus de Kock.

Fort de Kock dan Taman Margasatwa Kinantan dihubungkan oleh sebuah jembatan bernama Jembatan Limpapeh. Dari jembatan Limpapeh ini anda bisa menikmati pemandangan Kota Bukittinggi dari ketinggian. Sayang jembatan ini tak luput dari aksi vandalisme. Di sana-sini masih banyak ditemukan coretan yang mengotori dinding tepian jembatan.

bktHari sudah semakin sore tapi RKBH belum juga kami temukan. Karena merasa permasalahan mencari RKBH ini tidak terlalu urgen, kami jadi malas bertanya. Kemudian kami putuskan untuk mencari RKBH di sekitar Jam Gadang. Di samping Jam Gadang memang ada sebuah balai pertemuan yang diberi nama Balai Sidang Bung Hatta. Yah, siapa tahu RKBH letaknya dekat-dekat sana.

Namun ternyata masih saja nihil, saudara-saudara!

Akhirnya kami cuma menghabiskan waktu untuk berfoto-foto di Jam Gadang. Menara jam hadiah Ratu Belanda ini menjadi saksi ketidakberhasilan kami menemukan RKBH. Omong-omong soal Jam Gadang, tempat ini adalah salahsatu favorit banyak orang untuk merayakan malam pergantian tahun. Saya pernah bertahun baru di sini sekali. Waktu kelas 3 SMA.Kawasan Jam GadangMenjelang pukul 24.00 semua orang akan duduk tertib di pelataran Jam Gadang dan emperan toko di sekitarnya. Semua mata tertuju ke Jam Gadang. Kembang api “swadaya” sudah tidak diluncurkan lagi karena semua orang menunggu kembang api “sebenarnya”. Lampu jalan dimatikan supaya kerlap-kerlip kembang api terlihat lebih jelas. Pas jam 12, kembang api beterbangan ke udara. Semua orang bersorak. Semua orang bertepuk tangan. Meriah.

Anyway, ternyata jarum pendek jam tangan si Aven sudah menunjuk angka lima. Langit sudah semakin gelap namun lokasi RKBH masih menjadi misteri. Waktunya pulang ke Padang. Ah, mungkin ini memang salah saya yang kurang riset tentang RKBH sebelumnya. Misi gagal. Maybe next time!

45 comments

  1. alamendah · Oktober 13, 2009

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Gagal, dung…..!!!
    Ikutan sedih
    hihihihi

  2. iyoongpharmacy · Oktober 14, 2009

    hidup tanpa berfutu-futu serasa hambar.. ๐Ÿ˜€

    bagus bagus ni futunya… ๐Ÿ™‚

  3. pakacil · Oktober 14, 2009

    di sumbar ternyata benar-benar banyak peninggalan sejarah.
    semoga itu semua terus terawat dengan baik sebagai saksi bisu sejarah daerah dan negeri ini.

    gua itu membuat saya teringat gua di dago, bandung, yang juga memiliki banyak ruang.

    btw, yg mas shige cari 1 tempat (RKBH), ternyata malah nyantol di banyak tempat ya…

  4. Bang Aswi · Oktober 14, 2009

    Ternyata terbukti kan kalau perencanaan itu sangat penting, tidak sekadar ujug-ujug seperti sim salabim. Semoga ke depannya perencanaannya jauh lebih matang sehingga apa yang dituju bisa memuaskan batin. Semangat!

  5. morishige · Oktober 14, 2009

    @alamendah: silakan… :mrgreen:

    @iyoongpharmacy: bener. ๐Ÿ˜€

    @pakacil: iya, pak. lumayan banyak lah peninggalan sejarah. tapi sayangnya banyak yang kurang terawat.dan kurang promosi.. :mrgreen:

    asli, sampe sekarang saya masih penasaran sama RKBH.. :mrgreen:
    atau mending dulu sebaiknya saya nanya sama Bundo aja kali yah? hehe…

    @bang aswi: terbukti, bang. riset sebelum melakukan perjalanan itu memang perlu banget. supaya perjalanan lancar dan misi sukses.. :mrgreen:

  6. Jiewa · Oktober 14, 2009

    Kalo melihat adanya peninggalan Jepang dan Belanda disana, berarti Bukit Tinggi adalah tempat yg sangat penting pada tempo doeloe ya..

  7. DidiE Mangati · Oktober 14, 2009

    foto2nya bagus2..jadi pengen ke Bukittinggi…sayang yaa gak ketemu RKBHnya..mudah2an next time ketemu yaa…

  8. nakjaDimande · Oktober 14, 2009

    shigeeeee…!!!!! beneran ga ketemu rumah Bung Hatta..???

    duh bundo merasa bersalah membiarkan si bujang petualang ini muter-muter bukittinggi tak bertemu yang dicari. **tapi menilik tempat-tempat yang telah shige singgahi tak terlalu menyesal lah kan.. ๐Ÿ˜€

    rumah kelahiran bung hatta, berada didekat pasar bawah.., untuk menebus rasa bersalah bundo, nanti bundo cari waktu untuk motret disana dan buat postingannya untuk shige, ok..

  9. marshmallow · Oktober 14, 2009

    ya ampun, masak nggak bisa nanya, dri? keterlaluan deh. ketauan banget kalau tujuan RKBH memang nggak penting-penting amat.

    dri, tau gak pepatah jawa: “when you get lost, something is found.” nah, terbukti. karena tersesat mencari RKBH, kamu dan teman malah nemu tempat-tempat lain.

  10. KangBoed · Oktober 14, 2009

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    โ€˜tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

  11. KangBoed · Oktober 14, 2009

    Doooooooooooooh jalan jalan mulu.. manstaaaaaaaaaaaaaaabbbs

  12. morishige · Oktober 14, 2009

    @jiewa: yap. kurang lebih seperti itu. zaman belanda dulu kota ini selain digunakan sebagai benteng pertahanan, juga digunakan sebagai tempat peristirahatan opsir2 belanda.

    waktu zaman jepang, bukittinggi menjadi pusat pengendali militer jepang untuk kawasan sumatra, singapura, dan thailand..

    dan bukittinggi juga pernah menjadi ibukota Indonesia dahulu. walaupun cuma sebentar.. :mrgreen:

    @didie mangati: main aja ke bukittinggi. backpacker bule banyak kok yang ke sana..
    kan bukittinggi itu kota wisatanya sumatra barat.

    @nakjaDimande: beneran, bundo. udah hampir gelap belum ketemu juga, ya saya balik aja ke padang. :mrgreen:

    saya tunggu lho postingannya… ๐Ÿ˜€

    @marshmallow: kenapa malas nanya? ya lagi males aja, uni.. hehe..
    nice quote.. hehehe..

    @kangboed: i love U full juga, kangboed!

  13. si_nobi85 · Oktober 14, 2009

    hem…… sungguh banyak peninggalan sejarah indonesia…..

    Ayo lestarikan

  14. jensen99 · Oktober 14, 2009

    Hah, nyari2 RKBH gak nyampe? :mrgreen:
    Saya nemu petanya disini nih. Ada juga yang udah foto2 disini dan disini. CMIIW ๐Ÿ˜›

  15. yoan · Oktober 14, 2009

    hehe… pake males nanya segala si bujang ini… memang nggak pengen ke RKBH agaknya ya?
    ya sudahlah, nak. tak usah menyesali segala yang telah terjadi. semua ini pasti ada hikmahnya.. *apasiigw… :mrgreen: *

  16. zam · Oktober 15, 2009

    kukira ketemu mas bro! wakakak

    jam gadang!! wooh!! suatu saat aku pati berfoto di sana!

  17. morishige · Oktober 15, 2009

    @si_nobi85: yap. peninggalan sejarah indonesia memang banyak.. ๐Ÿ˜€ dan harus dilestarikan. ๐Ÿ˜€

    @jensen: hehe.. iya, gak ketemu. the thing is, sebelumnya saya nggak browsing dulu tentang tempatnya. :mrgreen:
    dan saat itu saya lagi males nanya2.. hehe..

    @yoan: hehe.. lagian kan waktu itu masih bulan puasa. bawaannya lemes aja.. hehe..

    @zam: :mrgreen: nggak ketemu, bro. ๐Ÿ˜€
    yeah! you should go there someday! ๐Ÿ˜€

  18. amri · Oktober 15, 2009

    wewh mantap, ada rencana sih saya mau ambil cuti 7 hari untuk road to sumbar

  19. Yessi · Oktober 15, 2009

    ayooo…cari sampai dapat ๐Ÿ˜‰

  20. Yep · Oktober 15, 2009

    Jadi pengen kesana ๐Ÿ™‚

  21. morishige · Oktober 15, 2009

    @amri: 7 hari cukup tu bro.. ๐Ÿ˜€
    mulai browsing aja tempat2 menarik di sumatra barat.

    @yessi: hehe.. lain kali deh ya. ๐Ÿ˜€

    @yep: :mrgreen:

  22. dian · Oktober 15, 2009

    fiuh… kayanya negaraku ini. tapi kenapa selalu ada embel2, sayang tidak terpelihara, dan sebagainya yaaa…
    Salam, mari bertukar link yuwk…

    • morishige · Oktober 15, 2009

      @dian: iya juga ya, mbak. ya, mau bagaimana lagi. memang kenyataannya begitu.. :mrgreen:

      boleh. saya pasang linknya di blogroll… ๐Ÿ˜€

  23. elmoudy · Oktober 15, 2009

    wawasannya makin luas n berbobot banget broo….

  24. dobleh yang malang · Oktober 15, 2009

    wah……..bagaimana bisa blue bantu ya bang
    wong dah lama banget kagak e padang….
    salam hangat selalu

  25. pushandaka · Oktober 15, 2009

    Baca tulisanmu ini, sob, seperti ikut berputar-putar denganmu. Hehe! Btw, orang di dalam foto di atas itu siapa? Kamu sob?? ๐Ÿ™‚

  26. morishige · Oktober 15, 2009

    @elmoudy: ah, biasa aja bro. :mrgreen:

    @blue: hehe.. salam hangat selalu juga, blue!

    @pushandaka: iya, bro. itu saya. :mgreen:
    baru kali ini rambut saya segondrong itu. :mrgreen:

  27. Hariez · Oktober 16, 2009

    walau tak menemukan RKBH bukan berarti perjalanan mu sia-sia kan sob..?? buktinya kau tetap menjelajahi setiap langkah dengan enjoy sambil menyuguhkan lobang jepang dan lainnya.. ๐Ÿ˜€

    btw hmm…sempet penasaran sih sama jam gadang tersebut akhirnya terobati pas seorang kawan membawakan miniatur nya hehe.. :mrgreen:

    -salam- ^_^

  28. Hea · Oktober 16, 2009

    tu kembang apinya dari mana…? dari penjaga jam gadang itu lah..????

  29. gimbal · Oktober 16, 2009

    kenapa gak nyari rumah gw aja si shig?
    *kaburrr mode on*
    *takut diserampang sandal jepit*

  30. Zian X-Fly · Oktober 16, 2009

    Pengen ah ke sana…

  31. mini4wdfreaks · Oktober 16, 2009

    wuih mantep foto2nya, salam kenal ya bro..

  32. isnuansa · Oktober 16, 2009

    Hohoho, jam Gadang, saya pernah ke sana. Jadi belom ketemu nih?

  33. Pasang Iklan Gratis · Oktober 16, 2009

    Wah perjalannya panjang juga ya? penuh perjuangan untuk melihat rumah kelahiran bung hatta.
    tapi pasti sangatlah menyenangkan bisa jalan-jalan juga!
    semangat terus ya?
    Iklan Baris

  34. julie · Oktober 16, 2009

    dah lama tak berkunjung koq ada langkah 18
    langkah sebelumnya aku lom baca donk?
    pa kabar bro?

  35. morishige · Oktober 16, 2009

    @hariez: nggak dong. seperti kata uni marshmallow: “when you get lose, something is found”.. :mrgreen:

    @hea: ada EOnya kalo gak salah. ๐Ÿ˜€

    @gimbal: mau sih, gim.. tapi rumah lo kejauhan dari padang. hehehe.. ide bagus tuh. ntar gua main ke pekalongan dah. ๐Ÿ˜€

    @zian X-fly: :mrgreen:

    @mini4WDfreaks: salam kenal juga bro.. ๐Ÿ˜€

    @isnuanasa: oh ya? RKBHnya belum ketemu.. :mrgreen:

    @julie: he.. baca dulu lah yang sebelum2nya. gpp kok. gratis!!
    kabar baik. km gmn?

  36. eskopidantipi · Oktober 16, 2009

    yah, gagal…tapi tetep aja ada sesuatu yang baru untuk dikunjungi ya ๐Ÿ™‚

    btw lobang jepangnya kayanya serem ya?

    • morishige · Oktober 16, 2009

      @eskopidantipi: serem. tapi dulu lebih serem, bro. dulu belum pake paving block dan penerangannya masih belum sebaik sekarang. lebih serem yang dulu tapi. ๐Ÿ˜€

  37. Eka Situmorang-Sir · Oktober 17, 2009

    Gak sabar nih bulan depan mo ke bukit tinggi! ๐Ÿ™‚
    kira2 saya bisa menemukan RKBH gak yaaaa?
    Kalo bisa, nanti gue kasih liat poto2nya deh ๐Ÿ™‚ hehehe

  38. Ping-balik: yang terlewat: Rumah Kelahiran Bung Hatta « nakjaDimande
  39. sita ^pporicrazy · Oktober 28, 2009

    heyy..keren banget….
    sial!! jadi mupeng…

    kalo mo traveling2 lagi,,ajak ajak!! spontaneus..that’s great!! hahaha….

  40. morishige · Oktober 28, 2009

    @eka situmorang-sir: I’ll be waiting for the pics.. :mrgreen:

    @sita ^pporicrazy: yap. spontan. tapi gak pake “UHUY!!” :mrgreen:

  41. Ping-balik: yang terlewatkan: Rumah Kelahiran Bung Hatta « LJ.returns
  42. eprocurement · Juli 9, 2013

    Awesome blog! Is your theme custom made or did you download it
    from somewhere? A theme like yours with a few simple adjustements would really make my blog shine.

    Please let me know where you got your design. Kudos

  43. Ping-balik: yang terlewatkan: Rumah Kelahiran Bung Hatta « LJ.returns

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s