Langkah (43): Tugu Muda, Semarang

Dari dulu saya pengen banget jalan ke Semarang. Setelah lama ditahan-tahan, akhirnya sekitar seminggu lalu obsesi itu terwujud juga. Saya bingung mau sedih apa gembira karena tujuan saya ke Semarang adalah untuk melayat.

Anyway, rumah tujuan melayat kami terletak di antara kawasan Simpang Lima dan Tugu Muda. Di daerah Mugassari yang juga terkenal karena memiliki sebuah kompleks pemakaman yang “ramai”. Semarak deh pokoknya kalau siang hari karena di sana yang hidup dan yang sudah dikuburkan seperti berinteraksi dengan harmonis. Ada kedai yang memakai batu nisan sebagai cantelan helm atau meja kecil untuk menaruh kopi. Anak-anak pun terlihat seperti tidak segan meloncat-loncat di antara kuburan. Film misteri sungguh nggak ngefek bagi mereka, saya rasa.

Karena ini cuma direncanakan sebagai perjalanan singkat – berangkat magrib dari jogja, malam jam 9 tiba di Semarang, besok pagi jam 9 cabut lagi ke Jogja – saya cuma bisa jalan-jalan sebentar pada pagi hari ke Tugu Muda.

Saat-saat tertentu, terutama ketika sedang terlalu antusias terhadap sesuatu, saya sering mendadak nyinyir. Maka sepanjang jalan dari Mugassari ke Tugu Muda saya selalu bertanya sama senior saya. “Mana, sih, Lawang Sewunya?” Sampai bosan senior saya itu menjawab, “Ntar lagi nyampe.”

Saya sumringah ketika akhirnya melihat Tugu Muda untuk pertama kali. “Tuh Lawang Sewu di sana,” ujar senior saya.

Meskipun juga memiliki lima buah simpang, Tugu Muda berbeda dengan Simpang Lima. Di Simpang Lima ada alun-alun luas yang dikelilingi oleh gedung-gedung tinggi. Simpang Lima juga merupakan lokasi favorit masyarakat Semarang untuk melewatkan minggu pagi dengan jogging atau sekadar cuci mata.

Tugu Muda lebih sepi dan yang mengelilinginya bukan gedung-gedung komersil (hotel atau pusat perbelanjaan) seperti di Simpang Lima. Di Tugu Muda, tentu saja, ada sebuah tugu yang diberi nama Tugu Muda. Tugu ini dibangun untuk memperingati peristiwa pertempuran lima hari di Semarang. Selesai dibangun pada hari kebangkitan nasional tahun 1951. Bangunan-bangunan yang mengitari Tugu Muda antara lain Lawang Sewu, Gereja Katedral, Museum Mandala Bakti, Wisma perdamaian, Bangunan Pasar Bulu, dan Gedung Pandanaran.

Bangunan paling populer di kawasan Tugu Muda tentu saja adalah gedung Lawang Sewu (gedung yang memiliki seribu pintu). Gedung yang, katanya, angker ini pada zaman belanda difungsukan sebagai kantor pusat kereta api. Pasca Proklamasi tempat ini sepertinya lebih dikenal sebagai lokasi syuting film-film, terutama film misteri. Ingat film “Ayat-Ayat Cinta”? Katanya adegan persidangan itu syutingnya juga di sini. Sayang sekali saya tidak bisa masuk karena ternyata Lawang Sewu sedang direnovasi, di setiap penjuru dipagari dengan seng.

Meskipun tidak bisa masuk Lawang Sewu saya tetap senang, terwujud sudah keinginan saya untuk ke Semarang. Sebenarnya kalau cuma untuk keliling, kurang dari lima menit kau sudah bisa mengitari kawasan Tugu Muda sebanyak lima kali. Yang membuat lama adalah sesi foto-fotonya.[]

40 pemikiran pada “Langkah (43): Tugu Muda, Semarang

  1. Makasih buat reportase singkat dan foto2xnya yang keren…. Jadi pengen ke Semarang… kangen dengan lumpianya… *bawaan blogger laper :D*

    Saya pernah baca artikel tentang keluarga di Filipina yang hidup di kompleks pemakaman, mereka makan, tidur, mandi dan beraktivitas ya di kuburan. Kayaknya di Jakarta juga ada deh yang begini…

  2. mantaf…mantabz om….ternyata dah banyak berubahnya juga yach wajah kota Semarang, padahal baru bulan februari yang lalu aku klunang – klunung nang kono.

  3. Saya selalu cinta dengan bangunan tua dan kuno, dan Lawang Sewu termasuk di dalamnya. Percaya ato ngga, saya nazar bakal dateng ke tempat itu saat lulus kuliah, tapi sekarang sudah 2 tahun lebih lulus belum sempat terus masuk ke dalamnya (klo sekedar numpang lewt doang sih pernah).

  4. saya pernah ke semarang, tapi blum sempat jalan2… aih…
    ntar semoga ada rejeki dan kesempatan bisa ke sana…
    btw simpang 5 sy pernah lewati aja๐Ÿ˜‰

  5. aku ke semarang cuma lewat aja, heheheh, semarang ketika malam indah sekali. lampu2 di tengah kota sepertinya bikin adem bagi yg baru pertama kali mengunjungi.

  6. nggak tau juga ya, dibandingin sama tujuan ente yang ngelayat. saya ke semarang cuman buat numpang lewat aja๐Ÿ˜› dan itu adalah sekali-kalinya menjejakkan kaki di semarang, P-P menuju ke jepara๐Ÿ˜›

    yang paling saya inget bukan lawang sewu, tapi simpang lima-nya yang terkenal. why? karena kejebak macet disitu =))

  7. semarang oh semarang….kapan saya bisa mengunjungimu?๐Ÿ˜ฆ
    rasanya ingin sekali melepaskan diri inidari hiruk pikuk kota jakarta, tapi saya masih takut terhadap batasan..๐Ÿ˜ฆ

    *shit! grow up man! (I am talking to myself)

  8. terus melangkah melupakanmu … [peterpan mode on]๐Ÿ™‚ hati hati diperjalanan selanjutnya ya mas, kalau gak sibuk sempatkan pamit ke kebun saya sebelum melanjutkan perjalanan.

  9. selain simpang lima dan lawang sewu.. bagaimana dengan tempat petualangan di sana ? ( wisata alam) ada objek yang asyik buat hiking/trekking?

  10. Sebenarnya, saya iri terhadap dikau yang selalu bisa jalan2. Tapi, mungkin inilah yang bisa saya lakukan saat ini. Yaitu bermimpi. Bermimpi jalan2 dan meramu berbagai macam kegiatan yang akan mewujudkan mimpi saya. Semoga! ^_^

  11. Oom, kira-kira kalo backpacker ke Semarang atau Jogja dari Jakarta habis berapa ya untuk 2 malem gitu? Atau mau nanggung akomodasi saya?:mrgreen:
    *disambit sendal*

  12. Shige selamat ya sudah sampai Semarang jalan-jalannya. Semarang itu indah lho, tidak indah kalau sedang banjir. Lumpia dan tahu baksonya…WOW…enak! Kapan jalan-jalan ke Banjarnegara Kau bisa rafting (arung jeram) di sungai Serayu (bisa baca tulisanku di Bude Binda.Kompasiana.com). salam jendelakatatiti.wordpress.com, thanks!

  13. Kota Semarang cuma sering saya lewati, tanpa pernah berhenti barang sejenak, apatahlagi jalan-jalan…. Kayaknya, saya patut kesana nih, terutama mengunjungi gedung berpintu seribu itu, hehehe…๐Ÿ™‚

  14. aku hampir setiap hari lewat lawang sewu loooo…. tapi belom pernah masuk,hehehe… sbenernya pngen ikut tur malem2 keliling lawang sewu sih,,tpi takuut,hohoho

  15. besok lagi mesti jalan2 di kota lamanya.
    tawang, polder dan sekitarnya

    terus jangan lupa juga mampir ke pasar semawis..
    yummy… makanannya asoy asoy…

  16. kapan pertamaxnya nech kalo kayak gini,,,heee

    salam bang,,,,,darie wong kendal manggon neng semarang
    htto://wongkendal.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s