Langkah (21): Menyelinap ke Gubernuran Yogyakarta

Gerbang Kantor Gubernur DIY

Mungkin jika dibandingkan dengan Kantor Gubernur daerah lain, Gubernuran di Jogja lah yang paling menarik. Pasalnya Gubernuran Jogja, yang juga dikenal sebagai Kepatihan, bukan merupakan gedung baru yang dibuat baru-baru ini pasca kemerdekaan. Bangunan ini merupakan eks kantor Patih alias eks kantor “Sekdaprov”nya Kasultanan Ngayogyakarto.

Beberapa waktu yang lalu sebelum main ke Keraton Ratu Boko, saya diajak seorang kawan untuk menemaninya membeli handphone di sekitaran Malioboro. Setelah beberapa saat keliling-keliling, waktu zuhur tiba. Kawan saya yang asli Ngawi itu mengajak saya shalat di masjid kepatihan. Setelah beberapa tahun tinggal di Jogja, baru kali inilah saya masuk ke Kantor Gubernur. Padahal kantor ini sering saya lewati ketika menyusuri pedestrian Malioboro.
Masjid Sulthony Kepatihan
Setelah melewati Kantor Polisi Pamong Praja dan Ruang Pamer Kerajinan Yogyakarta, kami tiba di Masjid Gubernuran DIY. Masjid ini diberi nama Masjid Sulthony. Ini adalah salahsatu masjid yang bangunannya paling menarik menurut saya. Masjid Sulthony bergaya khas Masjid Jawa. Keberadaan Mihrab dan Serambi di tiga sisinya membuat masjid ini berbeda dari masjid-masjid yang pernah saya kunjungi. Sejuk dan damai. Dua kesan itu yang muncul dari pikiran saya begitu memasuki masjid ini. Sejuk dan damai itu pula lah yang menyebabkan beberapa orang memanfaatkan serambi masjid ini untuk tiduran sebentar melepas lelah.

Bale Woro

Beberapa meter ke arah timur Masjid Sulthony, berdiri sebuah bangunan bernama Bale Woro. Balai Penerangan. Dari namanya sudah bisa ditebak bahwa gedung ini merupakan pusat informasi kantor kepatihan.

Setelah melewati Bale Woro kami tiba di sebuah bangunan sejenis pendopo, Bangsal Kepatihan. Melihat dari letak dan bentuk bangunannya, bangsal ini merupakan point of interest kompleks kepatihan. Banyak kegiatan dan perayaan dilaksanakan di sini. Mulai dari acara sungkeman dengan sultan setiap tahun, sampai ke perayaan hari-hari besar berbagai agama.

Bangsal Kepatihan

Seperti halnya bangunan-bangunan tua lain, Kepatihan juga menyimpan cerita-cerita menarik sepanjang sejarahnya. Kata kawan saya, dahulu ada seorang Patih yang cerdik. Suatu waktu Belanda datang ke kantornya dengan tujuan merebut sebuah dokumen penting. Sang Patih berhasil mempertahankan dokumen itu dengan cara menjadikan kertas berharga itu sebagai ganjalan pintu.:mrgreen:

35 pemikiran pada “Langkah (21): Menyelinap ke Gubernuran Yogyakarta

  1. 10 tahun saya di Jogja, saya cuma 1x pernah masuk ke sana.

    Keunikan lainnya adalah lokasi kantornya yang di tengah keramaian. Ini menunjukkan bahwa pemimpin di Jogja berusaha sedekat mungkin dengan rakyatnya. Ndak seperti di daerah lain kebanyakan.

  2. Kunjungan balik….

    Wah perjalanan yang menyenangkan, saya jadi teringat waktu pertama kali mengunjungi tempat ini.

    Salam kenal ya Morishige dan sepertinya kita mempunyai hobi yang sama….πŸ˜€

  3. @diazhandsome: hehe.. manusiawi. lupa itu manusiawi, kok.:mrgreen:

    @nakjaDimande: iya, bundo. namun sayang, sejarahnya belum terdokumentasikan dengan baik di internet. gak seperti peninggalan2 sejarah lain seperti Keraton dan Benteng Vredeburg.😦

    @septa punya cerita: salam kenal juga. trims dah mampir..:mrgreen:

    @pushandaka: iya, masbro. herannya, meskipun “terletak” di keramaian, dalamnya kok kesannya gak terlalu crowded ya? suara kerumunan dari Malioboro gak kedengeran kalo di dalam..

    @guru: pengen ngapain, pak? pengen ngganjal pintu dengan dokumen penting atau pengen ke tempat ini? hehe.. salam kenal, pak..:mrgreen:

    @hanhan: trims ya dah mampir. iya, bro. kita punya hobi yang sama keknya.
    btw, blognya saya link ya…??πŸ˜€

  4. Nampaknya kunjungan ke Jogja mesti dilakukan di jadwal liburan/mudik berikutnya nih.. trims buat ulasannya disini, jadi kangen sekali udah lama blom ke Jogja lagi.. salam hangat dari afrika barat!

  5. semoga saja bangunan bersejarah macam bangunan di atas kian terjaga dan jangan sampai tergerus dengan apa yang dinamakan kemajuan jaman. karena sudah banyak sekali contoh perubahan ini.

    berpuluh tahun saya tinggal di banjarbaru mas shige, belum pernah masuk ke situ. *lhoh?!?…*

  6. @domba garut: jogja memang salahsatu kota yang “harus” dikunjungi kalau pulang ke Indonesia. sampai sekarang jogja masih mempertahankan cirinya berupa keramahan khas timur yang notabene udah mulai luntur di kota-kota besar lain.:mrgreen:

    @pakacil: saya juga berbelas-belas tahun tinggal di Padang belum pernah ke sungai kapuas, pak. hahaha…

    @andtheree: saking cerdiknya. besok-besok “jimat” ulangan dijadiin ganjelan kursi aja. hahaha…

    @bandit: cerdik lebih tepatnya, bang.:mrgreen:

    @nahdhi: saya sudah 3 tahun lebih di jogja baru sekali itu masuk Kepatihan.πŸ˜€

    @lilliperry: footprints saya juga udah menghiasi Masjid Sulthony. haha…

    @fadhilatul muharram: waalaikumsalam.. alhamdulillah baik..πŸ˜€ kamu sendiri gmn? jarang nongol akhir2 ini..πŸ˜€

    @lilliperry: kapan ya kita ke mana? hehe.. ane ngekos di pogung. ente di mana masbro?

    @komuter: amiiin..:mrgreen:

    @aap: semoga

  7. Sempat beberapa kali berkunjung ke Yogyakarta, kesan saya kota ini sangat menarik. Tidak membosankan. Saya belum pernah berkunjung ke tempat ini, semoga ada kesempatan lagi ke Yogyakarta. Trims, ulasannya menarik.

  8. mesjid itu memamgn keren. berada agak di belakang sehingga kalo pas mesjid yang ada di kompleks DPRD itu penuh, ke mesjid ini lebih sepi.

    oiya, kalo pernah main ke Taman Sari, silakan mampir ke mesjid Sokotunggal. keunikan dari mesjid ini, dia mempunyai 1 tiang penyangga yang persis berada di tengah-tengah..πŸ˜€

  9. @omagus: menyelinap itu asik.. *opoh!!*

    @indra kh: Kepatihan ini memang bukan tujuan wisata, mas. tapi kalau misalnya berkesempatan jalan2 di Malioboro, masjid Kepatihan ini nggak ada salahnya untuk dikunjungi. selain bisa shalat dengan nyaman, kita bisa menyaksikan sendiri bangunan2 bersejarah peninggalan zaman dulu.πŸ˜€

    @mpokb: saya malah ngga ngerti sama sekali, mpok.πŸ˜€
    jangankan saya. temen2 saya yang asli jawa saja banyak yang kurang atau sama sekali ngga ngerti aksara jawa. agak rumit keknya.πŸ˜€

    @zam: berarti nama masjidnya diambil dari ciri-cirinya yang punya 1 tiang di tengah itu ya, kang?
    di sebelah mana taman sari letaknya? kemarin waktu ke taman sari saya kurang merhatiin.. hehe..:mrgreen:

    @bri: kalau kebetulan main ke bantul, saya ambilin fotonya deh bri..:mrgreen:
    udah pernah ke sana berarti? ngapain?

    @dhodie: keknya waktu itu sultan udah pulang deh, bro.:mrgreen:
    ini kan cuma tempat ngantornya..:mrgreen:
    lagian, kalaupun ada.. begitu mendekat udah dikeplok langsung sama pengawalnya. hehehe..

  10. Ouw, ternyata namany masjid Sulthony. *Hhehe,, baru tau*
    kalo diinget2
    *kalo tak salah*
    ni masjid posisi shafnya miring beberapa derajat gtuw kan ??
    *mengingat lagi : masjid ini bukan yak ΒΏΒΏ*
    .
    .
    Kunjungan balik neh. Salam blogwalking .πŸ˜€

  11. puluhan kali ke jogja tp saya blm pernah menyelinapkan diri ke gubernuran.. puluhan kali juga liwat malioboro, tp spt nya saya ga lihat mesjid ini juga..
    aneh.. soalnya tiap traveling kemana2, masjidnya selalu saya cari, tp kenapa masjid yg ini terlewat ya..?! *nanya diri sendiri*

  12. Saya pernah ke situ, sekali, pasca gempa Jogja, tiga tahun lalu. Karena dalam keadaan darurat, saya jadinya tidak begitu memperhatikan detail gedung itu. Kayaknya setelah ini pengen menyempatkan diri mampir ke sana deh Shige…πŸ˜€

  13. Malam tahun baru 2010 aku mencari penginapan di Daerah malioboro tetapi karena semua penginapan penuh maka menuju ke masjid Shulthony kepatihan untuk shalat dan berencana menginap, tetapi nggak jadi nginap, akhirnya setelah menonton pesta kembang api di monumen serangan umum 1 maret, langsung dech bobo’ di situ jugaπŸ™‚

    Salam

    http://www.istanaataplangit.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s