Langkah (36): Pura Ulun Danu Beratan – Bali Bukan Cuma Pantai

Ketika angin terasa semakin dingin, barulah saya sadar kalau hari itu salah kostum. Pagi itu, di hari ketika dipinjami kamera bagus, agenda kami adalah main-main ke Pura Ulun Danu Beratan. Pura yang terpajang di uang kertas 50 ribu itu memang terletak di pegunungan. Tinggi sekali lah pokoknya sampai-sampai di beberapa belokan kau bisa melihat laut dan Pulau Nusa Penida. Dan pagi itu saya cuma pakai baju ala hippies, celana pendek the north face palsu, dan sandal jepit.

Dari Denpasar, Pura Ulun Danu Beratan bisa ditempuh dalam waktu dua jam ke arah utara. Terlebih dahulu anda harus ke Tabanan, kemudian tinggal ikuti petunjuk jalan. Dijamin anda tidak akan nyasar. Jika bepergian dengan motor, cukup isi bensin sampai penuh anda bisa jalan-jalan Denpasar-Bedugul-Tanah Lot-Kuta.

Pura Ulun Danu Beratan dikelola oleh desa adat setempat. Walaupun diurus oleh masyarakat sekitar, Pura ini terpelihara dengan baik. Tidak ada pungutan liar dan petugasnya ramah semua. Bali memang patut menjadi teladan dalam sektor pariwisata. Untuk masuk, setiap pengunjung dikenai tarif sebesar IDR 7.500 plus biaya parkir kalau bawa kendaraan. Tapi entah kenapa kemarin saya tidak dimintai uang parkir.

Pada awalnya Pura Ulun Danu Beratan dibangun sebagai tempat pemujaan bagi para dewa yang dianggap sebagai simbol kesuburan; Dewa Siwa dan Dewi Parwati. Karena itulah pura ini sangat disucikan oleh para petani Hindu Bali. Menurut salahsatu versi, pura indah yang seolah-olah mengapung di atas air ini dibangun oleh para leluhur Puri Marga Tabanan pada abad ke-13. Dibangun beberapa waktu sebelum Pura Taman Ayun di Mengwi.

Namun meskipun menyimpan sejarah yang agung, kelihatannya para turis lebih tertarik untuk sekadar berfoto-foto di sini. Memang sih, selain foto-foto memang nggak ada kerjaan lain yang lebih menarik di sini. Hehe. Saya sendiri selama di sana lebih banyak menghabiskan waktu dengan memotret-motret sekitar. Mulai dari bunga-bungaan yang berwarna-warni sampai keluarga yang sedang berpose dan menunggu untuk dipotret.

Di sini tidak ada bule berbikini, karena memang dingin dan lagian ini kan Pura, tempat ibadah. Biasanya yang berkunjung ke sini adalah rombongan study tour, rombongan lansia Eropa, turis-turis Asia, keluarga bahagia, orang-orang dewasa, pasangan yang sedang berbulan madu, atau fotografer kesepian yang sedang hunting foto. Yang muda-muda seperti saya sedikit jumlahnya karena, well, kami memang lebih tertarik untuk main-main di pantai. :mrgreen:[]

23 pemikiran pada “Langkah (36): Pura Ulun Danu Beratan – Bali Bukan Cuma Pantai

  1. wew..kemaren waktu saya mblusukan ke bali, saya pikir pura ini terletak di danau batur, jadilah saya malah ke danau batur kintamani..pantes aja saya gak nemu soalnya pura ini terletak di Bedugul, tapi gak rugi juga kok ke kintamani..bisa nyemplung malahan aernya seger beneeerr🙂

    btw ijin nglink blog mu yah. makasih🙂

  2. bicara soal salah kostum, aku juga begitu saat pertama kali berkunjung ke sana. haha! apalagi setelah itu kami naik ke hutan lawang di atasnya dan disambut hujan deras. sumpah dinginnya.

    tapi foto dua cewek terakhir itu mematahkan hipotesis saltum ini kayaknya. buktinya mereka kelihatan fine aja dengan busana minim begitu.

    kenapa kalian tidak ditarik ongkos parkir? karena tampangnya kereeee… hahahahaaa…

    dan eh, ada lagi ding yang bisa dilakukan di sana selain foto-foto, yakni menyaksikan upacara adat ngaben (kalau kebetulan sedang ada). beberapa kali ke sana, aku selalu dapat tuh pelaksanaan aben di situ.

  3. weitz….
    EMANG Bner kwan2 smua…
    bali emang S0RGA DUNIA….
    Mari2 k sni.. Ntr q antr traveling dch…
    I ‘ll be u’re guidE. . ,
    hehe. ,
    *i’m balinese*

  4. Kejadian penyakit ini juga terjadi dalam persentase yang sama untuk perempuan dan lakilaki namun lebih jarang terjadi pada kaum lakilaki. Jika penyakit ini terjadi pada wanita maka kutil akan bertumbuh pada bagian luar atau di dalam vagina bisa juga terjadi pada serviks uterus dan sekitar anus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s