Langkah (40): Sukawati – Apa Saja Yang Bisa Dibeli?

Kegiatan yang paling saya hindari ketika jalan-jalan adalah membeli oleh-oleh. Selain karena duit yang pas-pasan buat jalan, berbelanja buah tangan kurang suka saya karena bawaan saya biasanya cuma ransel kecil. Carrier cuma saya bawa untuk naik gunung atau liburan ke pulau tak berpenghuni. Sempat beli oleh-oleh banyak, mau saya letakkan di mana souvenir itu? Dibawa pakai kresek trus ditenteng? Big no!

Makanya waktu singgah di Pasar Seni Sukawati kemarin saya cuma menyibukkan diri dengan memotret kesana-kemari. Cuma keliling-keliling dan menemani kawan-kawan mencari oleh-oleh buat dibawa pulang. Namun buat anda yang suka shopping while travelling, Pasar Seni Sukawati adalah surga. Semua jenis oleh-oleh ada di sana.

Lukisan

Meskipun tidak sekelas lukisan-lukisan di Ubud dan diciptakan oleh pelukis-pelukis unknown, lukisan yang dijual di sini cukup menarik. Ada lukisan telenji, lukisan pemandangan, dan lukisan-lukisan tarian-tarian Bali. Ada yang berukuran besar dan ada pula yang kecil.

Harganya pun saya yakin tidak sesangar di galeri-galeri desa Lodtunduh. Cukuplah buat dijadikan pajangan di dinding atau meja di pojok ruang tamu.

Ukiran Kayu

Di sini tersedia ukiran kayu untuk pajangan dinding segala ukuran. Juga ada beberapa kios yang menjajakan patung ukiran kayu sosok-sosok menyerupai tokoh wayang. Dibandingkan dengan lukisan, tas, baju, dan aksesoris-aksesoris kecil, varian ukiran di Sukawati terbilang sedikit. Karena itu kalau mau mencari ukiran kayu, lebih baik anda mampir ke Tegallalang di utara Ubud. Di sana banyak seniman ukiran kayu.

Kaos Oblong, Baju Pantai, Kain Bali

Tentu saja harga pakaian di Sukawati jauh lebih murah daripada di kawasan Kuta. Kaos oblong “I Love Bali” dan baju pantai bisa dibeli dengan harga sekitar 30 ribu. Yang agak mahal adalah kain Bali. Wajar saja kalau kain bermotif Bali itu mahal karena untuk membuat selembar saja butuh waktu yang lama.

Gantungan Kunci dan lain-lain

Segala gantungan kunci berbagai bentuk ada di sini. Mulai dari yang standar-standar seperti gantungan kunci selancar, sampai yang agak nyeleneh seperti yang berbentuk alat kelamin pria. Tentunya kebanyakan dilabeli “Bali”.

Juga ada kios-kios yang menjual cincin, gelang-gelangan, kalung-kalungan, lilin-lilin aromaterapi,  pajangan seperti asbak, tas kain, tirai-tirai bambu untuk digantung di kusen pintu, payung-payung artistik, dan lain-lain. Tinggal pilih![]

18 pemikiran pada “Langkah (40): Sukawati – Apa Saja Yang Bisa Dibeli?

  1. saya pernah menemui salah seorang pengrajin bed cover di sukawati, pernah memesan 1 dengan motif/gambar sesuai keinginan kita. Gambar wajah pun bisa. Tapi saya lupa skrg alamatnya karena kartu namanya hilang hiks….

  2. Gyaaa….teteeuupp ya penari telenjinya diekspose :p

    Well, I’m not a big fans of painting, sculpturing, so I choose the clothes one.

    Btw, setiap ada temen pulang dari Bali, pasti bawa oleh2 gantungan kunci alat kelamin pria ukuran supergede, dan dengan tega disodorkan ke muka saya. Hyaaahh…traumatisss.

  3. Saya paling seneng beli minyak aromaterapi buat pijat. Baunya aneh-aneh, ada yang nyegrak dan ada yang kayak minyak nyong-nyong, hehehe. Aroma adalah salah satu dari kekayaan sumber daya hayati kita yang patut dilestarikan.🙂

  4. Wah bro, banyak sekali oleh-oleh dari sana. Berarti harus siapin kocek yang tebal ya heheheh.

    Oh ya harga souvenir di atas berapaan ya bro? apakah terjangkau?

  5. Kalau beli oleh2, biasanya yang bisa dinikmati oleh keluarga di rumah. Kalau begini, mending foto2 aja kayak ente. Kan, hasil fotonya bisa dinikmati bersama ^_^

  6. Aku pernah ke pasar Sukawati, belinya cukup patung kayu bergambar burung mungil, kenapa karena yang lain belinya sama…kipas super besar dan patung pohon pisang! jadi sengaja beli yang beda dan ….murah..he..he..he. Tulisannya bagus bikin kita ngiler pergi ke Bali lagi..dan lagi!

  7. hihi ditenteng pake kresek? pastinya ogaaahhh.

    klo jalan2 bundo lebih senang motret benda2/souvenir yang menarik, drpd membelinya. Misalnya ada gelang unik yang bundo suka, minta difotoin aja tangan bundo yang lagi pake gelang itu tapi ngga usah dibeli. karena tau sehari-hari ngga bakalan juga kepake itu gelang..:mrgreen:

  8. mustinya kamu belikan aku satu di antara lukisan-lukisan itu, dri.
    untung kamu bukan perempuan, sehingga masih bisa mikir untuk TIDAK berbelanja. kan repot kalau masih harus mengakomodasi keinginan berbelanja, sementara kondisi tidak memungkinkan untuk membawa barang banyak. yaa… maksudnya keuangan juga. haha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s