Rafting dan Saya

Meskipun baru mengantongi tiga jam ‘jam basah’, saya dan arung jeram (rafting) memiliki hubungan yang intim. Sejak hampir setahun yang lalu saya mendambakan perahu dan mengendara bersama kawan-kawan di sebuah jeram liar.

Awal Mei tahun 2009, mapala kami mengadakan acara rutin; Fun Rafting. Arung Jeram ceria bersama kawan-kawan se-fakultas, se-universitas, dan masyarakat umum yang memiliki minat kepencintaalaman. Yang menjadi panitianya adalah angkatan saya, angkatan termuda yang notabene belum pernah rafting bareng dengan menyandang status anggota muda.

Dengan semangat kami mempersiapkan acara. Saking semangatnya kami berhasil membuat 72 orang calon peserta terbujuk dan mendaftarkan diri (Bujukan-bujukan seperti; “Rafting seru banget lho”, “Lo bayangin aja gimana rasanya terombang-ambing di atas jeram. Asik coy!” terbukti berhasil. Padahal yang ngebujuk sebagian besar belum pernah rafting. Bukan menipu lho ini. Soalnya yang ditanyain bukan “Udah pernah rafting belum?” LOL). Untuk ukuran mapala fakultas, jumlah peserta yang kami dapatkan terbilang fantastis. Mapala universitas saja mungkin kesulitan untuk ‘menangguk’ peminat sebanyak itu.

Maka ketika hari-H, Sungai Elo mendadak ramai oleh perahu arung jeram. Untuk mengakomodasi peserta yang membludak itu kami menyewa 12 perahu. Setiap perahu diisi oleh enam orang plus seorang skipper (nahkoda perahu rafting). Para peserta terlihat sangat menikmati acara. Kepuasan terpancar dari wajah mereka, semua ceria, berteriak-teriak dengan semangat di jeram-jeram kecil, mengangkat dayung, tersenyum.

Di rest area saya cuma bisa tersenyum-senyum mupeng. Muka kepengen. Sesekali para peserta minta difoto dan ketika memencet shutter kamera saya malah membayangkan jika sayalah yang sedang difoto. Berpose dengan peralatan lengkap; perahu tentunya, dayung, helm, dan pelampung.

Sebelum mengadakan Fun Rafting, angkatan kami bikin ‘perjanjian’ dulu dengan senior. Bahwa setelah Fun Rafting, giliran kami yang rafting. Dan you know what? Tahu-tahu nggak jadi karena berbagai macam hal. Padahal keuntungan yang kami, anggota baru, dapat dari rafting terbilang besar dan lebih dari cukup untuk menyewa dua buah perahu sepanjang hari. Kecewa lah saya; ngadain rafting buat orang lain tapi sendirinya belum pernah rafting.

Setelah sembilan bulan mengkhayalkan rafting, akhirnya kesempatan untuk ngarung datang juga akhir Februari lalu. Angkatan baru dikjut rafting, kami yang belum pernah arung jeram nebeng ngarung. Sungai yang jadi pilihan adalah Progo Bawah yang terkenal ganas. Kata operator kami, “Habis ngarung di sini, jeram Sungai Elo bakalan terasa cuma riak-riak kecil saja.”

Begitu melakukan dayung maju perdana, lepas lah itu muka kepengen saya. Muka ini nggak mupeng lagi karena yang diinginkan akhirnya terwujud.[]

30 pemikiran pada “Rafting dan Saya

  1. jjaaahhh ada istilah ‘jam basah’.. dipopulerkan oleh shige😀

    Akhirnyaaaa..! bundo ikut senang mupengnya shige udah hilang, walaupun bundo ngga bisa lihat wajah shige ‘yang udah ngga mupeng lagi’ itu dengan jelas.

  2. foto paling atas keren, cuy😛
    ternyata dirimu anak mipa tah😀

    btw, enggak pernah kepengen nge-rafting, enggak bisa swimming soalnya😛 tapi kalo cuman ngeliat orang nge-rafting (di tivi) sih lumayan menghibur😛

  3. seruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu….
    asyik banget ya sige…
    kapan2 pengen juga seru2an begini sama temen2ku.
    foto yg pertama bagus…kesannya gimana gitu mendramatisir acara😛

  4. Selamat Shige akhirnya ngarung juga, saya sampe sekarang belum kesampean hikz.. Emang kamu masuk divisi apa? feelingku sih bilang kalo gak GH ya climbing.. *soktau.com*🙂

  5. haiyahah…
    memang benar pepatah tong kosong nyaring bunyinya. orang yang belum ada ilmunya terkadang memang lebih nyaring suaranya. oho..

    temennya temenku ad yg ank rafting jg. sampe patah tulang ekornya. heheh..

  6. Jadi pengen ke Citarik T.T.. rada susah ngajak temen-temen yang suka beaching kalo diajak rafting hehehe.. Mesti cari temen laen nih.

    Gimana rasanya bro? Pasti adrenalinnya melonjak-lonjak yak hahaha

  7. assssiiiiiikkkk …. jadi pengen ikutan neh. Kutu mah pernahnya Body Rafting doank di Green Canyon, tapi rencananya Mei ini mau rafting di daerah Jawa Timur ma orang2 kantor, entah di Sungai apa … moga2 kesampean, aminnn

  8. dari kecil udah pengen sebenernya, jaman dulu masih di bali suka liat di tivi asiknya orang rafting di yeh ayung, tapi mpe sekarang, sampe udah pindah dari bali, belum juga bisa terwujud, hehehe…

  9. Shige, jembatan yang di depan air terjun rusak diterjang air bah.. tapi siang ini kabarnya bisa dilalui untuk satu jalur mobil pribadi berukuran kecil dan kendaraan roda dua.. KD tadi pagi ke padang lewat solok, makan waktu sekitar 3 jam, dan ongkos bis 2 kali lipat.

    videonya ada di FB bundo.., klo fotonya ada di blog.

  10. Wow arung jeram ingin juga sih tapi belum ada kesempatan. Ayo Shige arung jeram di sungai Serayu Banjarnegara, mau ada kompetisi internasional nih 22-26 April 2010 , bisa daftar di operator Seray Adventure Singomerto Banjarnegara. Jendelakatatiti.wordpress.com.

  11. Selama tahun pertama penyakit ini tidak menunjukkan gejala apaapa atau disebut masa laten. Setelah tahun penyakit sipilis akan menyerang susunan syaraf otak pembuluh darah dan jantung. Pada perempuan hamil sipilis dapat ditularkan kepada bayi yang dikandungnya dan bisa lahir dengan kerusakan kulit hati limpa dan keterbelakangan mental.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s