Langkah (26): Bromo

Siapa yang tidak kenal Gunung Bromo. Bromo merupakan salahsatu lokasi wisata primadona di Jawa Timur. Banyak orang melewatkan hari-hari libur di sana, menikmati suguhan pemandangan menawan gunung aktif dan paparan pasir yang membentuk lautan. Saking indahnya, film “Camelia” bahkan pernah mengambil adegan di sana. Beruntungnya saya karena pada tanggal 20 – 24 Desember tahun ini diberi kesempatan lagi untuk menyambangi Bromo.

Gunung Bromo berada pada empat wilayah yaitu Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Akses terdekat dan termurah menurut saya adalah via Probolinggo. Dari Terminal Probolinggo anda bisa mencapai Bromo dengan menumpang angkutan Elf yang bertarif sekitar 25 ribu. Walaupun jarak Probolinggo – Bromo sebenarnya hanya kira-kira 42 km, rute yang menanjak dan berbelok-belok membuat perjalanan biasanya ditempuh dalam waktu 1 – 1.5 jam. Sebaiknya perjalanan dilakukan pada siang hari karena malam hari tarif Elf bisa dimain-mainkan seenaknya oleh supirnya.

Vulkanolog menduga bahwa dahulunya di sekitar daerah Plato Tengger terdapat dua gunung yang menjulang. Yang paling tinggi adalah Gunung Tengger. Ketinggiannya mencapai 4000 mdpl. Suatu ketika di masa lalu Gunung Tengger ini meletus dengan dahsyat dan menciptakan sebuah kaldera raksasa yang selama beberapa waktu terisi oleh air. Material-material vulkanik terakumulasi pada kaldera tersebut dan membentuk lautan pasir (Segara Wedi). Kemudian aktivitas vulkanisme menyebabkan terbentuknya gunung-gunung baru di kaldera Tengger, termasuk Bromo dan Batok.

Penduduk asli Tengger adalah Suku Tengger yang menganut Hindu. Konon dahulu ketika Islam memasuki Jawa dan menggeser kepercayaan Hindu yang sudah lama dianut, orang-orang yang setia pada agama leluhur melarikan diri ke Pulau Bali dan Plato Tengger. Makanya jangan heran jika di teras bagian samping sebagian besar rumah di Ngadisari, salahsatu desa yang dihuni Suku Tengger, ditemukan tempat menaruh sesajen seperti “sanggah cucuk” di Bali.

Bahasa orang Tengger pun agak berbeda dengan bahasa Jawa yang lazim digunakan. Menurut kawan yang asli Jogja, bahasa Tengger mirip bahasa “ngapak” daerah Banyumasan. Sebagian besar orang Tengger masih setia dengan pekerjaan tradisional seperti petani sayur. Sebagian kecil sudah beralih ke pekerjaan-pekerjaan seperti karyawan dan wiraswasta sektor pariwisata.

Di antara Bromo dan Batok berdiri sebuah Pura Hindu. Pura ini bernama “Luhur Kahyangan” dan merupakan kawasan sentral bagi upacara Kasada (Kasodo) yang termahsyur. Upacara Kasada dilaksanakan pada hari ke-14 setiap bulan sepuluh (kasodo) dalam kalender Tengger.

Menurut Kompas.com, “Upacara Kasodo merupakan turunan dari legenda Rara Anteng dan Jaka Seger yang dimaknai sebagai cikal-bakal masyarakat Suku Tengger. Legenda ini mengambil periode saat Raja Brawijaya bertahta. Rara Anteng disebutkan sebagai anak Brawijaya.”

Keduanya menikah dan setelah lama melewatkan waktu bersama ternyata mereka belum kunjung dikaruniai keturunan. Akan halnya pasutri, mereka sangat ingin memiliki anak. Lalu agar keinginan terpenuhi, keduanya pergi ke puncak Bromo dan memohon agar diberi anak. Dewa mengabulkan keingingan mereka dengan syarat anak terakhir harus dikorbankan, dilemparkan ke dalam kawah Bromo. Masa berlalu. Ternyata mereka diberi 25 anak. Mereka menepati janji dengan mengorbankan anak yang sial karena kebetulan bernomor urut 25 itu. Beberapa saat setelah dilemparkan ke Bromo, kedua orangtua itu mendengar suara anaknya yang meminta agar diadakan upacara peringatan setiap bulan Kasodo pada hari ke-14.

O ya, malam-malam di Bromo sangat dingin. Di musim hujan, pukul 12 malam temperatur di luar mencapai 14 °C. Suhu di malam hari akan semakin dingin ketika memasuki musim kemarau. “Bisa di bawah 10 °C dan kadang-kadang turun butir-butir es,” ungkap seorang tukang kuda ketika diwawancarai seorang teman.

35 pemikiran pada “Langkah (26): Bromo

  1. dri, aku belum pernah mengunjungi bromo. kasian, ya? tapi aku beberapa kali menyaksikan bromo dari atas pesawat, terutama saat menuju bali, dan yang terakhir adalah saat kembali dari ambon beberapa bulan yang lalu. dari atas saja bromo sudah seindah itu, apalagi kalau kita menikmati dari dekat, ya?

    tapi pernah dengar istilah “cantik gunung”? menggambarkan kecantikan yang hanya indah dinikmati dari jauh, namun bila sudah didekati tidak secantik yang dibayangkan. tapi ck, kupikir bromo indah baik jauh maupun dekat toh? terbukti dari foto-foto jepretanmu.

  2. Nisa save halaman ini ya?? gambarnya lho…. bikin pingin,,,,!!

    Itu… 15 km dari rumah sahabat saya, semoga Nisa bisa menyusul langkah jejaka petualang…!! *ngacodotcom*

  3. foto2nya keren, cuy😀 btw, soal ulasan historis geomorfologisnya keren juga. salut deh… kapan bikin ulasan wisata bahari, om? saya tunggu deh yang berbau pantai dan laut😀

  4. @kawanlama95: bromo bagus lho. setidaknya walaupun sekali, ente harus nyoba ke sini deh..:mrgreen:

    @marshmallow: istilah itu baru saya dengar kali ini uni..:mrgreen:
    bromo itu indah sekaligus terlihat mistis, juga menyimpan banyak cerita.

    tapi sayangnya ada yang belum kesaimpaian waktu ke bromo kemarin uni. melihat sunrise di pananjakan.😦 waktu survey november lalu gak bisa gara-gara harus buru-buru balik ke jogja lagi. kemarin juga gak bisa gara-gara pagi2 benar harus buru-buru mengejar kereta pagi ke jogja dari probolinggo.

    anyway, bromo pantas banget kok dijadikan destinasi wisata 2010.😀 saya tunggu postingannya..😀

    @pinkparis: hah?! becanda ah! masa anak malang belum pernah ke bromo?:mrgreen:

    @adhadi praja: trims bro. masukan yang menarik tuh.. ntar deh kali bikin field report saya sertakan rute2nya di bawah.😀

    @waroeng ubuntu: amin. semoga keinginannya terlaksana..😀

    @nisa: amin.😀

    @nakjadimande: batok itu yang kanan, bundo. udah nggak aktif lagi.. yang berasap2 itu bromo.

    @agus purwoko: met tahun baru juga masbrur..

    @meliana: takut tinggi? berarti gunung harus dicoret dari daftar..😀

    @ayahnya ranggasetya: bromo itu udah tempat wisata kok, mas. aman dan terkelola dengan baik oleh balai taman nasional bromo tengger semeru. kalo males jalan tinggal sewa jip atau kuda.:mrgreen:

    kalo ciremai kan bener-bener hutan..😀

    @kurotsuchi: trims bro… tunggu aja y.😀 masalahnya wisata bahari keknya masih kurang cocok sama kantong mahasiswa. dengan cara kere sekalipun..:mrgreen:

    @oelil: makasi bro. selamat tahun baru juga dan semoga sukses..😀

    @alrisblog: trims bro..😀

    @digituck: yoi. pemandangannya ajib..😀

  5. Wow, Cool.

    Nah, jadi, kalau mau liaht salju gak musti keluar negri ya. Ke bromo aja.😛

    BTW, Bromo itu aman kah buat pelesir?

  6. ahaaa … jd teringat Backpackin’ Magazine dengan Bromo dan Kasodo sebagai fokus utama. Sayang kmaren gak bisa ikut kawan2 ke Bromo, padahal seru n murah katanya, rute Batu, Bromo, Sempu cuma abis 450rb, huuu T-T

  7. @nahdhi: dari hari pertama sudah segitu, bro. aku sendiri yang ngecek pake termometer di luar ruangan. anyeeessss!!!:mrgreen:

    @snowie: kadang-kadang juga, as I say. di Solok, Bukittinggi, atau Bandung juga kadang2 turun butir2 es.😀

    kalau malu lihat yang melulu ada, di Cartensz Pyramid yang do papua.😀

    @kutubacabuku: murah tuh 450 ribu.😀

  8. itu dia saya bingung, katanya sih pulang naek Kereta Matarmaja yang naudzubillah min dzalik kondisinya … pokoknya tahun ini musti ke sana ^^

    WAAJIB …

  9. @kutubacabuku: saya jalan ke Bromo juga pake kereta yang nauzubillah, bro: sritanjung. hehehe.. mudah2an deh keinginannya tercapai. jangan lupa ditulis di blog y..😀

    @alex: *ketawa jumawa*:mrgreen:

    @edda: buruan aja ke sana. sebelum tua.. :mrgreen:

    @qzink666: gyahahahaha… nggak juga ding, bro..:mrgreen:

    @qnuun::mrgreen:

    @peri: salam kenal juga..😀

    @bluethunderheart: salam hangat juga, blue..:mrgreen:

    @musafir: dari nada2nya pasti udah lama banget nih.:mrgreen:
    selamat tahun baru juga, masbrur..😀

  10. Hufffht…. wajib ke sana tahun ini!

    Mengetahui latar belakang dari tempat-tempat yang kita kunjungi memang hal yang sama mengesankannya dengan menikmati pemandangan di sana ya bro:mrgreen:

  11. hai,,,salam kenal ya…

    boleh tanya2 gak,,,
    aq ama tmn2q mo nekat backpacking kbromo dr sby,,,
    qt cewe2 rumahan n bner2 blm pnh kbromo…
    tlg kasi tau rute dr probolinggo k bromo,,
    ap yg hrz qt naekin kbromo n smw step2…
    kalo bs yg detail y,ini akan sgt mmbantu qt,,makasii bnyk…

  12. Pondok Pertanian Tajung “tosari”
    Dalam rangka Memperkenalkan ” Tengger-Bromo” dr segala aspek, dengan ini kami buka pondok pertanian tanjung-tosari unt umum, dng hanya membayar ‘sukarela’ (tanpa tarif)

    Pondok pertaniaan tanjung terletak di dukuh: Tanjung rt.03. rw.03.(KM 99) desa: Baledono. kec: Tosari. kab: Pasuruan Ja-Tim. (Km. 99. dari Surabaya)
    Akses menuju pondok pertanian tanjung: dari ‘Pasuruan’ ambil arah malang smp di ‘Warungdowo’ (-+ 7km) belok kiri smp ‘Ranggeh’ belok kanan menuju ‘Pasrepan’ >>> ‘Puspo’ >>> melewati hutan2 mahoni dan pinus smp dukuh ‘Jonggo” >>> melewati hutan pinus smp ketemu rumah pertama lansung belok kiri turun kebawah, ” Podok Pertanian Tanjung” terletak di sebelah kiri jalan dr pasuruan di Km.99 . Kurang lebih 7 km sebelum kec: Tosari.

    @.kamar los + 2 km mandi luar kapst: 8 s/d 16 orang, cukup memasukan dana “sukarela” ke kotak dana perawatan pondok pertanian. (tanpa tarif)
    @.kamar utama + km mandi dalam + perapian, kapst: 2 s/d 4 orang. Rp.150.000,- /malam

    *.fasilitas:.dapur,. kulkas,. ruang makan,. teras (4 x 12 m),. halaman api unggun,. tempat parkir unt 6 mobil,. kebun sayur.
    *.bisa masak sendiri dng menganti LPJ dsb..Rp.30.000,-
    * dimasakkan prasmanan Rp.20.000,- 1x.makan. ( nego)

    # untuk informasi hub per sms/tlp: 081249244733 – 085608326673 ( Elie – Sulis ) 081553258296 (Dudick). 0343-571144 (pondok pertanian).
    # Informasi di Facebook dengan nama : Bromo Tanjung Pondok Pertanian

  13. mas mau nanya ..aku berencana ke bromo..kalo dari smg nae kreta kertajaya bisa ya?nanti hbs itu ke probolinggonya nae kreta apa?kalo aku brangkat dr smgnya mlm…ampe bromo bsokna kesorean ga ya?tlg ya infona,thx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s