Langkah (28): Candi Sewu

Kamis kemarin, diiringi rintik gerimis yang turun malu-malu, saya menggeber motor ke arah Prambanan. Niatnya sih ingin mengunjungi Candi Sewu. Candi Budha yang kalah pamor dibandingkan Candi Roro Jonggrang-lebih populer sebagai Candi Prambanan-yang tersohor.

Candi ini memang berada satu kompleks dengan Candi Prambanan, juga dengan beberapa candi termarginalkan yang lain. Sekadar informasi, karcis masuk Prambanan sudah termasuk kunjungan ke candi-candi lain di kompleks itu. Sayangnya kurang banyak wisatawan yang tahu dan melewatkan perjalanan ke sana.

Untung saja setiba di Prambanan gerimis sudah reda. Saya langsung jalan ke utara menuju Candi Sewu. Prambanan saya cuekin karena sudah bosan.:mrgreen: Jarak Prambanan – Candi Sewu kurang dari satu kilometer. Uniknya kedua candi ini berasal dari dua kebudayaan agama yang berbeda. Prambanan berlatar belakang Hindu, sedang Candi Sewu dibangun oleh Wangsa Budha. Candi Sewu (abad 8 M) lebih tua satu abad dari Candi Prambanan (abad 9 M). Ia dibuat oleh Rakai Panangkaran, raja ketiga Mataram Kuno, dan selesai pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya.

Makanya berdasarkan fakta di atas para ahli sejarah menduga bahwa pada zaman itu masyarakat kedua agama hidup berdampingan dengan damai, orang-orang dulu sudah menjunjung tinggi toleransi. Sekali lagi, itu baru dugaan, lho.

Kembali ke masa kini. Jalan kaki dari Candi Prambanan ke Candi Sewu tidaklah membosankan. Jalannya beraspal mulus cuma agak sepi karena jarang dilalui. Di jalan saya berpapasan dengan dua buah candi; Candi Lumbung dan Candi Bubrah. Keduanya juga Candi Budha seperti Candi Sewu dan dibangun pada abad 9. Siapa yang membangun dan fungsinya apa, masih jadi misteri. Soalnya di depan candi tidak ada keterangannya.

Beberapa puluh meter di utara Candi Bubrah, Candi Sewu berdiri dengan megah. Kesan pertama yang saya tangkap dari candi ini adalah “purba sekali”. Keberadaan patung penjaga di depannya menambah kesan seram pada candi ini. Menurut papan keterangan di depan, diduga dahulunya Candi Sewu merupakan salahsatu pusat kegiatan agama Budha kerajaan Mataram Kuno. Mungkin para ahli menduga dari banyaknya candi perwara yang kemungkinan dipakai para biksu untuk tidur dan bersemedi. Tidak tanggung-tanggung, ada 240 candi perwara yang ruangannya seukuran setengah kamar kos saya. Sayang sekali sebagian besar sudah hancur. Jika dilihat dari atas, kompleks candi ini membentuk struktur Mandala (formasi melingkar) di mana candi induk dikelilingi oleh candi apit dan candi perwara. Oh, ya. Candi Sewu sudah ditandai sebagai world heritage list number 642.

Di sana saya hanya bertemu dengan dua orang bule dan guidenya yang juga berjalan dari Candi Prambanan. Bagaimana ini, kenapa malah bule yang lebih berminat terhadap masa lalu bangsa kita? Kadang di saat-saat seperti ini saya berpikir bahwa wajar saja kebudayaan kita dicuri Malaysia. Toh kenyataannya kita cuek-cuek saja dengan peninggalan sejarah, budaya dan tradisi sendiri. Pergi ke candi, contohnya, cuma buat foto-foto narsis saja. “Kalau cuma mau foto-foto doang mending aku bikin fotonya pake sotosop saja!” kata kawan saya suatu ketika.

Omong-omong, ketika hendak pulang kemarin baliho Visit Indonesia Year 2008, yang sempat saya tulis dalam posting jalan-jalan ke Prambanan, masih berdiri dengan kokoh, lho.[]:mrgreen:

36 pemikiran pada “Langkah (28): Candi Sewu

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Kita memang sering kali lupa dengan kekayaan alam dan budaya kita. Ntar giliran ada bangsa lain yang ‘merawat’ kita baru marah-marah. Padahal kita sendiri gak pernah sempat merawatnya.

  2. Biasanya candi2 kecil disekitar candi utama itu digunakan selama pembangunan candi utama. Tapi secara simbolik bahwa candi2 kecil disekeliling candi utama itu sebagai “satelite” bagi candi utama. (wah koyo speaker 5.1 canel wae).

  3. kadang orang Indonesianya gak salah juga. soalnya keterangan tentang obyek wisata/sejarah susah ditemukan. yaa semacam itulah. kalau orang bule kan sepengetahuan gw cuma dateng doang, merhatiin sebagian kecil bentuk sejarahnya.

    setau gw lho, gw kan sok tau😛

  4. Belum lama ini sempat maen ke Prambanan n Boko nemenin kawan yang lagi bikin riset tentang sejarah Bangsa Champa dan hubungannya dengan Aceh, trus ke Prambanan buat bandingin ama candi2 di Champ. Mau ke Candi sewu juga tapi udah capek (infogakpentingbanget.com hehehehe)

    Saya selalu merasakan aroma masa lalu tiap kali mengunjungi situs-situs bersejarah. Otak saya selalu membayangkan bahwa saya sedang berada dalam sebuah pagelaran besar, dimana ada masa lalu bersliweran di sekitar saya dan saya satu-satunya orang yang mengenakan pakaian warna-warni diantara tokoh hitam putih…
    Entah kenapa saya merasa seperti membuka lembaran kertas berdebu yang ada dalam bundelan masa lalu,,, dan saya suka itu….

  5. walah… kali terakhir saya ke prambanan tahun berapa ya? awal 90an kalo ga salah:mrgreen: habis dari prambanan, langsung ngacir bersepeda ke candi kalasan. IMO, di kalasan malah lebih menyejukkan ketimbang di Prambanan

    btw, kalo situs sejarah di sleman udah rampung digali, diulas juga, om:mrgreen:

  6. Aku pernah ke candi itu kegiatan stditoor dari sekolah.
    Memang seperti keajaiban dunia sih ya, banyak candi-candi tua nya.
    Dan kata guide dari sekolah diantara setiap candi-candi itu ada sejarah-sejarah nya.

  7. Kebudayaan kita memang kaya. Memang ga cukup hanya peduli melainkan gerak nyata kita untuk membuat kekayaan budaya negeri ini jadi familiar bagi generasi muda.

    Omong2 saya belum pernah main ke sana hehehe. Pingin juga ke sana🙂

  8. Wah, jadi pengin ke candi Sewu. Dulu…sekali waktu kuliah aku pernah ke Candi prambanan dan Sojiwan. Candi Boko dan Sewu malah belum. Eh Shige sudah pernah ke Candi Sambisari belum? Sambisari ada di sekitar Maguwoharjo. Sebenarnya ada berapa candi di Yogya? Usul saya coba Shige jalan-jalan lagi ke candi lain yang belum banyak dikenal biar pembacanya jadi ingin ke sana. Sekalian mengenalkan candi-candi itu ke masyarakat blogger…shige linkmu kupasang di blogrollku. dari jendelakatatiti.wordpress.com, thanks alot!

  9. Ahahaha.. visit indonesia year 2008? 2 tahun udah berlalu kaleee!! :)) Btw kamu tuh udah pernah ke dieng belum sih..? Mau dong dishare kalo udah pernah.. thx ya say..😀

  10. Kemarin dari teamtouring juga ceritain Candi Sewu bro. Tapi dengan pendekatan berbeda. As usual, you’ve written it well.

    Elo ke Candi, gw ke pelosok aja aah… ntar gw ceritain juga di blog gw :-))

  11. aku juga udah pernah kesini, waktu studi tour ke jogja jaman SMP…emang bagus tapi sayang waktu itu tidak terawat.Syukurlah skr udah mulai di benahi lagi.

  12. di Borobudur lebih unik lagi. Borobudur kan Candi Budha, di sekelilingnya banyak ditemukan candi-candi Hindu. kemungkinan eemang toleransi umat beragama saat itu udah raket banget, apalagi saat itu raja Mataram (Syailendra) beragama Budha sedangkan rakyat saat itu beragama Hindu.🙂

    saiki nulis candi, yo? sana, berguru dulu sama Mawi Wijna, pakar Candi dari FMIPA UGM.. heheheheh..

    oya, kebayang gak kalo dulu, puncak Borobudur itu pas awal-awal ditemukan dijadikan tempat nongkrong para meneer Belanda utk minum teh? beneran!

    di puncak Borobudur itu ada semacam gazebo di mana itu menir bule duduk-duduk minum teh.

    hehehe..

  13. Benar juga shige, harusnya kita orang Indonesia lebih peduli tentang sejarah candi yang ada di Indonesia sendiri. Malah lebih sering saya melihat orang bule itu lebih berpengetahuan tentang candi daripada kita

  14. Tahun baru kemaren Gw kesini… katanya sih struktur candi utamanya mengalami keretakan yang bisa meruntuhkan candinya. Katanya musti direnov total buat ngebetulinnya… duh semoga gak gempa lagi, nanti bisa ambruk.

  15. Aku pernah ke candi itu kegiatan stditoor dari sekolah.
    Memang seperti keajaiban dunia sih ya, banyak candi-candi tua nya.
    Dan kata guide dari sekolah diantara setiap candi-candi itu ada sejarah-sejarah nya….thanks to info…..

  16. peninggalan sejarah yang menjadi salah satu jagar budaya kembanggaan indonesia,, mari kita lestarikan kebudayaan dan kebanggan bangsa kita, jangan sampe ada lagi yang mengakui warisan budaya kita sebagai ” MILIK MEREKA”………..

  17. wah jadi pengen… saya udah 3 kali ke prambanan tp blum pernah ke candi sewu..
    yang terakhir sama keluarga, malah bapak saya yang iseng2 jalan ke candi sewu.. trus saya dipamerin.. katanya candinya gak kalah besar dan megah kayak candi prambanan..
    kalo ke jogja lagi, ga mau sya lewatin lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s