Yang Hangat, Yang Lezat di Bromo

Di tengah udara dingin Bromo, rasa-rasanya nikmat sekali menyantap yang lezat, hangat, dan berkuah. Untung di Ngadisari banyak bakul bakso berlalu-lalang dan bertebaran di seluruh penjuru desa.

Kebanyakan dari penjual bakso menjajakan dagangannya dengan pikulan, seperti bakul Dawet Ayu. Namun ada juga yang sedikit lebih modern yang menjual bakso menggunakan sepeda motor.

Semangkuk Bakso Bromo berisi mie kuning (yang digulung-gulung seperti Bakso Malang), bihun (yang juga digulung-gulung), bakso daging ukuran besar dan kecil, tahu rebus, serta pangsit. Secara rasa, Bakso Bromo ini sebenarnya kalah level dari Bakso Malang. Namun jika perut sudah lapar, di tempat dingin pula, tahu sendiri lah, apapun yang hangat-hangat pasti terasa nikmat. Jika mau tahu baksonya seperti apa, simak saja gambar di bawah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ada satu hal yang perlu diperhatikan jika ingin beli bakso di sini. Waspadalah dengan harga yang bervariasi terhadap waktu. Pagi – Siang hari bisa jadi Mas bakul bakso menjualnya seharga IDR 5,000. Tengah harian IDR 6,000. Dan tengah malam beliau mungkin menjualnya IDR 7,000. Saya pernah mencicipi ketiga harga tersebut. Hehe.

Omong-omong, selain bakso yang bakulnya mobile, warung-warung di Ngadisari juga menawarkan banyak menu hangat dan lezat. Seperti mie rebus, mie goreng, nasi goreng, dan di beberapa tempat ada yang menjual soto daging ala probolinggo yang kira-kira skrinsyutnya seperti di bawah ini.

Untuk harga soto di Ngadisari saya kurang tahu berapa persisnya, karena nggak nyicipi. Tapi kalau di Probolinggo harganya sekitar IDR 7,000. Kalau di warung-warung Ngadisari harganya nggak akan lebih dari IDR 10,000, saya rasa.

Oh, ya. Malam hari di Bromo jika anda keluar mencari makan karena kelaparan, lalu menemukan bahwa semua warung tutup meskipun di kaca jendela tergantung kata “open“, jangan ragu untuk mengetuk pintu warung itu. Mereka benar-benar open, dan bersedia dibangunkan, kok. Mereka menutup pintu hanya agar angin yang dinginnya menusuk tidak masuk ke dalam warung.

 

 

20 pemikiran pada “Yang Hangat, Yang Lezat di Bromo

  1. @muhammad zakariah: wow! ntar jangan lupa direview ya perjalanannya.😀

    @zezeza: iya, mantabs banget. apalagi ditambah kretek..:mrgreen:

    @adhigama: gak tau persis gw gim. mudah2an nggak dah..:mrgreen:

    @marshmallow: haha.. *berhasil*:mrgreen:

    sayangnya di Ngadisari itu ngga ada sate padang uni. kalo ada, udah habis tuh saya santap.:mrgreen:

  2. wahhh, pas harga baksonya beda2 gt abangnya sama gak mas? hee … tp mang klo dingin2 kayak d bromo, yg anget2 kayak bakso mang berasa maknyusss ^^

    hoo, berarti warung2 di daerah situ 24 jam mungkin yah, kayak klinik2 di ibukota, klo banguninnya susah boleh diguyur kan mas?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s