Book: How The World Makes Love

How The World Makes Love

Pengarang : Franz Wisner

Translator: Berliani M. Nugrahani

Editor : Anton Kurnia

Genre : Komedi Cinta, Travelogue

Penerbit : Serambi

Tahun Terbit : 2009

Cetakan Ke-I : Juni 2009

“Saat kau jatuh cinta, batu pun akan terasa manis”

-Seorang pria Mesir

Anda pasti masih ingat dengan Franz Wisner sang pengarang “Honeymoon with My Brother”. Dia mengukuhkan diri sebagai pecundang cinta profesional dengan menelurkan buku keduanya; “How The World Makes Love.”

Berbulan madu ke lima benua bersama adiknya, Kurt, selama dua tahun ternyata belum mampu membuatnya belajar banyak tentang cinta. Maka, penasaran akan makna cinta yang sesungguhnya, Franz kembali mengajak Kurt untuk bertualang ke negara-negara yang mereka rasa memiliki perspektif yang khas tentang cinta dan percintaan; Brazil, India, Nikaragua, Republik Cheska, Mesir, Selandia Baru, Botswana.

Setiap negara tersebut memberikan hikmah tersendiri bagi Franz tentang cinta. Namun yang paling berpengaruh sepertinya adalah Brazil yang mengajarkan “kemungkinan”, India yang mengajarkan “komitmen”, dan Botswana yang mengajarkan “optimisme” di tengah-tengah udara panas dan wabah HIV/AIDS.

Maka tak heran jika akhirnya Franz, yang memiliki kenangan buruk dicampakkan tunangannya sejenak sebelum melangkah ke altar, berani untuk melangkah maju dan berpacaran dengan Tracy. Seorang “Ibu lajang” beranak satu. Dan kemudian benar-benar menikah.

Novel ini bisa dikategorikan sebagai komedi cinta. Seperti “Honeymoon with My Brother”, setiap halamannya menghibur dan kau akan menemukan selipan humor ala Amerika dalam setiap paragraf. Namun, berbeda dengan buku sebelumnya, buku kedua ini lebih banyak berisi ulasan dan perenungan tentang cinta. Jadi jika anda mengharapkan buku berkarakter “maju terus pantang mundur” seperti “Travelers Tale”, ini bukan buku pilihan.

Gambar dicolong dari khatulistiwa.net

15 comments

  1. H E A · November 19, 2009

    Humor a la amerika itu kadang tidak membuatku tertawa lho…apa aku yang naif…hi…hi…

  2. nakjaDimande · November 19, 2009

    hmm, sudah balik dari merapi 😛

    bundo belum pernah baca niyh, pokoknya buku-buku repyu-an nya shige masuk ke daftarnya pembeliannya bundo, walo nyicil..

    saat kau jatuh cinta, samba lado pun terasa manis
    -seorang perempuan bukittinggi- :mrgreen:

  3. dhodie · November 19, 2009

    `Perjalanan adalah Permenungan`
    Itu yang saia ingat dari pembicaraan bareng teman saia di sebuah mikroblogging..

    Nice info gan :mrgreen:

  4. bandit sp™ · November 19, 2009

    travelers tale udah baca, yg ini belum… bulan depan hunting ah…

    *catet judulnya…

  5. Fadhilatul Muharram · November 19, 2009

    minjem mas…. 😀

    oh iya, maap nih, namanya dipinjem di postingan dila yg terbaru soal BROMO. :mrgreen:

  6. venus · November 19, 2009

    honeymoon with my brother? aku pernah nonton film judulnya honeymoon with my mother. sama gak sih? 😀

  7. ichanx · November 20, 2009

    cinta? ah….. alergi ama yang namanya cinta… hihi

  8. pinkparis · November 20, 2009

    kemarin lihat buku ini di Gramedia, karena tebel jadi gak beli :p nah, sekarang jadi penasaran deh.

  9. nahdhi · November 20, 2009

    Sampeyan suka baca buku juga to? Hohoho… ternyata ada juga geophysicist suka sastra. :p

  10. Ndre · November 21, 2009

    menanti buku.. Road to Zion nech… karangan The Gimbal.
    xixixixixi

  11. elmoudy · November 21, 2009

    Saat kau jatuh cinta, batu pun akan terasa manis..

    ini berbahayya Shige..
    bisa2 bikin kopi dicampur batu..
    bikin kolak pisang pake batu…
    mo ngemut permen malah ngemut batu..
    hehe… bahaya gak sehhh?? hehe

  12. hasrul · November 21, 2009

    Aduh… Jadi pingin baca buku kayak yang itu.. 🙂
    succes for Us deh pokokna.. 😉

  13. Ria · Desember 3, 2009

    listed…
    nambah referensi buku kalo ke toko buku nanti 😉

  14. felixkusmanto · Desember 7, 2009

    wah ada buku dari dia lagi toh..liat2 ah tar

  15. marshmallow · Desember 26, 2009

    jadi ini cerita tentang perjalanan atau tentang cinta?
    boleh deh ntar dicoba nyari bukunya.
    kalau mau lebih pas humornya, mungkin perlu cari edisi dalam bahasa aslinya ya, dri?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s