BPC Challenge: Mengenali Kota Sendiri

Semenjak rajin berkumpul dengan kawan-kawan Kaskus Backpacker Community (BPC) Regional Jogja, ada-ada saja aktivitas saya. Saya mulai sering keluar malam lagi. Mulai sering jalan-jalan di akhir pekan lagi. Dan mulai sering karaokean.

Sekitar seminggu yang lalu, tepatnya tanggal 20 Juni 2010, komunitas mengadakan sebuah acara yang diberi nama Backpacker Community Challenge (BPC Challenge). Terinspirasi dari semakin banyaknya kaskuser yang bertanya tentang Jogja di forum regional, beberapa orang anggota BPC terpikir untuk mengadakan sebuah event yang bertujuan untuk memperkenalkan obyek-obyek wisata Jogja kepada masyarakat yang berdomisili di luar kota Jogja. Maka keluarlah ide untuk mengadakan acara ini.

Dalam perlombaan tanpa hadiah ini, setiap tim yang berjumlah dua orang diberi uang saku sebanyak 25 ribu/orang. Dengan uang 50 ribu/tim, setiap tim berlomba-lomba untuk mengunjungi sebanyak-banyaknya obyek wisata yang ada di Jogja. Start dari Monumen Serangan Oemoem 1 Maret,  perlombaan dimulai dari pukul 12 siang dan berakhir pada pukul 5 petang.

Saya dan Kak Mina, partner saya, mengunjungi Kraton Ratu Boko, Candi Prambanan, Candi Sewu, Kebun Binatang Gembira Loka, Situs Pesanggrahan Warungboto, Museum Perjuangan Yogyakarta, kampung backpacker di Jl. Prawirotaman, dan Panggung Krapyak.

Beberapa nama di depan mungkin terdengar familiar. Siapa yang tidak kenal Candi Prambanan atau Kebun Binatang Gembira Loka? Namun bagaimana dengan situs Warungboto atau Panggung Krapyak? Saya yakin beberapa di antara kawan-kawan mungkin meringis sambil berpikir “apa ya itu?” ketika membaca dua obyek terakhir.😀

Situs Warungboto adalah sebuah pesanggrahan, tempat peristirahatan, peninggalan Sultan Hamengku Buwono II. Mungkin karena dahulunya tempat ini sepi, Sultan membangun “villa” di sini. Saat ini pesanggrahan Sultan itu hanya tinggal puing-puing. Sama seperti reruntuhan di sebelah timur Tamansari. Meskipun sudah diberi plang yang menandakan bahwa reruntuhan ini adalah bangunan Cagar Budaya, masih saja ada tangan-tangan iseng yang melakukan aksi vandalisme corat-coret. Seperti tidak peduli dengan akar sendiri.

Tidak dipungut biaya masuk karena memang belum bisa masuk. Sekeliling situs masih dipagar kawat.

Nama kedua yang mungkin masih terdengar aneh bagi wisatawan adalah Panggung Krapyak. Panggung saja kok dibilang tempat wisata? Bukan panggung konser musik yang saya maksud. Panggung yang ini beda.

Dahulunya Panggung Krapyak merupakan tempat sultan berburu binatang. Karena dahulunya daerah sekitar masih hutan, masih banyak binatang seperti rusa yang bisa diburu. Sekarang boro-boro berburu. Salah-salah yang kena tombak malah orang yang berlalu-lalang.

Panggung Krapyak terletak di sebelah selatan Alun-Alun Kidul. Tinggal berjalan sedikit ke arah barat dari Prawirotaman. Dari kejauhan di gerbang Alun-Alun Kidul, anda akan bisa menyaksikan samar-samar sebuah bangunan berwarna merah muda kusam yang berdiri kokoh di ujung jalan.

Sekarang daerah Krapyak merupakan “Kota Santri” Jogja. Di sini berdiri sebuah pesantren bernama Pondok Pesantren Al-Munawwir. Cobalah jalan-jalan di trotoar besar Krapyak di sore hari. Anda akan melihat banyak gadis berjilbab berjalan bergerombol sambil menenteng mukena. Sungguh pemandangan yang menentramkan hati.

Banyak hal baru yang saya petik pada BPC Challenge kemarin. Di antaranya adalah sebelum kau jalan-jalan ke kota lain, ke negara lain, atau bahkan ke planet lain, kenali dulu kotamu sendiri. Karena tanpa disadari, kita sering mengabaikan yang dekat-dekat… dan terlalu menganggap penting yang jauh-jauh. []

Photos are courtesy of Adi and Mina

34 pemikiran pada “BPC Challenge: Mengenali Kota Sendiri

  1. Bangunan yang terakhir itu deket sama rumahku. tinggal berjalan ke arah timur beberapa meter. ehhehe..

    Saya paling suka dengan peragraf terakhirnya. sungguh menentramkan hati…hahaha

  2. Akhirnya Shige nulis lagi😀

    Aku pernah denger ko yang panggung krapyak itu, berarti ngga terlalu asing ya😉 Seru banget acaranya, kalau nanti maen ke Jogja ada tour guide temen blogger nih :p

    Setuju tuh sama paragraf terakhir. Banyak banget tempat2 di kota sendiri yang belum dijaman dan jelajahi. *sampe sekarang aja saya belum pernah ‘naek’ ke tugu monas*.

  3. Hehe, membaca tulisan ini jadi malu sendiri. Orang asing tau banyak tentang Bali, sementara saya cuma tau sedikit. Tapi sekarang, paling ndak saya bertambah tau bahwa ada tempat bernama Situs Warungboto dan Panggung Krapyak. Thanks!

    Apa kabar bro?

  4. walah… anda sukses bikin saya ~ yang notabene orang jogja asli ~ merasa iri. saya malah enggak segitunya mengeksplorasi ngayogyakarta hadiningrat😛

    anw, situs warungboto dan panggung krapyak saya sering lewat, cuman yaa enggak ada niatan sedikitpun buat mampir lantaran buat saya jadi semacam rute perjalanan PP menuju tempat beraktivitas pas masih di jogja😛

  5. I like this :
    “sebelum kau jalan-jalan ke kota lain, ke negara lain, atau bahkan ke planet lain, kenali dulu kotamu sendiri. Karena tanpa disadari, kita sering mengabaikan yang dekat-dekat… dan terlalu menganggap penting yang jauh-jauh.”

  6. Betul sekali. Saya pernah mengunjungi beberapa museum di Jakarta sendirian, pas saya cerita ke temen2 saya, mereka cuma ngakak.😦

    Padahal kan mengenal kota sendiri juga penting yaaaaaaa….

  7. Salam kenal balik y. . Btw, traveling mmg paling OK. Photograp juga ndak kalah penting.

    Pengen ke joga, dah rencana mpe 4 kali tapi blum pernah bisa ke sana. .

  8. Asik banget nih BPC-nya, jadi pengen ikut. Duh, saya jadi kangen Jogja😦

    Btw, dulu tiga tahun tinggal di Jogja, saya kok belum pernah ke Panggung Krapyak, ya? Wah, harus jadi prioritas nih kayaknya kalo ke Jogja lagi🙂

    Nais inpo, gan😀

  9. “sebelum kau jalan-jalan ke kota lain, ke negara lain, atau bahkan ke planet lain, kenali dulu kotamu sendiri. Karena tanpa disadari, kita sering mengabaikan yang dekat-dekat… dan terlalu menganggap penting yang jauh-jauh.”

    Setuju, tapi kalo gw menekankannya “sebelum jelajah LN jelajahi dulu negrimu sendiri” makanya pengen jalan2 bgt, walaupun masih sebatas pulau jawa :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s