Langkah (41): Dreamland

Tomy Soeharto pasti tidak menyangka sebuah pantai yang berada di kawasan Pecatu Indah Resort (PIR), resort kepunyaannya, akan lebih terkenal daripada Pecatu itu sendiri. Orang-orang menamai pantai itu Dreamland karena dahulunya PIR digadang-gadangkan penduduk Bukit Jimbaran sebagai tanah impian yang akan mengubah pekerjaan mereka dari sektor pertanian menjadi sektor pariwisata yang menjanjikan.

Masih di hari yang sama dengan kunjungan ke Kintamani, sore itu kami memacu motor menuju Pantai Dreamland. Beberapa kali saya pernah melihat foto Dreamland di status jejaring sosial kawan-kawan, makanya saya agak-agak penasaran.

Jalan ke sana menanjak. Tapi tanjakan itu tidak saya hiraukan karena sesekali, dari ketinggian, saya bisa melihat dua sisi pesisir bagian selatan Bali yang indah. Sisi sunrise dan sisi sunset. Sekitar tiga puluh menit dari Kuta, kami tiba di gerbang PIR. Sekilas gerbang PIR mirip gerbang pusat pemerintahan Kabupaten Badung di pinggiran Mengwi. Megahnya sama. Di depan, patung raksasa dan jalan mulus yang menyambut.

Ternyata Dreamland masih jauh ke dalam. Beberapa menit kami melaju di atas jalan lebar dan mulus. Dekat gerbang, di bagian selatan tampak deretan bagunan rumah bertingkat dua yang menghadap ke laut. Kemudian semakin ke dalam kawasan PIR menjadi semakin sepi bangunan. Sejauh mata memandang hanya ada lahan kosong, bayangkan betapa luas lahan kepunyaan Tomy Soeharto ini. Barulah dekat-dekat pantai saya melihat lapangan golf dan resort-resort mewah.

Kami memarkir motor, tentu saja, di parkiran. Jalan tanah dari parkiran menuju pantai tidak bisa dilewati kendaraan biasa seperti motor standar atau mobil standar. Motor trail atau mobil off road mungkin biasa. Dengan menenteng tas kresek berisi kaos joger, kami berjalan ke bawah menuju pantai, yang sudah terlihat melambai-lambai di kejauhan.

“Mirip di Australia, ya?” Ujar Fiancuk, yang notabene belum pernah ke Negeri Kanguru, ketika kami berjalan di samping deretan kios-kios kecil yang terletak di samping sebuah laguna kecil. Saya sih no comment karena belum pernah ke luar negeri. Tapi tempat ini memang seperti di film-film. Beberapa kali kami berpapasan dengan peselancar yang dengan santai mengepit papan selancar di ketiaknya.

Adalah Michael Learns to Rock (MLTR), band yang disebut-sebut sebagai yang pertama kali mempopulerkan pantai Dreamland kepada khalayak. Band yang jaya ketika saya masih kecil ini bikin video klip di sana. Sejak itu menyebarlah berita mengenai keindahan Dreamland. Perlahan-lahan semakin banyak orang ke sana; peselancar yang ingin menjajal ombaknya yang besar dan bule-bule yang mencari tempat berjemur alternatif selain Kuta dan Jimbaran. Malah gosip-gosipnya sampai sekitar tahun 2005 dulu, ketika masih sepi pribumi, pantai ini sempat menjadi “markas” bule-bule nudist yang gemar berjemur topless.

Sekarang pantai ini sudah sangat ramai. Biro-biro perjalanan sudah banyak yang mengagendakan Dreamland sebagai tujuan. Payung-payung besar tempat para pedagang menjajakan topi rajutan, baju, dan celana pantai berdiri berjejeran di atas pasir. Berisik. Salah-salah, sebentar lagi Dreamland cuma akan tinggal nama saja.

Saya juga mengamati bahwa sampah mulai bertebaran di sana. Syukur-syukur kalau sampah itu cuma bawaan dari laut akibat angin kencang yang mendera pesisir barat Bali akhir-akhir ini, bukan sampah-sampah yang dibuang seenaknya oleh pengunjung.

Mentari hari itu akhirnya terbenam juga. Saya menyaksikan dengan khidmat prosesi sang surya kembali ke peraduan. Bersama-sama dengan gadis-gadis cantik pribumi yang baru mencoba berbikini, bersama para peselancar yang masih menikmati ombak di cakrawala, bersama para pedagang yang sedang mengemasi dagangan mereka, dan tentu saja bersama kawan-kawan setia.[]

30 pemikiran pada “Langkah (41): Dreamland

  1. Pantai impian, bikin aku ingin ke sana. Kapan ya bisa ke Bali lagi, aku rindu keindahan dan budayanya yang luar biasa.
    Aku suka paragraf terakhir menikmati prosesi sang surya dengan gadis cantik pribumi yang baru belajar berbikini? Gadis pribumi/Indonesia berbikini di Dreamland?…alamak…

  2. Wah ini cerita jejalannya makin bikin mupeng euy hehehe.

    Saya ke Bali aja belum pernah. Kayaknya kalau suatu saat ke Bali kudu mampir di mari ya.

    Thanks bro ceritanya. Oh ya foto2nya kurang banyak tuh🙂

  3. Kalau di pantai, saya rasa wajar gadis pribumi mencoba berbikini. Tapi parahnya, cewek-cewek Indonesia di Bali gayanya lebih bule daripada wisatawan asing. Hehe, kacau..

    Waktu saya pertama kali datang ke pantai ini beberapa tahun lalu, masih ada pemandangan kantung susu bergelayutan di sana. Sang pemilik dengan entengnya telentang di pasir. Bahkan ada yang jogging menyusuri pantai. Kebayang kan mereka jogging topless??🙂

  4. hi! i was blogwalking & find ur blog😀
    terakhir ke dreamland (which is pertama kalinya juga…hahaha…) not to fond of it… I was expecting a clean and quite beach, tapi yg terjadi sebaliknya… Pas sampe parkiran….banyak bgt bis2 pariwisata, dan makin turun tebingnya makin rame org & pedagang. Kios2 yang disediain untuk dagang malah kosong dan gak terawat. Banyak sampah. Emang harus jalan nyusurin pantai agak jauh dulu kalo mau sepi,,, tapi nanti kl pasang trs kebawa arus gada yg bantuin dong…*parno….hehehe… Kalo yg duitnya banyak skr bisa menikmati Dreamland dari Klapa. Kalo gw waktu itu numpang lewat doang…hihi…

  5. Hmmm pengen juga kesana. Memang sih pantai apapun asalkan dikelola dgn baik akan terlihat menjual, mau punya tommy or punya negara kita ini. But sdh lama sih gak ke pantai…

  6. Pantai Dreamland memang bagus, sesuailah dengan perjalanan ke sana yang cukup melelahkan, hanya sayangnya tempat parkirnya belum nyaman, masih tidak teratur🙄

  7. ah, indahnya sunset itu…

    yang aku tidak suka dengan dreamland adalahbanyaknya warung yang semrawaut. wuih. pemandangan pantai pun jadi berkurang keindahannya. setuju, dri. suatu saat yang tidak lama lagi, eksotisme tempat ini hanya akan tinggal kenangan.

  8. Untuk mengobati wasir sebisa mungkin menhindari duduk di wc terlalu lama karena hal ini bisa menjadi salah satu penyebab. Selain itu menahan buang air kecil dan buang air besar sebaiknya dikurangi. Cara mengobati hemorrhoid yang lainnya adalah dengan duduk berendam di air yang hangat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s