Langkah (19): Berkat Bimbingan Internet

Jika ketika mudik tahun yang lalu saya tidak bisa menemukan sebuah warung internet pun di Pariaman, tahun ini di sekitar balai (pasar) nagari saja saya sudah menemukan dua warnet. Wow! Betapa cepat teknologi menjamah daerah ini.

Maka bertambahlah satu lagi pilihan saya melewatkan waktu luang di kampung. Jika dahulu cuma ada tiga pilihan; duduk santai di teras sambil mengobrol dengan keluarga, membaca buku di ruang tamu, dan jalan-jalan, sekarang pilihannya bertambah satu. Main internet.

Siang terakhir bulan puasa kemarin, saya ke warnet. Suntuk di rumah. Sedari masih di Jogja, sebelum mudik, saya sudah bertekad untuk jalan-jalan sepuas-puasnya di Sumatra Barat. Karena alasan itu, sewaktu ngenet saya mencoba memasukkan keyword “Pantai di Sumatra Barat” ke kolom search google. Sumatra Barat memang memiliki banyak pantai. Kemudian keluarlah beberapa judul artikel mengenai keyword yang saya masukkan. Yang saya klik adalah sebuah artikel dari blog ini.

Tiku Lagoon

Dari sekian banyak pantai yang dibahas di sana, Pantai Tiku lah yang paling menarik minat saya. Pertama karena untuk mencapai tempat ini dari tempat saya hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Pantai Tiku terletak di Nagari Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam. Artinya pantai ini sangat mungkin untuk dikunjungi sekarang juga. Kedua, karena saya tergiur dengan sepotong penjelasan tentang Pantai Tiku dalam blog ini. Katanya, “Tiku sering digelari orang pantai mutiara …” dan “Bicara tentang Tiku mau tak mau harus bicara tentang pantai dan lagunanya“.

Tidak mau kehilangan momen, saya langsung melaju dengan Mio adik ke Tiku. Sendirian. Hanya dengan bekal berupa informasi dari sebuah artikel di internet. Yeah! Internet menuntun saya.

Jalan ke Tiku datar-datar saja. Dibanding jalan ke Painan, ruas-ruas aspal ke Tiku bisa dikatakan lebih mulus. Internet hanya memberikan clue bahwa laguna itu terletak di belakang rumah penduduk. Artinya tidak akan ada plang nama yang bertuliskan “Selamat Datang di Laguna Pantai Tiku”. Maka begitu memasuki Tiku, saya memasang mata baik-baik. Berusaha mencocokkan visualisasi di mata dengan foto yang saya lihat di Beach West Sumatra tadi. Untunglah ketemu.

Saya menepi di halaman samping sebuah kedai tua bertingkat dua, ruko zaman dulu mungkin, kemudian memarkir motor di antara pohon-pohon kelapa yang menjulang tinggi. Tak ada seorang pun yang menarik bea masuk, juga tak ada yang menarik uang parkir.Jalan setapak menuju pantai

Sayang sekali saat itu air yang mengisi laguna surut. Hanya ada beberapa genangan air. Selebihnya didominasi oleh lumpur. Padahal saya ingin sekali menyaksikan laguna ini terisi penuh oleh air. Beberapa saat saya duduk di atas rumput, menikmati “suguhan” alam.

Blog itu hanya menyajikan foto Laguna Tiku. Foto pantainya tidak ada. Karena penasaran dengan pantainya, setelah puas duduk-duduk menikmati pemandangan dari laguna, saya coba mencari jalan ke pantai. Di barat jalan banyak terlihat jalan pasir setapak menuju pantai. Saya pilih salahsatu kemudian saya susuri.

atas: sebuah pantai terpencil di Tiku, bawah: kerang dan tanaman merambat

Beberapa saat kemudian saya tiba di sebuah pantai yang lebar, landai, sepi, tersembunyi, dan sepertinya jarang dikunjungi. Seperti sengaja ditanam sebagai hiasan, di sepanjang garis pantai tumbuh cemara laut (Casuarina equisetifolia).

Casuarina equisetifolia

Saya duduk di atas pasir. Hembusan angin sepoi-sepoi membuai saya. Pantai ini bersih. Yang terlihat di hamparan pasir hanya tanaman-tanaman merambat dan cangkang-cangkang kerang. Di bawah pepohonan cemara, berdiri sebuah pondok yang tampaknya didirikan oleh warga sekitar. Sekadar tempat untuk berteduh atau bercengkrama menikmati hembusan angin pantai. Entah pantai apa namanya ini. Meskipun letaknya di Tiku, pantai ini bukan Pantai Tiku. Seperti pantai-pantai di Gunung Kidul, kan tidak semuanya bernama Pantai Gunung Kidul. Ada pantai Sundak, Baron, Drini, dll.

Pondok di Pantai Tiku

Internet memang menyimpan potensi untuk memberikan pengaruh buruk bagi generasi muda. Namun, sebanding dengan itu, internet juga menawarkan “kebaikan”. Sepuluh tahun yang lalu, ketika sharing informasi via internet belum begitu semarak seperti sekarang, sebagian besar dari kita mungkin belum begitu mengenali keindahan nusantara. Text book sekolah maupun suratkabar lebih sering memaparkan keindahan tempat-tempat yang memang sudah dikenal: Bali, Danau Toba, Bunaken. Jarang sekali ada tulisan atau liputan mengenai Pulau Tidung, Pulau Sempu, Karimun Jawa, The Three Gilis, Pulau Moyo, Pulau Cubadak, pantai terpencil di Tiku ini, or another remote and deserted places. Manfaat dan mudharat internet bagai dua sisi mata uang.

Sebuah suara dari perut membuyarkan lamunan saya. Sudah jam 5 sore dan sebentar lagi berbuka. Saya harus pulang. Sekali lagi internet berhasil mengantarkan saya ke tempat-tempat indah. Hah? Tenang saja. Saya nggak akan beralih ke Googleism, kok.

41 pemikiran pada “Langkah (19): Berkat Bimbingan Internet

  1. @bangaswi: kalau saya sih selama masih ada waktu luang, kenapa nggak? soalnya sering saya temukan orang yang mengeluh “saya udah sibuk banget sekarang. gak bisa jalan-jalan…”:mrgreen:

    @nakjaDimande: hehe. bundo bisa aja. jadi malu.. he..:mrgreen:
    iya, komen yang pertama ditangkis askimet. kok bisa ya?

    @arkasala: kan lebih enak melihat langsung daripada cuma melihat2 foto di google..😀

    @tikapinkhana: amin..:mrgreen:

    @hadi: hehe..

    @marshmallow: kalau pantainya sendiri sih nggak perlu dikhawatirkan. orang-orang di sana yang jadi pikiran saya. untungnya di daerah tiku ini bagunan tidak sebanyak di pariaman, uni. jadi kalaupun ada kerusakan, tidak sehebat di pariaman. mudah2an orang di sana gpp.

    @miyabi sister: yoa.:mrgreen:

    @caride: trims udah berkunjung.😀

    @d-gadget: salam blogger juga!:mrgreen:

    @didien: amin..

    @tukangpoto: iya, pak. pantainya indah banget. sayang saya ngambil gambarnya cuma pake camera hp.. hehe..

  2. Pantai yang begitu indah harus dipromosikan sebagai tempat tujuan wisata yang perlu didukung melalui promosi yang gencar, tak semua orang mengenal internet jadi mana tahu ada tempat semenarik pantai tiku

  3. God bless the Internet!

    oleh karena itu mas bro, mari kita menyumbang konten yang baik. aku merasa terbantu dengan informasi yg aku dapat di internet, makanya aku pun mau membagi apa yg saya punya ke Internet supaya orang lain bisa mendapatkan manfaat yg sama.

    FYI, Indonesia memiliki garis pantai terpanjang di dunia. 🙂

  4. berkat internet juga kita bisa kenalan kan shige? hehehe…😀

    terima kasih sudah berbagi informasi soal tiku ini, terus terang saya belum pernah ke sana, tapi berkat tulisan shige ini, saya seperti berada di sana

  5. salah satu harta karun bangsa ini yang belum “digosok” dan di ekspos.. semoga dengan sedikit review [kurang lebihnya begitu] bisa sedikit menambah pengetahuan para blogger yang berkunjung..

  6. Dengan adanya internet juga akhirnya saya tahu ada Sebuah pemandangan pantai yang indah nun jauh disana. Alangkah baiknya jika di manfaatkan untuk menjadi objek wisata.

  7. @pradna satunya: hm.. kalo Talu itu di pasaman barat. pesisir bagian utara. nah, tiku ini di selatannya..😀

    @mamah aline: tapi, kadangkala gak semua orang harus tau sebuah tempat indah.. karena, ya, menurut yang sudah-sudah, semakin banyak orang berkunjung ke suatu obyek, semakin kotorlah tempatnya.😀

    @wira: yoi, bro. seperti pisaunya Batosai.:mrgreen:

    @felizkusmanto: tunggu aje, gan.😀 trims udah nyimak..:mrgreen:

    @gimbal: tapi jangan lupa balik ke daratan lu, gim..:mrgreen:

    @mandor tempe: yap. thank god for giving our experts such brain to create this technology..:mrgreen:

    @zam: yoi, bro. mari kita bahu-membahu membuat posting yang bermanfaat bagi umat.:mrgreen: toh kata Alex Supertramp: “happiness only real when shared…”

    iya bro.. saking panjangnya butuh waktu yang lama banget buat menjelajahinya. hehe..:mrgreen:

    @vizon: iya, udah. berkat internet pula kita bisa kenal.:mrgreen:

    kapan-kapan kalo udah pulang gak ada salahnya buat main ke pantai ini.😀 pantainya keren, uda..

    @the bunglon’s: yap. jangan sampai kehidupan yang nyata malah jadi maya.

    @eka situmorang-sir: sepakat, mbak!!!:mrgreen:

    @thepenks: amin..😀

    @deka: asal dikelo dengan baik aja. sayang pantai seperti itu dikelola dengan asal…

    @soulharmony: monggo…!!

    @kaneadventure: damai sekali, gan.

    @si_noby85: yap!

  8. Wah pantai yang indah, serta sebuah pengalaman yg mengesankan tentunya yah…Internet emang ajaib deh, tinggal pandai2 kita lah mau menggunakan sisi yg mana dari kedua sisi mata uang dari internet tersebut…

    Salam kenal Shige, dan saya tautkan yah link blognya. Terima kasih.

  9. hooooo. *terpesona*

    Apa semua gambar itu, pemandangan pantai Tiku?
    *masih gak percaya kalo yang seperti itu ada di Sumbar*

    BTW, kerang nya itu sengaja disusun ya?😛

  10. @dhodie: hehe.. saya udah ngirim permohonan untuk diinvite ke Google. tapi belum dijawab. kelihatannya Google Wave ini menarik sangat.

    @ritasusanti: salam kenal. trims, mbak. blognya saya linkback..:mrgreen:

    @eskopidantipi: betul bro!!

    @snowie: iya, itu semua pantai di tiku. coba aja ke sana kalo gak percaya.. hehe.

    iya, kulit kerangnya susun.:mrgreen:

    @muhamaze: waktu itu keknya memang lagi surut. soalnya sampai jam 4 sore lagunanya masih aja gak berair..

    @pushandaka::mrgreen:

  11. Percaya sekarang.
    Kebetulan, jumat kemaren saya ke maninjau, lewat Tiku, so, ada sedikit bisa lihat dari jalan pantai yang ada di atas. Dari jauh udah bisa lihat pasir pantainya yang warna putih. Sayang, gak bisa mampir.😛

  12. lagi-lagi pantai yang indah…

    sebagaimana blog mas shige ini, yang notabene juga menggunakan akses internet, dan digunakan untuk memperkenalkan daerah-daerah atau tujuan wisata yang sebelumnya tak terekspos secara maksimal. mugkin inilah salah satu jalan yang dapat digunakan banyak pihak semaksimal mungkin. keren.

  13. terimakasih atas ulasan tentang Tiku sobat, saya putra sana dan sangat apresiasi tulisan anda. Di Tiku masih ada dua pulau yang dikenal dengan nama pulau tangah dan pulau ujung yang lebih cantik lagi. Air yang terlihat hijau dan membiru akan menggoda anda untuk berenang. Apalagi disana masih anda temuan aneka kerang di dasar laut yang akan menguji nyali anda untuk snorkeling, tapi harus bawa peralatan sendiri..

    Thanks
    Asnil Bambani

  14. saya juga,anak tiku!
    Sdikit tmbhan!
    Tiku juga terkenal penghasil ikan terbsar di sumbar!
    Fot0 Yg d atas,itw pantai bndar gadang!
    Tiku mempunyai laut 3 versi,yg pertma ujung tnjun(laut yg curam n 0mbak besar)
    kedua,lakang pulau(laut yg di tmbuhin terumbu karang),pa bla pasang surut,karang2 tsbu akan klihatan,sangat indah sekali,seperti daratan batu,air nya sgat jernih,,
    yg ketiga,namanya tpi,tmpat pelelangan ikan!
    Kalw laut ini air nya tenang!
    C0c0k untuk brenang!
    Dsni ada darmaga!
    Sgat c0c0k liat sun set pada s0re hari!
    N dsni bnyk kapal2 yg menepi!
    Tpi saya bangga anda membuat artikel tentang kampung ku,thks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s