Ke Jakarta Naik Garuda

Suatu siang di Singkawang, sekitar sebulan yang lalu, saya bersama kawan-kawan iseng browsing tiket pesawat untuk mudik ke kampung halaman masing-masing. Karena tiket Kalimantan pergi-pulang sudah ditanggung mitra KKN, kami fokus mencari tiket dari Jogja.

Beruntung saya dapat tiket murah ke Sumatra. Jogja-Pekanbaru dengan Mandala hanya IDR 670 ribu. Saya joged-joged senang selama berhari-hari. Tapi ada yang lupa; memesan tiket balik ke Jogja.

Awalnya saya sudah menyiapkan pantat untuk melakukan perjalanan sekitar 3 hari 3 malam Padang-Jogja karena yakin bahwa harga tiket pesawat akan melambung tinggi. Bisa dua kali lipat harga tiket bis eksekutif. Namun ketika bertandang ke Jambi setelah lebaran, dalam rangka memperingati seratus hari meninggalnya nenek, saya dapat ide untuk berangkat dari Jambi saja.

Senior saya pernah bilang bahwa harga tiket pesawat dari Jambi ke Pulau Jawa lebih mudah dibandingkan jika berangkat dari Padang.

Tanggal 17 September, ketika berada di Padang, saya dapat kabar dari keluarga di Jambi bahwa saya akan berangkat ke Jogja naik maskapai penerbangan terbaik di Indonesia; Garuda. Hati ini gembira bukan buatan karena selama ini belum pernah naik pesawat “mewah” itu. Tentu bagi mahasiswa yang tiap akhir bulan kelaparan seperti saya ini, naik Garuda merupakan sebuah pengalaman tersendiri.

Maka pagi hari tanggal 20 September saya terkagum-kagum ketika memasuki kabin pesawat Boeing 737-400 milik Garuda. Baru kali ini saya melihat langsung pesawat yang memiliki TV di langit-langit koridornya.

“Garuda Indonesia masih full service, lho.” Begitu kata bibi saya sehari sebelum keberangkatan ke Jambi. Benar, sejenak ketika pesawat tinggal landas, pramugari yang rata-rata “senior” langsung menating sebuah wadah berisi permen dan membagikannya kepada para penumpang.

Di udara setiap penumpang mendapatkan ransum berupa roti, coklat wafer, kacang-kacangan, plus secangkir minuman yang bisa dipilih sendiri. Mangan wareg, ngombe legi (makan kenyang, minum yang manis-manis) kalau kata teman saya dari Blitar.

Penerbangan dari Jambi ke Jakarta lebih menarik daripada Padang-Jakarta. Rute Padang-Jakarta membosankan karena selama satu setengah jam kau hanya akan melewati daratan dan sesekali menyisir pesisir miskin pulau. Jambi-Jakarta lain. Lebih menarik karena seperempat jam terakhir perjalanan kau akan melintasi gugusan Kepulauan Seribu yang tampak sangat indah dari atas.[]

21 pemikiran pada “Ke Jakarta Naik Garuda

  1. wah senengnya naik Garuda……

    Saya sama kakak kebetulan diharuskan pake Garuda kalau mau tugas dinas, kecuali kalau ke kota tujuan Garuda tidak beroperasi. Naik Garuda memangmenyenangkan, pramugari nya sangat ramah. Lebih enak lagi kalau penerbangan internasional menggunakan Garuda Airbus, karena kita puas bisa nonton apa saja (channel nya kita yang milih) hehehehehe

    Semoga bisa mencicipi maskapai maskapai internasional lainnya.🙂

  2. lebih enak lagi klo terbangnya pas jam makan, dapet makanan berat komplit : makan utama (biasanya ada dua pilihan) + dessert ( puding, ato buah, ato kue)… nyaaam

  3. Sy blum pernah naik garuda, tp soal full service, sy pernah naik merpati jogja-maksar-sorong PP dan dpet makanan lngkp plus plihan minuman. Walopun pswtny gak bru tpi playanany di bnding maskapai lain yg pernah sy coba sangat baik.

  4. wehee.. aku juga pas tanggal 19 dari medan naik garuda. pesawatnya jangan2 sama juga.. wkwk..
    itu pesawatnya yang tingkat buat orang naik haji bukan? ;pp
    makananny juga sama. ohoo..
    btw, jambi-jakarta berapa jam?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s