Book: The Naked Traveler 2

Anda yang pernah membaca The Naked Traveler pasti menantikan buku Trinity selanjutnya. Inilah dia buku kedua, yang tak kalah seru dariprekuelnya: The Naked Traveler 2 (TNT2). Jika buku yang pertama kebanyakan bercerita tentang masa-masa jaya ketika Trinity masih muda, yang kedua ini dipenuhi oleh cerita-cerita ketika dia mengambil S2 di Filipina.

TNT2 lebih tebal dari yang pertama dan terdiri dari delapan bab. Tiap bab merangkum cerita-cerita satu tema. Walaupun semua ceritanya unik, tapi ada satu bab yang paling menarik. Setidaknya menurut penilaian saya.

Judul babnya “Belajar Dari Sini”. Isinya ya seperti judulnya, rangkuman catatan perjalanan yang sarat akan informasi, tips, dan trik berharga yang bisa digunakan ketika kita jalan-jalan. Mulai dari trik untuk menghindari siasat kuno para tukang ojek di Vietnam untuk “memainkan” ongkos ojek, tips dan trik agar tidak dilamar tukang ojek di Kamboja, sampai pada tips bagaimana menghabiskan waktu di suatu tempat dengan hemat. Butuh jam terbang tentunya, agar bisa menuliskan hal-hal semacam itu.

Selain tulisan-tulisan di bab itu, ada satu tulisan lagi yang melekat di pikiran saya. Cerita ketika Trinity melakukan boat cruise dari Lombok Timur ke Labuan Bajo (NTT). Well, kaki saya ini paling jauh baru sampai Gili Trawangan. Sejauh ini, pulau itulah yang nomor satu bagi saya, mengalahkan Pulau Sempu. Tahu-tahu Trinity bercerita bahwa Gili Trawangan belum apa-apa dibandingkan Gili-Gili di Lombok bagian timur. Sebuah tulisan yang bikin saya makin penasaran dengan pesona nusantara. Buku kedua ini lebih Ngindonesia (setidaknya Ngasia Tenggara, lah) dibanding buku yang pertama.

Cuma ada beberapa hal yang saya sayangkan. Pertama keberadaan beberapa post yang terkesan cukup familiar, seperti pernah terbaca sebelumnya entah di mana. Seperti tulisan “Situ Mau Kita Semua Mati?” yang entah pernah saya nikmati di TNT atau di website The Naked Traveler. Sebenarnya bukan masalah besar, sih. Namun sepertinya pembaca akan lebih bahagia jika disuguhkan cerita yang masih fresh from the oven. Hal kedua adalah sampulnya yang agak ribet. Agak sedikit menggangu jika dimasukkan ke ransel.

Walaupun buku ini secara tidak langsung mengaku bukanlah jenis tulisan perjalanan yang hanya bercerita tentang sesuatu yang indah-indah, seperti yang tertulis pada sinopsis di sampul belakang, adalah suatu hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa sesudah baca buku ini hati anda akan tergerak untuk menyambangi tempat-tempat yang diceritakan. Ya, dengan caranya sendiri, buku ini mengajak pembacanya untuk melakukan perjalanan, menikmati detik demi detik petualangan yang seringkali jauh dari rasa enak dan nyaman. Karena, seperti yang juga tertulis pada sampul belakang buku ini, it’s not the destination, but the journey.[]

Image dicomot dari mizan.

15 pemikiran pada “Book: The Naked Traveler 2

  1. Sudah khatam baca buku ini bulan lalu… Trinity adalah penutur yang asyik, gaya bahasanya mudah dicerna.. .dan serasa mengalami sendiri perjalanan bersamanya. I love this book

  2. hmmm… menarik nih, harus segera dicari bukunya…
    btw, shige juga sudah sangat pantas membukukan pengalaman jalan-jalan. tidak jadi masalah kok jika buku itu merupakan kumpulan dari tulisan dari blog. Pak EWA malah menyarankan hal seperti itu.

    eh, kalau jadi bikin buku, bagaimana kalau judulnya: MALALA…? hahaha😀

  3. sepakat dengan Vizon… saya juga termasuk pendukung tulisan di blog ini dijadikan buku hehehe..

    Saya malah belum baca yang prekuelnya. Jadi hari ini baru baca ini buku:mrgreen:

  4. saya pikir sampeyan pun punya potensi gedhe buat nerbitin buku. judulnya sepakat sama @nakjaDimande: The Nekad Traveler😀

    btw, kalo trinity mengesampingkan foto, sampeyan bisa menambahkan foto sebagai aspek aestetika di buku anda😀

  5. Sepengetahuan saya yang sudah mulai kecanduan baca blognya trinity, smua tulisan dibuku memang sudah pernah dimuat di blog, jadi yaa smua cerita mah memang akan familiar ;p
    Satu lagi, jadi urutannya pulau sempu –> gili trawangan –> gili2 lainnya? Walah, saya kok baru nyampe Sempu TT

  6. kata-kata terakhir itu keren: it’s not the destination indeed, it’s the journey.

    wah, aku belum baca TNT satu pun lho, dri. kayaknya musti mulai membaca buku ini deh. dua kali membaca resensinya di sini, aku jadi semakin tertarik.

  7. Meskipun tidak menyakitkan kutil kelamin terkadang menimbulkan rasa nyeri ringan dan gatalgatal. Tak jarang pula kutil kelamin dapat menyebabkan pendarahan. Kutil kelamin sangat sulit dideteksi karena berada dalam organ intim yang tak bisa diamati oleh mata telanjang. Namun dokter dapat melakukan beberapa cara untuk mendeteksi kutil kelamin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s