Banyak Cara Menuju Bandung (2)

Kedua kalinya ke Bandung, masih saja saya naik bis. Bedanya kali ini saya berangkat dari Jogja, bukan dari Padang lagi. Sendirian. Armada yang jadi pilihan adalah Kramat Jati. Kata kawan saya, untuk trayek Jogja-Bandung, reputasi perusahaan bis tersebut lumayan bagus.

Karena bis malam, tentu saja berangkatnya malam hari. Sehabis magrib saya sudah berada di atas bis nyaman tanpa pendingin ruangan. Maklum, kelas bis juga harus disesuaikan dengan kantong anak kuliahan.

Ketika naik bis dalam sebuah perjalanan jauh yang paling bikin deg-degan adalah ketika mengetahui siapa orang yang duduk di sampingmu. Jika yang di sampingmu cewek berparas menarik, apalagi dari raut wajahnya terpancar rona keramahan, alamat perjalananmu akan menyenangkan. Sebaliknya jika di sampingmu duduk seseorang dengan muka sangar yang hanya merespon dengan anggukan dingin ketika diajak ngobrol, sudah, siapkan saja mp3 playermu.

Yang jadi teman duduk saya waktu itu adalah seorang mahasiswi tingkat akhir yang mengaku kuliah di perguruan tinggi kepunyaan Probosutedjo. Karena mengantuk dan di kuping terselip headset, sampai Kutoarjo saya hanya menoleh ke depan dengan kepala bergoyang-goyang pelan. Sambil sekali-sekali menyandarkan kepala ke kaca jendela mencoba untuk tidur.

Baru di daerah Kutoarjo kami mulai mengobrol. Tanpa diduga mbak di samping saya itu ternyata ramah. Sebentar saja kami sudah akrab dan bercerita tentang bermacam hal. Mulai dari tujuannya ke Bandung, yang adalah untuk berkunjung ke perpustakaan Fakultas Psikologi Unpad dalam rangka mengumpulkan bahan untuk TA, dari mana ia berasal, sampa kepada pengalaman mistis yang dialaminya waktu KKN. Akrab sekali bukan?

“Aku dulu waktu KKN pernah dipelet pemuda kampung. Sebelumnya dia pernah bilang naksir aku dan ngajak kawin.” Ujarnya. Saya hanya mengangguk-angguk supaya terlihat simpatik. “Satu semester peletnya baru hilang. Bayangin aja, gara-gara itu aku mesti cuti kuliah satu semester penuh.”

Kalau si mbak jeli pasti bisa melihat kalau saya kadang-kadang menahan senyum. Soalnya yang dalam pikiran saya, “ini kok mahasiswi psikologi malah curhat?

Sepanjang perjalanan kami mengobrol. Sebenarnya lebih tepat kalau dikatakan saya mendengarkan si mbak curhat, sih. Ketika saya diam saja, tidak mengangguk-angguk atau merespon dengan “hmm…”, si mbak akan bertanya, “ngantuk, dek?” Sungguh malam yang panjang. []

28 pemikiran pada “Banyak Cara Menuju Bandung (2)

  1. Si mbak, bangga banget pernah dipelet pemuda kampung..

    Saya pernah ke Bandung cuma 1x. Waktu itu naik mobil pribadi bersama teman-teman. Berangkat dari Jogja juga. Kesannya; biasa saja. Hehe..

  2. Ya, betull…
    klo yang duduk di samping kita orangnya berwajah ramah dan mudah senyum, perjalanan panjang sekalipun.. jadi lebih menyenangkan, karena berteman keakraban🙂

  3. i’ll go to BDG in the end of this month! \m/

    ngomong2, pernah sekali-kalinya saya dapat seat-mate calon model yang baru akan melakoni karantina di jakarta. sepanjang jalan nyerocos ngalor-ngidul dan saya cuman ngangguk-angguk macam tripping obat terlarang😛

    e tap tetep aja asik buat diceritain ke orang lain😀

  4. kadang2 sebuah perkenalan yg akrab bisa langsung jadi bete kalo lawan bicara terlalu banyak ngomong. i know how it feels🙂

    salam kenal dari blogger depok

  5. kok bisa sering jalan2 gitu mas? emang petualang sejati atau ada hub dg pekerjaan nh? enak rasanya dapat kerjaan jalan2 hehe…

    salam kenal dulu ya, kunjungan pertamakz🙂

  6. duh, bandung, salah satu kota favorit saia
    dan saia lebih memilih berada di bandung dari pada jakarta
    kalo naik bis saia juga selalu pakai yg satu itu
    tapi kalau soal urusan pengalaman naik bis, lebih baik saia simpan saja lah, demi keamanan…😀

    pa kabar shige.. maaf lama saia tak bisa BW…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s